The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
52. Luca vs The King of Undead


__ADS_3

Raksasa tulang setinggi 30 meter berdiri di hadapan Luca. Namun, Luca tak pernah gentar akan hal itu. Akan tetapi, sesuatu yang lain merisaukan hatinya.


“Mama, mama, aku takut! Aku ingin pulang.”


“Hiks, hiks, Mamaaaaaaa!”


Sebanyak 25 anak berusia sekitar 9 sampai 10 tahun turut terjebak bersamanya di dalam field area yang dipisahkan oleh suatu barier yang kokoh. Mereka baru pertama kali ini bermain game, tetapi di pengalaman pertama mereka itu, mereka harus menyaksikan monster raksasa yang menyeramkan itu. Luca tidak dapat menahan rasa bersalahnya sebagai penyebab munculnya monster itu tanpa disengajanya.


Anak-anak pun tidak dapat log out dari game perihal tertahan perintah quest spesial dari sistem sebelum sang monster dikalahkan. Dan terlebih mereka hanya kelas cleric. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kebanyakan yang mengambil kelas cleric adalah mereka yang takut dengan pertarungan langsung. Dengan kata lain, anak-anak yang kini bersama Luca adalah anak-anak yang penakut.


Luca harus segera mengeliminasi sang monster sebelum anak-anak bertambah ketakutan lagi. Bagi Luca, monster itu tidak ada apa-apanya. Setidaknya, itu dulu ketika dia berada di kelas master. Namun, kini Luca kembali jatuh ke status assassin apprentice.


Luca telah menghadapi winged gold elemental berlevel 40 sebelumnya, tetapi itu bukan berarti the king of undead level 30 itu jauh lebih lemah. Secara level, mungkin the king of undead berlevel lebih kecil, tetapi bagi Luca, monster itu adalah lawan yang lebih berbahaya.


Di samping pertahanannya yang kuat ditambah oleh kekerasan tubuhnya, monster itu memiliki kemampuan yang sangat berbahaya. Kutukan banshee.


Dari ingatan Luca semasa dia masih NPC, kutukan banshee akan perlahan membuat orang yang dikenainya menjadi gila dengan raungan-raungan mistis nan statis yang akan terus-terusan terdengar di kepala orang-orang yang terkena kutukan itu. Kutukan itu pun perlahan melahap jiwa orang-orang yang telah lemah mentalnya karena tak tahan oleh raungan banshee itu, lalu perlahan tapi pasti, mereka akan meninggal.


Untuk the king of undead yang hanya berlevel 30, kutukan banshee itu sendiri takkan berpengaruh pada level master 90 ke atas karena akan balik tertelan oleh aura agung sang master yang bersangkutan. Tetapi itu tentunya berbeda untuk para newbie, termasuk para pemain yang dipaksa menjadi newbie kembali.


Setahu Luca, hanya satu orang cleric yang dapat menyembuhkan kutukan banshee sejauh ini, yakni seorang saint tua dari Kekaisaran Lalania, Saintess Monalisa. Sayangnya, sudah sekitar 5 tahun yang lalu, keberadaan sang saintess tidak diketahui. Sejak saat itu, tidak ada lagi di dunia ini yang bergelar saint atau dengan kata lain, memiliki anugerah alam yang cukup untuk memusnahkan kutukan banshee.


Yah, itu kalau ceritanya adalah NPC.


Tetapi mereka bertiga puluh saat ini, 25 orang anak berusia sekitar 9 sampai 10 tahun, Lia dan dua rekan pengawas para anak lainnya, serta seorang cleric lagi lainnya yang secara kebetulan ikut terjebak bersama Luca dan kawan-kawan karena berada di dekat mereka sewaktu quest muncul, serta Luca sendiri adalah seorang player yang walaupun mati dalam quest, hanya akan gameover dan segera tersummon kembali ke field kebangkitan masing-masing.


Namun, apa yang ditakutkan Luca adalah rasa trauma yang akan ditimbulkan kepada para anak itu. Luca tidak mau jika jiwa yang masih suci itu sampai ternodai oleh rasa trauma, terlebih jika semua itu akibat kesalahannya. Di samping, belum ada yang tahu apa dampak kutukan banshee bagi para player.


Dengan perasaan bersalah itu, Luca maju menerjang sang monster tulang raksasa.


Namun, sebelum Luca hendak maju, Lia mencegatnya, “Mari kita kalahkan sama-sama monster itu, Luca.”


Luca menolak tegas.


“Tidak, Lia. Monster itu terlalu berbahaya. Kita belum tahu apa yang bisa terjadi kepada para player jika terkena kutukan banshee.”


“Kutukan banshee?” Lia tidak dapat menahan rasa keheranannya begitu mendapati gelagat Luca yang tidak biasa akan suatu hal.

__ADS_1


“Tugas Lia saat ini adalah menjaga anak-anak di belakang.”


“Tapi Luca…”


Luca pun menoleh ke arah Lia, “Ayolah, Lia. Biarkan sekali ini aku menunjukkan sisi jantanku kepada pacarku.” Ujar Luca dengan senyum lembut nan sendu di wajahnya.


