The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
233. Perasaan Cinta


__ADS_3

...***...


Dahulu kala, hiduplah seorang raja yang sangat menyukai keintiman. Namun, sejak dia bertemu dengan seorang gadis, niatnya pun untuk melakukan keintiman hanya tertuju pada gadis tersebut.


Singkat cerita, sang raja pun melamar gadis itu dan jadilah gadis yang cantik jelita itu sebagai ratu milik raja.


Masalah mulai terjadi di kala sang ratu yang sangat mencintai sang raja sangat menginginkan anak darinya, sementara sang raja enggan akan hal itu.


Alasan sang raja sederhana. Dia tidak akan bisa melakukan keintiman lagi untuk sejenak jika sang ratu harus merawat anak.


Akan tetapi, karena iba dengan perasaan tulus istrinya, dia pun menyetujui kehendak sang ratu untuk mengandung, melahirkan, dan mempunyai anak.


Sayangnya, akal bulus sang raja penggila keintiman itu tidak berakhir sampai di situ.


Disewanya-lah ahli nujum terbaik, alchemist terbaik, bahkan dark mage terbaik di kerajaan agar bagaimana sang raja ini bisa tetap memuaskan hasratnya untuk berhubungan intim tanpa menyakiti kehendak sang ratu yang sangat ingin mempunyai dan merawat anak darinya.


Ketiga ahli pun saling bekerjasama untuk mencari solusi bersama demi memuaskan kehendak sang raja dan dihasilkanlah ‘kalung kutukan penghapus ingatan selama setahun’.


Raja pun menghadiahkan sang ratu kalung itu dan betapa senang sang ratu menerimanya mengira bahwa betapa suaminya sangat mencintainya. Sang raja memang tidak salah lagi mencintai sang ratu, tetapi daripada defenisi cinta, perasaan raja pada ratu itu lebih dekat pada defenisi posesif.


Dimulailah kemalangan kutukan sang ratu itu.


Tiap hari di mana sang ratu melahirkan bayinya, maka sang raja akan segera menggunakan kalung itu untuk menghapus ingatan sang ratu selama setahun sehingga ingatannya akan kembali ke waktu mereka masih pengantin baru dan sama sekali melupakan keberadaan bayinya.


Bayi pun dibuang dan kembalilah sang raja mampu berhubungan intim dengan sang ratu dengan penuh kepuasan.


...*** ...


“Setelah mendengarkan dongeng dari Negara Prussia Atlantic itu, bagaimana pendapat Senior Luca?”


Pada pertanyaan sosok pemuda misterius itu, aku pun menjawab tegas, “Rajanya bajingan.”


Kulihat pemuda itu tertawa kecil sesaat mengejek jawaban yang dilontarkan oleh mulutku itu. Lalu sambil tertawa, dia pun berujar,

__ADS_1


“Hahahahaha. Rajanya memang sangat buruk, tetapi bukan itu maksudku, Senior. Maksudku bayi itu. Bisakah dikatakan keberadaan bayi itu palsu? Tidak kan? Walaupun ingatan sang ratu terhapus dan melupakan keberadaan bayinya, bayi itu jelas-jelas ada dan tak mungkin bisa dianggap menghilang keberadaannya. Bukankah nasib bayi itu sama dengan saudara-saudara sebelum Senior?”


Aku seketika membentak karena marah pada dia yang bisa-bisanya menyamakan ayahku dengan sosok raja bejat itu.


“Ayahku tidak bejat seperti itu! Ayahku juga melupakan keberadaan para saudara lain karena restorasi dunia!”


“Ya sudah, ya sudah, maaf Senior Luca. Tampaknya aku salah memakai permisalan. Anggap saja kalau begitu sang raja itu adalah restorasi dunia itu sendiri. Sang raja-lah yang harus disalahkan, bukan? Keberadaan para bayi sama berdosa sedikit pun. Tiada yang menggantikan keberadaan siapapun. Keberadaan kalian semua itu mutlak asli sejak kalian semua pernah terlahir ke dunia ini, hanya saja kalian terlupakan.”


“Jadi, tidak usah merasa bersalah lagi pada para Luca lain. Senior tidak pernah menggantikan keberadaan mereka. Senior lahir dengan takdir Senior sendiri. Justru berkat keberadaan diri Senior, dunia dapat mengingat keberadaan mereka. Bukankah begitu?”


Aku seketika terkesiap. Mengapa aku maupun Kak Phineas sama sekali tidak pernah memikirkan hal itu? Tanpa sadar, air mataku pun tumpah karena kalimat penghiburan yang datang dari sosok pemuda yang tak kukenal itu.


Dia pun lantas menempuk pundakku dengan lembut seraya berkata, “Jadi Senior, nikmatilah hidup ini tanpa terbebani oleh pikiran-pikiran yang tidak penting. Bukankah banyak keluarga baru Senior di sini yang menyayangi Senior?”


