Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Kabar penculikan.


__ADS_3

Sementara itu Brak!


''kalian siapa lepaskan aku aku mau pulang kenapa kalian menculikku? apa salah ku apa kalian juga mau membalas dendam padaku!'' Dara terus merteriak dan memberontak saat dia di tiba-tiba culik di depan Villa oleh orang-orang yang berpakaian serba hitam, Bahkan dia begitu kesal saat di paksa menelpon ke no Exel dan memberitaunya kalau dia akan pergi.


''Aku mohon...lepaskan aku! aku tidak mengenal kalian biarkan aku keluar dari sini!'' hiks hiks hiks...Namun tak ada seorangpun yang ingin menolong dan mendengarkannya.


Karena kamar yang Ia tempati kedap suara hingga Ia pun merogoh Sling bag di mana gawainya tersimpan.


''Aku harus menelpon Jelita semoga dia bisa menolongku atau kak Darandra!" gumamnya lalu Ia pun mencari No milik Jelita setelah itu menelponnya.


Tut tut tut...


''cepatlah Je, angkat telponnya!''


''Halo...Kak, Kakak dimana kenapa baru menelponku? apa Kakak tidak merinddukan ku atau Kak_"


''Tolong! aku, aku di culik!''


Tut tut tut...


''Kak, Kakak...Halo...siapa yang menculikmu Kak! **** sial, kenapa terputus, apa Kak Exel tau tentang Kak Dara di culik? tidak...!aku rasa dia tidak tahu, tapi kenapa Kak Dara tak menelponnya? biarku coba untuk menelpon Kak Exel untung saja aku menyimpan No nya'' gumamnya lalu menelpon Exel.


Sedang Exel yang sedang menyetir dan fokus mencari Dara tidak memperdulikan No baru yang masuk di gawainya, sampai 5 kali panggilan barulah Exel mau mengangkatnya.


''Kau, siapa kenap_!''


''Kak Exel, Kak Dara, diculik!'' pekik Jelita menjeda pertanyaan Exel yang terdengar kesal.


Deg.


''kamu siapa? dan kamu tahu dari mana Kalau Dara di culik!'' sergah Exel mulai gusar.


''Aku Jelita Kak, tadi Kak Dara, sempat menelponku. Tapi tiba-tiba saja teleponnya terputus dan Kak Dara sempat bilang kalau dia di culik."


Exel yang mendengar kabar penculikan Dara tiba-tiba meminggirkan mobilnya ketepi hingga dia menabrak pembatas jalan dan beruntung mobilnya berhasil di kendalikan saat mobilnya hampir terguling hingga mobil itu pun bersandar di bawah sebuah pohon di tepi jalan

__ADS_1


Sriiiiit... gubrak...Brugh....


''Kak, kak Exel apa Kakak baik-baik saja?'' cicit Jelita yang mendengar suara benturan benda keras. ''Kakak! apa kau mendengarku?" Jelita dengan perasaan was-was terus memanggil Exel.


"Kak Exel katakan kau dimana sekarang aku akan menjemputmu?"


"Aaaaw ahk' aku di jalan xxxxx,'' terang Exel meringis kesakitan karena bagian depan mobil sport nya itu kini telah hancur sebagian sedang kan kakinya terasa perih begitu juga dengan pelipisnya yang mulai mengeluarkan cairan berwarna merah.


*


*


"Kenapa juga batreinya habis bagaimana caranya aku menelpoan Kak Randra?'' Dara yang bingung terus berusaha mencari sesuatu agar Ia bisa keluar dari tempat penyekapannya itu, namun tetap saja nihil.


''Tunggu dulu! ruangan ini kelihatanya mewah dan besar, dan semuanya lengkap ada dapur satu kamar tidur dan_ jangan-jangan aku tinggal di apartemen.'' belum habis keterkejutannya kini Dara di kejutkan dengan kedangtangan seseorang dan dia seorang wanita.


''Bagaimana kabarmu sayang? apa kau menyukai tempat ini' kami sengaja memesan tempat ini untukmu' hingga suami brengsekmu itu berhasil menemukanmu.'' Ucap wanita yang baru saja masuk membuat Dara yang tadinya takut, jadi bingung dengan ucapan wanita yang ada di depannya ini.


''Katakan pada ku siapa kalian sebenarnya dan siapa dirimu?'' tanya Dara dan menatap lekat wanita itu.


''Bukankah tadi kau sendiri yang mengatakan kami jadi kalian tidak sendiri! sekarang katakan padaku ada apa kenapa kalian menculikku!?''


