Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Cemburu


__ADS_3

"Lepaskan aku! aku membencimu aku membencimu Damar aku membencimu...hiks..hiks...hiks" Jelita terus menangis sesenggukan di saat satu sisi ia merasa dikhianati di satu sisi lagi ia takut kehilangan sang suami yang sudah terlanjur sangat ia cintai itu.


"Sayang kenapa kau lama sek_!" Rony menjeda kalimatnya ketika menyaksikan adegan di depan matanya itu sedang Cindy bergegas memeluknya.


"Sayang maafkan aku!" cicitnya dan seketika panggilan sayang ke dua orang itu membuat Jelita menjeda tangisnya.


" Sas_sayang, Kenapa mereka_?"


"Aku akan menjelaskannya padamu tapi setelah kita makan."


Damara memberi syarat agar Rony dan Cindy segera meninggal kan ruangan tersebut dan merekapun langsung pamit undur diri.


"Kau kenapa menyuruh mereka pergi!"


"Untuk apa mereka disini aku sudah tidak membutuhkannya. Apa kau mau mereka mengganggu makan siang kita"


"Tapi aku yang butuh mereka apa hubungan mu dengan wanita itu dan apa hubungan Rony dengannya?"


"Sayang aku yang akan menjelaskannya ayo kita makan dulu."


"Aku tidak mau makan! karena aku sedang marah dan kesal padamu!" ucap Jelita hendak pergi namun di saat tubuh nya berbalik Damara menahannya dengan sebuah pelukan.


"Kau mau kemana Jangan pergi tetaplah seperti ini karena kau tahu, aroma tubuhmu membuat ku lebih tenang, dan kata orang kalau kita sering seperti ini akan membuat ikatan cinta kita semakin kuat." Damara semakin mengeratkan pelukannya wajahnya di benamkan di ceruk leher sang istri.


"Lepaskan! apa kau sengaja ingin membunuhku agar kau bisa bersama wanita itu lagi!" ketus Jelita saat merasa pelukan Damara membuatnya susah untuk bergerak.


"Hei...sayang...apa kau berfikir aku ini seburuk itu. Tatap aku dan lihatlah kedalam mataku apa ada ke bohong di dalamnya?" Damara membalik tubuh sang istri hingga kini mereka pun saling bertatapan Jelita menatap dengan lekat mata tajam suaminya itu ia ingin mencari sebuah kebohongan namun sayang yang di dapatnya hanya sebuah kejujuran.


Jelita pun memeluk erat suaminya itu dengan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Damara.

__ADS_1


"Berjanjilah untuk tidak meninggal kan ku dan berjanjilah kita akan menua bersama" Cicitnya dengan tatapan yang berkaca-kaca.


"Hey...Sayang seharusnya aku yang berkata seperti itu padamu tapi kenapa kau yang mengatakannya dengarkan aku, aku bisa mengorbankan nyawaku untuk mencintaimu jika kau meragukan cintaku, dan jika kau masih ragu aku akan membuktikannya pada mu." Ujar Damara panjang lebar.


Dan di luar dugaan Jelita semakin memper erat pelukannya membuat Damara merasa bahagia ternyata istrinya bisa di tenang kan dengan begitu mudah.


"Ayo kita makan nanti makanannya dingin, biarkan aku yang akan menyuapi mu" sela Damara sambil mengelus lembut rambut panjang Jelita. Kemudian merekapun bersantap siang bersama hingga waktu pun terus bergulir dan mereka kini sudah tiba di rumah Utama.


"Kak, apa boleh kita bicara empat mata?" Tanya Amara pada Damara saat ia melihat sang kakak sedang duduk di ruang keluaraga sambil menonton sedang Jelita tertidur lelap di pangkuannya. Damara pun mengangguk setuju.


"Kakak akan membawa Jelita kekamar dulu!" ucapnya kemudian mengangkat tubuh sang istri yang mulai mengeluarkan dengkuran halusnya.


"Apa yang ingin kamu bicarakan dengan kakak Amara?" tanya Damara begitu duduk di depan Amara.


