
Pertandingan terakhir penentuan perwakilan empat besar Indonesia menghadiri kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional dilaksanakan oleh Kak Krimson dan Lia untuk memperebutkan tempat terakhir di posisi empat besar tersebut.
Posisi pertama, kedua, dan ketiga, apapun hasil pertandingan terakhirnya telah mutlak dipegang oleh Kak Malik, aku, dan Senior Asario. Adapun siapa yang berada di tempat keempat, ditentukan oleh pertandingan terakhir ini.
Secara poin, Lia unggul di atas Kak Krimson walau dengan jumlah pertandingan yang lebih sedikit yakni hanya tujuh, sementara Kak Krimson telah mengikuti kedelapan pertandingan karena tak sekalipun dia memperoleh jeda free pada satu pun sesi pertandingan.
Secara jumlah kemenangan, Lia pun masih lebih unggul dibandingkan Kak Krimson yakni 86 % kemenangan atau 6 dari 7 pertandingannya yang menang, sedangkan Kak Krimson hanya meraih kemenangan 63 % saja atau 5 dari 8 pertandingannya yang menang.
Sayangnya, kualitas peserta yang mereka hadapi berbeda. Kak Krimson banyak kalah oleh peserta papan atas yakni Kak Malik, aku, serta Senior Asario yang ketiga-tiganya memang telah meraih tempat terpilih, sementara Lia kalah dengan Kak Ferdi yang hanya merupakan peserta kelas menengah.
Walaupun Lia menang atas Senior Asario, poin yang disumbangkannya terbilang sedikit karena Lia menang di kala Senior Asario tidak menunjukkan keseriusannya sehingga ada indikasi dari panitia bahwa Senior Asario telah sengaja kalah.
Alhasil, poin mereka berdua pun hampir seimbang sehingga semuanya akan diperjelas di pertandingan terakhir ini.
Begitulah, pertandingan pun dimulai.
Lia-lah yang duluan maju dengan pistol sihirnya.
Kak Krimson menghindar dengan apik dan mulai menyebarkan kabut racunnya.
Lia segera melindungi dirinya dari pelindung suci, ciri khas kelasnya yang seorang cleric.
Kak Krimson segera tahu bahwa racunnya sama sekali tidak akan berguna melemahkan pertahanan Lia, walaupun itu telah akan cukup untuk memperlambat gerakannya sejak Lia memperoleh perlindungan suci.
Kak Krimson lantas mulai menyerang dengan lebih aktif melalui dagger-nya.
Lia menepisnya dengan tinjuan mautnya sembari bergerak mundur untuk memilih pertarungan jarak jauh menghadapi lawan yang tidak bisa diprediksi gerakannya seperti Kak Krimson itu.
Sayangnya, lagi-lagi semuanya ditentukan oleh adu stamina. Lia tidak salah lagi adalah seorang battle healer yang banyak melatih staminanya agar lebih dapat menjalankan perannya sebagai battle healer itu.
Namun, semua tetap ada keterbatasannya jika melawan pemain papan atas. Baju silat Ebony dan pistol sihir telah banyak menutupi kekurangan Lia, tetapi Lia masih harus banyak butuh perbaikan di beberapa titik poin kelemahannya, terutama di masalah stamina.
Pada prinsipnya itu akan sulit sebab stamina antara seorang pria dan wanita memang sudah berbeda dari sananya.
Namun demikian, bagiku, Lia kali ini telah berjuang dengan sangat baik. Sama halnya ketika dia mengalahkan Kak Leo dan Kak Goruth di pertandingan e-sport vrmmorpg internasional itu, Lia menunjukkan performa yang sangat cemerlang.
Hanya saja lawannya kali ini jauh lebih berpengalaman dalam bertarung nyata darinya. Kak Krimson banyak mengembangkan kemampuannya dalam pertarungan nyata di bawah bimbingan Kepala Sekolah Crevon de Lowrence di Negeri Nostalgia, sementara Lia terlalu banyak mengandalkan avatar simulasi di dalam pelatihannya.
Lia yang teliti dalam menyelidiki lawannya sehingga sampai memikirkan berbagai simulasi yang dia wujudkan dalam bentuk program avatar doppelganger, terlalu terpaku pada hal itu.
Lia pun lupa bahwa manusia adalah makhluk hidup yang paling fleksibel di alam jagad raya ini. Itu pulalah yang menyebabkan manusia belum punah di tengah berbagai perubahan ekstrim dunia.
Kak Krimson pastinya akan berbeda dengan yang ada di simulasinya. Kak Krimson akan bergerak sesuai situasi atau sesuai bagaimana lawannya akan bergerak. Itulah yang pada akhirnya akan menimbulkan banyak penyimpangan pada data Lia.
