
Masing-masing peserta pertandingan pun bergerak ke lokasi tunggu pertandingan masing-masing, namun setengahnya tampak bersiap pulang perihal pertandingan kelompok 13 sampai dengan kelompok 24 akan dilaksanakan keesokan harinya.
Dari suasana yang ramai barusan, kini hanya tersisa kami bertiga belas di suatu ruangan sempit yakni para peserta, Pak Pelatih, dan kedua anggota lain yang saat ini merangkap sebagai manajer, Kak Shea dan Ellen.
Masing-masing dari pertandingan kami akan ditayangkan di layar besar di luar sehingga bisa ditonton oleh seluruh pengunjung nantinya.
Walau ini pertandingan atas nama tim, tetapi babak penyisihan tahap pertama akan dilaksanakan melalui royal battle individu. Ada lima peserta di tiap babak yang nantinya bertanding masing-masing mewakili tim dengan nomor urut yang ditentukan melalui undian.
Adapun tim pemenang ditentukan melalui penjumlahan seluruh skor peserta di dalam masing-masing tim tersebut. Masing-masing peserta akan memperoleh 10 poin bagi yang paling terakhir bertahan, disusul 5 poin bagi yang kedua terakhir bertahan, 3 poin bagi yang ketiga terakhir bertahan, 1 poin bagi yang keempat terakhir bertahan, serta poin nol bagi yang tereliminasi duluan di arena.
Sungguh aturan yang simpel. Yah, intinya setiap peserta yang mewakili tim hanya harus menjuarai setiap babak saja untuk menang.
Berhubung kami berada di kelompok 3, maka pertandingan kami masih akan lama. Jadi untuk saat ini, mari kita saksikan dulu pertandingan untuk peserta tim yang berada di kelompok 1.
Ada lima tim dari SMA yang berbeda di kelompok 1 yakni SMA Bumi Hijau, SMA kayu Merah, SMA Kangguru, SMA Tiga Rasa, dan SMA Sakti.
Masing-masing dari kelima peserta di tiap tim pun diundi untuk menentukan di urutan babak ke berapa mereka akan bertanding.
Lalu hasilnya dengan segera keluar.
Di babak pertama, SMA Bumi Hijau diwakili oleh seorang shielder, SMA kayu Merah diwakili oleh seorang swordsman, SMA Kangguru diwakili oleh seorang mage, serta SMA Tiga Rasa dan SMA Sakti masing-masing diwakili oleh seorang fighter.
Pertandingan babak pertama dimulai. Pace pertandingan tidaklah sehebat seperti yang kutonton di Amerika silam. Namun terasa benar jiwa anak muda mereka dalam kompetisi ini. Bagaimana mengatakannya… hmm… mungkin jika disingkat dengan satu frasa yakni semangat yang berapi-api.
Fighter SMA Tiga Rasa segera menghantam ke arah mage bahkan sebelum sang mage mengeluarkan mantranya. Suatu logika yang umum untuk menyingkirkan seorang mage duluan dalam battle royal karena mereka adalah jenis yang paling merepotkan jika dibiarkan terlalu lama sehingga mampu menyelesaikan persiapan mantranya, tetapi juga jenis paling mudah dikalahkan karena mereka tidak ada apa-apanya sebelum sempat mengeluarkan mantra itu.
Alhasil, SMA Kangguru berhasil tereliminasi duluan di babak pertama sehingga memperoleh 0 poin.
Bersamaan dengan gerakan sang fighter SMA Tiga Rasa, sang swordsman dan shielder juga seketika beradu. Terjadi saling tukar serangan satu sama lain dalam waktu yang cukup panjang. Adapun, satu fighter tersisa, yakni dari SMA Sakti, memilih aman dengan tidak melakukan gerakan yang gegabah.
Entah apa yang dipikirkan oleh sang fighter SMA Tiga Rasa, apakah karena hawa keberadaan fighter yang satunya lemah, ataukah karena dia lebih suka tantangan yang lebih menantang, yang jelas, alih-alih menyerang lawan yang senggang, dia malah turut bergabung ke dalam pertarungan sang swordsman dan shielder tersebut.
Dia pun harus menerima pahit kekalahan ketika sang swordsman dan sang shielder dari dua tim lawan yang berbeda secara mendadak bersatu untuk mengeliminasinya duluan di arena.
Namun, mereka berdua lengah. Ada satu lagi fighter di arena itu yang mengambil kesempatan perhatian mereka teralihkan oleh fighter SMA Tiga Rasa untuk secara diam-diam menyerang dari belakang sang swordsman. Dalam waktu singkat, sang swordsman menyusul fighter SMA Tiga Rasa tereliminasi di arena.
__ADS_1
Akan tetapi, sebelum sang swordsman keluar dari arena, dia sempat melayangkan ultimate skill-nya yang berhasil mengenai fighter pengecut itu walaupun tidak sempurna.
Namun, itu telah cukup bagi sang shielder dari SMA Bumi Hijau untuk meneruskan serangan tersebut, memanfaatkan waktu untuk menyerang lawan yang telah terluka dan akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang di babak pertama.
Di babak kedua, SMA Bumi Hijau dan SMA Kayu Merah sama-sama diwakili oleh seorang fighter. Begitu pula SMA kangguru dan SMA Tiga Rasa sama-sama diwakili oleh seorang shielder. Sementara SMA Sakti kali ini diwakili oleh seorang swordsman.
Kurang lebih sama seperti babak pertama sebelumnya. Pertarungan berjalan dengan penuh semangat dan pace yang cukup cepat.
Sang swordsman tunggal di arena segera mengeliminasi peserta tim juara di babak pertama sebelumnya, sang fighter SMA Bumi Hijau.
