
Hari ujian kualifikasi calon peserta anggota klub e-sport vrmmorpg SMA Pelita Harapan pun dimulai.
Dari sekian banyak calon peserta yang hadir hari ini, kami hanya akan memilih sebanyak 12 dari mereka saja sebagai calon anggota resmi klub.
Di luar dugaanku, klub ini cukup terkenal sehingga jumlah pendaftar sampai mencapai 212 peserta yang hampir setara jumlahnya dengan keseluruhan jumlah siswa kelas satu. Hal itu karena pendaftar tidak hanya berasal dari kalangan kelas satu saja, melainkan juga ada dari kalangan siswa kelas dua sebanyak 75 orang, dan 1 siswa dari kelas tiga yang tidak lain adalah Senior Areka.
Secara mengejutkan, Senior Areka juga ikut berbaur di antara kerumunan peserta-peserta itu. Selain Senior Areka, ada juga beberapa wajah yang cukup familiar buatku di antara lainnya tentu saja Kak Nina dan Kak Raia, juga ada Egi di sana.
Pendaftar pun dipisah-pisahkan sebelum memulai ujian kualifikasi. Sebanyak 8 peserta yang memiliki kelas cleric dipisahkan untuk mengikuti ujian kualifikasi khusus yang dipandu oleh Kak Yurika dan Kak Shea.
Sementara itu, Senior Areka pun dipisah seorang diri ujian kualifikasinya yang dipandu oleh Kak Yudishar, menyisakan 203 peserta yang dibagi ke dalam 9 kelompok yang masing-masing terdiri dari 22 sampai 23 peserta yang masing-masingnya dipandu oleh seorang anggota resmi klub dari tim cadangan utama atau tim cadangan pendamping.
Kak Nina tampak dimasukkan ke dalam kelompok Kak Rena karena sama-sama tamer. Dengan alasan yang sama, Egi dimasukkan ke dalam kelompok Kak Danang. Tetapi untuk Kak Raia, perihal kelebihan peserta, Kak Raia dimasukkan ke dalam kelompok gabungan shielder dan fighter di bawah arahan Kak Zeno.
Sementara aku sendiri kalian bertanya sedang apa?
Aku, Kak Robby, dan Kak Inggar punya tugas sendiri untuk mengawasi jalannya kesembilan pertandingan di masing-masing kelompok yang dipimpin oleh masing-masing anggota tim cadangan untuk menemukan peserta berpotensial yang menarik perhatian dan minat kami di balik layar monitor.
Tetapi yah, kalau boleh aku mengeluh, pembagian kelas para peserta lumayan tidak merata. Terdapat terlalu banyak peserta dari kalangan swordsmen dan shielder, tetapi hampir sama sekali tidak ada dari kalangan archer, alchemist, dan assassin. Itu masih mending karena masih ada beberapa orang dari kelas itu, tetapi untuk kelas scout sendiri bahkan sama sekali tidak ada satu peserta pun.
Aku pun mulai mengawasi jalannya pertandingan peserta-peserta tersebut dari balik layar monitor.
\=\=\=
Tim Danang (Archer): Egi + 6 archer + 8 swordsmen + 8 shielder, total 23 peserta
Tim Rena (Tamer): Nina + 15 tamer + 3 swordsmen + 3 shielder, total 22 peserta
Tim Ikki (Swordsmen 1): 22 swordsmen, total 22 peserta
Tim Alvin (Shielder 1): 22 shielder, total 22 peserta
__ADS_1
Tim Zeno (Shielder + fighter): 16 shielder + Raia + 6 fighter, 23 peserta
Tim Ula (Fighter): 23 fighter, 23 peserta
Tim Joshua (Mage 1): 12 mage + 1 alchemist + 5 swordsmen + 5 shielder, 23 peserta
Tim Sabrina (Mage 2): 11 mage + 1 alchemist +5 swordsmen + 5 shielder, 22 peserta
Tim Zen (Swordsmen 2): 22 swordsmen + 1 assassin, 23 peserta
\=\=\=
Sebagai orang yang mengenal mereka, tentunya aku tidak dapat melepaskan fokusku pada pertandingan Kak Nina, Kak Raia, dan Egi.
Kak Nina telah berkembang sangat pesat sejauh ini. Koordinasinya dengan para pet-nya sudah jauh membaik. Kak Nina bukan lagi seorang player kikuk yang akan menjadi bulian para player lain.
Terbukti dengan Kak Nina mampu dengan cerdas menembus pertahanan para shielder dengan menggabungkan teknik blindness maupun illusion-nya dengan agilitas para kelinci bertanduknya.
Sementara untuk menghadapi seorang swordsmen, Kak Nina memilih untuk menyerang secara frontal dengan memanfaatkan tongkat tamer-nya sebagai tombak untuk menyerang yang sekaligus bisa mengeluarkan sihir api.
Untuk sesama tamer, tak usah dipertanyakan lagi, Kak Nina punya keunggulan lebih sebagai battle tamer. Di samping di antara kelima belas tamer lainnya tiga belas di antaranya memiliki beast yang lebih lemah dari Kak Nina sehingga mutlak bukan ancaman.
