Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Aku tidak berselingkuh


__ADS_3

"Ternyata benar kamu Je, kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya orang tersebut


"Aku dari apotek seberang." Jelita pun mulai menceritakan kejadian sopir taksi yang tidak bisa mengantarkannya pulang.


"Kalau begitu kebetulan biar aku mengantarkanmu pulang lagi pula ini sudah hampir pukul 23 malam jarang ada taksi yang lewat sekitaran sini." Tawarnya


"Tapi Jhony, aku tidak mau merepotkan mu." Tolak Jelita pada lelaki yang ternyata adalah Jhony itu.


"Tapi aku tidak merasa di repotkan dan kamu tau sendiri aku tidak suka penolakan!" tegasnya meraih tangan Jelita. Dan Jhony pun sangat terkejut dengan suhu panas di tangan Jelita.


"Jelita kamu sakit? kenapa kamu tidak bilang, dan lihatlah wajah mu begitu pucat ayo aku akan mengantarkan mu ke dokter!" Cicit Jhony berbalik dan menyentuh kening Jelita.


"Tapi Jhon Aku_" tiba-tiba saja Jelita menjeda kalimatnya saat seseorang datang langsung menghantam wajah Jhony hingga membuatnya tersungkur ke jalan.


"Dasar laki-laki brengsek! apa yang kau lakukan pada istriku!"


Bugh.


"Auhk...ahhk..." Jhony memegang sudut bibirnya yang terasa basah dan benar saja darah segar mulai keluar dari sudut bibirnya yang terluka akibat pulan tiba-tiba dari Damara.


Damara yang kebetulan melintas tidak sengaja melihat seluit tubuh wanita yang sepertinya dia kenal dan benar saja. Dia mencoba turun dan mendekat, dan betapa terkejutnya dia saat melihat adegan di depan nya, lelaki asing menyentuh tangan dan mengusap kening istrinya. la pun tanpa babibu langsung memberi pukulan pada wajah Jhony.


Damara menarik kerah baju milik Jhony. Dan kembali ingin menghajarnya.


"Aaa...Jhony lepaskan Jhony kamu apa-apaan!" pekik Jelita menghalangi Damara. Damara yang emosi melepaskan cengkeramannya tatapannya tajam kini menghujam menatap Jelita yang membela Jhony ia merasa harga dirinya sebagai seorang suami telah di injak-injak oleh Jelita.


"Pulang! ayo kita pulang dan Jelaskan semuanya padaku!" Tegasnya menarik tangan Jelita dan membanting tubuhnya masuk kedalam mobil.


"Hei istrimu itu sedang sakit kau harus segera membawanya kerumah sakit!" teriak Jhony namun tak di dengarkan oleh Damara karena suasana hatinya yang sudah panas.

__ADS_1


Jhony hanya bisa tersenyum melihat mobil yang membawa Jelita itu melesat meninggalkannya.


"Haaah..." Jhony menjatuhkan tubuhnya dengan posisi menengadah ke langit sedangkan kedua tangannya ia rentangkan. Ia pun lantas tersenyum kembali, namun sesaat kemudian buliran bening mengalir dari sudut matanya.


"Sasa...maafkan aku karena hingga detik ini


aku masih takut untuk menemuimu." Lirihnya menahan sesaknya sendiri di saat mengetahui Jelita sudah menikah Namun ia sendiri tega meninggal kan Tasya.


*


*


*


Sedangkan Damara terus melesatkan mobilnya, hingga di atas rata-rata dia tidak peduli lagi dengan orang-orang yang terus mengumpat karena dia melajukan mobilnya sangat kencang.


Jelita sendiri terus menutup matanya takut untuk melihat kedepan padahal dulu dia adalah orang yang paling suka kebut-kebutan.


Damara turun dari mobil dan membanting pintu kasar, setelah itu ia pun segera membuka pintu di mana posisi Jelita duduk.


"Turun...!" sergahnya menarik tangan kasar tangan Jelita, hingga membuatnya meringis kesakitan.


"Tuan lepaskan! aku bisa berjalan sendiri." Cicitnya namun tak di gubris oleh Damara.


