Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Pengejaran


__ADS_3

Exel yang merasa terjadi sesuatu yang aneh pada Reno segera menelpon seluruh orang-orangnya.


"Stand by di tempat kalian masing-masing sepertinya Musuh telah mengetahui rencana kita jadi bersiap-siaplah jangan ada yang lengah karena lawan kita bukan orang sembarangan ingat kita hanya melumpuhkan bukan untuk membunuh!" intruksi Exel kepeda seluruh anak buahnya.


*


*


*


Sedangkan di dalam sana Reno tersungkur ke tanah bersimbah darah akibat pulkulan tangan dan benta tumpul yang mengenai kaki bahkan seluruh tubuh nya jadi sasaran.


"Brengsek...! berani kau menjadi mata-mata Dan menggoda istriku! ini lah akibatnya jika kau berani macam-macam dengan pemimpin Black hold. Dan suruh Tuan mu itu keluar dari sarangnya jangan menjadi banci hanya mengirimmu kemari, dan berani-beraninya dia mengirim firus kejaringan internal kami!" Dony chou yang geram menginjak wajah Reno yang tersungkur tak berdaya dengan sepatunya ia terus memberikan penekanan agar Reno merasakan sakitnya.


Tapi Reno tetaplah Reno yang tak pernah gentar atau ciut dengan ancaman musuh-musuhnya karena ini bukan kali pertama ia mengalami semuanya walau usianya masih terbilang muda namun dalam dunia Hitam dia sudah malang melintang apa lagi semenjak ikut dengan Exel.


Reno Bukannya meringis atau mengerang kesakitan namun ia malah tertawa terbahak-bahak mendengar ancaman Dony. Dan itu membuat Dony semakin geram melihat tingkah Reno yang tak gentar itu.


"Apa kau kira wanita di dunia ini hanya istri mu. Apa istri mu itu tidak cerita kalau aku ini seorang Bad Boy jadi istri culunmu itu bukan tipeku karena bokong dan dadanya tidak ada apa-apanya di banding dengan wanitaku" terang Reno dengan nada mengejek.


"Brengsek kau Ren, berani sekali kau menghinaku di saat nyawamu ada dalam genggaman kami!" sergah Yuri dengan tatapan tajamnya.


"Aku tidak menghinamu aku hanya berbicara fakta saja." kekeh Reno


"Tapi kalau kau merasa terhina maka kau memang pantas untuk di hina dan dihinakan."


"Brengsek kau Ren_"


"Maaf Tuan sepertiny markas kita di serang banyak anak buah kita tiba-tiba menghilang Dan..."

__ADS_1


"Dan apa lagi!" bentak Dony pada anak buahnya yang tiba-tiba berani memotong ucapannya dan memberikan laporan yang hanya setengah itu.


"Sistem keamanan kita telah dirusak. Dan sama sekali tidak bisa di gunakan dan di perbaiki kalau bukan orang yang meretasnya yang memperbaikinya" terang anak buahnya menunduk gemetar ketakutan.


"Brengsek...!" geram Dony seraya


mengepalkan kedua tangannya


"Kalian semua tidak berguna! Bawa dia melewati ruangan bawah tanah dia bisa kita jadikan umpan. Dan lihat apa kah ada yang menempel di tubuhnya jangan sampai mereka mengikuti jejak kita!" perintah Dony pada anak buahnya.


"Sial...!" gerutu Reno dalam hati dan mencoba menjatuhkan benda pipih kecil yang hampir tak terlihat itu ke tanah dan dia berpura-pura memuntahkan darah dari mulutnya dengan Itu Ia pun menuliskan kode petunjuk untuk tuannya itu.


"Tidak ada Tuan...dia tidak membawa apapun"


terang orang kepercayaan.


Setelah itu mereka pun memapah Reno yang sudah terluka parah itu untuk melewati ruang bawah tanah.


Namun betapa terkejutnya Reno begitu melewati ruang bawah tanah itu dia melihat seluit wanita yang begitu mirip dengan Yuri dan Tuan Park. Tak begitu jelas karena para anggota dari Black hold membawa tubuhnya begitu cepat tapi Reno merasa yakin dengan apa yang di lihatnya.


