The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
116. Serangan Laser 360 Derajat


__ADS_3

Tim Silver Hero mulai memasuki arena dengan disambut meriah oleh tepuk tangan penonton. Secara berturut-turut ada Asario, Medina, Andra, Mark, dan Lia.


Tim lawan pun tak kalah disambut dengan meriahnya.


Setelah beberapa waktu persiapan, mereka pun terkoneksi ke dalam ruang virtual dan mulai tertransfer ke berbagai tempat acak di arena.


Hanya dalam waktu singkat, Andra dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.


“Senior, aku sudah berhasil mentracking jejak sang dukun. Dua warrior datang dari arah barat, satu dari utara, dan satu dari selatan.”


“Kerja bagus. Kamu pancing warrior yang di utara ke arahku. Sedangkan, Mark…”


“Ya, Senior.”


“Kamu pancing warrior yang di selatan ke tempatku. Medina bertugas mengalihkan perhatian sang dukun, sementara Lia menyupport Medina dari belakang.”


“Baik.”


“Oke.”


Medina dan Lia masing-masing mengonfirmasi perintah Asario.


“Sesuai rencana, aku yang akan menangani semua warrior di arah barat. Setelah Andra dan Mark berhasil membawa warrior tersisa kemari, kalian harus segera bergabung dengan Medina dan Lia. Paham?”


“Baik, Senior.”


“Baik, Senior.”


Andra dan Mark pun menjawab bersamaan.


Setelah komunikasi singkat lewat telepati, mereka pun masing-masing menjalankan peran yang diberikan kepada mereka.


Dimulai dari Andra. Dia menggunakan skill jarak jauhnya untuk mengguncangkan tanah di sekitar warrior kuning. Tidak butuh waktu lama bagi sang warrior untuk melihat bahwa semua itu adalah ulah Andra yang ada di atas pohon. Tanpa pikir panjang, sang warrior kuning pun mengejarnya.


“Hehehehehehe. Syukurlah dia lawan yang mudah dipancing.” Gumam Andra bahagia dalam hati.


Namun, berbeda di tempat Mark.


Dia berkali-kali melayangkan belati ke arah sang warrior merah. Tetapi sang warrior itu sama sekali tidak ada niatan untuk mengejarnya dan malah berfokus ke arah sang dukun.


“Senior, bagaimana ini? Tampaknya dia bukan lawan yang mudah diprovokasi.”


“Tidak masalah. Ini juga sudah dalam pertimbangan. Kamu bertarunglah dengannya dan berfokuslah untuk menang.”


“Baiklah, Senior.”


Sementara itu, Asario yang selama ini memimpin jalur komunikasi telepati lewat skill Andra akhirnya telah bertemu dengan sang warrior hijau dan biru lantas pertarungan pun dimulai.


Di lain pihak, Medina beserta ke delapan serigala peraknya sedang bertarung dengan sang dukun yang seluruh tubuhnya tampak terjebak dalam suatu batu prasasti besar. Hanya kepala, pergelangan tangan, dan pergelangan kakinya saja yang tampak menonjol keluar dari dalam batu prasasti besar seukuran tubuh manusia itu.

__ADS_1


Sang dukun yang terjebak dalam batu prasasti menyerang dengan menggunakan ulir-ulir yang terhubung dengan pergelangan-pergelangan tangan dengan kuku-kuku yang sangat panjang yang terlihat sangat menyeramkan.


Ada dua belas ulir-ulir tangan yang masing masing enam di sebelah kiri dan enam di sebelah kanan. Atau tidak.


“Akh.”


“Senior!”


“Dor dor.”


Terdapat dua buah ulir-ulir tangan lagi dari atas batu prasasti yang dengan sigap hampir saja berhasil melancarkan serangan dadakannya kepada Medina.


Untung saja Lia cepat melihatnya dan menembaki ulir-ulir itu sehingga gagal menyentuh seujung rambut pun dari Medina.


Pertarungan terus berlangsung di mana para serigala perak berjuang mati-matian mendekati tubuh utama sang dukun, namun senantiasa dihalang-halangi oleh ulir-ulir tangannya yang menyeramkan itu.


Lia pun tak dapat pula menemukan celah untuk mendekat dan memutuskan untuk saat ini mendukung serigala perak Medina melalui serangan jarak jauhnya.


“Skill: heat. Skill: tebasan lintas dimensi!”


Warrior biru segera hancur di tangan pedang Asario yang menebas melewati celah dimensi sehingga gagal dideteksi olehnya alur serangan Asario itu. Namun, sang warrior hijau segera menyatu dengan angin sehingga berhasil menghindari serangan kritikalnya di saat-saat akhir.


“Senior!”


Di saat itulah Andra datang dengan membawa sang warrior kuning yang berhasil dipancingnya.


