The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
157. Pertandingan Akhir Penentuan Tim Inti SMA Pelita Harapan (4)


__ADS_3

Kini, tersisa 9 pertandingan sebelum hasilnya ditentukan.


Yang giliran maju berikutnya adalah Diana. Sebenarnya, Kak Zeno mempunyai peringkat yang lebih tinggi daripada Diana sehingga seharusnya Diana maju lebih dulu, tetapi tampaknya ada trouble di alatnya sehingga pertandingan Diana sedikit diundur.


Sudah jarang bahkan hampir tidak pernah sekolah kami mempunyai peserta scout di klub kami dan tiba-tiba Diana muncul dengan kelincahan yang mengalahkan assassin normal. Wajar saja kalau alat pada akhirnya error. Siapa dulu yang melatih Diana, dialah Tante Deborah, orang nomor satu di guild scout.


Aku berharap hal ini tidak akan membuat semangat Diana kendor karena jujur, aku berharap padanya. Walaupun kecil, masih ada kemungkinan Diana untuk lolos seleksi. Yang pertama-tama harus dilakukannya adalah mengalahkan lawan yang sudah dipilihnya. Itu bukan pilihan lawan yang buruk, mereka berdua bisa menyumbangkan poin yang besar buat Diana selama dia bisa mengalahkan mereka.


Lawan pertama yang Diana pilih adalah kembali kepada Kak Ikki. Sebagai seorang swordsman, walau lemah, masih bisa dikatakan bahwa Kak Ikki adalah swordsman yang andal. Serangannya yang variatif dan indera penglihatannya yang tajam, akan cukup menyulitkan Diana.


Pertarungan pun dimulai. Terlihat Diana begitu menghindari pertarungan langsung dan mulai membentuk jarak dengan Kak Ikki. Dia memanfaatkan area sekitar sebagai perlindungan terhadap kekuatan tebasan pedang Kak Ikki.


Sedikit demi sedikit, tetapi pasti, Diana menanamkan jebakannya satu-persatu di mana-mana. Tetapi Kak Ikki jauh di atas level Isman, indera penglihatannya lumayan tajam untuk melihat keanehan lingkungan sekitar untuk memprediksi kemungkinan tempat jebakan. Tetapi itu cukup, gerakannya terhambat sehingga Diana lebih leluasa untuk menyerangnya.


Pertarungan antara pedang dan dagger berlangsung untuk sesaat. Terlihat perkembangan Diana yang luar biasa begitu aku tidak mengawasinya. Sang petarung yang awalnya dari kelas mage itu yang baru-baru ini pindah ke kelas pendamping scout telah mahir memanfaatkan postur tubuhnya yang ramping untuk menyerang di atas udara menggunakan pohon-pohon sebagai landasan pijakannya.


Bagaikan pinball, semakin Diana menyerang, semakin cepat kecepatannya. Hingga pada suatu titik, perhatian Kak Ikki pun tak dapat lagi mendeteksi area sekitar karena sudah kewalahan dengan pertambahan kelincahan Diana yang di luar prediksinya itu.


Tanpa sengaja, Kak Ikki pun bergerak mundur dengan maksud menghindari serangan tebasan Diana. Akan tetapi, di saat itulah dia untuk pertama kalinya menginjak ranjau yang sudah ditanamkan Diana satu-persatu di sekitarnya.


Sebuah jaring laba-laba tiba-tiba keluar dari lubang sempit, hendak menangkap tubuh Kak Ikki. Kak Ikki pun hendak menghindarinya dengan melompat. Siapa yang menduga bahwa di dahan pohon pun, jebakan panah kayu telah menantinya dan berhasil mengenai area pinggangnya yang menimbulkan luka yang cukup parah.


Sejak terkena serangan itu, stamina Kak Ikki pun menurun dengan cepat dan bisa terlihat dengan jelas penurunan kecepatan geraknya. Kak Ikki dengan susah payah berupaya mengimbangi serangan dagger Diana.


Akan tetapi, di kondisinya yang sudah tidak bisa berkonsentrasi karena lukanya yang cukup parah itu, Diana terus memukulnya mundur, tetapi Kak Ikki tetap tak dapat memfokuskan pikirannya seratus persen pada lawan yang ada di depannya itu perihal tiada yang bisa menebak apakah di belakangnya ada atau tidak ada lagi jebakan.


