
Kekaisaran Lalania telah terhindar dari bahaya walaupun situasi mencekam masih sementara terjadi di Kerajaan Melodia itu sendiri berkat demon yang tiba-tiba saja menyerang dengan memanfaatkan kekacauan yang ditimbulkan oleh persatuan necromancer jahat bersama para bangsawan korup tersebut.
Niat awal persatuan bangsawan di Kerajaan Melodia adalah memanfaatkan mantan bangsawan Trashio muda yang dicopot gelar bangsawannya dan menjadi buronan di Kekaisaran Lalania untuk membuat kekacauan di kekaisaran itu dengan membantu menyupport-nya lewat dana lantas menjadikan hal itu sebagai pemicu melalui serangkaian strategi politik dalam rangka mengenyahkan kekaisaran tersebut dari peta dunia.
Trashio muda pun sebenarnya sudah hampir sukses dalam menjalankan rencananya dengan bantuan para necromancer jahat jika bukan karena keberadaan Aura yang diminta Luca untuk mengawasi tiap keanehan yang terjadi di perbatasan Kekaisaran Lalania.
Siapa yang menduga, demon tiba-tiba saja masuk di tengah-tengah kekacauan itu. Demon di Kekaisaran Lalania sendiri berhasil ditangani, terima kasih berkat Luca dan juga keberadaan Silvia dan Agnes di dekat istana kekaisaran.
Adapun untuk Kerajaan Melodia sendiri sebagai dalang yang memprovokasi Trashio muda, tidak mampu berbuat apa-apa. Pasukan yang mereka miliki sama sekali tak mampu menghalau serangan demon yang padahal hanya bisa dihitung jari itu.
Mereka tentu saja akan malu meminta tolong pada para petualang di Gardenia sejak mereka secara sengaja telah berbuat kasar kepada party yang dibentuk oleh Heisel bersama beberapa ketua guild utama lain ketika mereka mencoba menyelidiki situasi energi gelap aneh yang sedang terjadi di kerajaan mereka tersebut.
Mereka seperti apa yang dikatakan oleh pepatah, menuai apa yang kamu tabur.
Di tengah-tengah kekacauan itu, Luca turut diserang oleh demon bernama Aeghter. Tetapi entah mengapa penyerangan demon yang berujung pada Phineas yang berubah wujud menjadi pet Luca itu, membuat Luca kembali mengenang kedua orang tuanya.
Dan di sinilah pemuda itu saat ini, di makam kedua orang tuanya.
“Jadi di sini makam kedua orang tua kita ya, Luca?”
Sama dengan Aura, tampaknya Phineas juga memiliki keahlian untuk mewujudkan dirinya ke dalam suatu bentuk hologram di dunia nyata. Terlihat sebuah kerangka manusia mini imut itu sedang berbicara dengan Luca. Tidak hanya tubuhnya saja yang mengecil, tampaknya suara Phineas pun telah berubah mendekati suara anak-anak yang terdengar sangat imut sejak terjadinya perubahan wujudnya.
“Benar, Kak Phineas.”
Luca pun menjawab singkat atas pertanyaan Phineas itu.
Di luar harapan mereka, tiba-tiba saja terdengar suara gemerisik rumput di makam yang tadinya sunyi senyap itu. Luca lantas menatap ke arah sumber suara. Rupanya, telah ada sesosok pemuda yang tampak lebih tua darinya mendekati Luca.
“Yo, sedang mengunjungi makam kedua orang tuamu?”
__ADS_1
“Waaaah! Kamu kan…”
Luca terkaget, perihal sosok yang dilihatnya itu adalah seorang pemuda yang telah pernah dilihatnya sebelumnya dalam pertemuan yang tidak biasa.
“Kamu kan scout yang waktu itu! Benar kan?”
“Hmm. Kalau diingat-ingat, itu benar. Aku sempat bemain e-sport vrmmorpg amatir bersama klub SMA Cenderawasih melawan tim Senior tahun lalu.”
“Lalu mengapa kamu tiba-tiba saja menghilang dan tak pernah muncul lagi? Siapa kamu sebenarnya? Kalau kamu sehebat itu, seharusnya kamu bisa menjadi lawan yang tangguh.”
Mendengar ucapan Luca itu yang secara tidak langsung memujinya, sosok pemuda itu pun tertawa senang.
“Hahahahaha. Aku senang bahwa Senior Luca memuji tinggi diriku. Tapi sayangnya, aku tidak tertarik dengan segala macam hal yang seperti itu. Ah, jangan salah paham ya, Senior. Aku juga sangat menikmati olahraga e-sport vrmmorpg itu, hanya saja aku menyukainya sebagai pengamat saja sebenarnya.”
