
Setelah lama kejar kejaran kini mobil pun memasuki kawasan hutan dengan tebing yang begitu curam sedang laut terhampar di bawahnya siapa pun tidak akan selamat jika terjatuh di tempat itu.
Sedang Reno yang berada di mobil tahanan anak buah Dony Chou berusaha sekuat tenaga ingin menyematkan diri, ia pun menjatuhkan diri dengan berpura-pura tidak bernafas.
Brugh...'
"Lihat dia kenapa dia tiba-tiba terjatuh.
dia pingsan? cepat tolong dia kalau saja dia sampai tidak bernyawa mampuslah kita, karena Bos menyuruh kita untuk membuatnya tetap hidup karena dia akan di jadikan umpan!" kepanikan pun terjadi diantara pengawal Dony Chou yang sedang mengawal Reno dengan ketat dan salah satu dari merekapun mendekatkan telinganya ke dada Reno untuk mendengar detak jantungnya.
"Celaka dia benar-benar sudah tidak bernafas. Celetuk pengawal setelah selesai menempelkan telinganya didada Reno "Berhenti. Ayo cepat buka pintunya dan segera Turunkan dia!" seru salah seorang diantaranya. Tapi bagaimana kalau Tuan Chou mengetahui kalau dia sudah meninggal untuk itu aku menyuruhmu berhenti dan. Turunkan dia kita akan menelpon Tuan Chou setelah itu dan memberitahukannya tentang semua ini."
"Baiklah...!" ucap salah satu yang sedang membawa kemudi mobil, setelah berhenti. Mereka pun membopong tubuh Reno turun di tepi jalan dan membiarkannya tergeletak begitu saja.
"Kalian tunggu di sini aku akan mencari Jaringan dulu karena jaringan di sini tidak ada. Aku akan berusaha menelepon Tuan Chou untuk memberitahukannya. Apakah dia kita buang di sini atau kita akan membawa mayatnya"
setelah berkata seperti itu pengawal itu pun pergi meninggalkan ketiga rekannya. Reno mendengar semua hal yang mereka cakapkan dari tadi. Reno pun perlahan membuka mata dan melihat ketiga pengawal yang tak terlalu memperhatikannya. Ia pun segera mengambil kesempatan Emas itu untuk bisa kabur dari ke empat pengawal tersebut dengan secepat kilat Ia bangkit dan melompat turun ke akar sebuah pohon besar di tepi jalan yang dekat dengan badan mobil. Beruntung akar pohon tersebut mampu menutup tubuhnya hingga ia tak terlalu nampak. Dan dengan perlahan ia mendekati pintu mobil dan menyelinap masuk di balik kemudi.
"Ada apa kalian menelponku! jangan bilang kalau tahanan kalian kabur karena kalau itu sampai terjadi maka nyawa kalaian semua menjadi gantinya!" Ancam Dony dari seberang telpon dan itu mampu membuat anak buahnya bergetar ketakutan.
"Kenapa Kalian diam saja! katakan padaku apa yang terjadi atau jangan-jangan kalian benar-benar ingin berakhir di tanganku!"
"I-itu Tuan orang yang akan kita bawa sus-sudah tiada" Jawab sang pengawal yang sudah bergetar ketakutan karena setelah ini bukan saja dirinya nyawa dan kepelanya pun akan terpisah dari tubuhnya.
"Apa maksudmu mengatakan kalau sudah tiada?" sergah Tuan Chou pada kaki tangannya tersebut.
"Maksud saya dia sudah mati tuan. Apa perlu kita membawa tubuhnya atau kita buang saja di jurang ini?" sang pengawal pun memberanikan diri untuk menyampaikan pendapatnya.
"Sialan, Terserah kalian saja! mau kalian apakan tapi ingat Pantau terus pergerakan Exel!" pinalnya.
