The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
65. Luca Akhirnya Kembali Ke Guild Assassin Tercintanya


__ADS_3

...###...


Penampakan Spiderman Berambut Pirang Terlihat di Kompleks Perumahan Graha Ilya Sutra


Seorang misterius berambut pirang terekam CCTV terlihat meloncat dari tiang listrik ke atap salah satu rumah warga sejauh 5 meter. Berdasarkan kesaksian warga sekitar, kejadian ini berlangsung sekitar pukul 8 pagi ketika para warga sekitar sedang melaksanakan rutinitas mereka jogging pagi…


...###...


“Ini? Bukannya ini Luca?! Apa yang bocah itu lakukan?!” Sambil membaca berita di internet pagi itu, Nina tampak panik seraya menggigiti kuku-kuku jarinya.


“Tidak bisa dibiarkan begini, aku harus segera keluar rumah sakit.”


“Stop, Nina! Kamu masih perlu istirahat.”


“Bagaimana bisa aku beristirahat sedetik saja kalau anak itu selalu membuat ulah.”


Raia mencoba menghentikan Nina yang panik, akan tetapi Nina yang berpendirian keras tetap pada tekadnya. Namun kemudian, Nina pun menangkap raut wajah sedih pada sahabatnya itu.


“Ngomong-ngomong, Raia. Apa hari ini kamu ada masalah?”


“Ah, masalah apa? Tidak ada sama sekali.”


“Tapi raut wajahmu…” Nina segera menghentikan ucapannya itu karena setelah dia pikir kembali, tidak sopan baginya untuk memaksa Raia menceritakan urusan pribadinya di kala orangnya sendiri ingin merahasiakannya.


***


Di saat bersamaan di kala Nina sedang panik-paniknya akan rumor yang beredar dengan cepat di internet itu padahal belum cukup sejam kejadiannya berlangsung, Luca dengan bahagia baru saja keluar dari kamar mandi sehabis mandi dengan badan yang sangat segar setelah sekian lama dia akhirnya kembali melatih tubuhnya peregangan-peregangan dasar seorang assassin.


Dia pun segera menuju ke depan layar komputernya untuk kembali terkoneksi dengan vrmmorpg The Last Gardenia.


“Wah, Master mau main game lagi ya?” Namun tiba-tiba, Luca dikagetkan oleh suara asing yang belum pernah didengarnya.


Tidak, itu salah. Dia sudah pernah mendengar suara itu sebelumnya. Hanya saja bukan di dunia nyata, melainkan di dalam game.


Dia pun menoleh ke arah sumber suara.


“Yo, Master! Mengapa menatapku seperti itu?”


Luca sangat terkejut melihat sosok tersebut, tetapi bagaimana pun tak mungkin sosok itu ada di sini bersamanya di dunia nyata, jadi pikir Luca, itu hanyalah halusinasinya belaka. Dia pun mencoba untuk menyentuh sosok imut tersebut.


“Ih, geli, Master! Hahahahahahaha.” Tampak ekspresi geli dari sosok tersebut ketika Luca mengusap-usap pipinya yang chubby itu.


Luca semakin terkejut. “Ini bukan halusinasi, tetapi kenyataan?” Ujarnya dengan penuh keterkejutan.


Luca sampai-sampai tidak sanggup untuk berbicara selama beberapa saat menyadari bahwa makhluk yang ada di hadapannya itu adalah nyata.


“Kamu, kamu, kamu mengapa ada di sini? Bukannya kamu makhluk virtual?” Tanya Luca keheranan sembari menunjuk sang gold dragon, pet-nya di dalam game.

__ADS_1


“Itu benar, Master. Aku memang makhluk virtual. Aku bisa terlihat berada di sini karena aku terhubung dengan syaraf memori di otak Master. Tetapi tenang saja kok, Master. Orang lain tidak akan mampu melihat maupun menyentuhku.” Jawab sang gold dragon dengan polosnya.


Luca hanya menganga pada penjelasan sang gold dragon tanpa sanggup untuk berkomentar apa-apa. “Bukankah itu lebih menyeramkan dalam artian lain seperti ditempeli hantu atau semacamnya?” Pikir Luca dalam hati, namun dia memutuskan untuk tidak menyuarakannya.


“Lebih penting dari itu, Master. Bukankah Master melupakan sesuatu untuk diberikan padaku?”


“Apa itu?”


“Ih, Master kok lupa. Nama! Nama saya, Master! Master belum memberikanku nama.”


Luca mengingat-ingat kembali kejadian pasca quest tersembunyi di dungeon pemula. Kalau dipikir-pikir, dia memang sempat memperoleh reward pet gold dragon dari quest itu.


“Apa jangan-jangan, dia salah satu reward quest waktu itu ya?” Ujar Luca bertanya-tanya sembari memperhatikan dengan seksama wajah gold dragon yang penuh dengan keimutan itu.


.


.


.


Setelah jeda beberapa saat, Luca akhirnya mampu memahami situasi. Dia pun tersenyum ramah menyambut keluarga barunya itu.


