The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
32. Luca Menjadi Quest Spesial


__ADS_3

Beberapa saat setelah Luca memasuki quest dungeon pemula bersama Kirana, bersamaan saat itu di guild assassin pusat, salah satu anggota guild yang bisa dikatakan sampah sedang minum-minum alkohol bersama seorang temannya di pagi hari di mana dia seharusnya bekerja.


“Ah, aku sama sekali tidak percaya dengan sikap wanderer newbie itu! Begitu dia tiba di sini, bukannya langsung menemuiku, malah menghilang entah ke mana mengambil misi. Bahkan panggilan telepatiku sama sekali tidak pernah dijawabnya!”


Ujar sang anggota sampah pemabuk dari guild assassin itu. Dialah Blanche, anggota guild yang secara resmi terdaftar sebagai mentor Luca, terima kasih berkat seseorang.


“Hahahahahaha. Pasti dia terlalu meremehkanmu. Makanya kamu harus berhenti mabuk-mabukan di saat jam kerja seperti ini. Saat ini sudah tersiar kabar di antara sesama wanderer newbie betapa sampahnya dirimu. Mungkin itu sebabnya juga mentee-mu yang baru ini mengabaikanmu karena citramu yang buruk itu.”


Teman mabuk Blanche dari bar yang kebetulan berkunjung ke guild itu pun memberikan pendapat jujurnya kepada Blanche.


“Ck.” Blanche mendecakkan lidahnya.


“Pastinya begitu. Kudengar-dengar dari pihak administrasi guild, dia bahkan berani meminta kapten guild kami sebagai mentornya lalu dua anggota top guild, Keporin dan Dimitri, sebagai cadangannya. Pantas saja si Shubanz marah lantas menjahilinya dengan mengganti permintaannya itu dengan namaku yang berada di urutan terbawah dari segi kemampuan anggota sebagai mentornya.”


“Hahahahaha. Dan kamu bangga menjadi anggota terbawah guild sampai mengatakannya dengan lantang seperti itu? Sesuai dugaan, Blanche kita luar biasa dalam artian lain.”


Sang teman minum Blanche itu lantas tertawa terbahak-bahak atas kejujuran Blanche mengakui ampasnya kemampuannya sendiri. Namun, sesaat kemudian, ekspresi sang teman itu kembali serius lantas bertanya, “Jadi, siapa nama wanderer itu?”


“Hmm. Siapa lagi ya nama anak itu, Luca kalau tidak salah?” Jawab Blanche.


Siapa yang sangka bahwa sedari tadi, Heisel telah duduk pada meja di seberangnya dan mampu mendengarkan baik-baik tiap obrolan mereka.


Heisel tak dapat menahan gejolak emosinya begitu mendengarkan nama Luca ter-sebut oleh mulut Blanche.


“Luca? Kok nama itu agak mirip dengan…” Bahkan sebelum sang teman sempat menyelesaikan ucapannya, dengan gerakan menyelinap tipikal assassin yang luar biasa, Heisel telah berdiri dari tempat duduknya dan mencengkeram leher Blanche.


“Kapten?” Ujar Blanche panik mendapati ekspresi beringas sang kapten.

__ADS_1


Semula Blanche mengira bahwa sang kapten merah padanya karena minum-minum alkohol di waktu kerja. Akan tetapi, “Siapa tadi kamu bilang nama wanderer itu?! Cepat jawab! Hah!” Rupanya sang kapten marah akan hal lain yang Blanche sendiri tidak tahu mengapa kaptennya bisa marah akan hal itu.


“Luca, kapten.” Jawab Blanche gemetaran.


Dalam sekejap, Heisel telah menghilang dari guild setelah melemparkan badan besar pemabuk itu ke meja. Heisel dengan secepat yang dia bisa, berlari dengan skill assassin-nya menuju desa pemula para wanderer.


Sesampainya Heisel di sana, desa pemula pun langsung riuh dengan notif quest dadakan dari para player. Sang NPC Heisel sontak menjadi pusat perhatian.


...Quest Spesial...


...Beritahu Heisel segala informasi apa saja terkait keberadaan Pemain ‘LUCA’ saat ini...


...Hadiah quest: koin 1000 rupiah...


“Luca? Bukannya nama itu ya yang baru-baru ini diumumkan sistem untuk pertama kalinya setelah menyelesaikan quest tersembunyi?”


“Apa jangan-jangan quest sebelumnya itu ada hubungannya mengapa sampai kepala dari guild assassin sendiri yang datang untuk mencarinya? Mungkin semacam quest berantai?”


Desa pemula pun riuh oleh desas-desus penuh spekulasi atas tindakan tiba-tiba dari sang NPC terkenal itu.