Memanfaatkan konsentrasi Kak Ikki yang terpecah, Diana pun melakukan serangan feint. Kak Ikki tampak berupaya menghindari serangan tebasan Diana dari arah depan, sayangnya itu salah. Rupanya itu hanyalah serangan feint, apa yang sebenarnya hendak dituju oleh Diana adalah serangan tusukan ke dada.


Diana berhasil mendaratkan serangan tusukan ke jantung Kak Ikki dan Kak Ikki pun gameover dari pertandingan. Kekalahan beruntun buat Kak Ikki.


Sumbangan poin yang besar dari Kak Ikki seketika mengokohkan posisi Diana di urutan ke-11. Dua lagi pemain peringkat atas yang tersingkir, Diana akan menempati posisi tim inti cadangan.


Lawan selanjutnya yang Diana pilih adalah Kak Sabrina yang menempati posisi ke-6, seorang mage yang berspesialisasi pada jurus air dan petir.


Sayangnya, Kak Sabrina jauh lebih unggul daripada Kak Ikki saat ini walaupun tahun lalu peringkatnya jauh di bawah Kak Ikki.


Kak Sabrina tidak memberikan kesempatan buat Diana memasang jebakannya. Dia seketika membuat arena banjir. Yang menetralisir semua jebakan Diana yang ada di atas tanah.


Petir-petirnya pun menyambar ke area pepohonan sekitar sehingga membumihanguskan seketika pohon-pohon di dekatnya. Mutlak Diana pun tidak lagi mampu bersembunyi di balik celah pohon seperti sebelumnya. Semua keuntungan Diana seketika dieliminasi oleh Kak Sabrina.


Akan tetapi,


Diana terlihat sudah pasrah dengan menghempaskan lusinan pisau lemparnya kepada Kak Sabrina. Tentu saja Kak Sabrina mampu menepis senjata-senjata itu dengan mudah dan berhasil mendaratkan pukulan sihir yang berarti ke Diana yang membuat Diana sampai mengeluarkan batuk darah.


Namun, ketika Kak Sabrina sudah merasa di atas angin, dia pun ceroboh tidak lagi memperhatikan area di sekitarnya. Dia terlalu yakin bahwa semua jebakan telah ternetralisir oleh air banjir yang diciptakannya itu.


Di situlah, ketika Kak Sabrina tepat akan melayangkan serangan terakhirnya, tanpa sadar dari arah belakangnya, sebuah pisau lempar tiba-tiba saja memanjang dan menusuknya. Pisau itu seketika membentuk cabang-cabang yang mengoyak tiap bagian dalam tubuh Kak Sabrina.


Diana secara hati-hati telah menghubungkan sihirnya yang tepat mengalir di atas keruhan tanah pada banjir hingga sampai pada pisau lemparnya dan mengaktifkan salah satu fungsi dari pisau lempar itu.

__ADS_1


Kak Sabrina yang tidak mampu memprediksi hal yang seperti itu pun, berhasil dikalahkan dan gameover di arena.


Sebelumnya, walau aku berharap banyak, aku tak menduga kalau Diana benar-benar akan bisa melakukannya. Diana benar-benar telah berkembang di saat aku tidak memperhatikannya. Dia telah mampu mengalahkan sang posisi 6 dengan cemerlang.


Sayangnya, ini sudah merupakan hari terakhir seleksi. Seandainya hari seleksi diperpanjang lagi, aku penasaran sampai di mana gadis itu akan berkembang.


Namun, walau dengan dua kemenangan cemerlang Diana itu mengalahkan para senior yang saat ini menempati rangking inti cadangan, dia tetap berada pada peringkat 11 di posisi cadangan utama. Kini yang bisa Diana lakukan hanyalah berharap bahwa akan ada dua dari senior yang saat ini menempati posisi inti cadangan tersebut meracau dirinya sendiri.


