Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Dendam.


__ADS_3

Sementara itu di lain tempat tepatnya setelah satu bulan keluar dari rumah sakit dengan kata lain di pecat, Susan yang bernama lengkap Lucyana Casandra, tiba-tiba di tawari pekerjaan yang gajinya lumayam besar lebih besar dari gajinya saat di rumah sakit, tugasnya hanya menemani seseorang yang sedang hamil dan diagnosa mengalami Amnesia Namun yang membuatnya harus berfikir bahwa ia akan tinggal di luar negri yaitu di timur tengah.


"Oh...ya ampun aku harus bagaimana gajinya lumayan dan itu bisa aku kumpulkan untuk merebut apa yang jadi milikku selama ini, dia harus merasakan kematiannya seperti putrinya itu, walau aku ingin sekali membunuh putrinya dengan tanganku sendiri tapi orang itu membuatnya kecelakaan aku kira orang itu juga punya dendam pada keluarga nya. Kasihan sekali gadis yang malang, apa sebaiknya aku menerima tawaran pekerjaan itu sambil menyusun strategi bagaimana caranya aku akan menghancurkan mereka semua seperti mereka yang telah menghancurkan keluargaku, dan membunuh kedua orang tuaku, baiklah, sebaiknya mungkin seperti itu, tapi bagaimana caranya aku mencari anak lelakinya hingga hari ini aku tidak mengetahui siapa anak lelakinya itu sebenarnya?


Kalau aku tidak salah anak laki-lakinya itu namanya adalah Ricky hingga suatu aku mendapat informasi kalau Ricky, ada di rumah sakit Rayan medika tapi kenapa aku tidak bertemu dengan lelaki yang bernama Ricky, Aku bersumpah akan menemukanmu di manapun kau berada saat ini cepat atau lambat," geramnya dengan tatapan penuh dendam, sambil mengepalkan kedua tangannya.


Sementara itu di rumah sakit Rayan Medika Dokter David yang sedang asyik memeriksakan pasien tiba-tiba saja menyentuh bagian dadanya, karena entah kenapa sejak tadi pagi jantungnya berdetak begitu kencang, sejak pengingat nama Susan


"Kenapa dokter?" tanya pasien melihat dokter di depannya itu tiba-tiba saja terdiam.


"Oh,, ya maaf, saya tidak apa-apa" jawab Dokter David dengan rasa gugupnya setelah selesai memeriksa pasiennya Ia pun segera menuju kamar pribadinya, ia pun melangkah di sisi ranjang lalu merebahkan tubuhnya berbaring dengan posisi terlentang.


'Aku Kenapa seharian ini mengingat Susan terus Apakah aku sudah__' Dokter David menjeda kalimatnya saat menyadari sesuatu


'Tidak itu tidak akan mungkin terjadi, Aku tidak akan mungkin jatuh cinta padanya, tapi Biar bagaimanapun aku harus bertanggung jawab atas apa yang pernah aku lakukan waktu itu, bagaimana Jika dia hamil dan menggugurkannya? Aku tidak ingin itu semua terjadi, sekarang apa yang harus aku lakukan tidak mungkin kan aku mengatakannya kalau aku menikah pada Mama dan Papa, aku akan menikah dengan Susan yang pernah menjadi asistenku karena sebuah tanggung jawab, ya aku harus bertanggung jawab sungguh Aku tak ingin menjadi laki-laki yang pengecut yang lari dari tanggung jawab, tapi kalau Papa dan Mama sampai tahu pasti dia akan merasa kecewa dan marah besar, dan ujung-ujungnya Susan yang akan menerima imbas dari semuanya, kenapa masalahku jadi seribet ini dan Kenapa juga Aku terjebak malam itu, andai saja malam itu tidak pernah terjadi.'


Flashback on.


Dokter David, yang ada janji pertemuan bersama sahabat yaitu Excel, Ia mengajak Excel bertemu di Bar, padahal Excel Sudah menolaknya karena Excel tidak ingin menyakiti Dara, dengan kecurigaan, nantinya.


Namun tetap saja ia ingin menantang Excel Bahkan ia Mengatakan kalau Excel suami yang takut istri, dan itu membuat Excel merasa geram dan menyanggupi di tempat pertemuan mereka. Tak lupa juga ia mengajak Susan untuk pergi bersamanya, karena sudah menjadi kebiasaan dimanapun ia keluar ia akan membawa susternya itu, tepat pukul 09.00 malam mereka bertemu.


"Apa Anda yakin wanita itu akan datang ke Mari Tuan,?"


"Ya tentu saja, Apakah kau meragukanku,?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak, hanya saja aku kurang yakin," ujar nya sambil terkekeh.


"Bedebah kau, itu sama saja bodoh," geram Excel ingin menendang wajahnya, beruntung di situ ada Susan, jadi emosinya bisa di tahannya.


"Susan sebaliknya Kau Pergilah, Cari tempat sendiri tapi usahakan jangan jauh-jauh karena nanti kalau pulang aku bisa cepat memanggilmu," usirnya pada Susan.


