The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
231. Luca Memperoleh Pet Keduanya


__ADS_3

Sosok seorang kakak.


Betapa aku selalu mendambakan hal itu.


Selama hidup di Gardenia, aku dibesarkan oleh ayah dan ibuku sebagai anak tunggal. Dan ketika mereka pergi meninggalkanku dalam suatu bencana yang tidak diduga-duga, aku pun menjadi seorang diri di dunia tersebut tanpa seorang pun yang memiliki hubungan darah denganku.


Secara beruntung, aku dirawat oleh Paman Heisel lalu mengenal sosok kakak bernama Kak Derickson. Aku hidup bahagia bersama mereka. Akan tetapi, jelas tetap akan terasa berbeda hubungan seseorang yang benar-benar terjalin dengan darah.


Lalu aku pun ikut terhempas ke dunia nyata menyusul kedua orang tuaku setahun yang lalu. Namun kabar apa yang menantiku di sana adalah berita tentang kematian mereka tidak lama setelah kedua orang tuaku itu terdampar. Betapa aku tak dapat menahan rasa sedih ini.


Di dunia nyata, aku mengenal keluarga Tante Judith yang sangat baik kepadaku dan di sana rupanya aku masih memiliki seorang kakak yang benar-benar terjalin lewat hubungan darah yang bernama Nenek Millie.


Akan tetapi untuk disebut sebagai seorang kakak, gap umur kami terlampau jauh sehingga hubungan psikologis kami pun renggang.


Dan kini di hadapanku. Sosok kakak itu pada akhirnya benar-benar muncul. Walau kami dipisahkan oleh logika dunia, adalah fakta bahwa kami terjalin hubungan darah.


Namun kakak yang satu-satunya itu pun kini mengorbankan dirinya sendiri demi menyelamatkanku.


“Kak Phineas!”


Aku berteriak penuh amarah. Kulihat darah mengucur membasahi sekujur tubuh Kak Phineas.


Di hadapan kami, monster yang telah membuat Kak Phineas sampai terluka seperti itu sedang mengamuk siap membantai kami kapan saja.


Aku pun berdiri di hadapan Kak Phineas untuk melindunginya.


“Lari, Luca!”


“Tidak mau! Mana mungkin akan kubiarkan Kak Phineas tewas begitu saja!”


“Tapi bukankah kamu dari tadi juga berniat membunuhku! Lari saja sana!”


“Jika Kak Phineas harus mati, kamu hanya boleh mati di tanganku! Takkan kubiarkan monster itu menyakitimu!”


Tanpa sadar, aku meneteskan air mata di tengah pertarungan.


Di luar dugaanku, sekali lagi dalam sekejap, monster bernama Aeghter itu telah berada di depanku lan siap melayangkan cakarnya ke dadaku. Akan tetapi di tengah sekaratnya, lagi-lagi Kak Phineas menarikku untuk melindungiku lantas menggantikanku terkena serangan telak monster itu.


Kali ini, tampak Kak Phineas tak bergerak lagi sesudahnya.


“Kak Phineas! Kenapa… Kenapa kamu mesti melindungiku padahal aku baru saja tadi mau mengambil nyawamu?! Mengapa kamu mesti baik padaku jika kamu harus menjadi penjahat bagi orang lain?! Aku tidak mengerti… Aku sama sekali tidak mengerti!”


Setelah melampiaskan amarahku itu, kesadaranku tiba-tiba perlahan menghilang.


@@@

__ADS_1


Mata akromatik milik Luca bersinar terang. Sesaat kemudian, pemberitahuan sistem itu muncul.


Peringatan bahaya level mitos!


Makhluk tak teridentifikasi sedang menyerang pemain di dalam game.


Melakukan instruksi manual pencegahan bahaya tak teridentifikasi.


Senjata-senjata mecha pun bermunculan lantas bersiap menembak demon itu.


Akan tetapi tepat sebelum akan menembak, terdengar suara dari seseorang,


[Sistem, berhenti! Dia adalah mangsaku sejak dia telah menyakiti kontraktorku. Kamu jangan ikut campur karena akulah yang akan menghabisinya.]


Rupanya, suara tersebut berasal dari Luca. Tidak, itu berbeda dari suara Luca yang biasanya yang terdengar sedikit imut. Suaranya terdengar lebih berkarisma serta menampakkan sosok tak berperasaan.


Api dan air pun bercampur mengitari sekeliling monster itu. Aeghter berupaya untuk kabur dari jeratan mana murni yang hendak menjeratnya tersebut. Akan tetapi dia gagal. Sang monster lantas tertelan oleh amukan api dan air. Aeghter menggeliat dan terus menggeliat tampak berupaya membebaskan diri dari amukannya. Namun, sejenak kemudian riak api bercampur air itu mendadak tenang. Aeghter, sang monster kejam telah dimusnahkan.


@@@


Aku tersadar. Rupanya, aku masih berada di dalam game. Namun, aku sama sekali tak mampu lagi menemukan sosok demon bernama Aeghter itu di mana-mana. Akan tetapi, Kak Phineas masih terbaring tergeletak di sana.