"Baik Tuan kami akan segera melaksanakan perintah Tuan" setelah berucap Ia pun segera memilih pergi untuk menemui ke tiga rekannya tersebut.
Bagaimana apa semua baik-baik saja?" tanya ketiga teman mengawal itu.
"Ya kita tinggalkan saja tubuhnya di sini dan kita di tugaskan untuk mengawasi Tuan Exel."
"Ayo kita berang_"
__ADS_1
Bruuum...Bruuum...Bruuum...!
Belum selesai dia berucap kini ke empat pengawal tersebut di kejutkan dengan suara Raungan mobil yang mereka pakirkan.
"Heeeiiii jangan bawa pergi mobil kami!" teriak ke empat pengawal tersebut namun Reno tak mempedulikan teriakan mereka Ia terus melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi.
"Heeeiiii kau siapa kenapa kau_" lagi-lagi suara mereka tercekat ketika melihat siapa sebernarnya yang di dalam mobil tersebut.
"Tidak ini tidak mungkin. Kenapa dia masih hidup bukankah tadi dia sudah tidak bernyawa. Bagaimana kalau Tuan Chou mengetahui dia masih hidup mungkin kepala kita sudah tidak akan ada gunanya lagi."
"Iya aku juga takut apa yang harus kita katakan kepada Tuan Chou."
"Sudah kalian tenang saja aku tadi sudah menelponnya aku mengatakan kalau dia sudah meninggal jadi kalian harus mengatakan seperti itu jangan mengatakan kalau masih hidup." Putusnya
"Lalu bagaimana dengan kita? Apa kita harus berjalan kaki sedangkan di sini kendaraan sangatlah sulit dan bagaimana kalau dia sampai bertemu dengan Tuan Chau? maka habislah kita." Cicit salah satu pengawal lagi dengan wajah yang ke takutan karena membayangkan kepala mereka pasti akan berpisah dari tubuhnya.
"Sudahlah nanti kita pikirkan lagi sekarang ini kita fokus pada perjalanan kita saja karena bukan tidak mungkin kita hanya akan bisa berjalan kaki saja.
*
*
*
Sriiiiit....sriiiit...sriiiit....!
Suara denyitan dari mobil-mobil yang menghindar saling kejar bahkan salip menyalip pun terjadi antara Exel dan para pengawal Tuan Chou.
Brugh dugh traaak Duaaarrrr...suara dentuman tak dapat lagi terelakkan saat salah satu mobil musuh terbalik dan berguling-guling di tanah. Exel yang sudah terlatih dan sangat lihai dalam mengendarai mampu menghindar dan membuat beberapa mobil yang mencoba untuk menabraknya malah saling menabrak sesama rekan mereka.
Sementara Tuan Chou yang melihat Exel yang selalu lolos dari serangan anak buahnya kini merasa geram, ia pun memberikan tembakan kebadan mobil. Exel pun dengan cekatan terus menghindar dan membalas serangan dari Dony Chou dan satu tembakan tepat mengenai lengan kiri Dony Chou membuat nya meringis kesakitan.
"Bedebah, aku akan mengahabisimu keparat!" sergahnya penuh nada ancaman dengan mata yang merah karena amarah yang sudah membakar jiwa yang di penuh dendam itu.
Exel hanya menyeringai mendengar nada ancaman tersebut.
"Bagaimana kau bisa melakukannya jika kau akan menyusul orang tuamu yang jahat itu?" timpal Exel yang membuat dony Chou semakin geram.
__ADS_1
"Tuan aku disini maaf jika aku terlambat!" seru Reno yang baru saja tiba dan itu mampu membuat Dony Chou membulatkan matanya dan itu sempat terlihat oleh Reno Dony Chou merutuki anak buahnya yang memberikan informasi palsu.
"Kenapa apa kau mengira aku sudah mati? ha ha ha" Reno terbahak-bahak.