''Sayang! kamu jangan takut kemarilah aku ingin memeluk menantuku!'' ujar wanita itu mendekat dan merentangkan kedua tangannya membuat dara terkejut bercampur binggung.


''Mem-menantu maksudnya?'' Dara bertanya masih dengan wajah binggungnya.


Wanita itu bukannya menjawab pertanyaan Dara namun kini Ia meraih tubuh Dara dan membawanya masuk kedalam pelukannya dengan penuh kasih.


''Kau istrinya Exel, otomatis kau adalah menantuku karena aku Mommynya Exel.'' Jelas wanita yang tak lain adalah Sonya.


''Mam- maksudnya.? Bukankah Mommynya Exel sus_sudah_''


''sudah meninggal maksudmu?''


''I_iya Karena itulah dia ingin membalas dendam kepada keluargaku' dan menjadikanku' sebagai korban pelampiasan dendamnya!.'' Tutur Dara sambil mengurai pelukannya.

__ADS_1


Sonya hanya tersenyum mendengar pernyataan yang di lontarkan Dara, dan kini Ia menatap lekat wajah yang sangat cantik namun agak sedikit tirus di depannya itu.


''Kemarilah sayang Mommy akan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi' biar kamu juga mengetahui semuanya.'' Sonya lalu menuntun tangan Dara dan mengajaknya duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.


''Tunggu dulu! kamu pasti lapar karena belum makan, ini ada makanan kesukaanmu,Mommy bawakan buat kamu semoga saja kamu menyukainya karena ini Mommy sendiri yang memasaknya.'' Terang Sonya sambil menyodorkan rantang tempat makanan yang berisi nasi putih lengkap dengan lauk-pauknya.


''Tapi kita makan bersama ya Mom!'' ajak Dara yang mulai menerima Sonya, karena menurutnya wanita itu baik padanya.


''Baiklah sayang'' jawab Sonya sambil tersenyum, dan Dara pun membuka satu persatu rantang makanan yang ada di depannya, dan betapa terkejutnya dia dari semua makanan yang dibawa oleh Sonya, semuanya adalah makanan kesukaannya. ''Mommy, Mommy ini? Mommy tahu dari mana bahwa semua makanan Ini kesukaan Dara.?''


''Makanlah dulu!nanti makanannya dingin nanti rasanya tidak enak!'' ucap Sonya tanpa ingin menjawab pertanyaan dari Dara, Dara pun mengiyakan saja. Karena memang perutnya sedang keroncongan apalagi yang ada di depannya itu semua adalah makanan kesukaannya, setelah selesai bersantap Dara pun membersihkan sisa-sisa bekas makannya lalu menata semuanya seperti semula.


''Kemarilah...! sayang duduklah di samping mommy!" panggil Sonya Dara pun mendekat dan duduk di samping Sonya.


"Sekarang. Dengarkanlah! baik-baik apa yang akan Mommy sampaikan dan ceritakan kepadamu setelah mengetahui semuanya Kamu sendiri bisa menilai Exel itu seperti apa"


*


*


*


"Kak, Exel kita harus kerumah sakit aku tidak mau lukamu infeksi' lihatlah bagaimana caranya kau bisa berjalan dengan benar jika kakimu terluka seperti ini!" Jelita terus berusaha memapah Exel yang terluka parah akibat benturan mobilnya membuat kakinya sempat terhimpit badan mobil.


''Kau tidak perlu mengasihaniku! aku ingin Dara kembali dan aku ingin segera menyelamatkannya!'' tegas Exel menepis tangan Jelita yang berusaha membantunya


''Tapi Kak!''


''Cukup! Jelita, apa kau tidak mendengarku' aku tidak butuh bantuanmu!'' sarkasnya,membuat Jelita urung untuk mendekat kembali.


''Kak Exel entah kenapa aku merasa dia itu seperti Daddy' kalau di lihat dari belakang cara dia berbicara, berjalan bahkan tatapan matanya semuanya persis, Kak Kenan andai dia masih hidup mungkin akan seperti Kak Exel.''


Jelita terus bermonolog dalam hatinya hingga brugh,


''Kak, Kenan.! Toloong! tolong pak! tolong Kak Kenan!" Jelita benar-benar histeris melihat Exel yang tiba-tiba saja ambruk tak sadarkan diri. Beruntung banyak orang yang lalu lalang hingga Exel segera di tolong.

__ADS_1


__ADS_2