“Kak Phineas!”


Aku menghampirinya. Namun tubuhnya telah terbujur kaku. Perlahan, badannya pun mulai hancur menjadi butiran-butiran debu yang pertanda kematiannya telah melampaui batas waktu sejam. Aku pun merintih tak berdaya. Aku menangis sejadi-jadinya meratapi kematian Kak Phineas.


“Dasar Kakak bodoh!”


Lalu secara ajaib, kudengar sepatah kata darinya.


“Luca, hiduplah. Hiduplah dengan bahagia mewakili kami para Luca yang terlupakan oleh dunia.”


“Kak Phineas? Kak Phineas masih hidup?”


Terhadap pertanyaanku itu, Kak Phineas menggelengkan kepalanya.


“Hmm. Aku hanya menghidupkan diriku sesaat saja sebagai zombie sebelum menghilang sejak aku memiliki kemampuan necromancer. Sayangnya, necromancer tidak memiliki kekuatan seperti lich yang dapat membangkitkan dirinya sendiri ketika mati. Ini perpisahan, Luca.”


@@@


Di tengah-tengah perpisahan di antara kedua kakak-beradik dengan DNA yang benar-benar identik itu, seseorang telah menonton mereka dari jauh.


“Hei, Lulu. Kamu bisa membangkitkannya, bukan?”


“Aku tidak bisa membangkitkannya kembali sebagai manusia, tetapi kalau keberadaan yang lebih rendah dari itu, seharusnya aku bisa.”

__ADS_1


“Kalau begitu, lakukan.”


“Baik, Master.”


@@@


Kata-kata perpisahan dari Kak Phineas benar-benar membuat hatiku sakit. Tetapi untuk menghargai pengorbanannya, kuputuskan untuk mengantar kepergiannya dengan senyuman.


“Baiklah, Kak Phineas, sesuai permintaanmu, aku akan hidup bahagia.”


Aku berusaha tersenyum secerah mungkin padanya. Sayangnya, aku tetap tak dapat menahan air mataku yang terus saja menetes membasahi pipiku ini.


Namun sejenak kemudian ketika air mataku jatuh ikut membasahi pipi Kak Phineas, sekujur tubuhnya secara tiba-tiba dipenuhi oleh cahaya. Lalu pemberitahuan sistem itu pun muncul.


Ditemukan keberadaan identik dalam satu dunia yang seharusnya tidak ada.


Malakukan proses restorasi dunia.


Mengubah salah satu keberadaan menjadi bentuk kehidupan lain.


“Sistem! Apa yang coba kamu lakukan pada Kak Phineas?!”


Aku berteriak marah kepada sistem karena di ujung kematiannya pun, Kak Phineas masih saja harus menerima pelecehan dari sistem.


Kulihat, tubuh Kak Phineas tiba-tiba saja menyusut dan semakin menyusut. Lalu ketika cahaya yang menyelubungi seluruh tubuh Kak Phineas sebelumnya itu mulai memudar, Kak Phineas tampak tidak lagi berada di dalam sana. Sebagai gantinya, justru makhluk maskot berwujud kerangka manusia mini imut yang muncul.


Dan makhluk itu pun berbicara.


“Luca, ini aku Phineas.”


Ah, suaranya seketika berubah sangat imut.


Selamat kepada player Luca


Sebagai hadiah atas partisipasi Anda mengalahkan monster bernama, Aeghter, Anda dihadiahi seekor pet bernama Phineas


Hal itu terjadi begitu saja. Tahu-tahu aku memperoleh Kak Phineas sebagai pet-ku. Namun, satu yang aku herankan, jika pemberitahuan sistem memang benar adanya, maka monster bernama, Aeghter tersebut telah berhasil dikalahkan. Lantas siapa yang mengalahkannya?


Juga pemberitahuan sistem di sini aneh karena dikatakan bahwa aku juga ikut berpartisipasi di dalam mengalahkannya, padahal aku sama sekali tidak ingat apa-apa pernah melayangkan serangan sekalipun pada monster bernama tersebut.


Mungkinkah ini seperti berjalan tidur di mana kita melakukan gerak refleks di saat tubuh kita masih dalam keadaan tidak sadar? Jika itu benar, maka itu cukup mengerikan dalam arti lain membayangkan aku tanpa sadar membunuh seseorang di kala aku sedang terlelap.


Namun, di tengah semua itu, aku lega. Kak Phineas masih mampu hidup, walau dalam wujud yang aneh. Setidaknya, itu yang kurasakan. Tetapi semuanya tentu percuma jika hal ini justru membuat Kak Phineas semakin menderita jika dia tak terima perubahan wujudnya yang tiba-tiba itu.


“Wah, apa ini? Tubuhku jadi lebih ringan dan bisa melayang. Hebat!” Ujar Kak Phineas dengan senangnya.

__ADS_1


Syukurlah bahwa Kak Phineas juga menerima hal tersebut sebagai sesuatu yang positif.


__ADS_2