The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
34. Luca dan Bakatnya


__ADS_3

Selamat, poin experience Anda telah mencukupi. Anda telah naik ke level 9


Nama item: Sabit bulan


Rank: SSR


Level: 4/99999+


Syarat penggunaan: memiliki kekuatan spiritual


Efek: membasmi arwah jahat, memotong benda spiritual, menetralkan hawa jahat


“Wah, level senjataku meningkat 3 tingkat dalam waktu singkat. Hahahahaha.” Luca tampak senang dengan peningkatan level senjatanya itu.


Kirana hanya memperhatikan pemuda itu dengan tatapan wajah yang sedikit murung.


Aku semula telah mengetahui kehebatan pemuda ini sewaktu aku menyaksikannya di quest serigala perak. Tetapi waktu itu aku sama sekali tidak menduga bahwa walau di levelnya yang masih rendah saat itu, dia benar-benar mampu menyelesaikan quest itu bahkan memicu quest tersembunyi dan bahkan juga turut menyelesaikannya.


Aku sempat kaget bahkan di tahap penasaran ingin mengintip status seperti apa yang dimiliki pemuda ini sampai membuat para monster yang dihadapinya secara aneh membuat serangan kacau yang kesemuanya secara ajaib meleset mengenainya.


Apa itu semua karena luck? Jika aku yang anggota partinya saja dapat dia tingkatkan luck-nya sebesar 10 %, seberapa besar luck yang dimilikinya.


Kirana tidak tahu saja kalau luck Luca sudah mencapai 600 saat ini, seratus kali lipat besarnya dibandingkan dengan luck dirinya sendiri yang hanya memiliki nilai sebesar 6, itupun sebenarnya sudah sedikit di atas rata-rata dari pemain normal.


Tidak, sedari awal, bukankah luck itu adalah stat permanen yang dimiliki oleh pemain? Apa memang luck bisa ditingkatkan semudah ini? Aku memang pernah mendengar desas-desus tentang keberadaan item yang dapat meningkatkan luck pemain menjadi dua kali lipat, tetapi untuk melihatnya secara langsung seperti ini dengan kedua mata kepalaku sendiri, sungguh sesuatu hal yang luar biasa.


Ternyata, keputusanku untuk mendekati pemuda ini dan berteman dengannya adalah keputusan yang bijak. Aku yakin ke depannya, masih akan ada banyak hal yang pemuda ini akan perbuat yang akan kembali mengejutkanku, bahkan lebih besar lagi dari yang sekarang.


“Hehehehehehe.” Tanpa sadar, Kirana cengengesan sendiri. Hal itu lantas mengndang perhatian Luca padanya.


“Ada apa, Kak Kirana?” Tanya Luca penasaran mengapa Kirana tiba-tiba tertawa.

__ADS_1


“Umm.” Kirana hanya menggelengkan kepalanya sembari tersenyum lantas berujar, “Tidak ada apa-apa kok, Luca.”


Mendengar jawaban Kirana itu, Luca sempat terdiam sejenak mengamati raut wajah Kirana. Tetapi sesaat kemudian, Luca pun membalas senyum Kirana itu dengan senyuman pula seraya kembali berbalik ke depan untuk bersiap pada sergapan musuh yang akan segera datang.


Tapi abaikan persoalan tadi. Di luar pergerakan musuh yang tiba-tiba memburuk, gerakan pemuda ini sudahlah sangat luar biasa. Setinggi-tinggi apapun agility yang dimilikinya, palingan angkanya takkan setinggi pemain dengan job sepertiku. Tetapi dengan level agility pemula seperti itu, dia mampu membuat gerakan semenakjubkan ini.


Dia sangat cepat. Dan tidak hanya cepat, serangannya juga sangat kuat padahal karakter assassin di dalam game seharusnya dirancang dengan daya serang yang tidak terlalu kuat. Tampaknya, tim White Star harus meninjau ulang kembali pandangan mereka tentang kelas assassin dalam game. Setelah melihat Luca seperti ini, aku yakin jika dilatih dengan baik, seorang assassin pun akan mampu menang adu pedang melawan seorang swordman.


Tetapi aku masih bertanya-tanya, darimana Luca bisa memperoleh gerakan selincah dan secekatan ini? Tidak hanya lincah dan cekat, tetapi juga sangat cepat. Seolah-olah ketika dia melangkah, kakinya sama sekali tidak menyentuh tanah.


