
Setelah 30 menit Mereka pun sampai di tempat yang dituju Baron pun segera bergegas turun dari mobil tak lupa membawa bucket bunga mawar merahnya..
"Ayah...Ayah juga baru sampai ya?" Panggil Bara lalu bertanya, begitu melihat ayahnya turun dari mobil.
"Iya sayang kamu juga baru sampai ya?"
"Iya Ayah, Adek cahaya juga ikut Ayah?"
Iya dong adik Cahaya kan ingin ketemu Bunda juga, katanya kangen sama bunda," timpal Baron.
"Hore, Ade Cahaya pasti Bunda senang kalau adek Cahaya datang, lya kan ayah,?"
"Tentu saja Iya sayang ayo mari kita masuk," Ajak Baron setelah meladeni pertanyaan putranya itu.
"Bagaimana dok apa Bisa saya bertemu istri saya,?" tanya Baron saat bertemu dokter David.
"Tentu saja Tuan, silakan" Dokter David mempersilahkan Baron masuk dengan terlebih dahulu memakai baju khas rumah sakit. Ia datang menghampiri istrinya yang masih terbaring Setia Menutup Mata selama 6 bulan ini hanya dibantu dengan alat-alat yang masih setia menempel pada tubuhnya Assalamualaikum Sayang apa kabarmu hari ini bidadari hatiku,? Lihatlah Hari ini aku datang bersama anak-anak, anak-anak merindukanmu, Aku juga merindukanmu untuk itu Cepatlah Buka matamu karena kamu sudah terlalu lama tidur meninggalkan kami," Ucap Baron lembut dan penuh Cintaku.
"Iya Bunda, Ayah benar, aku sama dedek Cahaya rindu sama Bunda kapan Bunda bisa buka mata dan memeluk kami lagi, Kasihan Dedek Cahaya Bunda, kasihan Ayah, apa Bunda tahu kalau Dede Cahaya setiap hari pergi ke kantor sama Ayah, ke mana Ayah pergi pasti Dedek Cahaya ikut, kalau Bara tidak pernah ikut Bunda, karena kata Ayah Bara sudah gede, Bunda cepat bangun ya! supaya kita bisa kumpul lagi sama-sama, aku kangen Bunda," Bara pun mencium pipi dan kening bundanya itu selalu ia lakukan jika ia datang begitupun dengan Baron.
"Sayang kami datang hari ini membawakan bunga kesukaanmu bukankah kau sangat menyukai Mawar Merah dan Mawar Putih,? Lihatlah aku sudah membawanya untukmu semoga kamu menyukainya."
"Iya Bunda Bara juga bawa bunga kesukaan Bunda, Bunda Cepat sembuh ya,!" Bunda lanjut Bara lagi.
"Mamma nyanya cu cu cu cu pappa" Celoteh suara baby Cahaya, tak mau kalah begitu menggemaskan, Ia juga seakan ikut membangunkan sang Bunda agar terbangun dari tidur panjangnya, Bahkan ia mencoba untuk meraih tangan Renata dan menggenggamnya.
"Sayang jangan ganggu Bunda sini sama Ayah ajak baron meraih tangan Sang Putri namun Cahaya malah menolak ia menangis histeris.
"Sayang Putri Ayah kok nangis sih,? ayah tidak marah sayang, tapi Cahaya jangan ganggu Bunda ya Sayang kasihan Bunda," seolah mengerti dengan perasaan dan kata-kata sang Ayah Cahaya pun menghentikan tangisnya lalu ia tertawa, namun masih menggenggam tangan sang Bunda sambil terus menari-nariknya, dan tiba-tiba saja sebuah gerakan terlihat oleh mata Baron.
"Renata...Renata...! Renata sayang kau, kau bisa menggerakkan tanganmu sayang,? bangun sayang, apa kau mendengarku,?" Baron pun segera memencet tombol warna merah yang ada di tempat tersebut.
__ADS_1
"Ada apa Tuan,?"
"Dokter-dokter tolong istri saya dok, aku melihatnya bergerak tadi jemarinya bergerak dokter." cicit Baron begitu Dokter David masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Oke baiklah Biarkan saya memeriksa keadaannya terlebih dahulu silakan kalian menunggu di luar sebentar," ujar Dokter David Baiklah dokter Bara Ayo ikut Ayah kita keluar dulu Sayang," ajak Baron kembali lalu melangkah keluar.
"lya Ayah," sahut Bara dan mengikuti sang Ayah dari belakang Baron pun, merebahkan bokongnya pada kursi panjang yang di depan kamar tempat istrinya dirawat itu, dan diikuti oleh Bara.
"Ayah apa bunda akan bangun Ayah,?" tanya Bara lagi.
"Tentu saja sayang kita berdoa saja semoga Bunda segera sembuh dan sadar, Apa Bara merasa lapar?"
