The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
118. Pembukaan Babak Ketiga


__ADS_3

Aku, Kak Nina, dan Kak Raia saat ini sedang menjalankan misi pembasmian monster bernama Dodori.


Kak Nina tampaknya sudah semakin mahir mengkoordinasikan skill blindness dan illusion-nya dengan para kelinci bertanduknya itu. Dia pun juga telah cukup mahir saling menutupi kekurangan dengan party-nya bersama Kak Raia.


Adapun Kak Raia, dia semakin cekatan dan kuat. Tampaknya, keberhasilan misi ujian pendewasaannya dengan memenangkan sepuluh kali kemanangan di pertarungan gladiator dengan hanya rekor 4 kali kekalahan, membawa perubahan besar pada kepercayaan dirinya itu.


Semuanya berjalan dengan baik. Tampaknya, kami bisa naik level tanpa adanya masalah. Karena monster Dodori di sini berlevel sekitar 11 – 22, rasanya takkan ada masalah bagi Kak Raia dan Kak Nina untuk segera naik level ke level 23.


Tetapi ini aneh . Musim-musim kawin seperti ini, biasanya monster-monster bertipe hewan memang agak beringas.


Namun, bagaimana ya mengatakannya. Daripada perasaan beringas ingin berkembang biak, aku bisa merasakan hawa ketakutan dari monster-monster Dodori itu.


Masalahnya, itu tidak ditujukan kepada kami, melainkan sesuatu yang jauh di dalam sana di wilayah Kerajaan Melodia yang entah apa itu. Kalau tidak salah, Paman Heisel saat ini juga sedang menjalankan misinya di Kerajaan Melodia. Apakah ini semua berkaitan?


Namun, bukan berarti kami dapat memasuki wilayah kerajaan lain secara sembarangan tanpa adanya izin dari raja yang bersangkutan. Terlebih Karajaan Melodia dikenal dengan kerajaan yang memiliki sikap primordialisme yang berlebihan.


Mereka terlalu menganggap tinggi para bangsawan di daerah mereka, sementara menganggap hina yang bukan bagian dari kelompoknya itu, termasuk kami para player.


Tidak ada jalan lain selain memberikan laporan penemuan kami ini saja kepada Kak Kaisar.


***


Tanpa terasa, hari esok telah tiba. Hari ini adalah hari pelaksanaan putaran babak ketiga kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional. Baik Tim Lia maupun Tim Kak Leo, keduanya lulus sampai ke putaran babak ini.


Adapun Kak Krimson beserta Tim Shadow Park-nya harus gugur kemarin.


Dan di sinilah aku hari ini, mengantarkan kepulangan Kak Krimson beserta neneknya, Nenek Jena, yang senantiasa merawat kami selama kami berada di hotel. Dia adalah sosok nenek yang baik. Pantas saja, cucunya juga adalah orang yang baik.

__ADS_1


Tapi kalau dipikir-pikir, dunia e-sport vrmmorpg itu adalah dunia yang cukup kejam juga.


Jika kau tersingkir dari arena, maka kau juga akan harus segera meninggalkan tempat ini.


Alhasil, kini para tamu di hotel tempat kami berada yang terdiri dari keluarga para pemain juga mulai sepi. Tiga perempatnya sudah kembali ke negaranya masing-masing.


Aku hanya bisa berharap, agar teman-temanku yang berjuang di sini dapat memperoleh hasil yang maksimal sesuai apa yang mereka perjuangkan.


Hampir pukul 9 tepat, ruang virtual A, tempat di mana Tim Lia dan Tim Kak Leo akan sama-sama melaksanakan pertandingan mereka sudah tampak ramai. Hari ini adalah pertandingan di 64 besar di mana ruang pertandingan hanya dibagi menjadi dua saja, yakni ruang virtual A dan ruang virtual B. Kebetulan, Tim Lia dan Tim Kak Leo sama-sama dijadwalkan di ruangan yang sama.


Tim Silver Hero akan dijadwalkan di pertandingan keempat dengan tim lawan bernama Jura. Adapun Tim Max Squeeze dijadwalkan di pertandingan setelahnya di pertandingan kelima dengan tim lawan bernama Plump.


Hmm. Mari kita lihat untuk pertandingan pertama, ada Tim Lost Child vs Tim Cross Ainz. Semoga hari ini aku dapat lagi menyaksikan pertandingan yang keren.


Ataukah tidak.


Dengan kekuatan the twin dragonnya yang terlalu overpower, Tim Lost Child segera memenangkan pertandingan dengan mudah bahkan sebelum aku sempat memperbaiki posisi dudukku.


Kurasa kali ini, adalah benar-benar pertandingan yang layak untuk ditonton.


