
Setelah pertandingan sesi kelima Kak Leo, masih banyak lagi peserta yang menunjukkan pertarungan yang begitu luar biasa.
Salah satunya yang paling menarik perhatianku adalah tim pemenang pertandingan kesepuluh dengan tim dari negara baru di Asia Tenggara yang masuk anggota ASEAN sebagai anggota ke-13, atau bisa kukatakan sebagai anggota ke-12? Karena kan baru-baru ini, salah satu negara anggota mundur dari keanggotaan ASEAN.
Melupakan pembicaraan soal politik yang tidak penting itu, apa yang membuatku tertarik dari tim yang bernama Aaron ini adalah mereka juga berbasiskan game The Last Gardenia dan mereka cukup hebat, tidak kalah hebat dengan Tim Silver Hero.
Mereka cukup hebat walau tentu saja belum bisa dibandingkan dengan perpaduan Paman Heisel dan para guild leader lain jika membentuk party. Terutama anggota shielder mereka, pertahanannya begitu sangat kokoh.
Sampai-sampai aku bisa dengan yakin mengatakan bahwa inilah konsep pertahanan tak tertembus yang sebenarnya. Sangat berbeda dengan yang KW di Tim Lucifer yang ada di Indonesia.
Selanjutnya juga ada tim pemenang dari pertandingan kelima belas bernama Tim Metamorphosis. Mereka juga adalah tim yang berasal dari genre game yang umum, yakni dunia pedang tanpa sihir, akan tetapi mereka dengan sangat lihai mengalahkan tim lawan yang menurutku juga sudah sangat hebat itu.
Terutama pemain yang memiliki badan kekar dan berkulit merah itu. Dia dengan luar biasa membasmi semua fire salamander yang disummon oleh seorang summoner musuh hanya dalam sekali tebas yang sekaligus juga ikut mengeliminasi sang summoner-nya.
Ah, kebetulan tim lawan yang kumaksud itu juga berasal dari genre fantasi, tetapi daripada menyebut pemain yang berinteraksi dengan beast itu sebagai tamer, di game di mana mereka berasal, mereka mengistilahkannya sebagai summoner.
Namun setelah ditelisik lagi, ternyata konsep summoner memang sedikit berbeda dengan tamer.
Seorang tamer memiliki konsep membesarkan beast mereka dengan perawatan kasih sayang sehingga jalinan ikatan mereka adalah dari hati ke hati, sementara seorang summoner rata-rata membentuk ikatan dengan para beast melalui suatu jalinan ikatan kontrak yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
Yah, intinya hubungan antara seorang tamer dengan beastnya bagaikan hubungan antara orang tua dan anak, sementara hubungan antara seorang summoner kepada beastnya bagaikan hubungan antara seorang majikan dengan bawahannya saja.
Tetapi penjelasan itu rasanya juga kurang tepat karena di samping membesarkan beast dari bayi atau telur, seorang tamer juga terkadang memiliki opsi membesarkan beast yang sudah besar duluan melalui pemaksaan ikatan kontrak secara sepihak melalui mantra unik setelah sang beast berhasil dikalahkan hingga babak belur seperti apa yang sudah kami lakukan dulu untuk Kak Nina kepada para kelinci bertanduknya.
Kemudian beralih pada hasil pertandingan babak ketiga ruang virtual B yang tidak sempat aku saksikan karena waktu pelaksanaan yang berbenturan dengan pertandingan di ruang virtual A, ada beberapa tim yang aku kenal juga turut lolos ke putaran selanjutnya.
Yang pertama dan sudah pasti, tentu saja Tim Goliath yang beranggotakan lancer, saber, rider, archer, serta caster yang sangat berbakat.
Kemudian ada tim Pang Long di pertandingan kelima belas yang merupakan tim pengendara pedang melayang itu. Ah, tampaknya sama seperti Amerika Serikat, China juga kedua-dua perwakilan timnya lolos ke putaran selanjutnya. Soalnya aku melihat pemenang di pertandingan kelima juga berasal dari negera yang sama, China, yakni Tim Ying Xiong.
Selain itu, ada juga Tim Void World yakni tim bergenre tembak-tembakan dari game jadul bernama PUBEG yang aku saksikan di babak kedua sebelumnya.
Ah, rupanya Tim May Moon juga lolos ke putaran selanjutnya. Hmm, tim May Moon itu adalah tim yang ada kakak cantik dengan cambuk durinya yang sempat aku saksikan di babak kedua tepat sebelum pertandingan Lia dan timnya.
Melupakan hasil pertandingan babak ketiga yang overall cukup bisa diprediksi, pertandingan hari ini tetap berjalan dengan menarik untuk ditonton. Malamnya pun, aku, Kak Nina, dan Kak Raia, juga melanjutkan leveling-up kami di dalam game dengan tanpa adanya masalah. Semuanya berjalan dengan lancar-lancar saja.
Namun, kejutan muncul keesokan harinya.
“Berikut kami umumkan masing-masing keempat nama dari para anggota tim 32 besar yang tembus babak kualifikasi yang berhasil melaju ke pertandingan individu!”
