
Syukurlah Luca mengenakan sepatu griffon sehingga dia dapat dengan mudah menghindari serangan balik dari sub tank beast hamster putih melalui berjalan di udara. Dia segera memutuskan untuk mengubah arah haluan serangannya pada newbie cleric yang merupakan bagian pertahanan belakang. Akan tetapi di luar dugaannya pula, pertahanan belakang lumayan kokoh.
Ketika tim lawan hendak melancarkan counterattack yang dipimpin oleh sang newbie cleric, Luca segera kembali menyatu dengan tarian api Yudishar sehingga tim lawan pun kehilangan jejaknya. Berkat pertahanan tarian api Yudishar, Luca dapat menghindari serangan counterattack itu.
“Egi, awas!”
Areka segera berteriak memberi peringatan kepada Egi begitu didapatinya salah satu ekor hamster hitam tengah berada di titik buta Egi.
Dan benar saja apa yang dikhawatirkan oleh Areka, sang assassin lawan segera bertukar posisi secara instan melalui skill dengan sang hamster hitam. Dalam sekejap, sang assassin lawan telah berada di titik buta Egi dan hendak mengincar lehernya.
“Teman-teman, ini adalah rekam jejak pertarungan sang assassin selama pertandingan tahun lalu beserta pertandingan-pertandingan non-resmi yang sudah diikutinya tahun ini. Pastinya ini akan menjadi bahan pembelajaran yang baik bagi kalian untuk membiasakan pola gerakan assassin itu.”
“Wah, Lia. Kamu hebat juga ya bisa mengumpulkan semua ini. Apakah ini yang namanya the power of money?”
“Jangan bicara macam-macam, Egi, dan pelajari saja itu.”
“Kalau berdasarkan video yang dikumpulkan dari Nona Kaya itu, maka bagian tubuh yang akan diincarnya… pasti ini!”
“Trang.”
“Apa?!”
Prediksi Egi ternyata tepat. Walau Egi terlambat sekian detik melihat keberadaan sang assassin, dia mampu memprediksi dengan tepat di mana sang assassin itu akan menyerang bagian tubuhnya. Hasilnya, leher Egi berhasil terselamatkan dengan dia mampu menangkis secara akurat serangan tebasan dari sang assassin itu.
“Cih!”
Sang assassin terlampau percaya diri setelah mampu mengeliminasi Yurika sehingga berpikir telah menurunkan kekuatan Tim SMA Pelita Harapan secara drastis dengan ketiadaan sumber buff dan healer mereka. Hal itulah yang justru membuat gerakannya lebih sederhana sehingga mudah ditebak oleh Egi.
Egi pun melakukan counterattack dengan serangan panahnya. Sayangnya dengan cepat sang assassin mampu segera menjauh darinya.
Akan tetapi, di situ tidak hanya ada Egi saja, melainkan juga ada Areka yang tanpa sadar telah diabaikan oleh sang assassin perihal alam bawah sadarnya telah terlanjur men-judge bahwa agility seorang shielder seharusnya tidaklah seberapa.
“Trang.”
“Ukh.”
Namun di luar dugaannya, serangan seorang shielder yang dinilai layaknya kura-kura itu ternyata sempat untuk menjangkaunya.
“Dasar kura-kura sialan! Mengapa serangan tipe kura-kura lambat sepertimu bisa sampai mengenaiku!”
__ADS_1
“Kamu terlalu meremehkanku rupanya ya, Bocah.”
Terjadilah adu perisai dan senjata dagger untuk sesaat di antara kedua petarung itu.
“Walau sesama assassin, kamu tidaklah selincah dengan bocah menyebalkan yang aku kenal!”
“Hiyaaaaat!”
“Aaaaakh!”
Sang assassin pun terkena mentah serangan tumbukan perisai Areka lantas terpental beberapa meter ke belakang.
‘Skill: kesalahan membuat Lutfi marah tak termaafkan, terimalah hukuman cambuk suci’
Seakan tanpa memberi kesempatan sang assassin untuk beristirahat, Areka segera kembali melayangkan serangannya yang kali ini dalam wujud skill. Ratusan duri lantas menerjang sang assassin sembari sebuah ulir-ulir menangkapnya. Sang assassin pun tak mampu melepaskan diri dari jeratan ulir-ulir dan akhirnya terkoyak sedikit demi sedikit oleh duri-duri dari perisai Areka.
Sang assassin Tim SMA Sahabat Hutan pun tersisih di arena.
Sayangnya, hal yang sama kembali terulang pada Tim SMA Pelita Harapan. Sang shielder lawan dengan brilian berhasil menemukan posisi Yudishar lantas dia pun segera berlari untuk menyingkirkan thread itu.
Yudishar segera tertumbuk oleh perisai lawan tanpa sanggup untuk melakukan pertahanan diri perihal gerakan lawan yang terlalu tiba-tiba di samping apinya sendiri yang menghalangi pandangannya.
Luca memanfaatkan kesempatan pertahanan tim lawan yang terbuka perihal konsentrasi shielder lawan sementara terfokus ke Yudishar untuk menembus pertahanan dari arah belakang yang hanya dijaga oleh newbie cleric. Akan tetapi, kedua beast sub tank hamster putih-lah yang segera menyambutnya.
Dengan pergerakan yang lincah di udara melalui sepatu griffon-nya, Luca mampu menghindari dengan baik tiap serangan sang beast, termasuk serangan sang newbie cleric yang datang setelahnya.
Hal yang tak diduga-duga pun terjadi selama newbie cleric mengendorkan pertahanannya demi mampu mengenyahkan Luca.