Sang warrior sempat kaget setelah melihat serangan Asario yang tiba-tiba saja menghilang itu. Namun itu tidak lama, serangannya keburu mendarat duluan dari arah belakangnya dan turut menghancurkan tubuh sang warrior kuning.


Asario tersenyum puas. Dia bersyukur dalam hatinya bahwa lawannya belum mengetahui tentang jurusnya itu sehingga dapat memanfaatkan celah kebingungan lawan itu.


Asario sempat khawatir karena dia telah pernah secara terpaksa menggunakan skill-nya itu sewaktu melawan Tim Shadow Park di pertandingan final tingkat nasional di Indoensia.


Dia bersyukur bahwa jaringan informasi lawan kali ini tidaklah begitu hebat. Namun itu berarti, dia tidak dapat lagi menggunakan skill-nya sebagai serangan kejutan efektif di pertandingan-pertandingan selanjutnya perihal kemungkinan lawan potensial telah menandainya.


Tetapi itu tidak masalah buatnya. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana timnya bisa mengatasi skill overpower sang dukun. Oleh karena itu, dia mesti sesegera mungkin menyingkirkan para warrior pengganggu.


Namun di saat itulah, laporan dari Medina itu masuk.


“Asario! Serangan itu datang.”


“Secara bersamaan, Asario dan Andra pun saling mengangguk.”


“Kita mulai strateginya. Kalian berdua, bisa kan mengeksekusi rencana B?”


“Tidak masalah.”


“Serahkan pada kami.”


Kedua player wanita itu pun menjawab hampir secara bersamaan.

__ADS_1


“Kalau begitu, Andra. Kita ke planning A.”


“Siap, Senior.”


“Untuk Mark…”


“Yah, aku tahu. Tenang saja, Senior, aku tidak akan membuat kematianku sia-sia begitu saja.”


Dengan aba-aba dari Asario itu, Andra segera menggali tanah sedalam hampir dua puluh meter, lalu Asario dan Andra pun masuk ke dalam lubang itu, lalu Andra menutupnya kembali.


Sesaat kemudian sinar laser putih yang sangat dahsyat pun mulai keluar dari seluruh permukaan prasasti yang menyerang menyapu area dengan tanpa pilih kasih.


Namun, serangan itu tidaklah sehebat serangan naga kembar dari Lost Child. Serangan itu mudah diprediksi karena menyerang secara melingkar dengan sang dukun sebagai pusat sumbunya.


Alhasil, ketika serangan itu tiba, dengan santai, Lia dan Medina berlari kecil, selalu menempatkan posisi diri mereka di belakang sang dukun agar tidak terkena serangan. Serangan yang begitu mudah diprediksi jika pemain tepat berada di dekat sang sumbu pusat serangan.


Selama mereka selalu berada pada posisi sebaliknya dari arah serangan, mereka tentu tak akan pernah terkena serangan itu sekuat apapun serangannya. Dan yang lebih memudahkan lagi, berkat jasa Asario, Andra, dan Mark yang membawa para warrior pergi, tidak ada yang menghalangi langkah mereka di dekat sang dukun.


“Tetangkap kau.”


“Hei, apa yang kamu lakukan? Apa kamu gila?”


“Gila apanya? Ini hanya game, bukan nyawa yang sebenarnya. Tidak enak jika aku gameover sendirian.”


Di tempat Mark berada, dia berhasil dengan gemilang mengunci pergerakan sang warrior merah yang bersiap hendak menggunakan skill lompatan tajamnya untuk menghindari serangan yang datang dari anggota timnya sendiri.


Alhasil, baik Mark maupun sang warrior merah sama-sama gameover dari pertandingan begitu sinar laser putih mencapai area di mana mereka berada.


Selama 30 detik kemudian, serangan pun usai. Asario dan Andra telah keluar kembali dari lubang dan bergegas bergabung bersama timnya yang lain. Atau mereka melupakan sesuatu?


Dari belakang mereka, tampak sang warrior hijau bersiap memberikan serangan dadakan kepada mereka berdua.


Tidak, dari raut wajah keduanya, baik Asario maupun Andra menyadari kehadiran sang warrior tersisa itu.


Begitu sang warrior hijau hampir mendekati mereka sekitar lima meter lagi dari arah mereka, tiba-tiba seluruh tanah yang dipijaknya berguncang.


Itu adalah skill ranjau Andra.


Sang warrior hijau telah masuk ke dalam perangkap Andra lantas meledak dengan meriah, menyusul ketiga warrior lain gameover dalam arena.


...\=\=\=...


...Status...


Tim Silver Hero: Asario (alive), Medina (alive), Andra (alive), Mark (dead), Lia (alive)


Tim Wieczny Orzet: Dukun (alive), red warrior (dead), yellow warrior (dead), green warrior (dead), blue warrior (dead)


...\=\=\=...

__ADS_1


__ADS_2