"Kak, ini tentang Kak Andra!" ucap nya pelan takut kalau kakaknya itu marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jelita menggeliat sambil mengerjapkan matanya.


"Ini sudah jam berapa, kenapa aku lapar sekali" Lirihnya mencoba untuk bangkit dari tempat tidur.


"Kemana perginya kenapa dia tidak ada di samping ku atau jangan-jangan dia_" Jelita menjeda kalimatnya di saat melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 03:00 pagi Baru saja ia hendak melangkah kejuar tiba-tiba saja pintu kamar terbuka.


Ceklek.


"Sayang kau mengagetkan ku kenapa kau terbangun sepagi ini ayo kita tidur" ajak Damara meraih tangan sang istri namun Jelita menepis nya ia menatap suaminya dengan tatapan curiga.


"Sayang kamu kenapa apa anak ku di dalam sini sedang lapar?" tanya Damara

__ADS_1


"Tidak aku yang sedang marah padamu kamu dari mana jam segini belum tidur, dan baru masuk kamar, apa kau sengaja berkencan dengan wanita itu di belakang ku!" Damara menarik nafas kasar mendengar tuduhan istri nya yang tidak berkesudahan di karenakan cemburu yang tidak beralasan itu. Damara menatap kedalam manikmata sang istri nampak memang tatapan cemburu dan curiga di dalamnya.


Dengan cepat Damara meraih tubuh sang istri lalu membaring kan nya ditempat tidur.


"Kau, mau apa!" ketus Jelita dengan nada terkejut karena karena tiba-tiba saja tubuhnya di angkat dan di baringkan di atas tempat tidur.


Damara tidak menggubris pertanyaan Jelita karena kini ia sudah memeluk wanitanya itu meski awalnya Jelita memberontak namun semuanya berubah di saat tangan Damara mengusap lembut sesuatu yang menonjol di balik lingeri yang memang begitu tipis yang di pakai oleh Jelita itu.


"Dam-Damar aku sedang marah padamu jangan lakukan ini padaku auhk...!" Jelita terus terbata karena menahan gejolak yang di rasakan di saat ia ingin marah namun tangan nya menekan kepala Damara dengan mengeluarkan sebuah des..ahan.


"Aku akan menjawabnya setelah ini aku menginginkan mu bisiknya lembut di telinga Jelita, sedang jari telunjuk nya sudah tidak dapat di kondisikan terus saja menggelitik di bawah sana membuat Jelita lupa kalau dia sedang marah, sungguh permainan yang di lakukan Damara membuatnya begitu terlena hingga ia merasakan sesuatu yang akan membuncah, setelah pelepasannya Damara segera melakukan penyatuan, hingga Jelita kembali merasakan permainan suaminya yang selalu saja membuatnya lupa akan segalanya hingga ia benar-benar lupa dengan tujuan yang sebenarnya yaitu ingin makan, des..ahan panjang terus terdengar bersahutan hingga akhir penuntasan mereka.


Damara menghujani seluruh wajah istrinya dengan kecupan penuh cinta. sedangkan Jelita hanya bisa menerima apa yang suaminya lakukan tanpa ingin Membalasnya.


"Kenapa semakin hari kamu semakin cemburu dan curiga padaku, kau tau tadi Cindy datang kemari karena aku sedang membutuhkan nya." Sontak Jelita menatap tajam pada Damara.


"Sayang aku membutuhkan nya karena ada tugas penting untuknya dan lagi pula dia datang dengan kekasihnya Rony" ucap Damara mengakhiri penjelasan nya.


"Jadi Rony dan wanita itu_"


"Cindy sayang namanya Cindy"


"Tersah aku mau memanggilnya apa, apa kau masih membelanya!"


"Tit-tidak sayang han_"


"Apa pekerjaannya? jika dia sudah punya kekasih lalu apa yang kalian lakukan waktu di ruang kerja waktu itu!" ketusnya bertanya.


"Maaf itu semua salahku aku yang menyuruh Cindy pagi-pagi datang dan melakukan semua sandiwara itu karena aku hanya ingin kau merasa sakit hati.

__ADS_1


__ADS_2