
Sejenak, aku merasa simpati padanya bahwa apakah aku sudah keterlaluan dengan menggunakan racun itu. Namun tiba-tiba, aku teringat kembali terhadap perkataan pelatihku, Pak Syarifuddin,
“Jangan jadi lemah hanya karena air mata musuhmu. Seorang pejuang harus memiliki mental sekuat baja. Karena yang namanya pertarungan, hanya ada seorang pemenang dan pecundang. Tiada yang namanya saling memahami dalam pertarungan. Hanya ada merebut atau direbut. Rasa iba yang tidak pada tempatnya hanya akan membuatmu seketika menjadi pecundangnya.”
Seketika aku menyadari apa yang dimaksud oleh Pak Syarifuddin waktu itu. Untuk meraih apa yang kita inginkan, kita harus mengorbankan orang lain yang juga memiliki hasrat yang sama dengan apa yang kita inginkan.
Itu bukanlah ketidaketisan karena pada prinsipnya manusia adalah makhluk yang tercipta dari nafsu.
Ada rekan-rekan yang bersama kita pula berjuang untuk meraih kepentingan yang sama yang takkan mungkin kita khianati kepercayaannya. Memang terdengar kejam jika kita harus merebut kebahagiaan orang lain untuk kita bisa hidup bahagia. Tetapi memang seperti itulah adanya prinsip hidup di dunia ini. Tidak, tidak hanya di dunia nyata, di Gardenia, atau di mana pun itu juga sama saja.
Inilah yang namanya kompetisi. Yang menang akan bersorak sedangkan yang kalah harus dengan lapang hati menerima kegagalan mereka dengan tangis yang menyayat hati. Begitulah dunia ini berputar.
‘Skill: tikaman penghancur tengkorak.’
Sebagai bentuk penghargaanku kepada Viandra sebagai lawan yang pantas, maka sampai akhir aku takkan pernah meremehkannya dengan bertarung melawannya secara sungguh-sungguh.
‘Sial! Lagipula mengapa dia harus menunjukkan ekspresi seperti itu?! Pertarungan memang begitu kan adanya?! Ada yang kalah dan ada yang menang. Mengapa kamu harus terlihat frustasi begitu hanya karena kalah? Maaf saja, aku juga membutuhkan kemenangan ini demi tim-ku.’
Seketika dagger taring beracun basilisk-ku menembus ke kepala Viandra tanpa dia sanggup berdiri untuk melawan lagi perihal telah berada pada status stun akibat keracunan parah. Viandra pun dalam sekejap game over di arena.
__ADS_1
Rupanya, akulah yang pada akhirnya berdiri di akhir. Kemenangan buat Tim SMA Pelita Harapan.
\=\=\=
Skor Akhir Babak Penyisihan Ketiga Sesi Kedua
SMA Pelita Harapan: 105 (melaju ke babak selanjutnya)
SMA Mulya Kasih: 104 (gugur)
@@@
Luca dengan terlihat penuh martabat keluar dari dunia virtual dengan membawa kemenangan bagi timnya. Semua anggota tim yang ada di bilik itu pun segera berkumpul untuk menyoraki dan memberinya selamat, tidak terkecuali Areka.
“Itu berkat Senior Areka juga yang bisa menahan Viandra sampai aku selesai mengalahkan yang lain. Jika tidak, aku pastinya akan kesulitan memenangkan pertandingan ini.”
“Benarkah? Syukurlah aku membantu.”
Terlihat senyum tulus di wajah Areka yang tidak seperti biasanya setelah mendengarkan pujian dari Luca tersebut. Areka senang mengetahui bahwa Luca menganggap perjuangannya itu membantunya, hingga tidaklah sia-sia kerja keras Areka selama ini.
__ADS_1
Namun kali ini, Luca tidak menghina senyum Areka yang sebelumnya dinilainya agak menjijikkan itu. Perihal dia tahu betul perasaan seniornya saat ini. Luca pun hanya turut membalasnya dengan senyuman yang tulus pula.
“Senior, mari berjuang keras pula di babak selanjutnya.”
“Tentu saja.”
“Dan mari kita menangkan kompetisi ini.”
“Hmm.”
Kedua kepalan tangan pun saling dipadukan antara senior dan junior itu sebagai lambang tekad mereka telah disatukan.
Terlihat wajah kepercayaan diri akhirnya terpampang kembali di wajah Areka sebelum sempat redup akibat peristiwa kelam yang terjadi tahun lalu. Tidak hanya di wajah Areka saja, seluruh anggota tim akhirnya memperoleh kepercayaan diri mereka kembali setelah berhasil mengalahkan tim lawan yang kuat.
Setelah melangkah sejauh ini, seluruh tim pun terutama untuk para anggota senior tak lagi merasa gentar dan bertekad menampilkan kemampuan terbaik mereka tanpa dihantui lagi oleh peristiwa dipermalukan secara fisik dan verbal yang diperbuat oleh SMA Andalusia tersebut.
Mereka semua benar-benar telah memperoleh kepercayaan diri mereka lagi dan penuh niat membalaskan dendam atas sikap penuh penghinaan yang telah SMA Andalusia itu perbuat kepada mereka tahun lalu.
Melangkah ke babak quarter final, kini tinggal 6 tim saja yang bertahan, SMA Pelita Harapan, tiga sekolah elit yakni SMA Puncak Bakti, SMA Angkasa Jaya, dan SMA Mulia Karsa, juga termasuk SMA Andalusia yang lagi-lagi berhasil tembus di tahun keduanya di tahun ini, serta tim sang pendatang baru yang dengan gemilang mampu menembus babak quarter final walau sudah banyak diprediksi oleh semua orang akan hasilnya itu.
__ADS_1
Merekalah tim sang pendatang baru, Tim SMA Yayasan Eden, tempat di mana para atlit tim juara satu e-sport vrmmorpg profesional yang juga telah menorehkan prestasinya pula di tingkat dunia sebagai juara kelima, Tim Silver Hero, berada. Mereka berhasil tembus ke babak ini setelah mengalahkan mantan peringkat 6 tahun lalu, SMA Karya Bangsa, dengan begitu mudah.
Siapakah kiranya di antara keenam tim tersebut yang pada akhirnya akan berdiri di posisi puncak? Semuanya akan segera ditentukan.