The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
31. Luca membentuk Party dengan Kak [Tante] Kirana


__ADS_3

Sehabis makan malam, Luca pun menyempatkan waktunya untuk connect ke dalam vrmmorpg favoritnya, The Last Gardenia.


“Hmm?”  Luca segera mendapati begitu berhasil login sebuah pesan di dalam di akunnya itu.


Dia pun mengklik ikon pesan dan mendapati nama BLANCHE di dalamnya.


“Blanche?  Siapa dia?”  Dengan rasa penasaran, Luca membuka isi pesannya.


Hai, salam kenal.  Perkenalkan, saya Blanche dari guild assassin. 


Saya menghubungimu lewat sihir pesan telepati.  Mulai saat ini, Saya akan bertindak sebagai mentormu sampai kamu mencapai level 11.  Mohon kerjasamanya.


Untuk pertama-tama, silakan menemui saya di guild assassin yang ada di desa pemula.


“Mengapa bukan Paman Heisel yang menerimanya?  Mungkinkah game The Last Gardenia ini memang berbeda dengan Gardenia yang dulu kukenal sehingga Paman Heisel di dunia ini tidaklah mengenalku?”


Luca terlihat sangat kecewa begitu mengetahui bahwa yang menerima request mentornya ternyata bukanlah Paman Heisel.  Luca berpikir bahwa Paman Heisel sendiri yang telah menolak request-nya itu, padahal sejatinya ini semua adalah ulah si kepala administrator zalim, Shubanz, yang telah mengubah secara sepihak isi request mentor Luca.


Dengan raut wajah yang penuh kekecewaan itu, dia berjalan menuju dungeon pemula, salah satu tempat para newbie biasanya menaikkan levelnya sampai ke level 10.  Luca telah mengalahkan troll berlevel 28 pada quest tersembunyi yang dia dapatkan sebelumnya sehingga sebenarnya tidak ada masalah baginya untuk menaikkan level di mana saja pada keenam quest di desa pemula sampai ke level 10.


Hanya saja, dia penasaran seperti apa bos monster di tingkat dua dan tiga dungeon tersebut yang membuat Nina dan Raia masing-masing tertahan di level 7 dan 9 mereka.  Setidaknya Luca tahu bahwa pastinya monster itu tidaklah seberbahaya serigala perak pada level yang sama sebab jika memang serigala perak lebih mudah ditangani, pastilah Nina dan Raia sudah memilih quest serigala perak untuk menaikkan level mereka ke level 10.


Dengan yakin, Luca ingin memilih dungeon itu untuk menaikkan levelnya.


Dalam perjalanan, Luca secara kebetulan berpapasan dengan Kirana.  Kirana memang sejak kemarin malam telah menunggu kedatangan pemuda itu kembali ke desa pemula setelah melihat bagaimana kecemerlangan bakat bertarungnya melawan jibunan serigala perak yang jauh di atas levelnya seolah tidak ada apa-apanya.  Betapa dia senang melihat wajah polos nan mungil itu.


Tanpa berbasa-basi lagi, Kirana yang antusias langsung segera saja menghampiri Luca untuk mengajaknya mengobrol.  “Hai, adik kecil.  Boleh kenalan nggak?”  Ucap Kirana dengan senyum termanis yang bisa dia tunjukkan.


Luca pun melihat kepada orang yang memanggilnya itu.


Nama: MOMMYSUPERSTAR1 (Lv 23)


Pekerjaan: Magician


Ternyata yang memanggilnya itu adalah seorang tante-tante.


Luca lantas mengingat kembali nasihat yang diberikan oleh Nina padanya.

__ADS_1


“Dengar ya, Luca, kalau sampai ada tante-tante yang menyapamu secara tiba-tiba, abaikan dan langsung pergi saja dari tempat itu.  Kamu itu terlalu imut dan terlihat sangat polos sehingga banyak dari kaum mereka yang akan mengira kamu itu gampangan.  Ingat, lari saja atau mereka akan berbuat yang tidak-tidak padamu.”


“Berbuat yang tidak-tidak?  Bagaimana itu, Kak Nina?”


“Duh, Luca.  Kamu ini.  Masak sampai di situ perlu juga kujelaskan.  Dengar ya…”  Nina pun membisikkan ke telinga Luca sesuatu yang sebenarnya tidak pantas untuk didengarkan oleh anak di bawah umur.  Seketika wajah Luca menjadi merah padam dan badannya gemetaran jijik begitu mendengarkan ucapan Nina itu.


Itulah nasihat yang diberikan oleh Nina padanya sewaktu mereka jalan-jalan di mall dan banyak tante-tante seperti itu yang menatap pemuda polos yang terlihat gampangan itu dengan penuh nafsu.


Sayangnya, Luca keliru menerapkan nasihat Nina itu kali ini.


“Maaf, Tante.  Aku bukan pemuda yang gampangan.  Tolong jangan berbuat yang tidak-tidak padaku.”  Dengan muka yang polos itu, Luca pun berteriak di hadapan Kirana.


