Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Nama Yang Tidak Asing


__ADS_3

"Bagaimana semuanya apakah ada yang mau menanamkan modalnya di perusahaan kita?" tanya Damara pada Rony yang baru saja tiba di rumah utama.


"Alhamdulillah, Tuan semuanya sudah beres, ada seorang pengusaha muda mungkin seumuran Anda Tuan, beliau Tuan Danu Sanjaya dari perusahaan property beliau sangat ingin sekali bekerja sama dengan perusahaan kita." Ucap Rony menjelaskan segala informasi apa yang telah di dapatnya.


"Danu Sanjaya seperti nya aku pernah mendengar nama itu dan itu sangat familiar sekali di telingaku." Sela Damara dengan terus mengingat siapa yang bernama Danu Sanjaya. Dan fikiran nya melayang mengingat seseorang yang pernah bersamanya mendampinginya memulai karir dari nol tapi namanya Danu saja.


Dan tidak mungkin temannya itu punya perusahaan sehebat Danu Sanjaya di karenakan dia sangat kuper dan pemalu Bahkan Amara selalu mengejeknya denga julukan si mata bulat, karena model kaca mata yang memang selalu dia pake tebal dan bulat, walaupun begitu dia sangat ulet dan tekun dalam bekerja bahkan sangat bertanggung jawab.


"Tuan apa Anda mendengar apa yang saya katakan!" seru Rony pada Damara yang terlihat seperti melamun.


"Ah..yah ada apa? maaf tadi aku hanya mengingat Danu temanku yang tiba-tiba saja menghilang semenjak aku sukses" tutur Damara.


"Tapi sudahlah, yang penting sekasarang perusahaan aman serta baik-baik saja. Dan sampaikan kabar ini pada Tuan Exel karena aku mau membawa Jelita check up ke dokter dulu." Ujarnya


"Oh iya tadi aku dengar sepertinya kamu mengatakan sesuatu apa itu?" Tanya Damara berbalik.


"Itu Tuan, Tuan Danu ingin berjumpa dengan Anda dan beliau sendiri yang akan mengatur tempat pertemuannya." Jelas Rony


"Baiklah kata kan padanya aku akan memenuhi undangannya Atur saja kapan waktu dan tempatnya." Setelah berucap ia pun meninggal kan Rony dan mencari Sang istri


"Sayang kamu di mana? katanya hari ini kamu mau diantar ke rumah sakit untuk check up.!"


"Iya Sayang Aku ada di sini aku sudah siap kok, dari tadi udah menunggu kamu aja yang kelamaan." Jawab Jelita.


"Maafkan aku sayang jika aku sudah membuatmu lebih lama tapi sekarang urusannya, Sudah kelar. Ayo kita segera berangkat aku takut nanti kita akan kesiangan dan di luar juga sangatlah panas."


Damara pun melangkah sambil menggandeng tangan istri nya berjalan masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan rumah itu.


Mobil, itu pun segera melesat meninggalkan rumah Utama, membelah jalan ibu kota.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Bagaimana kandungan istri saya Dokter?" tanya Damara begitu Jelita selesai melakukan pemeriksaan.

__ADS_1


"Alhamdulillah, semuanya bagus hanya saja jangan terlalu banyak fikiran, biar tidak gampang stre." Jelas Dokter wanita tersebut.


Damara dan Jelita pun tersenyum bahagia mendengar kabar tersebut.


"Damar, temani aku jalan-jalan sebentar ya." Rengek manjanya membuat Damara semakin gemas.


"Tentu saja sayang aku akan menemani kemanapun kamu ingin asalkan jangan ke bulan aku belum punya pesawatnya." Kelakar nya lalu mendapat cubitan kecil di pinggangnya dari Jelita.


"Aduh sayang sakit...!" ringisnya kesakitan.


"Habis kamu aku serius malah bercanda!"


"Sayang, Apa kamu lupa kata Dokter tadi jangan banyak fikiran biar gak stres nah salah satu obat stres adalah itu bercanda" ke-keh nya


"Iya sayang maaf...!"


"Dah, baiklah maafnya di terima tapi beri aku satu kecupan di sini sebagai tanda anggap aja stempel permintaan maaf." Ujar Damar penuh lawak menunjuk bibirnya.


