
MC pun mengumumkan pertandingan final dimulai.
Suasana musik yang diiringi irama “Dug dug niig dug dug” menambah ketegangan penonton. Semuanya penasaran tentang tim yang mana yang akan berdiri di puncak olahraga e-sport vrmmorpg yang paling bergengsi itu.
“Peraturan pertandingan final kali ini ialah kita menggunkan sistem serang-jaga obelisk. Ada dua kondisi di mana tim akan kalah, yang pertama jika semua tim gameover, atau yang kedua, obelisk mereka dihancurkan oleh tim lawan.”
MC lantas mengumumkan peraturan pertandingan.
Kedua tim pun mulai memasuki arena pertandingan.
Dari Tim Shadow Park di sudut kiri ada Ferdi sang fighter sekaligus ketua tim berjalan di depan memimpin timnya. Di belakangnya ada Krimson sang alchemist dan susunan tim yang hampir sama dengan yang tampil di putaran semifinal sebelumnya kecuali untuk sang archer yang menggantikan posisi sang swordsmen.
Kemudian di sudut kanan, ada Tim Silver Hero.
Asario sang swordsmen berada paling di depan memimpin timnya sebagai pemimpin tim memasuki arena. Berturut-turut di belakang ada Toni sang shielder, Andra sang scout, Mark sang assassin, serta Lia sang cleric di posisi paling belakang.
Para peserta dari kedua tim pun maju ke tempat duduk di depan komputernya masing-masing.
Lalu, pertandingan pun dimulai.
Dalam sekejap, kedua tim telah berada di dunia virtual yang bisa disaksikan oleh semua penonton melalui layar besar di tengah panggung.
Terlihat kedua tim saling menatap lawan yang ada di hadapannya dengan waspada.
Di sisi kiri, 3 anggota Tim Shadow Park berada pada posisi bertahan untuk menjaga obelisk. Mereka adalah sang shielder, archer, dan mage. Kemudian Ferdi dan Krimson berdiri pada posisi menyerang.
Di sisi kanan, Tim Silver Hero menggunakan kombinasi yang sebaliknya. Hanya ada dua tim yang bertugas menjaga obelisk. Mereka adalah Toni dan Lia. Sementara Asario, Andra, dan Mark berada dalam posisi menyerang.
Aba-aba pertandingan pun terdengar dan Toni dari Tim Silver Hero-lah yang duluan melakukan pergerakan.
“Skill: kabut racun.” Teriaknya penuh semangat.
Sontak seisi arena dipenuhi oleh kabut. Para anggota lawan pun tampak berupaya menahan nafas mereka.
Mark dan Andra kemudian berlari ke depan, sementara Lia memposisikan dirinya di belakang Toni untuk perlindungan sembari memberikan buff-nya kepada Toni dan Asario.
“Itu gertakan.” Krimson-lah yang pertama kali menyadarinya bahwa itu bukanlah kabut beracun.
Ketiga tim di belakangnya pun mendengarkan instruksi itu lantas mengabaikan asap yang berseliweran. Sementara Ferdi dan Krimson telah dalam posisi yang berbanjar berlari ke depan menghalau serangan musuh.
Aura membunuh Mark yang sangat tipis itu yang bahkan tak mampu dirasakan oleh Didi sang shielder tak tertembus dari tim peringkat dua tahun lalu itu mampu dalam sekejap dirasakan oleh Ferdi.
“Clang.”
Terdengar suara benturan logam dengan keras di dalam kabut yang membuat penonton tak mampu menyaksikan dengan baik pertandingan.
Rupanya, itu berasal dari gauntlet bergerigi Ferdi yang berbenturan dengan dagger Mark.
Seketika ekspresi Ferdi menegang.
Di situlah dia baru merasakan bahwa rupanya serangan Mark hanyalah pengalihan. Apa yang coba ditutupi oleh Toni dengan kabutnya sebenarnya ada di dalam tanah.
Dia bersyukur sempat mempelajari beberapa kemampuan scout yang berbahaya dalam pertarungan sejak Tim Silver Hero punya scout di anggota cadangannya yang cukup sering dimainkan, tetapi sayangnya itu sudah terlambat baginya menyelamatkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Tetapi setidaknya, dia mampu menyelamatkan Krimson.
