
Pagi.
Jelita merengkangkan ototnya ia merasa kalau tubuhnya seperti tertimpa beban berat.
Namun saat membuka matanya lebar-lebar ia baru menyadari kalau dirinya semalam ketiduran setelah melakukan pertempuran panasnya.
"Bagaimana keadaanmu hari ini Apakah kau sudah merasa lebih baik," sapa Damara saat la menyadari kalau istrinya sudah bangun.
"Mm,eng..." hanya itu jawaban yang keluar dari bibinya karena tubuhnya memang masih terasa berat dan malas untuk digerakkan tidak seperti biasanya.
"Apa kau masih marah pada ku sayang,?" tanya Damara saat istrinya hanya menjawab dengan erangan.
"Aku hanya malas saja, aku merasa seluruh tubuhku sepeti akan terlepas dari otot-ototku" jelasnya.
"Apa kau sakit? biar kita ke dokter saja ya," ujar Damara.
"Sekarang kau harus mandi dulu, karena, semalam kau langsung ketiduran, makanya aku langsung memindahkanmu kekamar, lain kali kalau kau mau marah sama aku kau tidak usah ke ruangan itu lagi, kau tahu ruangan itu selalu mengingatkan aku tentang betapa jahatnya aku padamu,"
"Aku juga tidak tahu, kenapa aku sangat ingin sekali tidur di ruangan Itu makanya aku pergi ke ruangan itu, bukan karena aku marah padamu, sayang boleh tidak kamu menemaniku mandi karena sepertinya aku tidak kuat untuk berjalan," lirih Jelita.
"Kau tak perlu menyuruhku untuk menemanimu karena aku memang akan menemanimu kita mandi bersama ya," ujar Damara, Jelita pun hanya mengangguk menginyakan ajakan suaminya itu Damara pun segera meraih tubuh sang istri lalu menggendongnya ala bridal style, serta membawanya masuk ke dalam bathroom.
Setelah mereka selesai membersihkan tubuh Damara segera mempersiapkan segala kebutuhan sang istri karena Jelita memang terlihat sangat pucat.
"Apakah kau ingin makan sesuatu,? aku akan membuatkannya untukmu," tawar Damara "Tidak, aku tidak ingin apa-apa, aku hanya ingin kau berada di sini saja jangan kemana-mana, Dan tolong bawa Arjuna kemari aku merindukannya dari semalam aku belum menyusuinya, Kasihan dia,"
"Kau, tidak usah khawatir tentang masalah itu sayang, bukankah kau selalu menyimpan stok ASI di dalam freezer?"
"Iya Kau benar sekali, tapi aku merindukannya,"
"Ya udah sayang kamu tenang saja, aku akan membawanya kemari untukmu sekarang kamu istirahat saja dulu sebentar aku akan menelpon ke dokter," lanjut Damara kembali.
__ADS_1
:
"Bagaimana dengan istriku, apa dia baik-baik saja,?" Tanya Damara kepada dokter Rini setelah la selesai memeriksa Jelita.
"Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan Bukankah Anda pernah mengalaminya Nyonya Jelita?" Ujar Dokter Rini berbalik menatap Jelita yang masih berbaring dengan lemah.
"Maksud dokter,?" Sela Damara masih dengan raut wajah penasarannya.
"Begini Tuan, Nyonya Jelita sedang hamil yang kedua oleh karena itulah dia seperti ini,"
"Apa? hamil, jadi istriku sekarang ini sedang hamil?" Iya dan sepertinya sudah memasuki bulan kedua untuk sementara ini lebih baik nyonya Jelita harus Beat stress dulu karena saya khawatir dengan keadaan Nyonya Jelita yang sekarang ini sepertinya Ia juga jarang makan, dan satu lagi kandungan nya juga sangat lemah, untuk itu Anda harus memperhatikan keadaannya jangan membuatnya berpikir terlalu berat, lebih baik jika ada sesuatu atau pun ada masalah sebaiknya dibicarakan pelan-pelan saja, saya akan meresepkan beberapa obat dan vitamin untuk istri Anda Tuan, agar bisa membantu nya untuk merasa jauh lebih baik dan sebaiknya Anda berhenti untuk menyusui, saya sarankan juga kepada Anda untuk beberapa minggu ini anda harus diam di dalam rumah dan kalau untuk keluar anda bisa memakai kursi roda dan itu pun hanya sekitar taman rumah ini," Dokter Rini menjelaskan panjang lebar, tentang apa yang boleh, dan tidak boleh dilakukan oleh Jelita selama masa awal kehamilannya setelah itu dokter Rini pun pamit setelah ia menyerahkan Daftar obat dan vitamin kepada Damara setelah dokter Rini pergi Damara menatap Jelita dengan begitu intensnya hingga membuat Jelita merasa salah tingkah.
"S-sayang kenapa kau menatapku seperti itu? apa kau tidak suka kalau aku hamil lagi,?" bukannya menjawab Damara memeluk istrinya dan menghujani wajahnya dengan kecupan.