Damara pun menarik pinggang Jelita me


mbingkai wajahnya lalu cup, satu kecupan di bibirnya akhirnya membuatnya terkesiap bukan apanya karena mereka masih berda di rumah sakit, beruntung tidak ada yang lewat.


Damar kembali terkekeh melihat wajah istrinya yang memerah semerah tomat karena menahan malu. Entah mengapa akhir-akhir ini ia sangat suka sekali menggoda istrinya itu.


"Hei...sayang aku han_"


"Diamlah dan dengarkan!" seru Jelita menjeda kalimat Damara. Dan Damara pun hanya mengikuti apa yang istri nya itu katakan.


"Apa Kakak pernah berfikir kalau Kakak akan menghancurkan perusahaan milik Exel juga, apa Kakak tidak tau kalau keduanya bekerja sama!" Teriak Dara yang kesal dengan perbuatan Darandra yang begitu tega mengambil 50% saham milik Adik iparnya itu.


"Apa Kakak ingin Dad, Anthony tahu apa yang Kakak lakukan disini atau aku akan memberi tahu kan Mom Cleo!" ancam Dara pada Kakaknya.


"Tapi itu adalah konsekwensinya sesuai perjanjian jika Damara kembali menemui Jelita maka ada harga yang harus di bayarnya."

__ADS_1


"Kakak, Kau benar-benar ingin menjual ku pada suamiku sendir!" cicit Jelita yang tiba-tiba saja muncul. Membuat Dara dan Darandra terperanjat menatap kedatangan Jelita yang menatap Darandra dengan tatapan tajam nya.


"Je, Jelita...!" Ucap Dara dan Darandra sama-sama terbata.


"Yah aku! kenapa apa kau terkejut dengan kedatangan ku secara tiba-tiba dan aku, aku sangat membencimu, lebih baik jauhi keluargaku anggap aku bukan adikmu!"


Setelah berucap Jelita pun keluar dengan membanting pintu dengan kasar membuat ke duanya kembali terperanjat. Jelita pergi dengan segala kekesalan nya dia tidak menyangka kakak sepupu yang ia banggakan membuatnya harus berpisah dengan suaminya.


"Jelita tunggu!" Teriak Darandra mengejar namun langkahnya tertahan disaat melihat Jelita berada dalam pemukan seseorang.


"Apa sekarang kakak puas sudah mengacau kan semuanya aku juga membencimu Kak!" cicit Dara lalu memilih keluar menemui Jelita.


Sedangkan Jelita terus saja terisak mengingat perlakuan Darandra kepada perusahaan suaminya itu.


"Hei sayang sudahlah semuanya sudah baik-baik saja lagi pula aku sudah mendapatkan investor Kalau kamu tidak percaya kamu bisa menelpon Kak, Exel. Mungkin sekarang dia sudah mengetahui informasinya, Karena tadi aku sempat menyuruh Rony untuk segera memberitahukan tentang semuanya."


"Benarkah itu sayang? kamu tidak berbohong kan, hanya untuk sekedar menghiburku." Tanya Jelita mengangkat wajah, di sela isakannya.


"Hei Tentu saja tidak sayang."


"Benar apa yang dikatakan suamimu Jelita. dia tidak berbohong hanya untuk sekedar menghiburmu."


"Kak Dara...!" cicit Jelita memeluk Dara.


"Sudah sekarang Tenangkan pikiranmu kasihan anakmu masih di dalam sini dia "Sudah terus diajak berpikir oleh ibunya ucap Dara dengan Menyentuh perut jelita.


"Oh ya kakak ke sini mau ngapain?"


"Kakak memang sengaja datang ke sini hanya untuk melabrak Darandra, Kak Exel sudah menceritakan semuanya kepadaku, walaupun kami juga sempat salah paham."


"Maafkan Aku ini semua kesalahanku Seandainya waktu itu aku tidak memilih apa yang dikatakan Darandra mungkin semuanya tidak akan terjadi seperti ini, sekali lagi aku minta maaf."


Sudahlah semuanya sudah berlalu tak ada yang perlu untuk diperdebatkan lagi. Aku hanya tidak mau Kak Darandra berbuat yang aneh-aneh untuk itu aku datang ke sini mengancamnya, karena kalau Momy dan Daddy tahu pasti dia akan marah."

__ADS_1


__ADS_2