Terjebak Cinta Dara'Jelita

Terjebak Cinta Dara'Jelita
Kakak yang cantik


__ADS_3

"Dia Riri, kamu jangan ambil hati ucapannya tadi." ucap Jhony memperkenalkan Riri pada Tasya.


"Ri,, minta maaf sama Kak, Tasya!" seru Jhony menengok ke arah Riri.


"Tapi Kak, Kakak itu sudah jahat sama Kakak! Riri tidak suka!" kesal Riri membuang muka sambil menyedekap kan kedua tangan di dada dengan wajah yang di tekuk. Jhony pun hanya tersenyum melihat tingkah gadis kecil kesayangan nya itu.


"Ri,, apa Riri, lupa dengan apa yang pernah Kakak ajarkan selama ini pada Riri, dan anak-anak yang lain nya?"


"Iya..." Jawab Riri singkat dengan wajah yang menunduk karena sebentar lagi dia akan menyimak nasehat panjang kali lebar yang akan di sampaikan Jhony kepadanya.


"Ri,, dendam itu tidak akan membawamu ke dalam kebahagiaan, sakit hati hanya akan menjebakmu di dalam kegelisahan saja. Kakak tidak mau kamu tumbuh seperti kakak" Riri pun masih terdiam dan menunduk mendengar kalimat yang diucapkan oleh Jhony itu. Bahkan kini Jhoni pun berjongkok mendekati Riri.


"Hei anak manis, kau, kan calon istriku. Jadi calon istriku itu tidak boleh jahat apa kau mengerti ucap Joni sambil menyentuh dagu gadis kecil di depannya dengan tersenyum menggodanya itu.


Riri pun mengangkat wajahnya dengan senyum sumringah, mendengar kata-kata yang diucapkan Jhony padanya.


"Maafkan aku calon suamiku, kalau aku sudah berbuat salah, akan Aku pastikan aku akan meminta maaf padanya bagaimana?"


"Terima kasih sayang Boleh aku memelukmu sekarang calon istriku? tanya Jhony dan diangguki oleh Riri dengan cepat, akhirnya Jhony pun memeluk dengan penuh kasih sayang gadis kecil yang di depannya itu.


Begitupun dengan Riri membalas pelukan Jhony dengan tangan mungilnya, sesaat kemudian mereka saling menatap Dan Tersenyum, sedangkan mata Jhony melirik ke arah Tasya sambil memberikan pada anggukan pada Riri. Riri yang mengerti pun mengembalikan tubuhnya.


"Maafkan aku! kakak, yang cantik. Aku sudah bersalah padamu Apakah kau sudah memaafkan diriku ini." Tasya yang dari tadi hanya Terkesima melihat adegan di depan matanya itu kini berbalik menatap gadis kecil yang meminta maaf kepadanya.


"Tentu saja aku memaafkanmu anak manis. Oh iya perkenalkan namaku Tasya, Apakah kau mau berteman denganku? bukannya langsung menjawab pertanyaan Tasya namun Riri menatap ke arah Jhony yang masih duduk berjongkok menyetarakan tinggi badannya itu. la menatap kepada Jhony seolah meminta persetujuan darinya.

__ADS_1


Jhony yang paham mengangguk sambil tersenyum.


"Baiklah,, karena calon suamiku sudah setuju maka aku akan menerima persahabatan ini. tapi ingatlah! dia itu calon suamiku jangan coba-cobah menggodanya. Kalau tidak aku akan sangat marah kepadamu dan Persahabatan Kita terpaksa harus bubar."


Tasya yang begitu gemas dengan apa yang dikatakan bocah kecil berusia 6 tahun membuatnya bisa tersenyum melupakan apa yang terjadi sebenarnya pada dirinya dan Jhony selama ini.


"Oh,, Tuhan, kenapa kau imut dan lucu sekali sih mama dan papa kamu ke mana?" saat menanyakan mama dan papa Riri Tasya terlihat bingung karena Riri kini menatapnya dengan tatapan mata yang berkaca-kaca Jhony pun merentangkan kedua tangannya agar Riri datang menghampirinya, dan benar saja Riri menghambur memeluknya dengan isakan tangis yang tertahan.


