The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
109. Plot Twist di Akhir Pertandingan


__ADS_3

“Tidak ada… tidak ada yang boleh menghina wajahku yang dinilai cantik oleh Emitan! Jangan mentang-mentang penampilanmu imut, kau berlagak sombong, dasar wanita lemah!”


Babahentai mengamuk dalam mode berserk-nya.


Di situlah Asario baru menyadari bahwa target Babahentai telah beralih dari dirinya kepada Lia yang baru saja menghinanya sebagai nenek tua mesum.


Tetapi ini gawat. Lia sementara tidak bisa bergerak. Jadi Asario bagaimana pun harus melindungi rekannya yang sedang dalam kondisi MP 0 itu.


Babahentai yang maju hendak melayangkan pukulan mautnya kepada Lia lantas dicegat oleh pedang Asario. Seharusnya dalam kondisinya yang optimal, Babahentai adalah lawan yang lebih mudah bagi Asario.


Dibandingkan dengan duo robot barusan yang lincah sehingga sulit mendaratkan serangan kepada mereka, pergerakan Babahentai lambat. Walau dengan kekuatan super mode berserk-nya, harusnya itu tidaklah masalah bagi Asario karena Asario jauh lebih tangguh.


Namun sayangnya, itu cerita di kala kondisi tubuhnya sedang optimal. Namun kini, walau luka luarnya sudah ditutupi sempurna oleh penyembuhan Lia dan HP-nya juga sudah kembali seratus persen, luka bagian dalamnya masihlah belum sembuh. Lia tidak punya cukup MP untuk menyembuhkan Asario secara sempurna.


Awalnya itu tidak dirasakan oleh Asario, namun seiring dia banyak bergerak, luka itu semakin melebam dari dalam dan memberikan rasa sakit yang tidak nyaman padanya.


Namun, dengan tekad yang kuat, Asario tidak menyerah pada lawan yang ada di depannya. Bagaimana pun, dia takkan pernah membiarkannya menyentuh juniornya itu seinci pun.


“Takkan kubiarkan kau mendekati Lia! Hiyaaaaat!”


“Trang, trang, trang, trang, trang.”


Adu pedang dan tinju terjadi berkali-kali.


Berkat kekuatan overpower Asario, Babahentai yang walau dalam mode berserk-nya pun terpukul mundur dan mulai mengalami luka-luka di sekujur pergelangan tangannya.


Namun itu berbarengan pula dengan semakin terbukanya luka dalam Asario hingga belum bisa dipastikan bahwa siapa yang sebenarnya memperoleh damage yang lebih besar dari pertarungan mereka itu.


Semuanya ditentukan oleh adu tekad. Bagaimana pun, Babahentai yang memanfaatkan kekuatan rage, pada akhirnya membakar habis energinya sendiri hingga pada suatu titik, dalam ayunan jurus pamungkas penutup Asario, Babahentai jatuh bersimbah darah dan gameover dalam pertandingan.


Asario berhasil menutup pertandingan dengan kemenangan gemilang buat Tim Silver Hero.


\=\=\=


Hasil pertandingan akhir ruang virtual C sesi ketujuh

__ADS_1



Silver Hero, jumlah korban \= 10, jumlah pemain tersisa \= 2 (lolos ke babak selanjutnya sebagai tim yang bertahan paling akhir)


Borjuin, jumlah korban \= 4, jumlah pemain tersisa \= 0 (lolos ke babak selanjutnya sebagai tim dengan perolehan jumlah korban terbanyak)


Puririn, jumlah korban \= 3, jumlah pemain tersisa \= 0 (gugur)


Vdol, jumlah korban \= 1, jumlah pemain tersisa \= 0 (gugur)


***


Pertandingan hari ini benar-benar adalah pertandingan yang paling berkesan buatku. Ini pertama kalinya aku melihat Senior Asario bertarung layaknya pahlawan. Selama ini, aku hanya melihatnya sebagai senior villain yang suka membuli junior-juniornya yang hanya peduli pada kekuatan dan kemenangan.


Tetapi aku harus menilai ulang dirinya setelah melihat bagaimana dia dengan tulus melindungi Lia. Itu sedikit membuatku iri, tetapi di lain pihak juga membuatku sangat tersentuh.


Namun, apa yang paling membuatku gembira adalah Lia yang telah mampu melewati dinding yang selama ini menghalanginya. Lia telah menjadi petarung yang lebih baik.