Begitu sang fighter SMA Kayu Merah, mantan lawan fighter yang baru saja tereliminasi itu, menotice keberadaannya, dengan lincah sang swordsman berlindung di balik musuhnya yang lain, sang shielder dari SMA Kangguru.
Sang shielder SMA Kangguru pun harus menggantikan sang swordsman menerima pukulan telak sang fighter.
Belum sempat dia berdiri, sang lawan tandingnya sebelum kekacauan itu pun, sesama shielder dari SMA Tiga Rasa, memanfaatkan celah itu untuk mengeliminasinya seketika dari arena.
Sungguh benar-benar royal battle itu adalah pertandingan yang kacau tanpa seni dan estetika sedikit pun.
Singkat cerita, tampak pertarungan antara fighter dan swordsman untuk sejenak. Namun di luar dugaan, serangan ultimate dari sang swordsman yang awalnya diduga akan diarahkannya kepada sang lawan fighter, malah dilayangkannya kepada shielder lawan yang tersisa di arena.
Sungguh disayangkan bahwa SMA Sakti hampir selalu memenangkan pertandingan, tetapi justru gagal karena kecerobohan di detik-detik terakhir.
Melangkah ke babak ketiga, kini giliran sang swordsman dari SMA Tiga Rasa yang memenangkan pertandingan dan sekali lagi SMA Sakti harus memenangkan pahit kekalahan di tempat kedua.
Di babak keempat, hal yang lebih buruk lagi terjadi untuk SMA Sakti. Berkat gerakan pemain fighternya yang terlalu menonjol demi hendak mengeliminasi duluan sang assassin SMA Tiga Rasa, dia jadi dinotice duluan oleh sang swordsman SMA Kangguru.
Beruntung, swordsman dari SMA Kayu Merah berhasil kalah duluan dari sesama swordsman dari SMA Bumi Hijau sehingga setidaknya sang fighter dari SMA Sakti tersebut bisa menduduki peringkat ketiga di babak yang bersangkutan.
Untuk di babak keempat ini, SMA Bumi Hijau berhasil memperoleh kemenangan keduanya. Tampaknya, sudah akan tipis peluang untuk SMA Kangguru dan SMA Sakti untuk menang sejak belum sekalipun mereka memenangkan pertandingan sampai detik ini.
Adapun untuk SMA Kayu Merah dan SMA Tiga Rasa, ini adalah momen yang krusial bagi tim mereka jika mereka ingin segera menyusul ketertinggalan terhadap kemenangan SMA Bumi Hijau.
Dengan kondisi yang seperti itu, babak pertandingan kelima dimulai. Kali ini SMA Bumi Hijau dan SMA Kangguru yang mengutus fighter mereka, SMA Kayu Merah dan SMA Sakti mengutus shielder mereka, adapun SMA Tiga Rasa sebagai sang pemilik swordsman tunggal.
Siapa yang sangka dari pertarungan yang sengit itu, bukanlah SMA Bumi Hijau, SMA Kayu Merah, maupun SMA Tiga Rasa yang memenangkan pertandingan, melainkan tim yang baru pertama kali meraih kemenangannya. Merekalah tim dari SMA Kangguru.
__ADS_1
Dengan demikian, positif sudah bahwa SMA Bumi Hijau-lah yang akan keluar sebagai pemenang sebagai peraih kemenangan terbanyak.
“…”
Namun rupanya, itu adalah pemikiran sesatku belaka.
\=\=\=
Perolehan Skor Akhir Pertandingan Babak Penyisihan Tahap Pertama Kelompok 1
SMA Sakti 5, 5, 5, 3, 5, total skor 23
SMA Bumi Hijau 10, 0, 1, 10, 0, total skor 21
SMA Kangguru 0, 1, 3, 5, 10, total skor 19
SMA Tiga Rasa 1, 3, 10, 0, 3, total skor 17
SMA Kayu Merah 3, 10, 0, 1, 1, total skor 15
\=\=\=
Siapa yang sangka, tim pemenang justru jatuh kepada SMA yang tidak pernah meraih kemenangan di satu babak pun, SMA Sakti.
Benar juga, aku lupa bahwa pada dasarnya kemenangan tim tidak ditentukan oleh jumlah kemenangan mereka di pertandingan, melainkan pada total perolehan skor yang berhasil mereka kumpulkan.
Usai pertandingan babak penyisihan tahap pertama di kelompok 1 berakhir, kini masuk pada pertandingan di kelompok 2.
Aku begitu kaget perihal suasana dari luar panggung tampak tiba-tiba menjadi riuh yang sampai-sampai ruangan tunggu kecil yang seharusnya cukup kedap suara tempat kami berada itu, masih bisa mendengar cukup jelas riuh teriakannya.
Rupanya, apa yang menjadi sumber keriuhan dari penonton adalah tim peserta dari SMA Mulya Kasih. Bukan berada pada tim maupun sekolahnya, melainkan sumber keriuhan itu berasal dari salah satu atlitnya. Perihal dia tidak hanya adalah salah satu anggota resmi dari klub e-sport vrmmorpg profesional, tetapi juga merupakan ace dari klub yang bersangkutan.
Ditambah juga klubnya bukan sembarang klub, melainkan klub yang baru-baru ini naik daun dengan masuk posisi delapan besar klub e-sport vrmmorpg profesional terbaik se-Indonesia, Klub Joker Hitam.
Dialah sang ace klub profesional Joker Hitam sekaligus atlit e-sport vrmmorpg milik SMA Mulya Kasih, Viandra, yang saat ini masih berusia 15 tahun dan sementara menginjak masa-masa kelas satu SMA-nya, benar-benar seumuran denganku.
__ADS_1