Kacamata Kirana retak seketika mendengarkan omongan ngelantur Luca.


Hal itupun lantas menarik perhatian para pemain lain yang kebetulan login di desa pemula hari itu yang sontak memberikan pandangan jijik mereka kepada Kirana.


“Bukan seperti itu!  Aku ini pencari bakat dari tim profesional White Star yang berniat merekrutmu masuk ke tim kami setelah melihat penampilanmu yang luar biasa di quest serigala perak.”  Kirana pun menjelaskan untuk membersihkan nama baiknya.


“Oh, rupanya Tante melihatku saat itu ya?  Berbicara soal White Star, jangan-jangan yang ada Kak Malik-nya?”  Luca bertanya dengan penasaran.


Luca ragu.  Pengalaman bertarung e-sport pertamanya dengan Areka memang benar-benar mendatangkan nuansa kesenangan tersendiri untuknya.  Akan tetapi, jauh di lubuk hati Luca yang terdalam, dia tidak ingin lagi menggunakan skill assassinasi-nya itu untuk pekerjaannya.


Dia ingin sekadar menimatinya sekarang hanya sebagai kesenangan belaka.  Masih banyak kesenangan yang perlu Luca kenal di dunia barunya itu.  Dia tak ingin kehidupan yang sama lagi yang membosankan itu baginya di dunia lamanya tinggal di mana dia harus menjalani misi assasinasi jika ingin makan.


“Maaf, Tante Mommy Superstar 1.  Tampaknya, aku tidak bisa menerima tawaran Tante.”  Luca pun menolak tawaran itu dengan tampang yang sedih di wajahnya.


Kirana dapat dengan cepat menangkap apa yang ada di pikiran Luca.  Luca bukanlah sama sekali tidak berminat.  Dia hanya merasa ragu.


Kirana pun berujar, “Baiklah, untuk sekarang, mari kita berteman.  Jika Dik Luca berubah pikiran, Dik Luca bisa menghubungi Kakak kapan saja.  Oh iya, dan mulai sekarang, panggil saja Kakak dengan Kak Kirana.  Gini-gini, usia Kakak masih muda lho.”


Kirana tak mau dipanggil tante karena menurutnya usia 32 itu masihlah muda.


“Ah, maaf Kak Kirana karena salah menangkap umur Kakak.  Aku kira usia Kakak sama dengan Tante Judith yang hampir 40.”


Kacamata Kirana sekali lagi retak.  Entah mengapa, Kirana justru merasa tambah kesal dengan permintamaafan Luca itu.  Sungguh Luca sesuai dengan julukannya, Pangeran Tampan Bermulut Berbisa.


Luca menerima request pertemanan Kirana itu, lantas bergegas kembali menuju dungeon pemula.  Tetapi Kirana segera kembali mencegatnya.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, Dik Luca mau ke mana?”  Tanya Kirana kepada Luca.


“Aku mau ke dungeon pemula, Kak, untuk meningkatkan levelku.”  Jawab Luca.


“Sendiri?”


“Iya, Kak.  Apa ada masalah?”


“Hmm.  Tidak ada.”  Kirana pun menggelengkan kepalanya.


“Bagaimana kalau membentuk party dengan Kakak untuk quest dungeon-nya?”  Kirana kemudian mencoba menawarkan bantuannya kepada Luca.


Tetapi Luca segera menolak tawaran itu, “Tidak perlu, Kak Kirana.  Aku ini sudah cukup kuat untuk menyelesaikan dungeon-nya seorang diri.”


Kirana lantas menatap wajah Luca dengan penuh keheranan.


“Jangan-jangan, Dik Luca belum tahu ya, persyaratan dungeon-nya?”


Luca awalnya tidak mengerti dengan maksud pernyataan Kirana itu.  Tetapi ketika dia akan mendaftar quest dungeon-nya, barulah dia menyadarinya.


Quest: Dungeon Pemula


Syarat: Level salah satu pemain dalam party berkisar dari 6 – 9, membentuk party 2 – 5 orang di mana pemain yang memiliki level di atas 10 maksimal 1 orang (boleh juga tidak ada)


Luca kemudian kembali menatap wajah Kirana yang telah dalam senyum rubahnya itu setelah mengetahui bahwa Luca baru menyadari prasyarat masuk dungeonnya.


“Apakah tawaran Kak Kirana tadi masih berlaku?”  Tanya Luca dengan wajah polosnya.


Kirana pun mengiyakan tetap dalam senyum rubah itu dan jadilah mereka membentuk party.  Tetapi kemudian, terjadilah sesuatu yang membuat Kirana takjub.


Gelar Anak Penyayang Luca aktif


Meningkatkan sementara dexterity Pemain Mommysuperstar1 sebesar 50 %


Dex 41 --> 60,5


“Ini?  Bukankah efek gelar ini terlalu luar biasa?!”  Sahut Kirana takjub pada efek gelar Luca yang prominen tersebut.

__ADS_1


__ADS_2