"Kenapa aku mesti tak suka kalau kau hamil lagi? Kenapa aku harus marah? Bukankah ini yang aku tunggu dan aku nantikan Aku ingin kau hamil lagi mengandung anakku, darah daging ku dan kau tau bukankah setiap hari aku membuatnya bersamamu," ucapnya sambil tersenyum menggoda.
"Sayang kau, kenapa kau jadi semesum ini?"
"Sayang, sudah ah... malu sama pembaca,"
"Tidak apa-apa sayang, para pembacanya udah pada ibu-ibu jadi aman😁, Bagaimana rasanya sekarang apa perasaanmu sudah agak enakan,? Aku jadi penasaran bagaimana awal-awal dulu waktu kau mengandung Arjuna, apakah seperti ini lalu siapa yang mengurusmu dan Apakah kau tidak merasa mual dan muntah,?" tanya Damara mengenang masa lalunya.
"Dulu aku sering merasa mual, dan muntah tapi aku bisa membawanya aku kuat kok, jika aku ingin muntah, aku lebih banyak datang ke rumah utama Biasanya aku akan mengambil pakaianmu lalu memeluknya dan menciumnya agar rasa mual dan muntahku itu hilang dan dibandingkan dengan saat ini aku merasa ini jauh lebih menyiksaku, tapi aku bersyukur karena masih bisa diberi kepercayaan untuk mengandung Anakmu lagi," ujar Jelita langsung berkaca-kaca.
"Maafkan Aku, jika dulu saat hamil pertama aku tidak bersamamu, aku tidak berada di sisimu, tapi sekarang ini aku berjanji padamu aku akan ada selalu di sisimu kalau bisa aku akan membawa pekerjaan kantorku kemari dan aku akan mengerjakannya dari rumah," "sayang kau tidak perlu seperti itu Aku baik-baik saja kok,"
"Kamu bilang dirimu baik-baik saja, Apa kau tidak dengar apa kata dokter Rini tadi dia mengatakan kalau kandunganmu itu lemah dan Jangan bergerak sama sekali kalau bukan aku yang akan mengangkatmu jika kau masih membandel maka__"
"Maka apa,?" sela Jelita.
"Maka aku akan memakanmu sampai habis, Apa kau mau?"
__ADS_1
"kau ini ada-ada saja, ingin memakanku sampai habis, Kau pikir aku ini gorengan apa?"
"Makanya kalau kamu tidak mau aku jadikan gorengan, lebih baik menurut apa yang suamimu Katakan, Tidak usah membantah karena itu semua demi kesehatanmu dan calon anakku di sini," ucap Damara sambil mengecup perut istrinya yang masih rata itu.
"Mungkin semalam kau ingin tidur di ruangan itu, karena pengaruh sedang ngidam,?"
"Iya,, mungkin saja, sayang apa boleh Aku minta dibuatkan rujak buah-buahan tapi aku ingin kamu sendiri yang membuat bumbunya dan mangganya harus diambil dari atas pohon kau yang harus mengambilnya Untukku Aku tidak ingin orang lain Apakah kau mau melakukannya untukku tanya Jelita dengan wajah Puppy eyes, membuat Damara semakin gemas, apa lagi dengan permintaan istrinya, la merasa menjadi sangat di butuhkan.
"Sayang kalau itu aku akan membuatkannya untukmu kamu jangan khawatir Aku pun akan memanjat mangganya untukmu dan sekarang Lebih baik kau istirahat saja dulu aku tidak mau kau dan calon anak kita kenapa-kenapa Aku ingin merasakan merawatmu dari awal hingga akhirnya nanti Anak hingga kita sudah lahir,"
"Lalu bagaimana dengan pencarian Amara,? kau juga harus fokus untuk mencari Amara mendengar apa yang dikatakan Jelita Damara pun langsung terdiam.
"Kau jangan khawatir tentang itu sayang sekarang ini harus fokus sama kesehatanmu saja Jangan berpikir yang lain masalah itu aku akan menanganinya nanti aku yakin Amara sekarang sedang baik-baik saja."
"ltu harapanku," Ujar Jelita.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haiii...yuk sambil nunggu Author up lagi ikuti juga karya teman Author di bawah bawah ini👇
dan Ingat jangan lupa budayakan like komen vote juga kasih kopi biar para Author kuat begadang nya...semoga terhibur😍
Nomor 23
Nasib sial harus dialami Sabhira Irani karena rem vespa-nya blong, gadis itu tidak sengaja menabrak mobil mewah milik Barun Praya.
Disaat yang bersamaan, pria itu sedang kacau karena saham perusahaan anjlok akibat rumor kalau dirinya seorang 'homo'. Tanpa berpikir panjang, Barun mengambil kesempatan dengan memberi Sabhira pilihan.
"Menikah denganku atau mengganti rugi kerusakan mobil sebesar satu milyar?"
__ADS_1
Manakah yang akan dipilih Sabhira**?