Ataukah tidak.


Tim Chronos benar-benar sangat dirugikan dalam pertandingan. Salah satu pemain yang berbadan raksasa mereka itu tidak salah lagi sangat overpower. Namun, bahkan dia pun memiliki keterbatasannya. Dia tidak dapat menjangkau lawan yang ada di udara.


Dia tidak memiliki skill seperti skill Gae Bolg milik salah satu pemain Goliath yang berhasil mengalahkan mereka sebelumnya yang bisa menjangkau angkasa, atau minimal seorang archer yang bisa menembak jauh ke langit pun tim mereka tidak miliki.


Semuanya murni petarung jarak dekat. Alhasil, Tim Exdeus bisa menang dengan gemilang melalui hujaman peluru sci-fi mereka di udara tanpa bisa Tim Chronos melawan balik.

__ADS_1


Mereka hanya bisa menghindar dan berlindung, sampai akhirnya stamina mereka habis dan mereka pun kalah di pertandingan.


Namun, jika aku boleh berpendapat, semua masalahnya hanya kecocokan lawan saja. Sebenarnya Tim Chronos sendiri tidak kalah jauh kuat. Mereka hanya tidak beruntung memperoleh lawan yang bertentangan dengan kemampuan mereka saja.


Berangkat ke pertandingan sesi ketiga. Ada Tim Epic Fantasy, tim dunia sihir tanpa pedang dari Kerajaan Inggris, yakni tim yang kemarin berhasil mengalahkan tim sang ninja dari Jepang, Tim Kuro. Lawannya tampaknya baru aku saksikan hari ini, mereka adalah Tim Xantoz.


Tim Xantoz juga tampaknya adalah tim dari genre game fantasi yang menggabungkan konsep sihir dan pedang, namun agak berbeda dengan game The Last Gardenia.


Mari kita lihat, antara dunia murni sihir dengan dunia di mana pedang dan sihir disatukan, mana kira-kira yang lebih kuat.


Sesuai dugaan, mereka yang memiliki serangan fisik lebih diunggulkan di sini. Setelah aba-aba tanda pertandingan dimulai, kedua warrior Tim Xantoz segera berlari menerjang ke arah tim lawan. Ah, warrior di sini agak berbeda dengan swordsmen yang kita ketahui di game The Last Gardenia karena senjata mereka tidak terbatas pada pedang saja.


Aku hanya menyebutnya dunia pedang dan sihir untuk memudahkan penyebutan saja. Namun, senjata salah satu warrior di sini adalah tombak. Untuk yang satunya, adalah pedang.


Menutupi kekurangan fisik tim murni sihir dari Tim Epic Fantasy itu, rupanya mereka bisa skill melayang dan menghindar cepat. Alhasil, para warrior gagal menyentuh mereka.


Tampaknya, pemegang tombak di tim ini tidak mampu menggunakan skill serupa Gae Bolg yang bisa menerjang sampai angkasa milik pemegang tombak dari Tim Goliath. Alhasil, untuk menyerang selama mereka melayang di udara, adalah tugas para mage dari Tim Xantoz.


Namun tampaknya, para anggota Tim Epic Fantasy ini juga memiliki waktu yang terbatas untuk melayang di udara sehingga begitu mereka mendarat di tanah, giliran para warrior kini yang menyerang mereka.


Akan tetapi, semua itu ditutupi oleh kerjasama yang sangat kompak antara sesama anggota Tim Epic Fantasy. Mereka mengeluarkan sihir secara bergiliran sehingga sulit ditemukan jeda di serangan mereka.


Begitu sihir salah satu pemain selesai diaktifkan, sihir pemain berikutnya pun tiba. Benar-benar kerjasama yang sangat kompak yang mampu menutupi dengan sempurna masa cooldown aktivasi sihir masing-masing pemain.


Bagaimana ya mengatakannya, mungkin karena mereka adalah tim yang benar-benar berfokus pada sihir sehingga kualitas sihir tiap anggota mereka jauh lebih hebat dibandingkan dengan para mage dari Tim Xantoz.


Lalu, pertandingan pun ditutup dengan ultimate skill sihir angin overpower yang digabungkan dengan bola-bola listrik berdaya serang luar biasa dari Tim Epic Fantasy ketika tampak Tim Xantoz mulai kehilangan staminanya dan merenggangkan pertahanan mereka, sama persis seperti jurus yang mengalahkan Tim Kuro sebelumnya.

__ADS_1


Tim dunia sihir Epic Fantasy menang atas tim pedang dan sihir Xantoz.


Lalu, pertandingan sesi keempat pun dimulai. Itu adalah pertandingan Lia dan timnya.


__ADS_2