The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
176-2. Sang Envy Mage (2)


__ADS_3

‘Gajel, ingat sabar, Gajel. Tidak ada gunanya berurusan dengan si Livitch gila itu.’ Gumamku dalam hati mencoba untuk menenangkan diriku sendiri.


Mengapa juga aku harus peduli sama apa yang dilakukan si Livitch itu. Hari ini adalah pertandingan yang penting. Aku harus tetap menjaga konsentrasiku agar optimal di petandingan.


Tetapi…


‘Bagaimana aku bisa melakukan itu?! Dasar Livitch sialan!’


“Gajel? Apa kamu mengatakan sesuatu?”


“Ah, bukan apa-apa kok, Eren. Itu hanya semacam mantra penguat mentalku saja. Kamu juga pernah nonton film Tri Genius kan ketika tokoh utama utamanya berteriak ‘all is good’. Kurang lebih aku melakukan hal yang serupa untuk membangun mood-ku.”


Benar, bagiku mantra seperti ‘Livitch semoga disambar geledek’ bekerja dengan cara yang serupa di film-film itu.


“Oh, begitu. Kamu jangan terlalu panik, Gajel. Kamu adalah mage yang hebat. Kurasa, kamu akan baik-baik saja pula pada pertandingan ini.”


“Begitukah? Hehehehehe. Terima kasih telah mempercayaiku, Eren.”


“Bukan apa-apa.”

__ADS_1


Eren pun tersenyum padaku lantas aku membalas pula senyumannya dengan senyuman.


Kalau kalian bertanya siapa itu Eren, dia adalah budak serbabisa-ku. Yah, dia adalah tipe pushover yang akan mau melakukan apa saja demi sesuatu yang menurutnya sangat penting itu, persahabatan.


Dia benar-benar menganggapku sebagai sahabat terbaiknya. Dengan posisi sepenting itu bagiku di hatinya, dia benar-benar telah menjadi bidat yang sangat berguna. Dan cukup murah untuk memenangkan perasaannya, cukup berterima kasih saja seraya tersenyum manis padanya. Dia akan sudah seperti orang tolol tersipu malu oleh kata-kata murahan seperti itu.


Mari abaikan si Eren yang tidak penting itu. Sekarang saatnya penarikan undian tentang siapa nantinya lawan yang akan aku lawan di putaran quarter final ini.


Bagi kalian yang belum mengetahui sistem pertandingan di babak quarter final ini, itu kembali merujuk kepada pertadingan individu layaknya babak penyisihan pertama sebelumnya.


Bedanya, babak ini bukanlah royal battle, melainkan pertandingan one on one. Dan setiap tim hanya akan dihadapi salah satu anggotanya oleh salah satu anggota kami pula.


Empat tim nantinya yang memperoleh skor terbesar akan bisa melaju ke babak semifinal.


Tiap pertandingan akan dilaksanakan selama 30 menit dan jika belum ada pemenangnya, maka hasilnya itu akan ditetapkan sebagai seri.


Yang pertama mengambil undian adalah tentu saja sang team leader, Eren pushover. Dia rupanya mendapatkan undian melawan anggota Tim SMA Andalusia. Lalu sebagai orang kedua yang menarik undian adalah aku sebagai wakil kapten. Rupanya aku mendapatkan lawan dari anggota Tim SMA Pelita Harapan.


Apakah ini suatu keberuntungan?

__ADS_1


Aku sangat berharap bahwa lawanku itu nantinya adalah sang pacar dari si Livitch itu. Jika demikian, aku bisa membalaskan rasa sakit hati yang selama ini kupendam berkat si Livitch sialan itu dengan menyiksa pacar kesayangannya itu.


Yah, walaupun itu mungkin bukan dia, siapapun nanti yang bernasib sial menarik undian Tim SMA Yayasan Eden di antara mereka, siap-siap saja menjadi bantal pelampiasan stres-ku.


***


Pertandingan babak quarter final pun dimulai. Kali ini yang mewakili tim kami adalah kembali ke anggota tim inti utama yakni aku, Senior Areka, Kak Yudishar, serta kak Robby. Kemudian sebagai anggota terakhir yang menggantikan posisi sang non kombat, Kak Yurika, dialah Egi setelah perdebatan sengitnya dengan Kak Inggar dan Kak Rena.


Berkat posisinya di peringkat 5 dalam kompetisi antartim itu, Egi memiliki alasan yang kuat untuk tidak menyerahkan tempatnya pada anggota tim inti cadangan lain yang peringkatnya lebih rendah darinya.


Walaupun sebenarnya kalau bisa dikatakan, Kak Inggar dan Kak Rena mempunyai jam terbang yang lebih tinggi dari Egi. Terutama Kak Inggar. Karena dia juga mewakili sekolah sebagai anggota tim inti cadangan di pertandingan e-sport vrmmorpg amatir tingkat SMA yang serupa di tahun lalu.


Yah, tentu saja aku tidak menyalahkan Egi yang egoistik. Terkadang, sikap egoistik itu baik agar kita tidak menjadi pecundang dan bisa memperoleh apa yang kita inginkan, tentu saja tetap harus pada batas yang wajar dan jangan berlebihan.


Singkat cerita, pengundian untuk menentukan anggota tim mana yang akan kita lawan di pertandingan quarter final ini dimulai.


Akulah yang menarik undian pertama kali di tim walaupun kapten sebenarnya di tim tetaplah Senior Areka dan Kak Yudishar sebagai wakilnya. Hal itu karena urutan kami ditentukan bukan berdasarkan posisi jabatan seperti itu, melainkan murni dari peringkat hasil pertandingan kami.


Dan rupanya, aku mencabut undian lawan dari Tim SMA Yayasan Eden, mantan sekolah Lia dan Kak Andra itu. Lalu berturut-turut undian juga dicabut oleh yang lainnya. Senior Areka memperoleh lawan dari Tim SMA Andalusia, Kak Yudishar memperoleh lawan dari Tim SMA Angkasa Jaya, Kak Robby memperoleh lawan dari Tim SMA Puncak Bakti, dan terakhir Egi memperoleh lawan dari Tim SMA Mulia Karsa.

__ADS_1


__ADS_2