The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
98. Luca Menonton Pertandingan Tim Lain di Hari yang Sama


__ADS_3

Pertandingan berakhir dengan meriah. Walaupun Kak Krimson tidak berhasil menjadi sorotan di pertandingan kali ini, sebagai gantinya, Kak Krein, rekan setim Kak Krimson tampil dengan menunjukkan bagaimana licik dan tidak bermoralnya sebenarnya pertandingan battle royal itu dalam menentukan pemenang.


Terkadang dalam pertandingan seperti itu, akan keluar pemenang dengan cara licik seperti melakukan serangan sembunyi-sembunyi atau the last hit.


Yah, tapi aku tidak bilang bahwa Tim Kak Krimson tidak pantas keluar sebagai pemenang. Kak Krimson sendiri sebagai yang terkuat di timnya dikeluarkan dari arena dengan cara yang curang dengan cara menyerang secara sembunyi-sembunyi yang dilakukan seorang pemain sniper dari Tim Max Squeeze.


Bisa dibilang, cara licik Kak Krein dalam memperoleh kemenangan melalui metode the last hit itu, hanyalah sebagai jalan untuk mengembalikan hasil pertandingan ke hasil yang seharusnya. Mengapa demikian? Karena itu jelas bahwa orang terkuat kedua di pertandingan setelah Kak Leo jelas adalah Kak Krimson.


Jika Kak Antonio berhadapan satu lawan satu melawan Kak Krimson, aku dengan percaya diri bisa mengatakan bahwa yang memenangkan pertarungan pastilah Kak Krimson.


Walaupun masih pasif, sedikit demi sedikit, kekuatan spiritual yang ada di dalam diri Kak Krimson mulai terbangkitkan dan Kak Krimson yang walaupun berbasic sebagai seorang alchemist, dia punya bakat menjadi seorang petarung yang andal.


Dia akan mampu melampaui dinding yang dibentuk oleh dirinya sendiri akibat rasa ketergantungannya pada rekan setimnya dengan sedikit saja paksaan pada mentalnya. Aku telah menyaksikan betul potensi bakat Kak Krimson itu sewaktu berparty bersamanya di quest alchemist pemula.


Potensi perkembangan Kak Krimson masihlah jauh lebih hebat lagi dari kemampuan apa yang bisa dia tunjukkan di permukaan sekarang.


Di samping itu, Tim Bougha memang punya kelemahan utama sehingga mengapa mereka tidak pantas menang dari Tim Shadow Park. Itu karena mereka terlalu bergantung pada energi spiritual mereka yang walaupun memang bisa meningkatkan kemampuan fisik mereka berkali-kali lipat lebih hebat.


Itu tidaklah salah menggunakan segala kartu yang ada di tangan kita yang bisa kita gunakan dalam pertempuran, tetapi yang salah, mereka jadi lupa apa esensi sebenarnya dari keunggulan fisik mereka sebagai seorang Viking.


Jika mereka dengan cerdas memanfaatkan keunggulan fisik mereka tanpa terlalu bergantung pada energi spiritual dan bertarung dengan normal layaknya seorang Viking, bisa dipastikan bukan Tim Shadow Park-lah yang keluar sebagai pemenang, melainkan Tim Bougha. Mereka sama sekali lupa dengan esensi nenek moyang mereka yang merupakan petarung fisik sejati.


Kalian bertanya mengapa aku bisa tahu banyak hal tentang legenda bangsa Viking di bumi padahal aku seorang NPC? Itu karena Ibu terkadang menceritakan kisah mereka padaku yang artinya kejayaan bangsa Viking begitu bersinar sampai-sampai berkesan di benak Ibu dan membuat Ibu menceritakan kisahnya padaku.

__ADS_1


Yah apapun itu, baik Tim Max Squeeze maupun Tim Shadow Park memang layak keluar sebagai pemenang pada pertandingan itu.


Setelah itu, aku menonton beberapa pertandingan lain di ruang virtual B. Tidak ada yang unik yang bisa menarik perhatianku setelah kekuatan spiritual Kak Leo yang menonjol yang bahkan jauh di atas Kak Krimson.


Yang bisa kukatakan adalah dunia memang luas sampai-sampai ada beragam jenis karakter game yang ada dari berbagai genre, mulai dari metarobot, sci-fi, fantasi barat, dunia peri, magical, dunia sihir tanpa pedang, dunia pedang tanpa sihir, dunia kultivasi, ninja, pertarungan jalanan, anak SMA superpower, sampai pada dunia boneka.


Yang paling menarik perhatianku setelah itu, mungkin adalah tim Kuro dari Jepang yang memenangkan pertandingan keempat. Mereka memiliki genre game berupa ninja, tetapi anehnya mereka bertarung tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga sihir yang anehnya mereka menolak mengakui itu sebagai sihir, melainkan pengembangan kekuatan fisik yang dsebut jutsu.


Selain itu, ada pula tim Pang Long dari China yang memenangkan pertandingan kelima. Mereka bisa dibilang cukup unik karena walaupun mereka menggunakan pedang, pedang mereka justru dijadikan sebagai alat transportasi saja untuk terbang dan malah menggunakan tangan kosong untuk bertarung.


Tidak ada lagi pemain yang benar-benar menarik perhatianku setelah pemain yang bernama Leo dari Tim Max Squeeze itu. Setidaknya itulah yang kupikirkan sampai masuk pada pertandingan keenam yang dilaksanakan terpisah pada malam hari setelah jeda istirahat.