"Sedikit sih ayah tadi Bara tidak sempat makan karena senang ingin cepat-cepat bertemu Bunda," Jekasbya pada Sang ayah.
"Baiklah, sekarang Ayah temani Bara ke kantin aja ya,? Sambil kita menunggu dokter," Ajak Baron.
:Iya Ayah," sahut Bara, Baron pun mengajak kedua anaknya untuk pergi ke kantin untuk mengisi perutnya.
"Dedek Cahaya Makan apa Ayah?"
"nanti Ayah kasih makan bubur Ayah sudah bawa makanan dedek Cahaya, Ayah sudah bikinkan buburnya,"
"Emang ayah pintar masak bubur buat adik Cahaya,?" tanya Bara begitu penasaran,
"Apa kamu tidak percaya pada ayahmu ini,?" "percaya sih Ayah cuma sedikit," kelakar Bara membuat sang ayah ikut tersenyum melihat tingkah lucu anaknya tersebut yang banyak bertanya danbkeingin tahuannya.
"Sudah ayo makan makannya sudah datang jangan lupa berdoa ya suruh Baron saat melihat putranya menyuap makanan ke dalam mulutnya.
:Sudah Ayah, Bara sudah berdoa dalam hati" timpalnya.
"Anak Ayah memang pintar Ayo kita makan setelah selesai makan, Ia pun tak lupa untuk menyuapi sang putri makanan pendamping ASI seperti bubur tim yang ia bikin pagi-pagi sekali, Baron memang tidak berpengalaman masak-memasak namun setelah ia merawat putrinya Cahaya Ia pun belajar berbagai resep masakan untuk balita, lya banyak belajar dari YouTube, maupun buku-buku panduan yang ia baca pantaslah badan baby cahaya begitu kencang sedang pipinya montok, Baron memang telah menjadi Ibu, sekaligus Ayah untuk ke dua malaikat kecilnya itu, dan dia pun tidak mengeluh la menikmati nya bagaimana rasanya bangun malam saat sang bayi harus terbangun saat matanya berat untuk di buka, namun ia sangat menikmati itu meski lbu Sofia menawarkan diri untuk merawat putrinya Baron tetap bersi kukuh untuk merawatnya sendiri, karena hanya dengan itu la bisa menebus rasa bersalahnya selama ini, disaat dalam kandungan Baron tidak pernah menjaga atau bahkan ikut merawat bayinya, hanya karena ia tidak mengetahui dan tidak menginginkan anak dari orang yang tidak ia cintai, dan setelah mengetahui kebenarannya barulah ia tersadar kalau ia hampir saja kehilangan kedua wanita yang sangat berharga dalam hidupnya itu.
__ADS_1
Setelah selesai menyuapi sang Putri yang semakin hari semakin lahap itu Baron pun mengajak kedua buah hati nya untuk segera kembali menemui dokter, dan menanyakan perihal Renata.
"Bagaimana dengan istri saya dok?" tanya Baron begitu bertemu lagi dengan Dokter David.
"Seperti yang sudah saya duga, istri anda sekarang sudah ada kemajuan dia bisa mendengar bahkan bisa merespon apa yang kita rasa dan dia rasakan namun hanya masih dengan gerakan-gerakan kecil, dan lstri Anda butuh teman bicara, apa Anda mengerti maksud saya?" tanya Dokter David setelah menjelaskan panjang lebar.
"lya dokter saya mengerti, kalau begitu apa boleh, saya merawat istri saya di rumah,?"
"Oh... tentu saja boleh dan saya akan menugaskan suster Susan untuk stay mengontrol keadaan istri Anda. suster Susan nanti akan memberikan laporan kesehatan istri Anda setiap hari."
"Baiklah dokter," senyum merekah pun terpancar di wajah Baron saat mendengar kemajuan istrinya itu apa lagi ia di izin kan merawat istri nya di rumah sungguh membuatnya sangat senang la akan setiap hari menatap wajah yang selalu membuatnya rindu itu.
"Terima kasih sayang kau masih tetap mau berjuang seperti saat itu."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haiii....yuk kepoin juga novel keren di bawah ini👇selamat membaca semoga terhibur🤗😍.
**No 17
*Between qatar and jogja*
Burlb :
Aurel adalah seorang wanita muda yang berpredikat janda dengan dua anak balita, tanpa pengalaman mengelola perusahaan yang ditinggal oleh almarhum suaminya.
Sedang dia sendiri mempunyai 4 toko kue.
Rajev seorang duda asal India yang bekerja di Qatar, memang sudah mencintai Aurek sejak Aurel masih gadis. Ditambah pula dia mengemban amanat almarhum suami Aurel untuk menjaga istri dan anak-anaknya.
__ADS_1
Mampukah kekuatan cinta mereka menghadapi percobaan perebutan perusahaan hingga pembunuhan yang pelakunya adalah paman almarhum Radit**?