Melihat itu, Lia tertegun. Dia benar-benar dapat merasakan perasaan tulus Luca di balik ucapannya itu. Lia pun mengiyakan.


Sebaliknya, Lia tak mau kalah.


“Perhatian! Yang lain! Mari kita percayakan assassin di hadapan kita itu untuk mengalahkan sang monster. Dan mari kita jalankan peran kita sebagai cleric untuk mensupportnya dari belakang!”


Suara Lia yang merdu tetapi tegas, dengan retorika yang tepat, membangkitkan kembali semangat dan harga diri para cleric dewasa untuk ikut berjuang dari belakang.


Seorang anak pun turut berteriak, “Teman-teman, bukannya kita di sini untuk mencari pengalaman game? Ada lawan di hadapan kita yang menunggu untuk dikalahkan. Kok kita malah ketakutan seperti bayi. Kita bukan bayi lagi, jadi kita tidak boleh cengeng. Ayo teman-teman, kita juga bantu para kakak-kakak cleric. Bukankah ini pengalaman pertama yang kita nanti-nantikan?!”


Keberanian para anak pun ikut tersulut.


Seketika buff dari 29 cleric dengan dipimpin oleh Lia mengarah ke Luca. Luca pun ikut merasakan tekad perjuangan para cleric itu.


Dengan memadukan gerak zig-zag dan berjalan vertikal melalui tulang-tulang sang monster, Luca memanjat sang monster untuk menggapai kepalanya.


Berjalan vertikal Lv 5 --> Lv 6


Begitu sampai di atas, Luca mengeluarkan skill tebasan kilat sabit menuju ke arah tengkorak sang monster.


“Slash, slash, slash.”


Luca sejenak melayang sambil menari dengan indah di udara dengan tongkat sabit bulannya itu di tangannya sebelum akhirnya mendarat di bahu sang monster. Hanya sekian detik Luca mendarat, Luca melompat lagi, kali ini menargetkan bagian belakang tengkorak sang monster.


“Griiiiiiiish!”


Sabit bulan Luca terpaut pada tulang bagian belakang sang monster sambil Luca bergerak turun, memanfaatkan gaya gravitasi untuk memaksimalkan impak goresan sabit bulan.


Tebasan kilat sabit Lv 10 max


Sang monster meraung kesakitan lantas mulai melepaskan kutukan banshee yang tertanam di setiap butir kalung mutiaranya.

__ADS_1


Melihat hal itu, Luca bergerak sigap menghalangi jatuhnya kutukan kepada para cleric. Luca belum tahu dampak apa yang akan disebabkan oleh kutukan untuk para player.


“Pang, pang, pang.”


Luca menghempaskan tiap butiran mutiara berisi kutukan banshee itu kembali ke arah monster dengan sabit bulannya. Di luar dugaan Luca, ternyata sabit bulannya itu juga mampu menelan kutukan banshee seolah itu adalah makanan.


Dapat terlihat sesuatu yang menyeramkan menyerupai orang yang meleleh berwujud hitam legam yang berteriak kesakitan tersedot oleh sabit bulan yang perlahan tambah meleleh dan akhirnya menghilang seolah terpetrifikasi.


Sabit bulan Lv 30 --> Lv 41


Namun, serangan monster masih belum selesai. Mungkin karena menangkap gelagat Luca yang terlihat begitu melindungi para pemain di belakangnya itu, maka alih-alih menyerang Luca yang lincah, sang monster mengarahkan pedangnya kepada para cleric.


Untunglah Luca punya skill langkah bayangan sehingga secepat kilat Luca dapat menghalau serangan tersebut sebelum mengenai para cleric.


Dengan amarah yang membara setelah hampir saja monster itu mengenai Lia, mata kiri Luca tiba-tiba berwarna merah sementara mata kanannya berwarna biru, lalu dalam sekali tebasan, sabit bulan Luca tidak hanya membelah dua pedang, tetapi juga bersamaan dengan tubuh monster setinggi 30 meter itu di belakangnya.


Selamat! Party Luca berhasil menyelesaikan quest spesial kalahkan the king of undead Level 30. Reward akan diberikan berdasarkan kontribusi pemain…


Di antara sekian reward yang diterima oleh Luca, ada satu reward yang menarik perhatiannya. Itu tidak lain adalah mahkota the king of undead.


\=\=\=


Nama item: mahkota the king of undead


Rank: SSR


Fungsi: kunci untuk membuka dungeon the legacy of Sultan Lacoza yang terletak di suatu tempat di Kekaisaran Lalania, syarat tambahan berupa poin distribusi di Kekaisaran Lalania sebesar 2000 dan poin ketenaran sebesar 4000 dibutuhkan.


Poin ketenaran saat ini: 2900, poin distribusi Kekaisaran Lalania saat ini: 0.


\=\=\=


Namun, sebelum Luca sempat lebih fokus pada hadiahnya itu, Lia memeluknya erat dengan bahagia.


“Luca, syukurlah kamu baik-baik saja.”


Luca hanya membalas pelukan itu dengan turut membelai lembut rambut Lia.

__ADS_1


__ADS_2