Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Rencana licik


__ADS_3

"Amara...Kamu kenapa apa ada sesuatu?"


"Eh. tidak Kak, aku hanya..."


"Hanya apa?" Renata melihat kemana arah tatapan Amara, setelah itu dia pun menggangguk mengerti.


"Apa kamu menyukai nya?" tak ada jawaban dari Amara karena matanya terus mantap tanpa berkedip.


"Amara apa kamu menyukai nya?" Cicit Renata menguncang pundak Amara, karena tak kunjung mendapat jawaban, dan itu mampu membuat Amara terkejut.


"Ya...! mam-maksud Amara kenapa Kak Renata mam-masih di sini?" gagapnya salah tingkah saat menyadari ucapannya.


"Bagaimana aku bisa meninggalkan mu di saat tubuhmu di sini sedang hatimu di tempat lain, aku akan membantumu mendapatkan nya!"


"Mam-maksud Kakak?"


"Yah aku akan membantumu untuk mendapatkan lelaki itu." Cetus Renata bersemangat.


"Tapi Kak dia sudah memiliki wanita lain dan dia satu kampus denganku." Terang Amara


"Tidak masalah mereka kan belum menikah, yang menikah saja bisa dengan mudah kita dapatkan apalagi dia hanya bersetatus hanya pacar, aku ingin membantumu tapi dengan satu syarat bantu aku untuk dekat dengan Damara karena aku ingin membayar kesalahan ku selama ini pada nya bagaimana?"


"Tapi Kak, aku tidak yakin kalau Kak, Damara mau bertemu denganmu." Timpal Amara


"Itu adalah tugasmu! bagaimana caranya aku bisa bertemu dengannya, kau harus memberitahu ku kemana Damara pergi soal itu aku yang atur." Lanjut Renata, ia merasa sangat bahagia karena begitu mudahnya dia bisa memprovokasi Amara dengan rencana licik nya itu.


Lama Amara terdiam hingga ia pun menyanggupi untuk bertemu di lain waktu.


"Baiklah Kak, mari bertemu lagi di lain waktu."

__ADS_1


"Baiklah biar aku yang mengatur semuanya" Tawar Renata.


"Deal, aku akan memberitahukan pada Kakak kemana Kak Damara pergi biar Kakak berjumpa dengannya secara langsung." Sela Amara lagi dan tentu saja langsung di angguki Renata.


"Dasar gadis bodoh kenapa begitu mudahnya dia bisa aku tipu, untung saja aku bertemu dengannya disini, Oh...mungkin memang nasip baik selalu memihakku dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini."


Gumam nya dalam hati, sedang bibirnya terus menyunggingkan senyum licik nya.


Setelah saling berbagi nomor telepon mereka pun berpisah untuk mengatur semua rencana apa yang akan mereka lakukan bersama. Dan benar saja beberapa hari kemudian Amara dan renata mengatur rencana tempat pertemuan mereka, dan di saat Damara keluar Amara memberikan informasi tentang kemana Kakaknya saat ini. Dan dengan senang hati Renata segera meluncur ke posisi Dimana saat ini Damara berada.


Damara yang waktu itu ada janji untuk bertemu dengan rekan bisnisnya ketika acara sudah selesai Damara segera beranjak pergi dari tempat tersebut, namun dia di kejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang tiba-tiba menabraknya.


"Apa kau tidak punya mata untuk berjalan!" Sentak Damara tanpa melihat orang yang menabraknya karena dia sibuk merapikan kemejanya yang terkena noda minuman itu.


"Maafkan saya Tuan saya tidak sengaja!"


Deg.


"Kau...!" Kejut Damara


"Dam-Damara sayang kau, kah ini? aku sudah mencarimu kemana-kemana aku sangat merindukanmu." Cicit Renata sambil merentangkan tangan ingin memeluk Damara namun sebelum itu terjadi Damara langsung menghindar.