Pastilah dari pertandingan ini, Lia akan tersadar bahwa simulasi penting, namun kita tidak boleh terlalu tergantung dari itu. Pengalaman nyata dalam bertarunglah yang terpenting. Karena terkadang dari pertarungan nyata, kita akan memperoleh data real time yang sulit untuk dianalisa hanya dengan melihatnya dari layar komputer saja.
Setelah ini, aku yakin bahwa Lia akan berkembang menjadi atlit yang lebih hebat lagi sejak dia saat ini pun sudah bisa disejajarkan dengan atlit papan atas sejak dia mampu mengalahkan atlit-atlit terbaik skala internasional seperti Kak Leo dan Kak Goruth.
Sayangnya untuk saat ini, dia harus kalah dengan Kak Krimson.
__ADS_1
Yang merebut tempat keempat itu sebagai perwakilan Indonesia dalam pertandingan e-sport vrmmorpg tingkat internasional rupanya adalah Kak Krimson.
Lia gagal untuk tahun ini. Namun demikian, aku tetap bangga padanya sebagai pacarnya sejak Lia adalah atlit berprestasi dengan segudang potensi.
Namun di saat aku berpikir seperti itu, datanglah sekali lagi pengumuman panitia kepada para peserta lolos yang tidak kalah mencengangkannya.
“Sekarang, masing-masing dari pemain yang lolos boleh memilih satu asisten di antara ke-27 atlit yang gagal, untuk mendampingi kalian dalam kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional.”
“Peluang mereka yang bertindak sebagai asisten mungkin akan lebih kecil untuk menjuarai kompetisi di tingkat internasional itu dibandingkan kalian, tetapi harus diingat, pada taraf tertentu, mereka akan kembali menjadi lawan kalian yang akan memperebutkan posisi juara di sana.”
“Namun jangan sekali-kali kalian berpikir akan memilih atlit yang lemah sebagai pasangan kalian karena kalian dijamin takkan mampu melangkah lebih jauh dalam kompetisi itu jika partner kalian lemah. Satu lagi tambahan, kalian sangat diperbolehkan untuk memilih atlit di luar dari klub kalian. Tetapi tentu saja, kalian juga diperbolehkan untuk memilih atlit dari klub yang sama.”
Demikianlah apa yang dikatakan oleh panitia. Kami pun mulai memilih dimulai dari sang juara pertama, yakni Kak Malik. Di luar dugaanku, Kak Malik rupanya tidak memilih sahabat dekatnya Kak Brian, melainkan memilih Senior Areka.
Lalu selanjutnya, itu aku yang memilih sebagai juara kedua. Dan tentu saja, aku memilih Lia sebagai partner-ku.
Lalu tiba giliran Senior Asario yang tentu saja akan memilih Kak Glen. Adapun untuk Kak Krimson, juga tentu saja dia akan memilih Kak Ferdi.
Begitulah kombinasi tim peserta e-sport vrmmorpg tingkat internasional perwakilan Indonesia itu ditentukan.
\=\=\=
Tim perwakilan Indonesia dalam kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional
Malik (White Star) – Areka (White Star)
Asario (Silver Hero) – Glen (Silver Hero)
Krimson (Shadow Park) – Ferdi (Shadow Park)
***
Semua penonton pun bertepuk tangan dengan meriah menyambut susunan tim perwakilan Indonesia itu. Tidak terlepas oleh salah seorang sosok mencurigakan yang turut hadir di sana.
Dialah sosok pemuda misterius yang belakangan ini sengaja melakukan kontak dengan Luca.
“Sampai saat ini, semuanya berjalan sesuai rencana. Kini saatnya kita melangkah ke tahap rencana selanjutnya demi menghindarkan Senior Luca dari nasib buruknya.”
Begitulah ucap pemuda itu sembari meninggalkan podium usai kompetisi.
***
Di lain tempat, rupanya telah tampak Judith bersama dengan seorang juniornya yang bernama Rayen. Dia tidak turut bergabung bersama rombongan Rowin dan Nina yang hadir mendukung Luca secara live di podium dengan alasan sibuk dari pekerjaannya. Nyatanya, Judith saat ini juga berada di tempat itu.
“Penampilan yang luar biasa dari para generasi muda ya, Senior Judith. Sayangnya, Luca harus kalah dari seorang pemain yang bernama Malik itu, pemain yang sama yang saat ini kita awasi karena sering berkeliaran di sekitar abyss.”
“Yang terpenting bagiku, kini anak itu sudah bisa tersenyum tulus dengan bahagia, sangat berbeda waktu pertama kali aku menjemputnya dulu. Yang terpenting adalah kebahagiaan Luca. Jadi apapun yang berusaha menghalangi kebahagiaannya itu, aku tidak akan segan-segan mengerahkan segenap daya dan upayaku untuk menyingkirkannya.”