Aku menyeka air mataku, lalu sesaat kemudian kutatap kembali wajah pemuda misterius itu kemudian sekali lagi aku berusaha bertanya, “Hei, siapa kamu sebenarnya? Mengapa kamu tampaknya sangat mengenalku?”


Namun, dia hanya tersenyum tanpa menjawab pertanyaan itu.


“Ya, sudah. Kini saatnya lagi untuk berpisah sejenak. Oh iya, Senior, bagaimana persiapan Senior agar bisa terpilih untuk mewakili Indonesia ke tingkat Internasional dalam pertandingan e-sport vrmmorpg itu?”


“Oh, rupanya Senior belum mendengar info itu ya. Yah, kuharap Senior mampu berjuang dengan maksimal agar bisa terpilih. Sampai bertemu lagi nanti, Senior.”


Begitulah yang diucapkan oleh sosok pemuda misterius itu sebelum dia tiba-tiba saja menjadi tak kasat mata lalu menghilang.


Waktu itu, aku sama sekali tidak paham tentang apa yang dimaksudkannya. Perihal bukankah yang terpilih mewakili Indonesia ke tingkat internasional adalah klub profesional yang memperoleh peringkat satu dan dua dalam kompetisi tingkat nasionalnya?


Namun setelah aku mengingat kembali secara seksama, memang benar bahwa panitia sama sekali tidak pernah mengatakan satu hal pun tentang itu. Akulah yang seenaknya sendirian menyimpulkan berdasarkan metode pertandingan di tahun-tahun sebelumnya. Jangan-jangan… tidak mungkin kan seperti yang kupikirkan?


***


Sementara itu di tempat lain, Malik yang sedang berlatih di tempat pelatihan Klub White Star, secara tiba-tiba dihampiri oleh Areka pasca latihan.


“Hmm? Ada apa, Dik Areka?”

__ADS_1


“Aku ingin menanyakan sesuatu pada Senior?”


“Apa itu?”


“Apa Senior kenal dengan Nina?”


Malik sejenak bergidik. Perihal ketika diingatkan dengan nama Nina, kenangan di mana dia kehilangan Leon-lah, sahabat karibnya, yang segera terpintas di pikirannya walaupun sejatinya kenangannya bersama Leon dan Nina terjebak oleh monster dari pecahan dimensi dan peristiwa kematian Leon adalah hal yang berlainan.


Alam bawah sadarnya mau tidak mau mengaitkan kejadian itu perihal kejadian mereka terjebak bersama monster pecahan dimensi itulah yang menjadi pemicu Leon berjalan di takdir kematiannya.


Dengan kata lain, Nina sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan kematian Leon, tetapi alam bawah sadar Malik tidak menerima hal itu.


Namun, Malik dengan poker face-nya tetap mampu menjaga ekspresinya di hadapan Areka.


“Nina ya. Hmm. Kalau tidak salah, dia adalah gadis yang selalu hadir di tiap pertandingan klub kami. Namun aku tidak mengenalnya begitu baik.”


Mendengar jawaban yang setengah-setengah itu, Areka pun menggerutu sambil berkata, “Bagaimana Senior tidak kenal dengannya?! Bukankah dia adalah fans Senior yang sekarang telah terkenal juga karena memiliki banyak fans di chanel streamnya?!”


“Hmm. Aku juga nonton chanel itu. Nina tampil sangat imut, bukan? Makanya kamu jatuh cinta padanya kan, Dik Areka?”


“Cint… Cinta apaan?! Mana mungkin aku mencintai gadis yang selalu menggunakan ototnya itu ketimbang otaknya!”


Malik lantas menatap Areka seakan menemukan sesuatu yang menarik.


“Tapi belakangan ini kulihat dia bersama dengan seorang pria yang cukup imut lho. Siapa lagi ya namanya, Raia ya kalau tidak salah. Karena sering berduaan, jangan-jangan mereka sudah jadian?”


“Nina hanya menganggap bocah bodoh itu sebagai teman!”


Muka Areka menegang. Namun berkebalikan dengan penampilan Areka, Malik justru tersenyum lembut. Dia pun berdiri dari duduknya lantas menepuk pundak Areka.


Malik pun berkata, “Masa muda ya. Sungguh indahnya. Aku sampai jadi iri. Yah, sebagai anak muda, jangan pernah mau menyerah memperjuangkan hasratmu, Dik Areka.”


Malik pun lantas berbalik pergi dan berhasil menghindari pertanyaan Areka semula dengan balik menggodanya.

__ADS_1


Areka yang tidak menyadari bahwa dia telah dikelabui oleh seniornya itu, malah tersenyum puas dan merasa bahwa Malik yang dia anggap sebagai saingan terbesarnya dalam cinta telah turut memberinya support pada perjuangan cintanya itu.


Padahal sejatinya, Malik juga menaruh rasa pada Nina, hanya saja kejadian dengan Leon, membuat dia merasa terbebani setiap kali dia melihat wajah orang yang dicintainya itu.


__ADS_2