
Chika membuat ramuan gas semi transparan yang mampu memberikan kematian pada monster kurang dari semenit ketika menghirupnya. Akan tetapi, ramuan itu dari segi apapun benar-benar kalah dari ramuan buatan junior Kak Krimson.
Junior Kak Krimson membuat semacam serbuk wangi yang sama sekali tak mengundang sedikit pun kecurigaan dari sang monster bahwa itu adalah zat berbahaya. Sang monster hanya menghirupnya dengan perasaan senang bahkan sampai tibanya ajalnya. Sang monster mungkin tidak menyadari sama sekali bahwa dirinya sendiri telah tewas.
Jika pada ramuan Chika, sang monster masih sempat menitihkan air mata, maka untuk ramuan junior Kak Krimson, benar-benar tak dapat dideteksi rasa sakit sedikit pun dari ekspresi kematiannya.
“Lihat, juniorku hebat kan, Luca?”
Aku hanya dapat mengangguk setuju pada pujian antusias yang ditujukan oleh Kak Krimson itu kepada juniornya. Aku tak dapat menyangkal bahwa dia benar-benar hebat.
Chika jenius, namun sayang bahwa junior Kak Krimson jauh lebih jenius lagi. Alhasil, Chika hanya memperoleh juara 2 di dalam kompetisi individu itu. Walau demikian, bagiku itu bukanlah sama sekali hasil yang buruk mengingat peserta kompetisi ini adalah atlit amatir perwakilan seluruh Indonesia.
Lalu selanjutnya, tiba giliran turnamen scout yang akan diikuti oleh Diana. Sistem turnamennya sendiri adalah dengan mencari hewan tertentu di area seluas 40 x 40 kilometer persegi, dua kali lipat lebih luas dari quest tutorial para scout di game di mana waktu yang diberikan untuk menyelesaikan quest hanyalah 5 menit saja.
Diana berhasil sampai ke hewan kedelapan, namun sayangnya dia telah kehabisan waktu untuk menangkap hewan kesembilan. Itu adalah hasil yang sudah sangat baik, mengingat bahwa cukup banyak peserta yang bahkan tidak mampu menangkap hewan satu pun.
Sayangnya, dengan tangkapan demikian, Diana hanya menduduki peringkat keempat saja yang mutlak tidak menyumbangkan poin apa-apa kepada tim. Yang lebih membuatnya frustasi adalah bahwa perwakilan tim SMA Rumah Kita, perwakilan pertama Pulau Sumatera itu, memperoleh juara 3 juga dengan hasil tangkapan delapan monster yang sama jumlahnya dengan Diana.
Walau demikian, peringkatnya lebih diunggulkan dari Diana berdasarkan penilaian juri yang menilai performa dan efisiensi waktu perwakilan itu jauh lebih baik ketimbang Diana.
Hasilnya tidak memuaskan, tetapi tentu kita harus menerimanya dengan lapang dada perihal itu adalah keputusan dari dewan juri. Tetapi aku sama sekali tidak menyalahkan Diana karena kutahu dia pun telah bekerja keras dan melakukan yang terbaik di turnamen.
Tiba waktu istirahat sebentar, lalu sampailah pada kompetisi individu yang terakhir di hari itu yang dilaksanakan pada malam harinya.
Itu adalah kompetisi Kak Nina. Kompetisi para tamer adalah pertunjukan quest game vrmmorpg. Sayangnya, Kak Nina tampil di urutan ke-25.
Di awal-awal penampilan, tampak para penonton masih bersemangat. Rata-rata peserta berburu monster-monster tingkat menengah yang tangguh sehingga menyenangkan untuk ditonton ketegangan yang dihasilkannya.
Bahkan ada di antara mereka yang berani berburu ke sarang para troll raksasa kelas menengah dengan berbekalkan hanya dengan seekor beast bantengnya saja. Yah, alhasil, peserta itu harus malu sendiri ketika dia game over di arena dengan diceburkan ke dalam kuali mendidih milik para troll raksasa.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, semangat para penonton mulai redup, terkalahkan oleh rasa kantuk. Terlepas dari kehebatan aksi sang performer, semuanya tentu akan bosan jika terus-terus saja dipertontonkan dengan pertunjukan sejenis yang terlihat monoton.
Akan tetapi, kejutan pun datang ketika tiba giliran Kak Nina untuk tampil.
&Sya la la la, hidup itu… penuh perjuangan&
Alunan nada musik tiba-tiba saja terdengar dari suatu kegelapan dan ketika tirai dibuka, rupanya itu adalah Kak Nina yang menggunakan tongkat tamer-nya sebagai mic lantas menari dengan diiringi oleh back dancer Papi, Pepi, Popi, serta Popo miliknya.
&Janganlah engkau menyerah, walau hidup terlihat suram&
Tarian Kak Nina semakin intens diiringi oleh para kelinci bertanduk itu yang juga terlihat membentuk formasi menyerang dalam bentuk tarian.
Tak lama kemudian, para ayam pemarah pun satu-persatu berkumpul di dekat Kak Nina.
&Sesulit apapun hidup, akan ada titik terang jikalau kau berusaha&
__ADS_1
&Ouo ooo, percayalaaaaaah&
&Petok&
&Hadapilah rintangan dengan percaya diri&
&Petok&
&Omong kosong tentang bakat&
&Petok&
&Omong kosong tentang kemampuan&
&Petok&
Apa yang membuat penampilan Kak Nina itu luar biasa adalah bahwasanya suara petok beast ayam pemarah yang dilawannya benar-benar terlihat menyatu dalam nyanyian-nya bagaikan senandung latar berima.