"Tuan kau menyakiti ku!" Pekiknya lagi saat tangan nya terus di seret sedangkan tubuhnya di hempaskan dengan kasar di sebuah tempat tidur, saat memasuki sebuah kamar yang tak kalah luasnya dengan rumah utama.


"Apa kau bilang sakit! dengarkan aku perempuan bodoh. Aku mencarimu kemana-mana. sedang kau asyik bermesraan dengan lelaki brengsek itu! Bangun dan bersihkan dirimu sekarang! aku ingin lihat bagaimana hebatnya perempuan j4lang sepertimu melayaniku tapi sebelum itu bersihkan dulu tubuhmu kotormu itu!" sarkasnya mencengkram wajah Jelita kemudian menghempas kannya di lantai kamar mandi hingga ujung bathup mengenai perutnya Jelita menggigit bibirnya menahan rasa sakit yang luar biasa.


Dan tidak sampai di situ saja. Damara mengguyur seluruh tubuh Jelita dengan air yang sangat dingin, sontak membuat Jelita terkejut ketika rasa dingin itu mengguyur seluruh tubuhnya, tangisan bahkan Jeritannya tak di pedulikan oleh Damara.

__ADS_1


"Hentikan air mata buayamu itu! kau kira dengan menangis aku akan memaafkan perselingkuhanmu itu!" tuduhnya lagi.


"Aku tidak berselingkuh darimu Tuan sungguh."


"Kau sudah berbohong tentang adikku, dan sekarang kau ingin berbohong padaku tentang perselingkuhanmu yang terjadi di depan mataku. Lihatlah kau hanya memakai baju tidur pendek saat berjumpa dengannya.


Apa ini yang akan kau sangkal dariku!"


Damara yang terpancing emosinya kembali membentak bahkan merobek seluruh penutup tubuh Jelita hingga tak bersisa kini tangannya menarik kembali tangan Jelita hingga menyeret tubuh lemahnya. Lalu menghempaskannya kembali ke tempat tidur. dan saat itu juga Wig yang selalu di pakainya terbuka begitu saja dan menampakkan rambut panjangnya yang lurus, menambah kecantikannya terlihat begitu anggun.


"Apa ini heh...lihatlah selama ini kau memakai rambut palsu dan itu menggambar kan sifat aslimu!" celanya lagi sambil tersenyum miring.


Damara mulai mendekati Jelita yang berusaha menutup tubuhnya dengan selimut yang berada di sampingnya karena bukan saja demam kini tubuhnya terasa dingin. Bahkan kini tubuhnya bergetar menahan dingin. Namun Damara dengan angkuhnya menarik selimut dan membuangnya tak tentu arah.


"Apa yang akan kau tutupi dari suamimu ini sayang! Bukankah aku sudah mengatakan nya padamu kau harus melayaniku, lakukan tugasmu sebagai seorang istri! Tekannya kembali sambil mencengkram wajah dan menghempaskannya, kebelakang.


"Tidak! aku tidak sudi melakukannya dengan laki-laki sepertimu, karena aku membencimu. Kau menuduhku berselingkuh kan? ya aku akui aku berselingkuh, karena dia jauh lebih hebat dari dirimu. Dan ya aku juga yang mencelakai adikmu karena aku ingin dia mati!" Pekik Jelita mengeluarkan kemarahannya.


"Jelita...kau!"


Plak...


Satu tamparan mengenai wajahnya hingga darah segar mulai menetes dari sudut bibirnya.


Damara yang kembali terbakar emosi dengan apa yang di ucapkan Jelita kini mengungkung tubuh Jelita Dan kini ia mulai menjamah tubuh itu dengan kasar. Jelita terus mengigit bibirnya menahan rasa sakit hati bahkan sakit di tubuhnya.


Dengarkan aku wanita j4l4ng aku tidak suka penolakan dan malam ini kau akan melihat betapa kuatnya aku, kau juga akan ku buat berakhir malam ini seperti apa yang kau lakukan pada adikku.


Dan tanpa pemanasan Damara langsung menghujamkan miliknya pada milik Jelita.

__ADS_1


"Aaaauhk sakiiit!" pekik Jelita Saat merasakan sesuatu menghujam kepemilikannya.


__ADS_2