The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
37. Kali Ini Heisel yang Gagal Menemui Luca


__ADS_3

Luca dapat dengan jelas melihat dan mendengar bagaimana para wanita di dalam ruangan itu diikat dan dirantai serta disiksa secara brutal oleh sesama manusia sendiri yang telah terjatuh ke dalam nistanya kegelapan di mana mereka turut mempekerjakan para winged dark elemental sebagai asisten mereka.


Samar-samar tercium bau busuk yang sangat menyengat di hidung Luca. Luca kenal betul dengan bau itu. Bau yang familiar yang akan didapatinya setiap ada serbuan monster di tempatnya dulu tinggal. Bau mayat manusia yang terbakar.


Luca tak dapat lagi menahan amarahnya menyaksikan bagaimana bisa seorang manusia menyakiti sesama manusia lainnya secara kejam dengan tampang penuh kesenangan seperti itu. Namun ketika Luca hendak menyelamatkan para wanita itu, ternyata Luca sama sekali tak bisa menyentuh mereka.


Tangan Luca hanya melewati begitu saja wujud mereka seolah mereka adalah sebuah hologram. Luca pun meringis tak berdaya karena hal itu dan berteriak sejadi-jadinya memegangi kepalanya karena kesakitan seraya meringkuk.


Luca berupaya sekuat tenaga menahan sakitnya rasa traumanya menyaksikan pemandangan seperti itu sekali lagi. Luca sejenak lupa, tetapi dia akhirnya kembali dapat mengingat bahwa memang beginilah dulu dunia tempatnya berasal.


“Luca. Luca. Luca!” Teriakan dari Kirana lantas menyadarkan pemuda itu.


Tahu-tahu Luca telah ke dalam sense-nya kembali. Ternyata, Luca selama ini tidak pernah berpindah ke mana pun. Dia selama ini tetap berada pada lantai terdalam dungeon pemula itu.


“Ah, Kak Kirana.”


“Luca, kamu baik-baik saja kan? Kamu tadi tiba-tiba saja terlihat mencoba meraih sesuatu di tempat kosong lalu meringkuk kesakitan begitu saja. Hei, kamu tidak sedang melihat hantu kan? Di sini kan di dalam game, mana ada hantu atau semacamnya kan?” Tanya Kirana mengantisipasi seraya terlihat sedikit ketakutan akan tingkah ganjil Luca.


“Ah, tidak apa-apa kok, Kak. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan questnya?” Luca pun mencoba mengalihkan topik pembicaraan.


“Karena hadiah quest tersembunyi-nya sudah kita dapatkan, untuk sekarang, mari kita keluar dulu dari dungeon ini. Ah, pasti di luar sekarang sudah heboh, terima kasih berkat pemberitahuan global dari sistem ini.”


Setelah mendengar ucapan Kirana, Luca kemudian ikut melihat ke dalam papan pemberitahuan sistem.


...PEMBERITAHUAN GLOBAL...


...SELAMAT KEPADA PARTY PEMAIN ‘LUCA’ DAN 'MOMMYSUPERSTAR1'...


...YANG TELAH BERHASIL MENYELESAIKAN...

__ADS_1


...QUEST TERSEMBUNYI...


...KALAHKAN SEEKOR WINGED GOLD ELEMENTAL LEVEL 40 DI DUNGEON PEMULA...


“Ini?”


“Entahlah, aku juga tidak paham, Luca, tentang bagaimana hal ini bisa menjadi pemberitahuan global. Yang jelas berkat ini, pasti ketika kita keluar, kita akan menjadi pusat perhatian…”


Belum selesai Kirana berujar, Luca terjerembab jatuh sembari memegangi kepalanya, tampak sangat kesakitan.


“Hei, Luca, kamu benar-benar baik-baik saja kan?” Kirana yang khawatir lantas segera menghampiri kembali Luca.


“Ah, aku baik-baik saja, Kak. Aku hanya sedikit lelah. Kalau begitu, aku sebaiknya segera log out dulu dari game.” Luca pun berujar lalu sembari menekan tombol log out di papan sistem game-nya.


Luca pun log out dan menyisakan Kirana di tempat itu.


Semua penonton pun dapat menjadi saksi kelincahan gaya bertarung Luca yang cemerlang. Dan satu di antara para penonton itu tidak lain adalah Heisel, paman Luca.


“Hei, bocah itu assassin apprentice kan? Aku bisa mengerti gerak lincahnya karena itu memang kespesialan kelas assassin, tetapi mengapa bisa kekuatan bertempurnya sehebat itu? Bukankah assassin itu adalah satu di antara 3 kelas terlemah?” Ujar salah satu penonton yang menyaksikan pertarungan Luca dan Mommysperstar1 alias Kirana melawan Winged Gold Elemental berlevel 40 itu.