Mendengar jawaban yang terkesan merendahkan apa yang disukainya itu, ekspresi Luca pun mengerut. Luca dengan sedikit kasar lantas membentak,
“Lantas mengapa kamu bermain tahun lalu dan bahkan sehebat itu jika kamu tidak suka e-sport vrmmorpg?!”
“Mana aku mengetahuinya?! Itu kan seharusnya kamu yang jawab. Lagian mengapa kamu terus-terusan saja memanggilku dengan sebutan Senior. Dilihat darimana pun, kamu itu lebih tua dariku!”
Namun daripada menjawab pertanyaan Luca itu, sosok pemuda itu hanya menertawakannya.
“Hahahahahaha. Mengapa ya?”
Sesaat kemudian, seakan teringat oleh sesuatu, ekpresi Luca berubah menjadi rumit. Dia tiba-tiba semakin waspada pada sosok pemuda mencurigakan yang ada di hadapannya.
“Dilihat dari permainanmu sebagai scout yang begitu andal, apa jangan-jangan kamu sama denganku? Apa jangan-jangan kamu bawahan Tante Setan?”
Tante Setan adalah julukan terkenal yang dimiliki oleh Deborah Briar di dalam guild scoutnya sendiri. Luca tahu akan hal itu karena telah lama mengenalnya dan sering berkunjung ke guild-nya sejak Heisel dan Deborah sangat akrab. Tetapi selama pengetahuannya menelisik informasi di dunia nyata, tidak ada satu pun dari para player, termasuk dari player scout sendiri yang tahu akan julukan Deborah itu.
__ADS_1
Ya, Luca curiga bahwa sosok pemuda yang ada di hadapannya itu adalah juga seorang NPC yang terdampar di dunia nyata sama seperti dirinya. Oleh karena itulah, dia mencoba untuk menerawang tanpa harus mengungkapkan rahasia secara eksplisit.
Akan tetapi, jawaban tak terduga pun keluar dari mulut pemuda itu.
“Jangan-jangan Senior curiga bahwa aku sama dengan Senior berasal dari Gardenia ya? Oleh karena itulah Senior menanyakanku soal gelar Deborah Briar yang seharusnya hanya diketahui oleh para NPC scout saja. Tetapi sayangnya Senior keliru. Aku bukan berasal dari Gardenia. Aku asli terlahir di tempat ini, di bumi nyata.”
“Lagian aku ini bukan scout. Aku kebetulan memilih kelas scout saja waktu itu karena kelasku yang asli tidak tersedia, jadi aku memilih kelas yang paling dekat dengannya. Aku ini seorang mechaman.”
Mulut Luca menganga mendengar penjelasan sosok pemuda itu. Melupakan pengakuannya bahwa dia bukan seorang NPC, tetapi dia sendiri paham secara mendetail apa yang dimaksudkan Luca itu adalah suatu info yang sangat mengejutkan.
Jelas dia bukan orang biasa. Dia mengetahui rahasia Luca yang selama ini hanya Judith dan kakaknya, Nenek Millie, saja yang tahu tentang itu.
“Kau tahu semua rahasiaku? Termasuk bahwa aku seorang NPC? Siapa kamu sebenarnya?”
Terhadap pertanyaan Luca yang penuh keseriusan itu, sang sosok pemuda tetap dalam nada main-mainnya,
“Sudah kubilang kan, aku seorang mechaman.”
“Aku bertanya siapa kau?! Aku baru datang di dunia nyata ini tahun lalu jadi aku seharusnya masih kenal benar dengan semua orang yang pernah berinteraksi denganku!”
“Dan di antara mereka semua, aku yakin bahwa aku tidak pernah mengenalmu. Terlebih kamu mengaku sebagai juniorku?! Kapan aku memiliki hubungan dekat dengan junior selain Akrea di dunia nyata ini?! Kecuali… kecuali kamu benar-benar pernah bertemu denganku di guild Tante Deborah!”
Sang sosok pemuda hanya menghindari pertanyaan itu. Dia justru berkata dengan lembut.
“Senior salah. Senior bukanlah NPC, apalagi seorang doppelganger.”
Tidak hanya Luca kali ini, Phineas pun yang sedari tadi bersembunyi, tiba-tiba saja muncul dan menunjukkan permusuhan yang kuat kepada orang yang ada di hadapan Luca itu.
“Apa maksud ucapanmu?”
__ADS_1
“Walau restorasi dunia terjadi berkali-kali di celah dimensi tiap seorang Luca dilahirkan, sejak Senior terlahir asli dari ‘susu kental’ milik Ayah Senior dan ‘telur’ milik Ibu Senior, mana mungkin Senior bisa dikatakan sebagai manusia palsu, bukankah begitu?”
Terhadap pernyataan mencengangkan sosok pemuda itu, Luca pun menganga tak percaya terhadap kata-kata tidak senonoh apa yang baru saja didengarnya.