“Tapi untuk diminta memberikan nama secara tiba-tiba, aku juga sedikit bingung. Kamu cantik dan imut, serta warna emasmu sangat menonjol. Hmm. Emas… gold… aurum… Yah, tampaknya itu nama yang bagus. Mulai sekarang, namamu adalah Aura.”


Akhirnya sang pet pun memperoleh nama-nya dari sang master. Terlihat sang gold dragon sangat puas akan nama yang diberikan oleh masternya itu padanya. Tetapi tiba-tiba, pemberitahuan sistem yang harusnya hanya muncul di dalam game, kini muncul di dunia nyata di hadapan Luca.


Karena keberuntungan absolut dari sang master, level Aura seketika meningkat ke level 4


Transformasi penguatan perisai disinkronkan agar dapat mendukung sang master


\=\=\=


Nama pet: Aura (Lv 4)


Ras: naga emas


Umur: 20 hari


Jenis kelamin: betina


Skill: nafas naga (Lv 1), pesona (Lv 5), penyembuhan (Lv 2), penguatan fisik (Lv 1), penguatan defensif (Lv 2), divine shield (Lv 5), peniadaan (Lv 1), anugerah cahaya (Lv 1)


\=\=\=


Namun, ketimbang bertanya-tanya mengapa papan sistem bisa muncul di dunia nyata, Luca lebih penasaran terhadap ucapan sistem mengenai keberuntungan absolut. Tetapi akhirnya, dia memutuskan untuk menunda masalah itu nanti saja.


Soalnya, sudah waktunya dia kembali login ke dalam game di mana Luca saat ini sangat merindukan pamannya beserta semua anggota guildnya yang lain di guild pusat. Karena hari ini adalah hari pertama dia akhirnya bisa memasuki area pemain veteran pemula.

__ADS_1


.


.


.


Luca hari itu tidak lagi tersummon ke desa pemula begitu memasuki game, melainkan ke guild assassin pusat yang terletak di tenggara desa pemula.


Sepasang mata tiba-tiba terbelalak begitu menyaksikan keberadaan Luca di sana. Walaupun rambutnya berubah hitam di dalam game, sosok itu tak mungkin melupakan seseorang yang telah dianggapnya sebagai adik sendiri.


“Luca? Kamu benar, Luca kan?” Tanya sosok itu mengonfirmasi.


Begitu Luca mengiyakan, serta-merta sosok itu memeluk Luca dengan hangat.


“Luca, Luca, Luca. Betapa Kakak selama ini merindukanmu. Kamu ke mana saja selama ini?” Ujar sosok itu berlinangan air mata, tampak bahagia sembari memeluk Luca.


“Maaf Kak Derickson. Banyak hal yang terjadi. Jadi aku baru bisa pulang ke guild sekarang.” Jawab Luca disertai pula dengan linangan air mata bahagia setelah sekian lama akhirnya bertemu dengan salah satu sosok yang dia anggap sebagai kakak terbaik di guildnya itu. Dialah Derickson, yang menggantikan Luca sebagai wakil kapten guild selama Luca menghilang.


Seketika Derickson akhirnya menyadari ada yang aneh pada Luca, “Tunggu, Luca. Mengapa keberadaanmu menjadi mirip dengan para wanderer.”


“Hahahahahaha. Itu karena aku memang sekarang menjadi wanderer, Kak Derickson.”


“Apa?” Mendengar pengakuan Luca itu, eskpresi Derickson seketika mengerut dengan mata yang bergetar.


Namun, belum sempat Derickson mengucapakan sepatah kata lebih lanjut,


“Tunggu, di sana…”


“Bukankah itu wakil kapten kita?”


“Wakil kapten imut kita akhirnya kembali. Wahh!”


Seluruh anggota lama guild akhirnya menotice keberadaan Luca lantas turut bergabung bersama Derickson memeluk Luca dengan bahagia.


Seluruh player yang menyaksikan kejadian yang tak biasa itu lantas bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi bahkan sampai mengira bahwa akan ada segera quest spesial yang mau tidak mau membuat mereka menanti-nantikannya dengan penasaran. Namun rupanya mereka harus menelan kekecewaan karena apa yang mereka harapkan itu ternyata tak muncul juga.


Kerumunan segera dihentikan oleh sang kapten guild, Heisel.


“Sudah, sudah reuninya. Kembali kerja sana.”


“Baik.” Para anggota guild pun serentak menjawab dan menuruti perintah sang kapten.


Heisel pun lantas menatap Luca dengan ekspresi kusut.


“Luca, apa sebegitu menyenangkannya kah dunia para wanderer itu bagimu sehingga kamu baru datang ke sini setelah 8 hari?” Ujar Heisel tampak merajuk kepada Luca.


“Apa maksud Paman? Aku zzzzzzzzzzzzt.”

__ADS_1


Luca ingin menyampaikan bahwa dia segera ke sini keesokan harinya setelah quest selesai jadi dia sama sekali tidak mengerti ucapan pamannya tentang jeda 8 hari itu. Akan tetapi, sistem segera menghentikan ucapan Luca.


__ADS_2