"Sudah,, kamu jangan menangis lagi, kan ada kakak di sini, apa Riri lupa apa yang pernah Kakak katakan pada Riri untuk tidak selalu meratapi nasib yang pernah terjadi pada kita karena kita harus melihat ke depan bukan ke belakang." Riri pun hanya mengangguk mengiakan, sambil sesekali mengusap air matanya.


"Maafkan aku kalau aku salah bicara" Sela Tasya mengusap dengan lembut rambut Riri."Aku benar-benar tidak mengerti dan tidak paham apa yang terjadi sebenarnya padamu. Jadi jika pertanyaanku salah maafkan aku ya." Pinta Tasya merasa tidak enak hati pada Riri.


"Ayo sini anak manis," ajak Jhony berdiri menggendong tubuh mungil Riri, Iya Pun mengusap dengan lembut rambut gadis kecil itu dengan penuh kasih sayang.


"Ayo sayang Riri kesana cari kakak-kakaknya suruh ngumpul karena kita akan pulang"


"Kedua orang tua Riri meninggalkannya di depan panti asuhan ketika dia berumur 1 tahun. Entah apa yang membuat mereka membuang Bayi Mereka, yang jelasnya saat itu Riri sendiri dalam keadaan sakit, tubuhnya dipenuhi oleh penyakit, hingga saat ini tak ada satu pun orang tua Riri yang datang untuk mencarinya."


"Kau tidak tahu dimana mereka berada? jadi kau bagaimana? maksudku Jadi kau dan anak ini? apa sebenarnya hubungan mu dengan mereka semua?"


"Maaf,, Mungkin lain kali aku akan menjelaskannya padamu karena sepertinya anak-anak sedang menungguku di sana yang sekali lagi aku minta maaf kepadamu karena sudah mengganggumu di sini."


Tapi satu hal yang harus aku katakan padamu sebelum aku pergi Berhentilah untuk mencintai Darandra lebih baik lepaskan dia."


"Apa maksudmu menyuruhku untuk melepaskannya. Apa kau ingin kita kembali?" "Dengarkan Aku, Bukan itu maksudku Amara lebih membutuhkannya daripada dirimu kau tahu Amara lebih dahulu mengenalnya dan dia sangat mencintai Darandra."

__ADS_1


Apa yang kau maksudkan sebenarnya Jhony?"


"Suatu hari nanti kamu akan mengerti apa yang aku katakan hari ini, aku hanya berharap kau bahagia tidak terluka lagi. Jika kau memilih tetap bersamanya kau akan terluka,"


"Sudahlah, Aku tidak ingin membahas Masalah yang belum tentu benar, menurutku Darandra sangat mencintaiku, dan Berhentilah mengurusi urusanku Pergilah bawa anak-anakmu itu." Kesal Tasya pada Jhony.


"Baiklah,, aku pamit ayo sayang kita pergi saja." Ajak Jhony pada Riri yang kembali datang untuk menghampirinya.


"Hai kakak cantik Apakah kau tidak ikut dengan kami? Ayo lah, Ikut kami saja sebentar." Rajuk Riri pada Tasya


"Bukankah Kita ini sahabat jadi sebagai sahabat kau harus datang memenuhi undanganku."


"Tap-tapi aku__" kalimat Tasya berhenti disaat Tasya menatap iba pada Riri yang memangsang wajah sedihnya.


"Baiklah,, untuk kali ini aku akan memenuhi undanganmu Terima kasih kakakku yang cantik kau adalah yang terbaik untukku." Riri pun memberikan senyumannya.


"Aku pamit dulu sama Kak Arya, aku takut nanti dia mencariku." Riri dan Jhony memberi jawaban lewat anggukan mereka.


"Pergilah kami menunggumu di sini."


"Kemana sih Kak, Arya ya ampun itu dia sedang apa dia di sana? apa aku tidak salah lihat Kak Arya dengan seorang gadis siapa dia? ya ampun bagaimana aku harus berbicara padanya kalau seperti ini apa aku pergi saja aku kan bisa memberitahukan nya lewat telpon nantinya." Fikir Tasya


"Bagaimana apa kau sudah bicara padanya?"


"Belum, kak Arya lagi sibuk, biar nanti aku telpon saja dia." Jawab Tasya.

__ADS_1


"Kamu jangn takut aku tidak akan menyakiti mu lagi kok, setelah ini aku akan langsung mengantar mu pulang." Ucap Jhony meyakinkan.


__ADS_2