Susan sendiri hanya mengangguk seperti orang bodoh karena dibawa masuk ke dalam Bar.


"Kau seharusnya tidak usah menyuruhnya pergi kasihan dia, dia Itu seorang wanita sedangkan di sini banyak lelaki mata keranjang melihatnya," ujar Excel.


"Tapi dia akan mengganggu pembicaraan kita nantinya,"


"Ya sudahlah, terserah kau saja," ujar Excel. dokter David pun kembali menatap Susan selalu memberikan syarat agar menjauh pergi, sedangkan Susan yang menurut saja apa dengan yang diperintahkan oleh bosnya itu meski Ia sempat juga menggerutu di dalam hati, Bagaimana tidak Kalau ia cuma hanya diajak lalu diusir Kenapa mesti ia harus ikut juga, selang berapa lama Datanglah seorang gadis seksi dengan penampilan dan sedikit menggoda.


"Hai,, Senang bertemu dengan Anda Nona Erika" ujar Excel menyapa, Lalu sebuah perbincangan pun terjadi di antara mereka, Susan hanya bisa memperhatikan dari kejauhan sementara itu tanpa Susan sadari seorang laki-laki yang bertubuh tinggi tegap dan begitu tampan datang mendekatinya.


"Eh, silahkan," jawab Susan gugup.


"Aku memperhatikanmu dari tadi, Kau hanya sendiri apa kau datang bersama Kekasihmu?" Tanya lelaki yang memperkenalkan dirinya bernama Arnold tersebut.


"Aku hanya sendiri, tapi sepertinya aku pernah melihatmu tapi di mana ya? entahlah mungkin itu hanya kebetulan saja kau mirip," Timpal Susan lagi.


"Oh ya ngomong-ngomong apakah kau sudah memesan minuman? kalau belum biar aku Pesan untukmu,?"


"Tapi aku tidak ingin minum sahut Susan. "Benarkah seperti itu,? tapi setidaknya kau harus mencobanya untuk apa kau datang ke sini kalau kau tidak minum apapun," ucap Arnold, dan Ia pun segera mengambil botol yang sudah berisi minuman dengan kadar alkohol yang sangat tinggi, Susan pun terpaksa meraih minuman tersebut, saat matanya melihat David begitu intim dengan wanita Asing itu.

__ADS_1


"Bagaimana rasanya,?"


"Kau benar sekali rasanya lumayan enak, Susan memang sering meminum, minuman yang berakohol jadi dirinya tidak kaget Dengan meminum minuman tersebut Aku tidak menyangka kalau kau hebat sekali dalam meminum," Puji Arnold.


"Kau ini kenapa ada-ada saja, itu sudah biasa" Timpal Susan Padahal dia merasa kepalanya sudah mulai pusing, karena sudah berapa gelas yang masuk di dalam mulutnya tanpa di sadari nya. sedangkan Arnold tersenyum puas melihat wanita cantik di depan itu kini sudah mulai sedikit oleng.


"Apa tidak sebaiknya kamu membawa Susan pergi, Lihatlah mungkin dia sedang mabuk lihatlah lelaki itu Sepertinya dia sedang menggoda Susan," Excel yang sengaja memanas-manasi David, dan benar saja David begitu geram begitu melihat gadis itu duduk bersama seorang lelaki yang tak dikenalnya, Ia pun mengepalkan tangannya lalu segera berjalan mendekati Susan baru saja Susan ingin meminum, minumannya yang terakhir di dalam gelasnya tersebut Ia merampasnya dari tangan Susan lalu meminumnya hingga tandas.


"Berani-beraninya kau brengsek memberikan minuman beralkohol tinggi kepada wanitaku,! Enyahlah, kau dari tempat ini kalau tidak aku akan membunuhmu,!" Ancam David, lalu menarik Susan dari tempat itu.


"Ayo kita pulang,! aku akan mengantarmu, kita ke hotel saja ya kau Istirahat di sana Besok baru aku akan datang menjemputmu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hayo... kepoin juga ya karya di bawah ini👇dan jangan lupa budayakan like komen vote juga hadiahnya karena itu akan terus membantu para Author untuk tetap berkarya.😍



**Nomor 25


Cherry Jovanka Emilia bersahabat bernama Neva Aurelia Hadinata dan Steve Roger Timothy.


Kala itu Cherry tak mampu membayar uang Sekolah di karenakan Ibunya sakit-sakitan. Ayah Cherry sendiri sudah meninggal dunia sejak dirinya berusia 7 Tahun. 


Neva yang iba kepadanya, meminta tolong kepada Kakaknya bernama Lucas Zander Hadinata seorang CEO di perusahaan Axosha Jewelry untuk menolong.

__ADS_1


Lucas dan Cherry pun bertemu. Lelaki muda mapan itu tak menyangka bahwa gadis ini akan menjungkir balikkan kehidupannya. 


Bagaimana kisah mereka selanjutnya**?


__ADS_2