
"Apa kau mendengar ku atau sekarang kau pura-pura tuli atau bisu!" sentak Damara.
"Panggil aku Tuan karena dirimu tidak lebih dari wanita sampah buatku!" tegasnya dengan tatapan membunuh nya.
"I-iya Tuan…"
"Good…!" Damara pun tersenyum miring lalu bangkit berdiri.
"Baron…! apa kau sudah siap?"
"Siap Tuan, bahkan saya sangat tidak sabar lagi Tuan." Jawab laki-laki bertubuh tinggi besar dengan wajah yang sangar.
"Baiklah ini lah hadiah yang aku janjikan untukmu, sekarang juga nikahkan mereka!" perintah Damara pada seorang penghulu yang sudah di siapkan.
"Apa menikah.? Tit-tidak aku tidak mau menikah dengan nya lebih baik aku mati saja." Tolak Renata.
"Baiklah jika kau ingin mati-matilah dan aku akan senang hati membuang tubuhmu di cabik-cabik ikan piranha. Atau kau akan mendekam di penjara bawah tanahku!" Ancam nya dengan menyeringai.
mendengar ancaman serius dari Damara Renata pun akhirnya menyetujui, walau ia merasa jijik dengan lelaki yang akan menjadi calon suami yang tidak di kenal nya itu.
Dan benar saja dengan satu tarikan nafas Baron kini sudah resmi menjadi suami yang sah untuk Renata.
"Dan ini cek untuk kalian anggap saja kado pernikahan dariku. Dan setelah ini jangan kau berani mendekati keluarga ku lagi jika tidak nyawamu akan berakhir di tanganku.!"
"Se-seratus Juta?" pekik Renata tanpa sadar Mata Renata langsung membulat melihat nominal angka yang tertera pada selembar cek yang di sodorkan Damara, kepada Baron, lalu Renata langsung saja menyambarnya tanpa rasa malu sedikitpun.
"B-biar biar kan aku yang menyimpannya aku kan sekarang sudah istri sahnya" ucap Renata Cepat, saat sadar reaksi orang di sekelilingnya yang menatapnya dengan tatapan Jengah. Damara pun hanya tersenyum miring.
"Dasar kau Ternyata kau tidak pernah berubah dari dulu di hatimu cuma hanya ada harta-harta dan harta tak pernah ada cinta sedikitpun." Damara berucap dengan nada mengejeknya.
"A-Aku punya cinta tapi hanya untuk mereka yang ber uang, bagaimana caranya aku makan kalau aku tidak punya uang" jawabnya tanpa malu.
"Katakan saja kau itu memang perempuan matre.Baron Aku harap kau mengawasi wanita ini jangan biarkan dia berkeliaran untuk mengganggu keluargaku lagi!"
"Anda tenang saja tuan Sehelai rambut pun saya tidak akan mengizinkannya untuk mengganggu keluarga Anda dan saya berjanji dia akan selalu berada dalam pengawasan saya untuk itu sekarang saya pamit Tuan, biasalah pengantin baru" Ucapnya malu-malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Baiklah lekas bawa istrimu itu! aku sudah tidak Sudi melihat mukanya lagi melihatnya saja aku ingin muntah!"
"Baik Tuan kami permisi dulu." Baron pun menarik tangan Renata untuk secepatnya pergi dari tempat itu walaupun Renata berusaha melepaskan tangannya dengan menghempaskan tangannya Baron namun kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Baron.
__ADS_1
"Hah…"
Damara menarik nafas lega karena ia sekarang bisa bernafas dengan tenang karena orang yang selalu menjadi duri di dalam pernikahan nya sudah berhasil di tanganinya dan dia berharap kedepan nya ia selalu bahagia dengan keluarga kecilnya itu.
"Tuan kenapa Anda tidak menghukum wanita itu bukankah dia sud_"
"Aku hanya ingin mengikuti apa yang di katakan istriku Ron… untuk tidak menyimpan dendam pada siapapun, apa kau ingat kejadian yang membuat kami semua harus berada si rumah sakit?"
