
"Berhenti...!" mendengar suara yang sudah tidak asing dan suara yang paling ia benci. Jelita bukannya berhenti tapi dia memilih mempercepat langkahnya daripada dia akan terlibat dengan perdebatan yang akan menguras tenaga dan emosinya itu.
"Aku bilang berhenti, kau mau kemana kenapa kau tak mendengar ku!" kesal Damara yang melihat Jelita tak menggubris panggilnya itu.
Dia meraih tangan Jelita lalu menarik nya membuat tubuh Jelita limbung berputar ke arahnya.
"Ayo ikut aku!" tegasnya sambil menyeret tangan Jelita.
"Lepaskan aku brengsek aku tidak mau kau akan membawa ku kemana dan juga bukan urusan mu aku mau kemana! lepaskan atau kalau tidak aku akan berteriak biar orang-orang itu menghajar mu!" ancam Jelita.
Damara hanya tersenyum Penuh misteri menanggapi ancaman Jelita.
"Berteriaklah kalau kau berani menanggung resikonya dan sebelum kau melakukan itu lebih baik kau melihat ini dulu." Damara merogoh saku kemejanya dan mengeluarkan sebuah benda pipih yang selalu menemaninya itu.
"Bukalah dan lihat baik-baik dan setelah itu fikirkan apa yang ingin segera kau lakukan!" tegas Damara penuh penekanan. Jelita segera merampas telepon genggam yang di sodorkan Damara dan membuka sebuah link Vidio dan betapa terkejutnya dia dengan Vidio yang berada di dalam telepon tersebut sampai-sampai ia membuka mulutnya lebar sambil menutupi nya dengan satu tangan dengan mata yang membulat sempurna.
Sungguh Jelita di buatnya geram dengan apa yang di lakukan laki-laki tak berhati di didepan nya itu. membuat nya ingin membanting telepon genggam yang saat ini sudah berada di tangannya biar Vidio nya rusak dan tidak ada lagi yang akan menjadi bukti.
Namun baru saja ia mengangkat tangan Damara kembali memberikan ancaman nya.
"Ha...ha...ha...dengarkan aku wanita bodoh! walau kau membakarnya sekalipun Vidio itu hanyalah sebuah kopian saja. Kalau kau mau kau bisa melihat koleksi ku di rumah bahkan aku sudah menyimpan yang asli nya di tempat yang aman." Ucapnya dengan seringai jahat.
"Kamu benar-benar bedebah! laki-laki brengsek! apa sebenarnya yang kamu inginkan dariku hah!"
"Aku hanya ingin kau ikut denganku ke sebuah tempat."
__ADS_1
"Dimana tempatnya biar aku pakai motorku saja karena aku malas berada satu mobil denganmu!" ketus Jelita.
"Ternyata nyalimu cukup berani juga ya dan kamu terlalu percaya diri. Siapa yang akan mengajak mu masuk di mobilku aku tidak mau sial lagi karena mu."
"Baiklah nomor mu mana? biar aku kirimkan letak tempatnya dan kau jangan berani kabur dariku kalau tidak kau tau sendiri akibatnya!" Jelita tak menggubris dia memilih cepat-cepat pergi dari tempat itu setelah memberikan nomor nya, dari pada dia berlama-lama dengan orang yang selalu membuat geram.
Damara hanya menatap punggung gadis itu.
Ntah mengapa ia merasa bahagia melihat kekesalan di wajah Jelita.
"Wanita yang keras kepala aku senang bermain main dengan mu dan permainan baru di mulai kau akan ku buat hancur tak berdaya bahkan kau sendiri akan memilih mati daripada hidup."
Ia pun bergegas pergi meninggal kan tempatnya untuk menyusul Jelita yang mungkin lebih dulu sampai dari pada dirinya karena Jelita memilih naik motor.
*
Tiba-tiba saja Jelita bergidik ngeri bukannya karena hantu yang datang menemuinya tapi karena ia membayangkan kalau Damara akan menghabisi nya di tempat sepi itu.