MC pertandingan pun mengumumkan. Rupanya, tidak akan ada lagi pertandingan tim di 32 besar yang digantikan dengan pertandingan individu tiap pemainnya.
Sontak hal ini memicu emosi begitu banyak penonton, sebenarnya juga termasuk aku, yang penasaran dan sangat ingin melihat tim mana di antara 32 besar itu yang terkuat di antara yang terkuat.
Namun tampaknya, hal itu kini hanya dapat menjadi imajinasi setiap orang saja karena keputusan panitia tidak dapat lagi diganggu gugat.
Mengabaikan riuh penonton yang mengejek tidak puas, MC melanjutkan pengumumannya,
“Tim pertama, Lost Child, peringkat 1: Ecila 17032 poin, peringkat 2: Goruth 7632 poin, peringkat 3: Silua 6983 poin, peringkat 4: Aghena 6612 poin.”
__ADS_1
“Tim kedua, Void World, peringkat 1: Francisco 9930 poin, peringkat 2: Alexio 7489 poin, peringkat 3: Breno 5050 poin, peringkat 4: Luiz 4013 poin”
“Tim ketiga, Exdeus, peringkat 1: Park Moontae 8010 poin, 2, Seon Yujin 7999 poin, peringkat 3: Cha Ahyeon 7345 poin, peringkat 4: Kim Woojin 7244 poin.”
…
Hingga tibalah giliran tim ketujuh.
“Tim ketujuh, Silver Hero, peringkat 1…”
@@@
Beralih ke malam sebelumnya.
“Prak.” Seorang sekretaris cantik menaruh dengan santai suatu dokumen di hadapan boss-nya.
...\=\=\= ...
...Hasil Penjurian Anggota Tim Silver Hero...
Peringkat 1: Asario 15530 poin
Peringkat 2: Lia 10121 poin
Peringkat 3: Andra 8933 poin
Peringkat 4: Toni 8202 poin
Peringkat 6: Mark 5278 poin
Peringkat 7: Medina 3100 poin
Peringkat 8: xx 0 poin
Peringkat 9: xx 0 poin
Peringkat 10: xx 0 poin
...\=\=\= ...
Itu adalah dokumen hasil penjurian dewan juri tentang performa masing-masing anggota di Tim Silver Hero.
“Ck.” Sang boss pun mendecakkan lidahnya.
“Lantas, bagaimana dengan dokumen sinkronisasinya?”
“Prak.” Sang sekretaris pun membuang dokumen lain di hadapan boss-nya.
...\=\=\= ...
__ADS_1
...Hasil Tes Sinkronisasi Tubuh Anggota Tim Silver Hero...
Peringkat 1: Toni 74 %
Peringkat 2: Lia 52 %
Peringkat 3: Glen 32 %
Peringkat 4: Medina 30 %
Peringkat 5: Andra 26 %
Peringkat 6: Mark 17 %
Peringkat 7: xx xx %
Peringkat 8: xx xx %
Peringkat 9: xx xx %
Peringkat 10: Asario 3 %
...\=\=\= ...
“Ck. Para dewan juri itu tidak tahu apa-apa tentang tujuan kita sebenarnya mengadakan lomba ini adalah untuk mencari pahlawan yang berbakat. Bagaimana mungkin mereka bisa memilih sampah yang hanya memiliki bakat sinkronisasi 3 % yang bahkan sangat jauh dari angka 12 % yang merupakan batas minimal seorang anak umur 6 tahun bisa mulai masuk akademi pahlawan.”
“Tapi Pak Kepala, banyak di antara para dewan juri yang menaruh minat kepada Asario. Asario adalah peserta favorit nomor 5 di antara para dewan juri. Akan terasa aneh jika sampai kita tidak meloloskannya.”
“Ck. Aku juga sudah paham soal itu. Maka mari kita loloskan dia…”
@@@@
“…peringkat 1: Asario 15530 poin, peringkat 2: Lia 10121 poin…”
@@@@
“…tetapi untuk pemain lain yang tidak terlalu menonjol, mari kita singkirkan dia dan gantikan dengan pemain yang lebih berbakat.”
@@@@
“…peringkat 3: Toni 9002 poin, peringkat 4: Glen 8600 poin.”
Dan posisi Andra pun diambil alih secara sepihak oleh Glen berkat campur tangan pihak manajemen.
@@@
Setelah itu, MC mengumumkan perolehan skor anggota-anggota dari tim lain. Sesuai dugaan, semua pemain yang aku tandai kuat, semuanya lolos ke pertandingan individu, termasuk Kak Leo.
Ah, kecuali satu. Sang caster dari Tim Goliath. Padahal jurus sihirnya sangat memukau di pertandingan babak kedua sebelumnya yang langsung mengeliminasi kelima pemain lawan secara bersamaan hanya dalam waktu sekejap saja sesaat setelah pertandingan dimulai.
__ADS_1
Tapi itu wajar sih, mengingat keempat pemain lainnya dari Tim Goliath jauh lebih overpower lagi dari itu.