Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Tidak akan pernah lupa


__ADS_3

"Saya siti!" sahut siti dari balik pintu.


"Ada apa siti aku masih mengantuk?"


"Tapi Tuan menyuruhmu membawakan sarapan untuknya!" teriak Siti lagi.


"Baiklah, baiklah aku akan segera kesana!" jawab Jelita. Sebenarnya ia malas untuk menemui pria yang selalu membuat darah tinggi nya naik itu.


Ia pun bangkit menuju bathroom untuk segera membersihkan tubuhnya. Setelah semuanya selesai dia pun keluar dan mencari koper miliknya. Di mana tempat semua pakaian yang tersimpan namun. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati semua pakaian yang ia punya tidak ada di tempat malah berganti dengan seragam pelayan.


Jelita mendengus dengan kesal,


"ke mana semua bajuku. Kenapa semua bajuku diganti dengan baju seperti ini sudah pasti pekerjaan lelaki Brengsek itu,


tapi. Okelah aku akan memakainya ucapnya sambil mengambil sepasang baju pelayan tersebut, Jelita pun turun menuruni anak tangga mencari. Di mana posisi dapur.


"Kok sepi sih pada ke mana mereka? pembantu-pembantu yang lain juga pada nggak ada terus laki-laki. Brengsek itu di mana? Katanya dia mau dibawakan sarapan, Apa hari ini dia tidak ke kantor menyusahkan saja. Baru sehari di sini dia sudah membuatku seperti ini, bagaimana kalau aku lama tinggal dengannya bisa-bisa dia akan membuatku mati muda." Jelita terus menggerutu karena tak ada seorangpun yang akan ia tempati untuk bertanya di mana letak dapur namun dalam keadaan bingungnya tiba-tiba Siti melintas di depan.


"Siti tunggu kemarilah!" serunya,


"Iya ada apa Jelita?"


Tunjukkan Padaku Di mana letak dapurnya dan di mana si Tuan Brengsek itu?"


"Tuan brengsek?" Siti mengerutkan alisnya "Iya Tuan brengsek yang menyebalkan itu maksudku Tuan Damara." Ucapnya setelah sadar kebingungan Siti.


"Oh beliau ada di ruang kerjanya ada di lantai 2 kok bersebelahan dengan kamarnya."


"Apa hari ini dia tidak bekerja, terus ke mana pelayan yang lainnya?"


"Apa kamu tidak tahu kalau hari ini adalah hari libur jadi Tuan tidak ke kantor dan yang lainnya hari ini kami diizinkan berlibur hanya sehari dan itu rutin dilakukan setiap hari Minggu."

__ADS_1


"Oh.." ucap Dara mengerti dengan ber ohria.


"Lalu kenapa kamu tidak pergi berlibur?" tanya Jelita karena hanya ada Siti yang di situ.


"Iya karena aku lagi menunggumu kamu kan baru di sini jadi aku tahu kamu itu belum tahu apa yang Tuan suka dan Tuan tidak suka buktinya kamu bertanyakan padaku letak dapur di mana beruntung Aku belum pergi" Terang Siti panjang lebar.


"Oh iya betul juga apa katamu. Oke baiklah terima kasih Siti!" ucap Jelita mepuk pundak Siti.


"Sekarang Jelaskan apa yang dia suka dan dia tidak suka setelah itu Kau boleh pergi meninggalkanku dan selamat bersenang-senang ya!"


cicitnya lagi dengan penuh semangat 45 karenayang terlintas di otaknya sekarang adalah ingin mengerjai suami brengseknya itu.


"Oh ya kamu harus hati-hati ya buat minumannya dua karena Tuan lagi sedang ada tamu spesial." pesan Siti


"Oke siip...Baiklah dengan senang hati aku akan membuatkan minuman untuknya dan minumannya pun minuman spesial ucapnya sambil menyeringai setelah memberikan semua informasi yang dibutuhkan Jelita Siti pun pamit untuk pergi meninggalkannya,


Jelita pun tersenyum lebar.


"Siti bilang Ruangannya di dekat kamarnya kalau dekat kamarnya pasti yang ini ruangan nya." Gumamnya berfikir sambil memperhatikan pintu yang sedang tertutup rapat. Ia pun kini melangkah maju menuju pintu tersebut namun ketika tangannya terangkat untuk mengetuk pintu tiba-tiba saja telinganya mendengar suara aneh dari dalam ruangan itu. suara dua insan yang tengah memadu cinta des..ahan demi des..ahan terdengar syahdu erangan demi erangan didengar oleh telinganya.