"Jika yang aku lihat tadi adalah Yuri dan Tuan Park lalu siapa wanita yang menjadi istri Dony chou? Dan itu tandanya Tuan Park juga masih hidup.?"


Reno terus bergelut dengan pertanyaan yang ada di fikirannya sekarang ini. Namun Ia tak bisa berbuat apa-apa.


"Semoga Tuan Exel melihat mereka agar mereka segera di tolong" resahnya penuh harap.


Sementara itu Exel yang sudah berada di dalam ruangan di mana tadi Reno di siksa menghentikan langkah kakinya sejenak, terlihat darah segar masih membekas di lantai seketika perasaan Exel berubah tidak enak apa lagi saat chif yang ia tempelkan di tubuh Reno dia temukan.


"Periksa chip ini cepat!" titahnya pada pengawal khususnya tentu yang pandai di dalam bidang Aiti.

__ADS_1


"Baik Tuan!" Sang pengawal yang bernama Peter itu pun segera meraih chip yang sodorkan oleh Tuannya itu. Sedang Exel sendiri terus mencari keberadaan Reno dengan cara menyisir semua tempat.


Namun matanya tiba-tiba melihat sebuah kode dan hanya dia dan Reno yang bisa membacanya.


"Peter Jika kau sudah selesai mengeceknya segera susul aku di ruang bawah tanah!" perintahnya, dan hanya di angguki sigap oleh peter. Karena tangannya kini tengah mengotak atik komputer di depannya.


"Dan yang lainnya ayo ikut aku! kitaharus menahan mereka sebelum mereka keluar dari tempat ini!" titahnya pada seluruh pengawalnya.


"Baik Tuan..." jawab mereka serempak. Tidak begitu sulit bagi Exel untuk menemukan ruang bawah tanah itu karena ia terus mengikuti jejak darah Reno yang sengaja ia teteskan sepenjang jalan yang di laluinya.


"Tuan Park?" Exel terkejut saat melihat dua orang dalam kerangkeng besi mereka terlihat begitu mengenaskan banyak luka lebam di wajahnya.


"Jadi mereka menahan Tuan park disini? dan siapa gadis ini?" Exel pun mencari kunci untuk segera membebaskan Tuan Park dan gadis yang berada di sampingnya.


"Kamu, kamu, dan kamu. Cepat bawa mereka segera kerumah sakit.!" ketiga pengawal yang di tunjuk Exel itu pun segera mengambil alih tubuh Tuan Park dan Yuri untuk segera di bawa ke rumah sakit.


"Tuan, mereka sudah berhasil keluar dari sini dan membawa Tuan Reno untuk jadi tawanan mereka!" lapor Anak buahnya yang telah di tugas kan memantau dari jauh.


"Baiklah aku akan menyusulnya kalian beserkan tempat ini jangan sampai ada senjata ilegal dan obat-obatan terlarang tersimpan jika kalian menemukannya segera hancurkan dan musnahkan!"


"Baik Tuan tapi apa Anda tidak apa-apa pergi sendiri tanpa kami Tuan?" ujar Peter yang baru saja tiba, Ia merasa cemas dengan Tuannya itu karena ntah mengapa perasaannya kini tidak enak.


"Kalian jangan khawatir aku tidak semudah itu untuk mereka kalahkan." Balas Exel meyakinkan mereka.


"Lalu bagaimana dengan ini Tuan?" timpal Peter memperlihatkan chif yang ada di tangannya.


"Kau boleh menyerahkannya ke kantor polisi sebagai barang bukti" titahnya kembali dan diangguki Peter dan semuanya pun berpencar untuk membagi tugas sedang Exel kini sudah berada di dalam mobil sportnya yang melaju dengan kecepatan tinggi.


"Itu mereka dasar pengecut.!" umpatnya kesal. Saat merasa dirinya di ajak main kucing-kucingan.

__ADS_1


__ADS_2