&Apapun yang menghadang, aku kan tetap bersinaaaaaaar&
Sang beast ayam pemarah bersewileran di sekitar Kak Nina, namun Kak Nina tetap melantunkan lagunya dengan indah sembari menghindari para ayam pemarah.
&Tuk tang tang, tuk tang tang&
Sang back dancer para kelinci bertanduk, Papi, Pepi, Popi, dan Popo pun mengikuti alunan irama itu, menari dengan indah sembari menghalau para ayam pemarah yang akan hendak menyerang Kak Nina.
&Api semangatku takkan pernah padam&
&Petok&
Lantunan irama lagu sangat sesuai ketika Kak Nina mulai melayangkan jurus apinya yang membuat para beast ayam pemarah itu gosong satu-persatu lalu ditandu memasuki kandang.
Apa yang membuatnnya lebih meriah adalah bahwa Kak Nina membuat lingkaran api cemerlang yang dilompati satu-persatu oleh Papi, Pepi, Popi, dan Popo sembari menggiring para ayam pemarah itu ke kandangnya.
&Apapun yang terjadi, ku kan tetap bersinaaaaaar&
&Petok, petok, petoooooook&
Di akhir quest, ketika semua ayam pemarah telah memasuki kandang, Kak Nina menutup lagunya dengan indah yang masih di-background-i suara petok dari para ayam pemarah.
Ya, Kak Nina sama sekali tidak keluar dari tema. Itu adalah quest menangkap ayam pemarah yang dikemasnya dengan cantik melalui pertunjukan musical yang elegan.
Pose cantik dari para kelinci bertanduk yang terlihat menyatu dengan sang bintang utama di panggung tersebut yang tidak lain adalah Kak Nina di akhir performa menambah keeleganan penampilan itu.
Lalu di akhir pun, tampak sihir ilusi cahaya dari Kak Nina bersinar menambah keindahan akhir performa itu.
__ADS_1
Semua penonton terdiam, bukan karena mengantuk, tetapi saking kagumnya mereka akan penampilan yang sangat luar biasa itu.
Kak Nina tampak tersenyum bahagia dari dalam dunia virtual di sana, terlihat puas akan penampilannya yang sukses memukau penonton.
Tentu saja bukan hanya karena performanya yang dikemas dengan baik dan rapi sehingga membuat penampilan Kak Nina itu memukau, tetapi pada dasarnya, Kak Nina memang memiliki bakat suara emas yang sangat indah, melebihi para penyanyi terkenal di luar sana.
Sekarang aku paham mengapa Senior Areka benar-benar menentang keputusan Kak Nina dalam bergelut di dunia e-sport vrmmorpg dan menyuruhnya untuk mendalami dunia tarik suara saja. Itu karena Kak Nina benar-benar berbakat di dalam bidang itu. Aku saja sampai berpikir akan memaksa Kak Nina memasuki dunia tarik suara itu jika aku bisa mengabaikan perasaan Kak Nina sendiri.
Yah, tapi tampaknya itu tidak perlu lagi. Kak Nina telah menemukan jalannya sendiri. Suatu jalan yang bahkan orang seperti Senior Areka yang sangat mengidolakan suaranya pun akan menyetujui hal itu.
Sedari awal, untuk menjadi pemain profesional di dunia e-sport vrmmorpg, tidak hanya harus melalui jalan pertarungan melalui bakat bertarung yang menonjol.
Kak Nina tampaknya telah menyadari hal itu pula. Ada bidang lain yang bisa menjadikanmu sebagai pemain profesional selain melalui jalan mainstream itu. Entertainer e-sport vrmmorpg. Pemain yang menjadi selebriti dunia e-sport vrmmorpg melalui pertunjukan panggung.
Hari ini pastinya akan menjadi jalan pembuka bagi Kak Nina untuk menempuh kesuksesan jalan itu. Dengan bakat suara emasnya serta kemampuannya untuk menghibur para penonton, kuyakin Kak Nina akan mampu menjadi selebriti entertainer dunia e-sport vrmmorpg yang terkenal.
Tampaknya, tidak hanya aku saja yang berpikiran demikian. Para juri sepakat dan memilih Kak Nina sebagai peserta terbaik di turnamen individu tamer itu.
Berkat 5 poin yang disumbangkan oleh Kak Nina sebagai juara 1 turnamen individu tamer, kami pun keluar sebagai perolehan peringkat terbaik sementara di antara ke-32 sekolah se-Indonesia yang bahkan mengalahkan peringkat sang mantan juara 1 tahun lalu, SMA Phoenix.
Aku yakin bahwa mulai pada saat itu, takkan ada lagi sekolah yang berani meremehkan Tim SMA Pelita Harapan.
\=\=\=
Hasil Sementara Turnamen Akhir Tahun e-sport vrmmorpg
SMA Pelita Harapan 10 poin
SMA Phoenix 7 poin
SMA Yayasan Eden 7 poin
SMA Cahaya Persada 5 poin
SMA Rumah Kita 5 poin
SMA Sahabat Hutan 3 poin
SMA Ayam Jantan 2 poin
…
\=\=\=
__ADS_1