Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Menuju Sengkang


__ADS_3

"Aduh aaah siapa sih yang mendorong ku? aku kan masih mengantuk menganggu orang tidur saja," gerutunya lalu naik kembali ke tempat tidur tanpa menyadari tatapan membunuh si berikan oleh Restu.


"Hana...keluar...!" bentak Restu membuat Hana, spontan membuka matanya lebar-lebar.


"Haaaaa......!" teriak Hana dan juga Restu secara bersamaan karena Hana menarik selimut yang sedang di pakai Restu untuk menutupi tubuhnya yang juga setengah telanjang, Restu pun kembali menarik. selimut yang di tarik Hana hingga terjadilah aksi saling tarik menarik di antara mereka.


"Lepaskan...!" hardik Restu


"Tidak...jangan..." teriak Hana kembali menarik selimut, dan terus berusaha menutup tubuh nya itu, ia pun berhasil menggulung tubuh nya dengan setengah selimut, dan hal itu membuat Restu merasa kesal, Restu yang emosi bangkit berdiri dan dengan sekuat tenaga ia menarik selimut hingga membuat tubuh Hana ikut ter angkat dan.Tubuh Hana yang hampir saja jatuh membentur lantai, namun dengan cepat la menarik tangan Restu dan berpegangan. Restu berusaha menghempas kan tangan Hana namun itu membuatnya malah jatuh berdua di atas tempat tidur.


Bugh.


dengan posisi Hana di bawah kungkungan nya, sedang kan kini wajah mereka pun saling bersentuhan.


Hana mencoba memicingkan mata saat hembusan nafas Restu menerpa wajahnya,


Sedangkan Restu kembali merasakan bibirnya menyentuh bibir Hana.


'Ternyata anak ini cantik juga' fikir Restu


Deg.


"Apa yang sedang Pak bos lakukan padaku? haaa... bapak memperkosaku kalau aku nanti hamil bagaimana,?" teriak Hana kembali disaat dia menyadari kalau dirinya masih di bawah tubuh Restu.


Restu yang tersadar dengan teriakan Hana, pun segera bangkit dari tubuh Hana.


"Kau, apa yang kau lakukan berteriak di gendang telingaku,?"


"Bapak sendiri kenapa memperkosa ku,?"


"Hah...memperkosa mu? siapa yang memperkosa siapa, dasar anak aneh," Geramnya.

__ADS_1


"Bapak yang aneh usiaku baru memasuki 18 tahun, tahun ini tapi Bapak kenapa menyentuhku,? temanku yang di kampung pernah bilang kalau anak gadis sudah di sentuh lelaki dewasa maka dia sudah tidak suci lagi dan dua akan hamil,"


"Dengarkan aku, siapa yang memperkosa mu? bukan kah kau sendiri yang masuk dan memperkosa ku, apa kau ingat Siapa yang sengaja masuk tidur di dalam kamarku,?" Restu menyeringai melihat ketakutan di wajah Hana.


"Bukankah, kau sendiri yang menyerahkan dirimu padaku, bahkan kau sebenarnya yang memperkosaku lebih dulu," lanjut Restu lagi. Restu yang semula ingin marah malah merasa terhibur dengan kepolosan gadis kampung di depannya itu.


"Karena kau yang sudah datang duluan dan memperkosa maka Jangan harap aku akan bertanggung jawab kalau kau hamil? Sekarang cepat keluar dari kamarku kalau tidak kau akan tahu akibatnya keluar," Sergahnya kembali, Restu pun segera bangkit dari tubuh Hana.


Sedangkan Hana yang mendengar perintah Restu yang penuh penekanan itu, juga buru-buru bangkit dari tempat tidur, jika Restu langsung masuk dalam kamar mandi lain halnya dengan Hana ia berusaha memakai pakaiannya kembali lalu segera bergegas keluar, Ia tak henti-hentinya mengumpat kesalahan yang salah masuk kamar.


'Kenapa aku harus masuk ke kamarnya Pak Bos? dan kenapa aku harus menyentuhnya juga, bahkan memeluknya, bagaimana kalau aku hamil? tidak, aku tidak mau hamil, Aku belum ingin punya anak apalagi Anak Tanpa Ayah tidak mungkin kan Pak Bos mau ber- tanggung jawab,' Hana pun segera masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya juga karena la akan memulai aktivitas nya.