Tiada pemain The Last Gardenia yang tidak mengenal sosok Heisel perihal sosok Heisel selalu terlihat pada tutorial sebelum seorang pemain pertama kali memainkan game vrmmorpg tersebut. Wajah itu pun juga sering terlihat pada tiap promosi iklan game vrmmorpg tersebut baik di televisi, internet, maupun berbagai media iklan visual lainnya.


Begitulah terkenalnya sosok Heisel bagi para pemain sebagai sosok penting yang terlibat langsung dalam jalannya main story game tersebut.


Dan sosok itu kini mencari seorang pemain. Mereka mau tidak mau jadi berfantasi liar karenanya dan semakin penasaran tentang siapa sosok Luca sebagai pemain yang dicari oleh pemegang kekuasaan puncak di salah satu guild utama itu sebenarnya.


“Ah, kalau Anda membicarakan soal Luca, adik sepupuku, dia kayaknya masih menjalankan quest di dungeon pemula.”

__ADS_1


Secara kebetulan, Nina yang pulang terlambat ke rumah telah login ke game bersama dengan sahabat setianya, Raia. Sebelum Nina login, Nina sempat mengintip isi komputer Luca di kamarnya. Makanya Nina tahu di mana keberadaan Luca sekarang.


“Oh, begitukah. Terima kasih Nona cantik atas informasi berharganya.” Heisel pun tersenyum ala pangeran kepada Nina yang sejenak tampak membuatnya berkarisma layaknya seorang sugar daddy di hadapan Nina yang membuat jantung gadis itu berdetak kencang sesaat.


Begitu Nina tersadar akan hipnotis pesona sugar daddy itu, Heisel rupanya telah menghilang dari hadapannya.


“Apa-apaan tadi itu? Apa benar pemain yang dimaksudnya itu Luca kita?” Tanya Raia kepada Nina.


“Kemungkinan besar seperti itu karena game ini kan melarang pemain memiliki nama yang sama. Jadi tidak mungkin ada pemain lain yang juga bernama Luca.”


“Atau mungkin dia keliru menyebutkan namanya seperti Luke, Lucas, Luco, Lucy?” Tapi jika yang dimaksudnya itu memang benar-benar Luca kita, hebat juga ya adik sepupumu itu bisa sampai dinotice oleh NPC top di Gardenia.”


“Yah, palingan seperti apa yang dibilang oleh pemain lainnya. Palingan NPC itu hanya tertarik pada Luca karena berhubungan dengan quest tersembunyi yang diselesaikannya sebelumnya. Begitulah program NPC bekerja yang merespon tiap perkembangan alur cerita dalam penyelesaian berbagai quest. Bukannya NPC itu seperti manusia yang bisa memiliki rasa sayang atau sejenisnya.”


Nina lantas memberikan argumentasi logisnya yang mendapatkan dukungan anggukan dari Raia.


“Tapi ya, Nina, bisa memperoleh dan menyelesaikan quest tersembunyi tanpa pengalaman game sebelumnya, aku rasa sudah membuat Luca begitu hebat di mataku lho.”


“Hah, apa ini?! Mengapa untuk quest sederhana semisal memberi tahu tempat saja memperoleh hadiah sebanyak ini? Koin seribu rupiah? Bukankah ini setara lima ratus ribu rupiah jika ditransfer ke uang asli?!”


Sayangnya ucapan Raia tidak lagi didengarkan oleh Nina, lantaran Nina lebih fokus kepada hadiah koin yang diperolehnya dari NPC bernama Heisel tersebut. Raia hanya dapat tertawa kecut karenanya.


Sementara itu di dalam dungeon pemula, tampak party Luca dan Kirana telah sampai ke lantai dua dungeon tersebut. Terlihat Kirana masih melongo karena shok akan sesuatu.


“Apa itu tadi?” Lirih Kirana pelan sehingga Luca tidak mampu mendengarnya dengan baik.


“Hmm? Ada apa, Kak Kirana?” Luca lantas mengarahkan perhatiannya kepada Kirana yang tampak shok.

__ADS_1


“Apa itu tadi?! Luca, kamu lihat jurus sihir areaku di lantai 1 barusan kan?! Bukankah itu terlalu hebat dari biasanya?! Aku menyapu bersih seluruh slime kecuali bos monsternya lho hanya dalam sekali serangan saja! Dexterity di atas 60 memang luar biasa! Luca, gelar-mu itu memang sangat sangat luar biasa!”


Rupanya yang membuat Kirana melongo tidak lain adalah rasa takjubnya terhadap efek luar biasa dari gelar sang anak penyayang milik Luca.


__ADS_2