"Brengsek, benar-benar laki-laki Brengsek! untuk apa coba dia melakukan semua ini di ruangan kerjanya dan dia menyuruhku untuk membawakan sarapan serta minuman tentunya pasti dia sudah merencanakan semua ini agar aku bisa melihat Apa yang dia lakukan dasar sial. Awas saja kau!"


Jelita langsung membuka pintu begitu saja tanpa ingin mengetuk, dan matanya membulat sempurna melihat apa yang disaksikan di depannya itu. memang Iya tak melihat begitu jelas apa yang Damara lakukan.


Karena posisinya membelakangi Jelita sedang Damara nampak sedang duduk di atas kursi kerjanya, namun dapat dipastikan mendengar suara ucapan itu membuatnya tahu lelaki itu sedang berbuat tidak senonoh di depannya.


"Kau menyakitiku sayang, lakukanlah dengan pelan-pelan.!"


"Baiklah aku akan melakukannya dengan pelan-pelan bagaimana sekarang apa sudah terasa lebih enak?"


"Iya sekarang ini baru rasanya yang paling enak. Apa kamu tahu aku menyukai semua sentuhan dan permainanmu sayang karena kau selalu tahu cara untuk memuaskanku." Ucap seorang wanita yang Jelita sendiri tidak tahu siapa orangnya.

__ADS_1


karena merasa kehadirannya benar-benar tak di anggap Jelita yang geram meletakkan nampan di atas nakas dengan kasar, namun tak membuat orang yang di depannya itu untuk berhenti saling bercumbu.


"Eheeem...eheeem!"


Jelita berdehem dengan sangat kencang saat merasa dirinya diacuhkan, dan yang paling Jelita tidak suka, adalah suaminya sengaja bercumbu di depannya dengan wanita lain yang bukan istrinya.


Biar bagaimanapun dia tidak suka kalau Damara melakukan semua itu di saat ia berstatus sebagai istri lelaki Brengsek itu.


Jika untuk pacaran sih tidak apa-apa yang penting jangan melakukan yang hal yang aneh-aneh di depan matanya. mendengar deheman Jelita Damara pun segera menghentikan aksinya.


Dia segera memperbaiki baju kemejanya yang sudah berantakan, sedangkan dari depannya muncul lah sesosok wanita yang bertubuh seksi dengan rambut dan dan pakaian yang sudah acak-acakan.


"Oh rupanya kamu ya. Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu menganggu saja!" ucap Damara datar tanpa rasa bersalah.


"Karena di depan pintu tidak tertulis sebelum masuk ketuk pintu dulu! jadi aku langsung saja masuk, karena kau sudah menyuruhku membawakan makanan untukmu ke sini. Jadi otomatis aku tahu kalau kau tahu kalau aku akan datang ke sini!" kesal jelita dengan nada amarah yang bertahan.


"Dasar laki-laki brengsek memalukan kau tahu kan ini ruangan kerja untuk apa kau berbuat mesum di tempat ini? apa tidak ada tempat lain dasar tidak punya etika, kau juga perempuan ****** keluar Kau di tempat ini. Sebelum aku mencabut nyawamu!" kesalnya memberikan ancaman kepada wanita yang ada di depan Damar tersebut.


"Untuk apa kau menyuruhnya pergi! aku yang menyuruhnya datang ke sini, aku yang mengundangnya jadi aku yang berhak untuk menyuruhnya pergi dan apa kamu lupa tentang Perjanjian kita jangan mencampuri urusan pribadi.?" Tekan Damara


"Aku tidak akan pernah lupa dengan perjanjian kita, tapi yang tidak aku aku suka adalah ketika kau didalam rumah melakukan hal mesum seperti ini. Aku tidak suka di saat statusku sebagai istrimu. Kamu melakukan


nya dengan perempuan lain, jika kau tetap melakukan ini maka jangan harap aku akan mengikuti semua perintahmu. Dan jangan salahkan aku jika aku bisa melakukan hal yang sama di depanmu."


Damara pun memberikan isyarat untuk wanita itu keluar, dan benar saja wanita itu segera kabur. Kini Damara begitu nyalang menatap Jelita. Ia pun mendekatinya sambil tersenyum miring.


"Apa yang kau katakan tadi perempuan bodoh kau akan membalas dengan tidur bersama lelaki lain? Bukankah itu sudah sering kau lakukan dari sebelum kita menikah? dan apa kamu lupa kamu cuma istri di atas kertas buatku dan aku akan menjadikan babu di sini. Karena itu pantas untuk perempuan ****** sepertimu!"


Plak.


Satu tamparan melayang di pipi Damara.

__ADS_1


"Cukup...! tau apa kau tentangku sudah berapa kali kau telah merendahkanku. Kau benar-benar menyebalkan. Aku bersumpah akan membencimu seumur hidupku!"


__ADS_2