Damara mengalihkan pandangannya menatap lawan bicaranya itu dengan sangat serius.
Sedang yang di tatap hanya menggangguk sambil membalas tatapan Damara. Namun itu hanya sekilas seterusnya ia melemparkan pandangannya lurus kedepan.
"Kau tau Jelita masih trauma dengan kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawaku, untuk itulah ia melarangku untuk membalas, dengan kekejaman pula. Ia hanya tidak ingin orang yang la cintai berbuat kejam,
apalagi baby Ar, diantara kita." Damara berjalan membelakangi Rony dengan kedua tangan nya masuk di saku celananya.
"Apa kau sudah menyiapkan semua yang aku suruh tempo hari.?"
"Sudah Tuan hanya saja_" Rony tidak melanjutkan kata-kata nya.
"Ada apa?"
"Ya ampun kau! benar-benar brengsek bisa-bisa nya dia lupa Awas saja kalau ketahuan aku akan menghabisi mu Ron…!" Damara terus berteriak namun Rony sudah melesat pergi meninggalkan nya.
"Sial, dia pergi membawa mobil dan meninggalkan aku disini sendiri dasar Asisten luknut awas saja kalau ketemu akan kujadikan dia pelecing manusia!" kesalnya
"Eh, tunggu dulu bukankah pelecing itu dari kangkung atau Ayam ya, kalau dari manusia rasanya seperti apa? ntahlah hanya Author yang tau."
Author: "Loh kok bawa othornya sih Damar?"
Damara: "Kan othor yang nulis apa othor juga lupa sama kayak si Asisten luknut itu!"
Aothor: "Apa iya ya,🤔hmm…
Damara: "Dah jangan kelamaan mikir intinya sekarang aku mau pulang. Bay…"
Damara pun terpaksa memesan taxi online.
"Tut-tuan mam-maafkan saya, saya benar-benar lupa Tuan"
__ADS_1
"Kau tau kesalahanmu apa?"
"Iya Tuan saya tau." Jawab Rony dengan perasaan mulai tidak enak.
"Baguslah kalau kau sudah mengingatnya, sekarang Sebutkan apa kesalahamu!" sergah Damara
"Salah saya adalah saat, saya lupa kalau hari ini pesanan itu akan tiba maafkan saya Tuan, saya benar-benar lupa." Ucap Rony percaya diri.
"Apa hanya itu kesalahan mu?" tanya Damara penuh penekanan.
"Iya Tuan saya rasa hanya it_" Rony menjeda kalimatnya sesaat kemudian.
"Ya ampun Tuan Anda_?" lagi-lagi ia menjeda kalimatnya saat menyadari sesuatu.
"Apa sekarang kau sudah mengingatnya?"
"Sud-Sudah Tuan mammaafkan saya Tuan saya tadi hanya buru-buru untuk mengmbil barang tersebut dan terpaksa saya berangkat,
Bahkan saya juga tidak sempat pamit, karena buru-buru oleh karena itu saya meninggalkan Anda, sekarang apa Anda akan menghukum saya Tuan?" tanya Rony menunduk dengan jantung yang berdegup kencang.
"Bagus lah kalau kau mengingatnya kembali"
Damara lalu tersenyum miring. Bulan ini gajimu dipotong setengah Apa kau mengerti!" "Tapi Tuan kalau bisa gaji saya jangan dipotong Tuan" ucap Rony dengan wajah yang memelas.
"Dengarkan aku yang namanya hukuman itu harus di laksanakan."
"Baiklah Tuan." Jawab Rony lesu.
Sedang Damara tersenyum puas saat melihat raut lesu di wajah Rony.
"Ha ha ha…apa sekarang kau sudah sadar tidak akan mengulanginya lagi?"
"lya Tuan Tidak akan terulang lagi!" jawab Rony cepat.
"Good berhubung kamu sudah baik dengan menyadari kesalahan mu aku berjanji tidak akan memotong gajimu."
"Terima kasih Tuan, terima kasih" cicitnya memeluk tubuh Damara dan pada saat itu juga.
"Apa-apa ini?!"
__ADS_1