Melanjutkan menonton ke pertandingan selanjutnya, aku menyaksikan dua tim yang sangat mirip dengan tim-tim dari Indonesia. Mereka adalah tim dari Malaysia serta salah satu negara dari Afrika Utara. Oh iya, ngomong-ngomong, Tante Judith memberitahuku bahwa kedua negara itu memang juga merupakan target pemasaran vrmmorpg The Last Gardenia.


Kemudian untuk dua tim sisanya, yang satu tampak dari genre gladiator. Salah satu pemain tampak memiliki badan yang sangat besar, bahkan lebih besar dari badan Babahentai.


Aku penasaran apakah itu ukuran badan aslinya ataukah hanya settingan game saja.


Kebanyakan orang akan memilih untuk bermain game dengan menggunakan ukuran tubuh aslinya saja sebagai standar agar merasa lebih nyaman, namun terkadang ada pula orang yang ingin merasakan ukuran tubuh yang berbeda, entah itu lebih tinggi atau lebih pendek, maupun lebih kurus atau lebih gemuk.


Yah, intinya game memang dirancang untuk kesenangan.


Satu tim lainnya lebih aneh lagi. Aku rasa genrenya juga hampir mirip dengan The Last Gardenia karena keberadaan swordsmen, archer, dan assassin di tim mereka. Namun dua pemain lagi tidak menunjukkan wujud manusia.


Yang satunya tampak seperti seorang mage, tetapi penampakan wajah dan tubuhnya benar-benar menyerupai ular kobra, termasuk lidahnya yang bercabang yang senantiasa menjulur keluar.


Satunya lagi terlihat mirip dengan monster lizardman yang entah mengapa walau memiliki tangan dan kaki serupa manusia, dia lebih memilih berjalan merangkak.


Pertandingan pun dimulai dan aku begitu antusias tentang pertarungan seperti apa yang akan mereka buat.

__ADS_1


“Luca, ayo pergi jalan-jalan. Kak Leo sudah menunggu kita di depan pintu gerbang.”


Atau setidaknya itu yang kupikirkan. Tiba-tiba saja, aku memperoleh ajakan jalan-jalan dari Kak Nina.


Dengan tegas aku pun menjawab,


“Apa ini? Bukannya kalian akan belajar untuk persiapan ujian kualifikasi masuk klub dua pekan mendatang?”


“Hehehehehehe. Maaf Luca, tapi sekali ini saja kami pass, kumohon ya. Jarang-jarang kami ada di Amerika. Kami tak dapat menahan rasa penasaran kami untuk jalan-jalan.” Kak Raia pun turut menyuarakan pendapatnya.


“Itu benar, Nak Luca. Latihan memang penting. Tapi kalian sebagai anak muda harus lebih menikmati masa muda kalian. Pergilah. Jarang-jarang akan ada kesempatan seperti ini.” Bahkan Tante Judith pun dengan senyum tulusnya turut mendukung rencana Kak Nina.


Lagipula Kak Leo? Apa yang dimaksud Kak Nina adalah Kak Leo dari Tim Max Squeeze? Sejak kapan mereka akrab?”


Seakan mengerti rasa penasaranku, Kak Nina langsung menjawabnya tanpa kutanya,


“Oh, Tante Millie dan Kak Dera datang berkunjung kemarin dan kebetulan bertemu Ibu. Di situlah kami mengenal, Kak Leo, anak dari Kak Dera, lalu sekalian mengaturkan kami jadwal agar bisa jalan-jalan keliling kota hari ini. Kebetulan Kak Leo sudah chat bahwa mobilnya sudah ada di parkiran. Ayo cepat, Kak Leo sudah menunggu kita.”


Aku pun menyerah dan akhirnya mengikuti mereka, meninggalkan Tante Judith sendirian di ruangan penonton.


***


Satu hal yang tak Luca ketahui.


Pasca kepergian mereka, Judith secara diam-diam juga turut meninggalkan ruangan.


“Halo, Senior. Bagaimana jalan-jalannya?”


“Tentu saja menyenangkan bisa bersama dengan anak-anak. Lupakan itu. Bagaimana status pergerakan mereka.”


“Sesuai perkiraan, mereka benar-benar ada di sekitar lokasi pertandingan. Itu sungguh kebetulan yang menguntungkan bahwa Senior dapat menyusup ke tempat itu sebagai anggota keluarga peserta sehingga mereka sama sekali tidak dapat melacak pergerakan kita.”


“Tidak usah banyak omong kosong, cepat kirimkan saja data-datanya.”


“Baik, Senior.”

__ADS_1


Lalu pembicaraan Judith dengan seseorang yang memanggilnya Senior itu pun berakhir dengan kiriman chat yang menyusul kemudian.



__ADS_2