Ferdi pun membanting Krimson dan segera membuangnya ke tengah arena.
Ledakan kemudian terjadi dimulai dari sisi utara arena yang kemudian momentumnya seketika menyebar ke seluruh arena yang menghempaskan semua kabut itu.
Namun, Ferdi telah gameover. Dia tak bisa menghindari ranjau yang dipasang oleh sang scout licik dari Tim Silver Hero itu.
“Ferdi!” Raungan Krimson dapat terdengar dengan jelas memenuhi arena.
Hal itu memancing Mark dan Andra untuk mentracking keberadaannya dan bergegas ke arahnya.
Tetapi shielder dari timnya itu segera menariknya, lantas disusul oleh serangan ultimate skill dari sang archer Tim Shadow Park.
“Skill: hujan panah api.”
Andra terpaku, tetapi Mark segera tanggap. Dia tak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, makanya dia segera menendang Andra untuk berada di dekat Toni.
“Toni!” Asario berteriak.
“Ya, aku paham. Skill: amarah Sarwendah.”
Perisai Toni seketika melebar, melindungi ketiga pemain lain dari hujan panah api itu. Terlihat ular-ular buas keluar dari perisainya lantas melahap api seolah itu adalah makanan yang lezat.
Keempat pemain Tim Silver Hero berhasil selamat, namun Mark harus menjadi yang pertama kali gameover di tim itu, tidak hanya untuk di babak final ini, tetapi juga dalam rekam jejak seluruh pertandingan resmi Tim Silver Hero.
Ya, Tim Silver Hero selama ini tidak pernah satu kali pun kehilangan anggota dalam pertandingan. Ini adalah yang pertama.
Krimson ingin menyerang Andra yang tampak masih belum menyeimbangkan kembali posisinya sehabis dihempaskan oleh rekannya sendiri, Mark, demi menyelamatkannya. Di situlah Lia maju menghalau serangan itu.
Tetapi serangan panah dari sang archer lawan menyebabkannya harus mundur. Akan tetapi, rupanya serangan sang mage lawan yang secara ajaib membentuk jalur melengkung itu telah menunggu Lia di tempat pendaratannya. Lia menjadi yang kedua gameover di tempat itu.
Sekali lagi ekspresi Luca mengerut tampak bersedih dengan gameover-nya Lia, sembari menikmati popcorn dan cola di tangannya itu dengan antusias.
“Nona!”
“Andra, sadarkan dirimu!”
Andra malah mengkhawatirkan Lia yang gameover sementara Krimson masih ada di dekatnya. Toni pun segera menegur Andra yang lengah.
Tetapi terlambat,
“Srak!”
Alchemist itu mengalahkan Andra bukan dengan ramuan, melainkan dengan sebuah dagger.
Andra gameover. Sekali lagi, Luca mengerutkan keningnya. Tetapi ekspresinya seketika membaik kembali dengan menikmati minuman dingin dan makanan manis di tangannya itu. Memang glukosa adalah yang terbaik untuk memperbaiki mood.
Krimson pun melemparkan poison-nya yang sangat mematikan kepada dua tim lawan yang tersisa, tetapi Toni segera menghalaunya.
“Skill: kerakusan Sarwendah.”
Seketika ular-ular ganas itu melahap pula ramuan-ramuan racun itu.
__ADS_1
Kedua anggota yang tersisa dari Tim Silver Hero berhasil selamat.
“Ck.” Asario mendecakkan lidahnya.
Ini pertama kalinya pertandingan berjalan di luar rencana mereka.
Rencana awalnya, ranjau Andra akan seketika mengalahkan dua pemain terhebat Tim Shadow Park itu. Kemudian Toni bertugas sebagai jaga-jaga jika sang archer lawan yang baru-baru ini terlihat mencurigakan direkrut oleh Tim Shadow Park melakukan sesuatu.
Terima kasih pada jaringan informasi tim manajemen Silver Hero yang luas, mereka dapat menemukan data mengenai sang archer yang tampak mencurigakan, yang menurut insting Mark itu kuat, tetapi menjadi satu-satunya di antara sepuluh anggota yang ada dari tim Shadow Park yang tidak pernah dimainkan.