Baru saja ia memutuskan untuk kabur tiba-tiba-tiba saja tangannya di tari dari belakang membuatnya hilang ke seimbangan dan,
Bugh.
Wajahnya mengenai dada bidang seseorang dan sontak saja ia terkejut Jelita pun menjerit sejadi-jadinya.
"Tolong! jangan bunuh aku disiniaku!. Dan jika kau membunuhku jangan mengubur ku di sini. Buang saja mayat ku di pinggir jalan biar banyak orang yang melihat. setidak nya ada yang membawa tubuhku pulang."
__ADS_1
pintanya sambil memejamkan mata membuat Damara tersenyum lebar namun itu hanya sesaat. Ketika mengingat tujuannya datang kemari itu untuk apa. Damara menarik dengan kasar tangan Jelita.
"Ayo ikut aku, dan berhentilah dengan omong kosong mu itu!" Dan tepat di atas gundukan tanah yang masih basah Darandra menghempaskan dengan kasar tubuh Jelita hingga membuat Jelita berteriak kesakita.
"Auhk...auhk sakit." Rintihnya
"Diamlah dan tutup mulut mu kau jangan bersandiwara aku tau wanita murahan seperti mu itu akan melakukan segala cara untuk mencapai keinginan nya"
"Apa maksudmu?" tanya Jelita bingung dengan apa yang ucapkan Damara.
"Bukankah aku sudah menyuruh mu untuk Tutup mulut kenapa kau berbicara sebelum aku ijinkan!" sentak Damara mencengkram wajah Jelita. Hingga membuat Jelita kembali merasakan sakit si rahangnya.
"Apa kamu lihat ini apa? ini adalah tempat pemakan Grandma orang yang waktu itu sedang sekarat tapi karena perbuatan bodohmu itu aku jadi tak bisa bertemu dengannya untuk yang terakhir kali!" teriaknya di depan wajah Jelita.
"Maaf, maafkan aku, aku benar-benar minta maaf" ucap Jelita penuh penyesalan.
"Maaf apa kau kira dengan meminta maaf membuat semuanya selesai? apa dengan kata maaf mu akan membuatnya kembali ke dunia ini? tidak! maaf mu tidak akan mengubah segalanya tapi. Aku akan bahagia jika kau juga tiada namun sebelum itu terjadi aku akan membuat hidupmu seperti di neraka hingga kau sendiri merasa bosan untuk hidup dan memilih mengakhiri hidup mu." Ancam nya penuh dengan kalimat penekanan.
"Grandma lihatlah aku datang kemari membawa calon istriku lihatlah dia, semoga Grandma suka karena dia akan segera menemani Grandma di sini setelah dia selesai membayar hutang-hutang nya padaku"
"Jelita yang mendengar apa yang Damara ucapkan sedikit terkejut. Bagaimana mungkin ia akan menikah dengan orang yang sangat di bencinya, dan dia akan menikah atas kesalahan yang tidak dia sengaja itu.
"Tidak! aku tidak akan pernah mau menikah denganmu. Kau tau kenapa karena aku sudah bersumpah akan membencimu seumur hidupku. Aku tulus meminta maaf karena rasa bersalah yang tidak aku sengaja. Tapi kau ingin membunuhku pelan-pelan lewat jalan pernikahan aku tidak akan pernah melakukannya.
Dan kau jangan mencoba mengancam ku dengan vidio bodoh mu itu! kau selama ini menggapku perempuan jalangkan? jadi tidak akan ada yang memperdulikan skandal wanita ******. Dan ya! yang perlu kau ingat dan garis bawahi. Jika selangkah saja kau maju untuk menghancurkan ku maka aku akan selangkah lebih maju untuk menghancurkan mu!
__ADS_1
Ingat namaku Jelita tapi aku tidak takut ancaman siapapun apa lagi lelaki brengsek seperti mu jangankan masuk dalam hidupmu masuk di dalam mimpimu pun aku tidak akan sudi. Untuk itu berhentilah!"
Ucap Jelita panjang lebar balik mengancam sang Tuan muda.