__ADS_1
***
Kompetisi telah usai. Bukan hasil yang terbaik, tetapi aku tetap puas dengan semua itu.
Ini hanyalah titik awal. Kompetisi sebenarnya masih ada di dapan mata di mana nanti aku akan menantang ulang Ecila lantas mengalahkannya di dalam suatu kompetisi resmi dengan beradu naga kami. Di situ pulalah nantinya aku akan sekali lagi menantang Kak Malik dan merebut posisinya sebagai yang terbaik di Indonesia. Tidak, tidak hanya se-Indonesia, tetapi sedunia.
Telah banyak hal yang kulalui sampai detik ini. Aku bisa bertahan sejauh ini karena aku tidak pernah berhenti menggapai mimpiku. Namun demikian, dukungan Kak Nina, Tante Judith, Lia, dan semua orang yang berarti di sisiku tentunya tak kalah memberikan kontibusi yang besar.
Ayah, Ibu, aku senang telah datang ke dunia ini. Semoga setelah semua ini, akan lebih banyak kebahagiaan yang bersiap menantiku.
***
Namun di tempat yang tidak diketahui Luca, seorang raja dari Kerajaan Symphonia sedang berbicara dengan salah seorang pengikutnya. Pengikut itu berbicara kepada sang raja.
“Jadi Anda telah memutuskan untuk tidak bekerjasama lagi dengan Kerajaan Melodia, Yang Mulia?”
“Setelah kejahatan di belakang yang mereka lakukan, tentu tidak hanya kerajaan kita saja, Negeri Nostalgia pun pastinya akan memutuskan hubungan kerjasama dengan mereka. Lagipula Kekaisaran Lalania telah berubah di bawah kaisar baru mereka. Kaisar yang sekarang peduli dengan nasib rakyat jelata, jadi tidak ada alasan lagi bagi kita untuk memusuhi mereka. Yang lebih penting dari itu, Dimitri, bagaimana penyelidikanmu tentang anak itu?”
Dan orang yang diajak bicara oleh sang raja, rupanya tidak lain adalah Dimitri, salah satu rekan berharga Luca di guild assassin-nya.
“Dia bukanlah antek iblis seperti yang kita duga, Yang Mulia. Dia hanyalah seorang manusia biasa yang entah mengapa juga terkait dengan masalah keretakan langit. Aku masih sementara menyelidikinya. Kemungkinan besar, dia justru akan menjadi sekutu kita yang berharga ke depannya.”
“Bagus. Kalau begitu, aku titahkan kepadamu untuk melanjutkan penyelidikanmu, Dimitri von Kopenhagen.”
“Siap, Yang Mulia.”
***
Lalu di tempat lain, seorang pemuda yang tampak berusia di usia kuliahnya sedang menggigil ketakutan menatap layar kaca di televisi.
Dia rupanya sedang menonton Luca yang tengah bertanding di kompetisi.
“Dia, dia, dia adalah monster itu, Ellen! Dia monster yang keluar dari dalam dunia game!”
Jika kalian mengingat kembali chapter pertama di novel ini, kalian tentu akan familiar dengan nama karakter ID BENTONG, seorang cleric yang tiba-tiba saja menghilang setelah insiden Luca muncul ke dunia nyata.
Dia pada dasarnya tidak menghilang, namun bersembunyi dari kejaran petugas rahasia dari pemerintah yang mengejar dirinya.
Weckingpeach, Chivilish, dan Naoya masing-masingnya telah tertangkap oleh pemerintah lantas dicuci otaknya untuk melupakan eksistensi Luca sehingga mereka telah kembali ke kehidupan mereka yang biasa dengan melupakan kejadian tertelannya seorang karakter NPC di langit Kerajaan Symphonia, lalu beberapa saat muncul kembali sebagai player newbie yang menaklukkan quest serigala perak dan berhasil memperoleh quest tersembunyi di sana.
Berbeda dengan Bentong, dia sampai saat ini, belum tertangkap oleh pemerintah. Dan dia saat ini berada di dalam persembunyiannya dengan dirawat oleh adiknya, Ellen, salah satu rekan Luca di klub amatir e-sport vrmmorpg SMA Pelita Harapan.
“Kakak, tenanglah! Bagaimana bisa ada karakter game yang bisa keluar ke dunia nyata. Sadarlah, Kak! Semua itu hanyalah halusinasi Kakak saja.”
“Tidak! Tidak! Kamu salah, Ellen! Dia benar-benar seorang monster!”
Walau Ellen menentang ucapan absurd kakaknya itu, jauh di lubuk hatinya setelah penyelidikannya yang mendalam terhadap bocah yang bernama Luca itu, Ellen tampaknya mulai sedikit demi sedikit mempercayai kata-kata kakaknya yang gila itu.
...Ark 3 Say Good Bay to My Day Become A Newbie berakhir....
__ADS_1
...***TAMAT***...