Adapun untuk tamer yang memiliki pet beast yang lebih kuat, Kak Nina sisa mengalahkan saja tamer-nya yang cenderung tidak memiliki kemampuan bertarung apa-apa tanpa bantuan beast mereka melalui serangan tombak tamer Kak Nina yang membabi-buta di saat para kelinci bertanduk milik Kak Nina menghalau pet beast mereka.
Alhasil, Kak Nina keluar sebagai pemenang di Tim Kak Rena.
Adapun untuk Kak Raia, Kak Raia mampu membuktikan ketangguhan seorang fighter yang bahkan bisa mengalahkan pertahanan baja dari shielder mana pun. Tak ada satu pun baik dari para shielder, maupun sesama fighter sendiri yang dapat menghentikan langkah Kak Raia.
Alhasil, Kak Raia pun keluar sebagai pemenang di Tim Kak Zeno.
Kemudian untuk Egi, tidak usah dipertanyakan lagi. Sebagai mantan anggota tim juara 1 tingkat nasional se-SMP, Egi mampu membuktikan kualitasnya sebagai archer yang prominen.
__ADS_1
Egi tidak hanya memiliki serangan panah yang kuat, tetapi juga memiliki keterampilan bersembunyi yang baik melalui agilitas-nya yang luar biasa yang membantunya untuk berpindah posisi dengan cepat setelah dia melayangkan tiap serangan anak panahnya sehingga posisinya akan sulit ketahuan oleh lawan.
Selain itu, dia pun mampu untuk bertahan dalam pertarungan jarak dekat dengan sangat baik melalui senjata dagger pendampingnya sehingga tak ada satu pun celah yang dapat dijadikan sebagai kelemahannya.
Yah, walaupun tentu saja dia tetap bukanlah tandinganku dalam pertarungan jarak dekat dan aku akan dengan mudah mentracking-nya ketika dia bersembunyi.
Dengan mudah, Egi keluar sebagai pemenang di Tim Kak Danang.
Setelah menghabiskan waktu selama 2 jam lebih 10 menit, kesembilan pemenang dari tiap tim pun ditentukan.
Mereka pun diberikan hak istimewa untuk bertarung melawan koordinator tim mereka yang merupakan anggota tim cadangan utama atau cadangan pendamping resmi dari klub e-sport sekolah.
Masing-masing peserta diberikan waktu selama 5 menit untuk bertanding dan ketika setelah 5 menit belum ada yang keluar sebagai pemenang, maka pertandingan akan diputuskan hasilnya sebagai seri.
Menurutku, ketimbang ini ujian untuk kesembilan calon anggota baru klub, kurasa ini lebih kepada ujian para anggota cadangan resmi klub perihal jika sampai mereka tidak mampu mengalahkan seorang newbie selama 5 menit, tentu saja kualitas diri mereka sendiri sebagai pemain veteran yang akan dipertanyakan.
Oh, aku sampai lupa kalau diriku ini sendiri masih newbie juga rupanya.
Pertama, ada pertandingan Egi dan Kak Danang, pertandingan sesama archer. Seperti yang diharapkan untuk pertandingan sesama archer, bahwa mereka masing-masing segera membentuk jarak ketika pertandingan dimulai dan segera menggunakan pepohonan di sekeliling mereka sebagai tameng perlindungan.
Di luar dugaan, Egi memiliki kelincahan yang lebih dibandingkan dengan Kak Danang sehingga adu panah dengan cepat berakhir melalui beberapa hit Egi yang berhasil mengenai Kak Danang.
Kemenangan pertama, rupanya diraih oleh seorang newbie.
Kemudian lanjut ke pertandingan kedua, pertandingan sesama tamer antara Kak Nina melawan Kak Rena.
Sayangnya, jam terbang kedua pemain sedari awal sudah sangat berbeda. Kak Nina baru-baru saja ini mengganti kelasnya sebagai tamer sehingga dia kalah mahir dalam berkoordinasi dengan para pet-nya dibandingkan dengan Kak Rena.
Dari segi kekuatan pet beast sendiri, kucing besar milik Kak Rena juga jauh lebih unggul ketimbang gabungan kekuatan keempat kelinci bertanduk Kak Nina.
Walaupun Kak Nina punya kelebihan di sihir blindness dan illusion-nya, kekuatan mental Kak Rena rupanya cukup kuat untuk menangkal sihir ilusi itu. Insting pet beast-nya pun sangatlah tajam sehingga ketidakmampuan untuk menggunakan salah satu indera-nya untuk sementara, tidaklah mengurangi secara signifikan kemampuan bertarungnya.
__ADS_1
Dalam waktu 4 menit 36 detik, Kak Rena mampu mengalahkan Kak Nina di detik-detik terakhir itu. Sungguh sangat disayangkan buat Kak Nina perihal jika dia mampu bertahan 24 detik lebih lama saja, pasti hasil pertandingan akan sangat berbeda di mana hasilnya akan berubah menjadi seri.
Skor pun berubah menjadi 1 vs 1 antara para pemain cadangan resmi klub dengan para newbie.