Waktu itu, aku melihat lonjakan kerumunan penonton yang secara tiba-tiba di ruang virtual A. Aku yang awalnya tetap ingin menyaksikan pertarungan di ruang virtual B berhubung Kak Nina, Kak Raia, dan Tante Judith sudah terlanjur berada di dalam sana, menjadi penasaran dan akhirnya memutuskan untuk pindah ke ruang virtual A untuk menonton.


Dan ekspektasi yang tinggi itu untuk menyaksikan pertandingan yang benar-benar hebat, benar-benar terbayarkan. Ataukah tidak. Daripada pertandingan, ini lebih tepat disebut sebagai pembantaian sepihak satu tim terhadap tiga tim lainnya.


Ataukah tidak. Dan itu mana mungkin terjadi karena Alice and The Twin Dragon hanyalah legenda dan walaupun sosok itu benar-benar ada, dia sudah hidup ribuan tahun yang lalu sehingga mana mungkin dia ada di zaman sekarang.


Terlebih, legenda itu ada di kampung halamanku berada, Gardenia, atau tepatnya benua Astrovia, salah satu dunia virtual kecil yang hanya merupakan salah satu vrmmorpg terkenal bagi penduduk dunia nyata.


Dan yang paling menandakan bahwa pemain itu jelas-jelas berbeda dari legenda adalah karena pemain itu seorang pria, sementara Alice adalah seorang wanita.


Dalam sekejap setelah The Twin Dragon dipanggil, The Twin Dragon mulai membersihkan arena sekitar dengan gabungan nafas api dan es mereka. Naga api bergerak ke barat membakar arena, sementara naga es bergerak ke timur membekukan arena.

__ADS_1


Terjadilah adegan survival di antara ketiga tim lainnya, alih-alih sebagai pertandingan yang penuh semangat membara seperti pertandingan di grup Kak Leo sebelumnya.


Alhasil, keluarlah tim pemain itu, Tim Lost Child, sebagai juara mutlak, yakni sebagai tim yang bertahan paling akhir sekaligus tim yang memperoleh skor mutlak jumlah korban sebanyak 15.


Sampai-sampai terlihat dewan juri kesulitan untuk menentukan siapa tim yang akan turut lolos menemani Tim Lost Child ke babak selanjutnya.


Berdasarkan jugnis pertandingan, jika angka jumlah korban tiga tim yang tersisa adalah sama, maka yang akan menentukan siapa tim yang ditetapkan turut lolos ke babak selanjutnya menemani tim yang bertahan paling akhir adalah berdasarkan evaluasi jumlah exp yang diperoleh tiap pemain pada tim yang bersangkutan selama pertandingan berlangsung.


Masalahnya adalah kelima belas pemain dari tiga tim yang lain, karena insting survival mereka, hanya melarikan diri dari naga api dan es selama pertandingan berlangsung tanpa sanggup melakukan serangan balik yang otomatis exp mereka akan nol.


Akhirnya, dewan juri terpaksa membuat kebijakan baru dengan memutuskan untuk menetapkan peserta yang lolos berdasarkan peserta yang paling terakhir bertahan terhadap amukan sang The Twin Dragon.


Masalahnya, yang paling terakhir bertahan adalah seorang gadis mage dari tim salah satu negara di eropa utara yang paling pengecut di antara mereka yang justru yang paling tidak memperlihatkan tanda-tanda perlawanan sedikit pun dan hanya fokus menggali lubang di tanah untuk bersembunyi sampai pada akhirnya ditemukan paling akhir oleh sang naga es.


Keputusan yang tidak dapat diganggu gugat dari dewan juri itu pun serentak mendapat “Boooooo!” dari para penonton.


Terlepas dari pertandingannya yang tidak bisa dijadikan referensi yang berguna karena terkesan hanya berupa pembantaian sepihak sehingga tidak ada langkah-langkah atau trik-trik peserta pertandingan yang bisa dipelajari, aku sebenarnya sangat ingin Kak Nina menyaksikan pertandingan ini.


Setidaknya pertandingan ini akan memicu semangat Kak Nina untuk berpikir bahwa seorang tamer juga keren. Aku menyesal tidak ikut mengajak Kak Nina ke ruangan ini.


Oh iya, aku jadi penasaran, apakah tamer itu juga sehebat Alice dalam legenda yang juga bisa bela diri. Sayangnya kelima belas player lawannya semuanya pengecut dan hanya melarikan diri sehingga tak ada yang bisa mengonfirmasi hal itu.


Yah, mungkin di pertandingan selanjutnya, aku bisa menyaksikan sendiri jawabannya. Kuharap akan ada player yang dengan gagah berani tanpa takut oleh amukan sang The Twin Dragon mengonfirmasi hal itu, tentang bagaimana bakat bertarung sang tamer-nya, dengan melawannya secara langsung.

__ADS_1


Tetapi tunggu dulu, Tim The Lost Child dari Amerika Serikat? Apa? Jadi dia tim dari negara yang sama dengan Tim Max Squeeze-nya Kak Leo? Jika demikian, besar kemungkinan Tim Max Squeeze hanyalah tim nomor dua di negaranya di mana Tim Lost Child inilah pemegang posisi puncaknya.


Yang jelas, pertarungan babak kualifikasi pertama untuk sesi hari ini telah usai dan kini waktunya bagiku untuk menyelesaikan masalah yang kemarin tertunda. Tentang ‘kancing esensi kenyataan’ ini. Dengan demikian, aku tidak akan pernah lagi membawa orang-orang yang kusayangi ke dalam bahaya.


__ADS_2