Ketika sang newbie cleric tengah sibuk menyerang, secara tiba-tiba saja sebuah hujaman panah menembus dadanya ketika dia mengaktifkan skill serangan sehingga mengabaikan untuk sementara pertahanannya.
Rupanya, itu adalah Egi yang tengah terbang dengan sayap angin-nya lantas mengaktifkan skill panah griffin yang mampu mengejar target secara akurat di mana pun target berada.
Sang cleric SMA Sahabat Hutan harus ikut tereliminasi dari arena.
Setelah defensi area belakang telah tiada, Luca memutuskan untuk segera hendak menyingkirkan sang tamer yang menjadi pusat strategi lawan itu. Akan tetapi, perisai sang shielder-lah yang segera menyambutnya. Luca pun terdorong beberapa inchi ke belakang.
Setelah ketiga beast hamster hitam yang menghalangi mereka di belakang tersingkir semuanya, Areka dan Egi segera maju demi menyupport Luca yang tampak kewalahan melawan tiga lawan sekaligus plus beberapa hamster. Perihal perbedaan agilitas, Egi sampai duluan beberapa saat sebelum Areka.
Dia segera melayangkan anak panahnya, tetapi mampu ditangkis dengan baik oleh sang newbie fighter. Egi tetap menjaga jarak sembari memilih untuk menyerang dengan panahnya perihal bukanlah pilihan yang bijak untuk menghadapi seorang fighter dengan buff dan health yang maksimal secara langsung dan terbuka.
__ADS_1
Andai dia bisa segera menyingkirkan sang tamer atau setidaknya kedua beast hamster putih tipe betina yang merupakan sumber buff dan health maksimal dari tim lawan itu, semuanya pastinya akan berjalan dengan lebih mudah. Demikianlah yang ada di pikiran Egi. Tetapi bagaimanapun, dia tak sanggup untuk menembus defensi sang fighter.
Setidaknya itu sampai Areka tiba. Begitu tiba, Areka segera mengeluarkan skill-nya.
“Skill: semangat Lutfi tiada batasnya, jadi jangan menyerah sama penindasan’
Tumbukan dari sang landak yang tiba-tiba keluar melalui perisai Areka itu pun segera menyingkirkan fighter lawan dari jalur serang Egi. Areka lantas mengambil alih pertarungan melawan fighter itu.
Dengan tidak adanya penghalang, Egi menyerang secara langsung kepada sang tamer. Namun sekali lagi, serangannya dihadang oleh para hamster putih tipe jantan yang justru menggantikan tuannya game over di arena.
Begitu Egi berpikir bahwa kali ini tidak ada lagi penghalang selain dua hamster putih tipe betina yang sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk menyerang dan satu hamster hitam yang tertinggal, harapannya itu segera mengkhianatinya ketika tiga hamster hitam lainnya telah te-respawn begitu saja kembali ke arena.
Sang tamer pun berhasil melarikan diri dari jeratan Egi bersama dengan dua hamster putih tipe betina yang merupakan sumber buff gila dari tim lawan tersebut.
“Cih, ini menjengkelkan!”
Areka mulai kehilangan ketenangannya perihal sebanyak apapun dia memberikan damage ke lawan, health lawan hanya akan penuh seketika kembali.
Satu-satunya cara untuk mengalahkan lawan adalah dengan memberikannya satu serangan ultimate fatal yang seketika menghabiskan HP lawan sebagaimana ketika Egi mengeliminasi sang cleric ataukah melalui serangan beruntun tanpa jeda dengan kekuatan serangan yang lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan pemulihan gila sang tim lawan sampai HP lawan itu habis sebagaimana Areka mengenyahkan sang assassin.
Tetapi berbeda dengan sang assassin sebelumnya, sang fighter cukup tangguh.
“Aku tidak tahan lagi melihat ada newbie yang meremehkanku. Kekuatan perisai tidak selemah yang kalian pikirkan!”
Namun, semangat Areka yang tiba-tiba membara di puncaknya itu membuatnya mampu menghantamkan perisainya dengan kekuatan maksimal yang diperkuat oleh skillnya.
‘Skill: dengan kekuatan cinta dan cahaya menyilaukan, Lutfi akan menghukum makhluk jahat dengan hati yang ternodai!’
Dalam satu kali serang, HP sang newbie fighter yang memang dari awal tidaklah tinggi mengingat status newbie-nya, seketika mencapai 0.
“Tidak ada lagi newbie sialan yang bisa meremehkanku!”
Entah mengapa justru bulu kuduk Luca yang sedang bertarung di sampingnya dengan sang shielder lawan-lah yang bergidik begitu mendengarkan ucapan penuh amarah yang dilontarkan oleh seniornya itu kepada sang fighter lawan.
Apapun itu, sang fighter lawan tidak lama kemudian tereliminasi dari arena yang membuat semua penonton di podium bersorak kaget perihal kedudukan kini telah berbalik menjadi keunggulan bagi Tim SMA Pelita Harapan di kala lawan mereka adalah mantan juara 3 turnamen tahun lalu.
“Senior Areka memang hebat. Aku juga tak mau kalah.”
Seraya mengatakan hal itu, Luca pun meng-unsummon dagger taring serigala peraknya lantas menggantikannya dengan pedang suci Astaroth. Luca menilai bahwa betapapun dia berusaha mengalahkan lawan dengan dagger itu, itu tidak akan berhasil perihal health lawan hanya akan kembali ke tingkat maksimal.
__ADS_1
Untuk mengalahkan sang shielder di hadapannya itu, dia harus pertama-tama menghancurkan perisainya dalam satu serangan yang sangat kuat.