"Stop...! apa kau lupa dengan kebiasaan ku? Oh ya tentu saja kamu lupa karena kamu adalah seorang penhianat! perlu apa kamu kemari jika kamu datang hanya untuk kembali maka enyahlah dari sini!" Sarkas Damara


berbalik pergi.


"Aku tau kamu tidak bisa berpaling dariku buktinya kamu belum punya pengganti ku sampai detik ini!" Teriak Renata lantang membuat Damara mengepalkan tangan karena dia sudah di jadikan tontonan banyak orang di tempat itu.


"Apa kamu datang hanya untuk semua omong kosong yang tidak ada artinya ini! dan lihatlah dengan matamu sendiri siapa yang ada bersamaku bahkan dia jauh lebih cantik dibanding kan dirimu!"

__ADS_1


Damara memberikan sebuah foto dirinya dengan Jelita dan nampak memang dari foto itu mereka begitu mesra, membuat Renata mengepalkan tangan nya, melihat wanita cantik yang melebihi dirinya bahkan lebih muda darinya memeluk mesra Damara.


"Apa kau juga ingin melihat apa yang sedang kami lakukan?" bisik Damara pelan tapi menekan kalimatnya.


"Lihatlah ini!" Damara memperlihatkan sebuah Video singkatnya dengan Jelita dan berapa tercengangnya Renata dengan semua itu. Sedang Damara memilih pergi daripada meladeni wanita penghianat itu.


"Untung saja aku mengambil Video dan gambar gadis bodoh itu."


Gumamnya sambil melenggang pergi.


meninggalkan Renata yang masih terkejut.


"Tapi kita belum putus Damara sayang kamu tidak boleh seperti ini padaku! aku mencintai mu!" teriaknya namun teriakannya tak di dengar oleh Damara karena mobil mewahnya kini melesat meninggalkan tempat itu.


"Brengsek! aku akan membalasmu wanita brengsek itu harus ku beri pelajaran karena wanita itu aku kehilangan cintaku!" geramnya penuh dendam.


Dan setelah kejadian itu Renata pun gencar mendekati Amara karena dari Amara lah ia akan mencari tau siapa wanita itu. Dan seperti malam ini dia sudah berjanji akan bertemu dengan Amara di pusat perbelanjaan


"Ada apa Kak, kenapa kau meneleponku tiba-tiba untung saja Kak Damara Keluar, dan kakak lihat orang yang pakai baju hitam? dia pasti mata-mata Kak Damara kita harus berpencar agar dia kehilangan jejak kita." Usul Amara dan benar saja mereka pun masuk ke toilet dan serempak menutupi baju mereka dengan sweater, lalu mereka pun segera keluar dari tempat tersebut namun tiba-tiba saja Amara berhenti membuat Renata menabrak nya.


Bugh.


"Auhk...bisa gak sih kamu berhenti jangan pake mendadak! ada apa sih?" kesal Renata yang masih menggosok jidad nya sedang Amara masih bergeming melihat adegan di depannya, orang yang selama ini ia kejar malah sedang asyik bermesraan dengan seorang wanita yang masih seumuran dengannya.


Sedang kedua tangannya mengepal sempurna, Amara yang emosi memilih untuk segera keluar dengan menahan tangisnya membuat Renata binggung lalu ikut mengejar.


"Ada apa sih Amara? kenapa dari tadi kamu tidak menjawab pertanyaan ku!" gerutu Renata.


"Diamlah kak, kau tau hari ini aku patah hati dia sudah bermesraan di depanku!" tangis Amara pun meledak membuat Renata tidak ingin jadi pusat perhatian di tempat itu ia pun segera menarik tangan Amara untuk segera keluar dan membawanya masuk kedalam mobilnya.

__ADS_1


"Apa kau sudah gila? ingin membuatku malu!" bukannya diam Amara tambah menangis membuat semakin pusing ia pun segera membawa mobil melesat meninggal kan tempat itu, ia terus saja berputar tak tentu arah hanya untuk membuat Amara diam.


__ADS_2