Asario pun menduga bahwa dia akan segera dikeluarkan di pertandingan final ini. Dan dugaannya ternyata tepat. Tetapi dia sudah memiliki Toni untuk mengantisipasi hal itu.
Itulah sebabnya pelatih mengutus Andra dan Toni yang menjadi kunci serangan pada pertandingan final ini, menggantikan Glen sang mage serta Medina sang tamer untuk mewaspadai skenario yang telah Asario simulasikan di otaknya.
Setelah sang fighter dan alchemist dieliminasi dari pertandingan, maka Asario bisa melaju dengan tenang di bawah buff dari Lia dan perlindungan tameng dari Toni untuk mengeliminasi ketiga musuh sisanya yang baginya tidak ada apa-apanya itu.
Tim mereka bisa dengan cemerlang memenangkan pertandingan melalui pengeliminasian setiap anggota tim lawan. Kemenangan dengan cara yang seperti itu tentu saja akan lebih cemerlang dan akan semakin meningkatkan prestige tim-nya.
Seharusnya, semuanya berjalan sempurna. Tetapi dia tidak menduga bahwa insting Ferdi sang fighter lawan lebih hebat dari dugaannya. Dia bahkan mampu mengalahkan insting Mark.
Terlebih gerakan Andra dan Lia yang ceroboh setelahnya, membuat semuanya semakin kacau.
Dia pun terpaksa menjalankan rencana B yang dirancang oleh pelatihnya dengan dirinya sendiri sebagai pusat serangan yang dinilainya terlalu pengecut itu. Tetapi Asario tidak punya pilihan lain saat ini. Dia harus menjadi nomor 1.
Walaupun kedua tim tersebut bagaimana pun hasil pertandingan tetap akan menjadi wakil Indonesia dalam pertandingan e-sport vrmmorpg tingkat internasional yang diikuti oleh 128 negara itu, tetapi lawannya akan berbeda tergantung juara satu atau dua yang akan diperoleh timnya.
Siapapun yang juara dua di sini akan segera menghadapi tim yang hebat sehingga peluang tim mereka untuk masuk 32 besar di pertandingan tingkat internasional itu akan lebih kecil.
Tentu saja Asario tidak gentar siapapun tim lawannya nantinya. Tetapi Asario yang perhitungan tak bisa melewatkan satu pun celah. Selama ada jalan yang lebih baik, mengapa tim-nya mesti memilih jalan yang susah.
Oleh karena itulah, Asario pun memutuskan untuk memakai cara pengecut itu untuk menang demi melihat point of view yang lebih baik secara keseluruhan.
“Skill jiwa: tebasan lintas dimensi.”
Asario mengaktifkan skill-nya, terlihat akan mengenai Krimson. Sang shielder pun segera berupaya menangkisnya. Akan tetapi,
“Pyong.”
Serangan itu tiba-tiba saja hilang di depan perisainya.
“Trudududududuk.”
Suara gemuruh pun terdengar di belakang.
Namun, begitu mereka berempat melirik ke belakang, obelisk mereka telah tercincang-cincang secara mengenaskan.
Ya, jurus tebasan lintas dimensi. Skill yang sama persis diterima oleh Luca sebagai hadiah pembukaan level tingkat dua-nya. Suatu jurus yang mengerikan yang dapat membalikkan sebab-akibat serangan dan pertahanan. Jurus yang mampu melintasi dimensi tanpa terhalang oleh konsep gaia.
Dengan pemain yang tersisa 2 orang sementara tim lawan masih tersisa 4 orang, di bawah serangan Asario yang menakjubkan itu, Tim Silver Hero-lah yang justru keluar sebagai pemenang dalam pertandingan babak final e-sport vrmmorpg profesional tingkat nasional itu yang ditandai dengan hancurnya obelisk lawan.
Ya, seperti yang dikatakan oleh MC sebelumnya, ada dua cara untuk memenangkan pertandingan. Pertama, mengeliminasi semua anggota party lawan. Tetapi ada cara yang paling pengecut, secara diam-diam menghancurkan obelisk lawan.
Dengan cara yang dianggap pengecut bagi kebanyakan pemain itu, Tim Silver Hero pun keluar sebagai pemenang pertama.
__ADS_1