#Flashback Off.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam 48 menit kini ia pun tiba di negara yang terkenal dengan Lion City sebuah tempat wisata yang wajib di datangi kalau berkunjung ke negara ini, sedangkan bunga kertas yang warna warni berjejer sepanjang jalan yang akan kita lewati membuat mata seakan tak ingin terpejam, bahkan beberapa Film Bollywood, mengambil lokasi syuting di tempat tersebut, salah satunya seperti Krrish.


Bahkan Renata kini tak perlu berlama-lama berada di dalam Changi Airport, saat sebuah mobil khusus untuk menjemputnya menuju Sengkang di mana Restu akan membawanya untuk tinggal.


Mendengar, anak yang ada di dalam kandungannya membuat Renata tersadar, dan la pun mulai mengelus perut nya.


"Maafkan bunda sayang kau harus jauh dari Ayah yang tidak menginginkan mu," lirihnya.


buliran bening yang ia tahan semenjak meninggalkan tanah air kini menguar begitu saja tanpa bisa di bendung lagi.


Restu yang melihat nya pun tak jauh merasa iba, bagaimana tidak dua kali Renata hamil dua kali ia mengalami nasip yang sama.


"Kau boleh memelukku jika kau mau," Tawarnya pada Renata, dan benar saja Renata langsung memeluknya mengeluarkan segala isakannya, Restu pun merasa bahagia karena Renata masih mau memeluknya walau ia tidak bisa memilikinya lagi setidaknya ia bisa membantu dan membahagiakan nya sekarang walau hanya sebatas teman.


"Maafkan aku yang juga pernah andil didalam

__ADS_1


membuat luka di hatimu, tapi mulai sekarang aku berjanji akan membuat mu bahagia dan juga anakmu jika ia lahir, lihat aku," Restu mengurai pelukannya lalu ia menghapus air mata di wajah cantik namun kini terlihat pucat itu.


"Aku akan menjadi ayah untuk anakmu jika ia lahir nanti, walau kau tak ingin menikah denganku aku akan menjadi ayahnya, mulai sekarang semangat lah kau juga harus bisa sembuh dari penyakitmu agar anakmu kelak tak kehilangan kasih sayang seorang lbu.


Renata hanya menggangguk pelan tanpa ingin mengeluarkan sepatah katapun,


"Ayo aku akan menemanimu makan dulu setelah itu kau boleh mandi lalu istirahat karena nanti sore aku akan membawamu ke Hospital Sengkang, untuk cek kandungan dan kondisimu sekarang." Renata hanya menganguk mendengar semua apa yang di katakan Restu tanpa ingin menjawabnya.


*


*


"Ayah, Ayah sudah janjikan ingin mencali Bunda,?" rengek Bara pada sang Ayah begitu ia keluar dari rumah sakit, kini ia di perbolehkan untuk pulang setelah seminggu di rawat.


"lya sayang nanti ayah akan ketempat Bunda, sekarang kita pulang dulu ya karena Nenek hari ini juga akan datang jadi Bara bisa tingal sama nenek dulu ya,!" ucap Baron sambil mengelus rambut sang putra dengan penuh cinta.


'Benar kata Renata kalau aku berusaha dekat dengan Bara itu akan membuat ku merasa sangat di penting kan,'


Gumamnya dalam hati.


''Renata tunggu, kenapa perasaan ini seperti aku akan kehilangan nya, tidak, ini tidak mungkin,' Baron terus menolak degup jantungnya, hingga ia pun tiba di rumahnya.


"Hati-Hati jangan lari-lari nanti jatuh sayang,!" teriak Baron saat Bara terlihat berkari-lari kecil, sedangkan kan Baron masih sibuk mengangkat tas milik Bara, namun ketika menunduk matanya tertuju pada sebuah kertas yang terlipat di bawah kursi, Baron pun segera mengambilnya.


"Kertas apaan ini,?" Baron pun berusaha untuk membuka kertas tersebut dan.


Deg.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ*...


Haaaiii....! yuk sambil nunggu Author UP lagi ikuti juga cerita Autor the best di bawah ini👇ya !!!😍😍😍

__ADS_1



Hidup bahagia dengan bergelimang harta adalah mimpi semua wanita. Berfoya-foya dengan geng sosialita adalah kegiatan rutin yang harus dilaksanakan oleh keempat wanita yang usianya tidak muda lagi. Mereka tak lain adalah Astrid, Soraya, Dena dan Rahma. Lalu apakah hidup hanya dipakai untuk bersenang-senang? Lantas bagaimana dengan permasalahan masing-masing? Apakah hidup hanya untuk sekadar bersenang-senang, kemewahan dan gemerlap malam?


__ADS_2