Mendengar penonton tersebut mengatakan bahwa assassin adalah salah satu di antara 3 kelas terlemah, Heisel sebagai kapten guild assassin, tidak dapat menahan kesalnya.


“Hei, hei, pemain veteran pun tidak akan sanggup bertarung seperti itu. Jelas-jelas pemain yang bernama Luca itu saja yang memang hebat. Bukankah dia yang juga mendapatkan notif pemberitahuan pertama dari sistem setelah menyelesaikan quest tersembunyi di quest serigala perak? Tidak salah lagi, Pemain Luca ini akan segera menjadi figur pemain yang penting. Aku tidak akan heran jika bulan depan, namanya akan ada di jajaran 500 pemain terbaik dunia.”


Namun, ketika Heisel mendengar komentar penonton yang lainnya itu, amarahnya langsung mereda, digantikan oleh rasa kebanggaan tersendiri sebagai orang yang telah melatih Luca selama ini, bagaikan sosok ayah yang senang melihat perkembangan perjalanan putranya dalam melampauinya.


“Aku jadi penasaran dengan bocah itu. Ayo kita lihat seperti apa orangnya nanti ketika dia keluar dari dungeon.”


“Ya, aku juga sama penasarannya. Ayo.”

__ADS_1


Semua orang pun menjadi antusias menunggu Luca keluar dari dalam dungeon pemula tersebut.


Tetapi begitu party itu keluar dan mendapati hanya Kirana yang ada di situ, mereka pun serentak kecewa.


“Mbak, ke mana perginya newbie yang tadi berparty bersama Mbak?” Tanya salah seorang penonton di luar kepada Kirana.


“Ah, dia sudah log out duluan karena tampak agak kelelahan.”


Mendengar jawaban Kirana itu, mereka sekali lagi menghela nafas kecewa karena tak dapat bertemu pada pemuda yang menunjukkan keterampilan bertarung yang begitu istimewa di antara banyaknya layar-layar yang menampilkan party-party pemula dalam menyelesaikan dungeon pemula tersebut.


Satu di antara mereka yang paling kecewa tidak lain adalah paman Luca sendiri, Heisel, yang lagi-lagi gagal menemukan keponakannya. Tetapi paling tidak, akhirnya dia merasa lega karena telah bisa melihat keponakannya lagi walau hanya dari balik layar saja. Yang jelas kini dia tahu bahwa Luca baik-baik saja di suatu tempat di sana.


“Kalau boleh tahu Mbak, bagaimana cara Mbak bisa memperoleh quest tersembunyi tersebut? Apa jangan-jangan ini karena pemain yang bernama Luca lagi ya Mbak? Soalnya pemain itu juga kan yang pertama kali berhasil memperoleh quest tersembunyi di game The Last Gardenia ini?”


Kirana pun menjawab, “Kalau itu, aku tidak tahu. Pemuda yang bernama Luca itu juga tampaknya tidak mengetahuinya. Apa mungkin karena kecepatan waktu dalam menyelesaikan quest kami ya? Entahlah.”


Jawaban ambigu dari Kirana itu lantas menurunkan semangat penonton. Kirana mungkin tidak mengetahuinya, tetapi sudah pernah ada pula party yang menyelesaikan quest dungeon pemula ini dengan waktu yang bahkan lebih cepat dari mereka dengan mengutus seorang pemain veteran dark mage berlevel 51 sebagai salah satu anggota party-nya, hanya bedanya kali ini, justru Luca sebagai newbie-lah yang jadi kekuatan utama di party Luca-Kirana tersebut.


“Yuk, kita coba telusur quest kelinci bertaring saja yuk, di desa pemula. Siapa tahu saja kita juga beruntung mendapatkan quest tersembunyi di sana.”


Penonton yang kehilangan antusiasmenya itu pun pergi dengan nafas kecewa.


Namun, begitu Kirana juga hendak pergi dari tempat itu, Heisel mencegatnya.


“Mbak, maaf, Mbak kan yang tadi melakukan party bersama Luca? Bisakah aku meminta Mbak untuk menghubungi Luca agar aku bisa segera bertemu dengannya?” Ujar Heisel pada Kirana.


Sedari tadi, tidak ada yang menyadari keberadaannya, terima kasih berkat skill sembunyi level tinggi miliknya. Tetapi sejak dia bicara kepada Kirana, skill itu pun kehilangan efeknya dan orang-orang mulai merasakan kehadirannya dan melihat wajahnya itu.


Betapa semua orang kaget melihat bahwa sosok orang itu ternyata adalah Heisel, sosok NPC terkenal dari game The Last Gardenia yang berhubungan erat dengan main story game ini, guild master dari guild assassin, Heisel Trakatov.

__ADS_1


__ADS_2