Saat ini, hanya tersisa 3 senior saja yang peringkatnya bisa saja jatuh di bawah Diana, alias masih sementara memiliki pertandingan yang belum usai. Mereka adalah Kak Rena, Kak Inggar, serta Kak Danang. Kak Robby tidak terhitung karena walaupun dia kalah beruntun, dia tetap akan mengamankan posisinya di tim inti utama.


Lalu, melangkah ke peserta penantang selanjutnya, ada Kak Alvin. Tersisa dua kuota tantangan yang bisa dia ajukan dan diapun memilih Kak Inggar serta Kak Robby sebagai lawannya.


Sebagai seorang player shielder, postur Kak Alvin tidak buruk. Dia justru adalah terbaik kedua setelah Senior Areka. Hanya saja, Kak Alvin jarang berinovasi sehingga rekan-rekan setimnya tampaknya telah terbiasa dengan pola gerakannya. Hal itu pun membuat baik Kak Inggar maupun Kak Robby mengalahkannya dengan mudah.


Jika aku boleh jujur, perkembangan Kak Zeno yang memiliki keunggulan dalam hal variasi serangan, kini jauh lebih baik secara overall dibandingkan dengan perkembangan Kak Alvin. Kak Alvin harus lebih melebarkan sayapnya dan tidak terpaku pada mengasah jurus-jurus yang telah dia miliki saat ini.


Tentu bagus untuk lebih mengasah jurus-jurus yang telah kita kuasai, akan tetapi itu tidaklah berarti kalau kita harus tertutup pada perubahan. Demi perkembangan, seseorang harus pula lebih menggali potensinya dengan menemukan hal-hal baru di dalam dirinya itu.


Melangkah ke pemain selanjutnya, kini tibalah giliran Kak Raia. Sebagai lawannya, Kak Raia pun memilih Kak Rena dan Kak Danang.


Pertandingan ke-27 pun dimulai antara pemain fighter vs pemain tamer itu. Ini adalah pertandingan yang penting buat mereka berdua karena siapapun yang menang di sini, akan segera mengukuhkan posisi mereka di tim inti cadangan.


Seketika Kak Rena mensummon kucing bertaring panjangnya begitu aba-aba pertandingan dimulai. Kak Raia pun dalam sekejap terlibat adu pukulan dan hantaman dengan sang kucing bertaring panjang itu.


Namun, di luar dugaan, gerakan sang kucing bertaring panjang terlihat lebih cepat dari biasanya. Kak Rena pun tampak berlatih dengan keras dan lebih meningkatkan skill-nya demi kompetisi ini. Gerakan kucing bertaring panjangnya jelas lebih cepat di kala terakhir kali aku melawannya.


Terlihat bahwa Kak Raia masih mampu melindungi dirinya dengan tameng badannya. Akan tetapi, sedikit demi sedikit Kak Raia terluka oleh terkaman sang kucing.


Tidak, bukan itu yang penting. Bagaimana dengan kondisi Kak Raia sendiri? Oh, tidak! Kak Raia telah berada dalam kondisi terparalisis dan tidak bisa bergerak.


Lantas dalam beberapa kali serangan sang kucing bertaring panjang selanjutnya, Kak Raia pun gameover di pertandingan.


\=\=\=


HASIL SEMENTARA PENENTUAN POSISI ANGGOTA KLUB E-SPORT VRMMORPG SMA PELITA HARAPAN


TIM INTI UTAMA



Luca 163840 poin


Areka 64907 poin


Yudishar 40960 poin


Robby 30158 poin


TIM INTI CADANGAN

__ADS_1


Danang 3760 poin


Rena 3585 poin


Inggar 3563 poin


Egi 3422 poin


Sabrina 2991 poin


TIM CADANGAN UTAMA


Diana 2354 poin


Raia 2276 poin


Ikki 1600 poin


Zeno 1550 poin


Alvin 1417 poin


Chika 654 poin


Nina 391 poin


Joshua 240 poin


Asti 161 poin


TIM CADANGAN PENDAMPING


Zevan 150 poin


Evan 147 poin


Ula 54 poin


Isman 21 poin


Yuda 20 poin


Zen 10 poin


Martin 5 poin


David 3 poin


Jacob 3 poin

__ADS_1


\=\=\=



__ADS_2