"Tidak semudah itu kau bisa membunuhku sekarang aku yang akan menghancurkanmu biar kau tau siapa kami!" tegas Reno membanggakan diri. "Dan sudah cukup kejahatan yang kau lakukan selama ini.!" imbuhnya.
Dan pertempuran sengit pun kembali terjadi antara kedua belah pihak.
"Bagaimana ke adaanmu?" tanya Exel begitu melihat Reno yang terluka parah namun tak melihat ia meringis kesakitan.
"Jangan terlalu mengkhawatirkan ku Tuan aku baik-baik saja dan bagaimana dengan Mr Park?" tanya nya setelah menjawab pertanyaan Exel.
"Aku sudah menyuruh yang lainnya untuk membawanya kerumah sakit dan..." ucapan Exel terhenti saat melihat wanita yang mirip Yuri turun dari mobil bersama Dony Chou
"Ken_kenapa wanita itu_"
"Dia hanya mirip Yuri Tuan aku saja sempat tertipu." Sela Reno menjeda kalimat pertanyaan Exel.
"Awas...! Tuan sebuah timah panas melesat tepat mengarah ke Exel namun beruntung Reno segera mendorong tubuh Exel hingga membuatnya terjungkal. Dan peluru tersebut berhasil menembus lengan kiri Reno.
"Kau apa yang kau lakukan bodoh! apa kau ingin bunuh diri!" sergah Exel yang sempat terkejut dengan aksi yang di lakukan Reno tersebut.
"Apa Tuan tidak apa-apa?"
"Kau jangan mengalihkan ucapan ku, aku sedang marah padamu!" sergah Exel
"Daripada Tuan marah lebih baik kita mengejar si brengsek itu dia berusaha kabur dari sini" ujar Reno yang melangkah ke mobil saat melihat Tuan Chou yang berusaha pergi dengan istrinya dari tempat itu.
"Biarkan aku yang membawa mobilnya kau ikat lukamu itu!" seru Exel yang menyusul masuk di mobil.
"Kejar-kejaran pun kembali terjadi dan Exel berhasil menghadang mobil musuhnya. "Keluar Tuan!" seru Reno di saat melihat mobil musuhnya mendekat bukannya keluar Exel menambah kecepatan mobilnya. Dan dengan cepat Reno membuka pintu mobil dan memukul tengkuk Exel seketika Exel pun pingsan dan Reno segera mengambil alih kemudi. Setelah mengurangi kecepatan Reno mendorong keluar tubuh Exel.
"Maaf kan aku Tuan biarkan aku yang menyelesaikannya" lirihnya kemudian menambah kecepatan mobilnya. Dan tabrakan hebat pun tak bisa dihindari di saat Reno melajukan mobilnya begitu kencang sedang Tuan Chou dan istrinya berusaha membanting stir nya agar tabrakan bisa di hindari dan akhirnya.
Draakk...braaakk bruukk duuuaaarr...! mobil yang di tumpangi Dony Chou menabrak pembatas jalan sedang mobil yang bawa Reno terjun bebas masuk di sebuah jurang yang curam tidak ada yang bisa selamat jika terjatuh kedalamnya dan duaaarr...duaaarr... buuumm...suara ledakan mobil begitu dahsyat terdengar membuat para pengawal Exel terkejut pasalnya yang meledak adalah mobil yang di bawa Reno. Tepat bersamaan dengan Polisi yang datang ke TKP.
Tuan Chou mengalami luka parah sementara itu istrinya meninggal di tempat. Sedang Exel tersadar ketika ia berada di rumah sakit, dan betapa terkejutnya ia di saat mendengar Reno telah tiada karena mobilnya meledak dan masuk jurang. Apa lagi di saat tim penyelamat mengatakan jalur yang akan di lalui untuk mencari sangat tidak memungkinkan. Ia pun terpaksa kembali ke Indonesia dan menyampaikan apa yang pernah di sampaikan Reno untuk yang terakhir kalinya.
__ADS_1
#Flashback of#.