Tidak peduli seberapa sinkron-nya dirimu dengan karaktermu di dalam game, pasti tetap ada batasan akibat ketidakterbiasaan seorang pemain menggunakan tubuh virtualnya. Hal itu karena perbedaan nyata dalam menggunakan tubuh fisik bergerak di dunia nyata. Soalnya tubuh kita di dunia nyata tidak akan pernah melakukan gerakan-gerakan seberbahaya yang ada di dalam game perihal kita bukanlah pasukan khusus atau semacamnya. Ah, jangan-jangan…


Tampak Kirana tiba-tiba menyadari suatu hal.


Apa jangan-jangan Luca adalah salah satu anggota pasukan khusus negara atau semacamnya? Makanya dia sudah terbiasa bergerak seperti itu di dunia nyata menggunakan tubuh fisiknya? Tidak, itu tidak mungkin. Soalnya mana mungkin seseorang sesibuk anggota pasukan khusus punya waktu luang bermain game. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa sebaiknya kutanyakan langsung saja pada Luca tentang di mana asal-usulnya?


Kirana tiba-tiba menggelengkan kepalanya.


Kirana yang sejak dari lantai 2 tadi terlihat murung, sekali lagi mendapat perhatian Luca. Namun, pada akhirnya Luca kelewatan kesempatan untuk mengonfirmasinya perihal monster di area lantai 3 dungeon pemula mulai berdatangan.


Tetapi kali ini cukup merepotkan. Walau kali ini monsternya hanya ada 11 di mana satu di antara mereka sudah merupakan boss monsternya, tetapi mereka bisa terbang sehingga sulit bagi Luca yang merupakan penyerang jarak dekat untuk menyerang.


“Luca, serahkan saja bagian serangan pembukanya padaku. Aku akan mematahkan sayap mereka dengan serangan sihirku lalu ketika mereka telah jatuh, kuserahkan sisanya padamu untuk serangan penghabisannya.” Segera menyesuaikan situasi, Kirana lantas memberikan instruksinya.


“Selain cahaya, sihir tipe apa yang bisa Kakak keluarkan?” Luca bertanya kepada Kirana.


“Aku dual mage dengan elemen cahaya dan tanah.” Kirana pun menjawab.


“Kalau begitu, Kakak serang mereka dengan sihir elemen tanah saja.”


“Mengapa?” Kirana kebingungan mengapa Luca menyuruhnya untuk tidak menggunakan elemen cahaya lantas menanyakannya.

__ADS_1


“Soalnya armorku tidak bereaksi apapun pada monster itu yang artinya elemen mereka sama dengan armorku. Mereka berelemen cahaya.” Luca pun memberikan alasannya.


“Armor?”


“Ya, sebenarnya pakaian yang terlihat seperti kain yang kukenakan ini sejatinya adalah armor, Kak, yang bisa mendeteksi berbagai elemen musuh.”


Setelah mendengarkan penjelasan Luca itu, Kirana menghela nafas panjang. “Baiklah, serahkan hal itu padaku, Dik Luca. Walaupun tidak sehebat sihir cahayaku, seharusnya sihir tanahku sudah cukup untuk menjatuhkan monster-monster kroco di bawah level 10 seperti mereka.”


“Hujaman seribu batu runcing!” Teriak Kirana membaca mantranya.


Dari dalam tongkatnya pun mulai terinisiasi elemen tanah yang tahap demi tahap mengeras menjadi batu yang runcing. Batu-batu yang jumlahnya jibunan itu pun tersebar menghantam kesebelas monster elemental cahaya bersayap itu.


Efek gelar anak baik hati rekan separty, Luca, aktif


Meningkatkan luck serangan sebesar 10 %


Efek gelar anak penyayang rekan separty, Luca, aktif


Meningkatkan akurasi serangan sebesar 50 %


Debuff lawan terdeteksi menurunkan akurasi serangan sebesar 50 %


Buff lawan terdeteksi meningkatkan evade lawan sebesar 50 %


Tetapi kesemua serangan Kirana itu justru meleset tanpa ada satu pun yang mengenai monsternya walaupun telah didukung oleh efek gelar anak baik hati dan penyayang Luca tersebut.


Kirana tampak frustasi ketika melihat semua serangannya yang meleset itu. Jelas-jelas berkebalikan dengan slime yang ada di lantai pertama. Tetapi Luca segera memberikan kembali harapan kepada wanita yang hampir saja menyerah itu.


“Tenang saja Kak Kirana. Serangan Kakak meleset pasti karena buff dan debuff mereka saja yang tidak sesuai dengan bakat bertarung Kakak. Aku punya ide, Kak Kirana. Aku akan mengalahkan para makhluk elemental cahaya bersayap itu dengan elemen kematian yang sudah diserap sabit bulanku ini dari para undead di lantai dua. Rencananya adalah…”


Luca pun membisikkan rencananya ke telinga Kirana.

__ADS_1


__ADS_2