The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
111. Luca Mendapatkan Gelar Count dari sang Kaisar?


__ADS_3

“Umu, jadi begitu. Aku mengerti. Luca, kalau begitu mulai hari ini kamu kutetapkan sebagai bangsawan kekaisaran bergelar count.”


Luca terlihat melongo akan omongan ngelantur tiba-tiba dari sang kaisar wanita itu.


Luca awalnya datang ke kekaisaran untuk menjelaskan misi ujian pemantapan yang diterimanya dari sistem yang mengatakan dia harus menjadi abdi setia sang kaisar, berharap sang kaisar akan bersedia menjalin pakta kerjasama conditional sementara dengan guild assassin sampai pelaksanaan misinya itu selesai.


Selama periode waktu itu, tentu kekaisaran juga akan turut terbantu dengan memperoleh tenaga sukarela dalam menjalankan misi seperti pembasmian monster atau assasinasi pengkhianat kekaisaran.


Tetapi apa yang dikatakan oleh sang kaisar benar-benar berada di luar akal sehat Luca.


“Tetapi Kak Kaisar, bagaimana Kak Kaisar bisa dengan mudah mengangkat seorang rakyat biasa yang tanpa asal-usul kebangsawanan sepertiku menjadi bangsawan tanpa prestasi yang memadai dan terlebih lagi bukan seorang baron, tetapi count?”


“Umu, itu benar. Kalau begitu, mari kita tetapkan saja nama yang akan menjadi asal-usul kebangsawananmu itu sekarang. Bagaimana kalau Auralia? Count Luca Auralia, tampaknya cukup bagus, bukan?”


Akan tetapi, tampaknya sang kaisar sama sekali tidak mengerti esensi kekhawatiran Luca itu.


“Memangnya yang kita bicarakan sekarang adalah soal nama kebangsawanan? Lagipula Kak Kaisar, aku sudah punya nama belakang, aku Luca Dewantara, seorang Dewantara, nama yang aku warisi dari ayahku.”


“Aku tidak tahu soal itu. Soalnya esensi jiwamu tampaknya tidak terpatri nama itu?”


“Itu karena sekarang aku adalah seorang player yang zxxxxxxxx”


Lagi-lagi di saat-saat penting ketika Luca ingin menjelaskan soal konsep nama dalam pembuatan karakter avatarnya yang berbeda dengan sosoknya sebagai individu dengan tubuh aslinya itu, sang sistem dengan dinginnya membatasi omongannya.


“Hmm? Kamu bilang sesuatu, Dik Luca?”


Luca tidak bisa melanjutkan ucapannya perihal sistem yang mengunci mulutnya itu.


Setelah terdiam dan berpikir sejenak, Luca pun kembali berbicara,


“Tapi Kak Kaisar, aku hanya takut kalau Kak Kaisar akan menerima protes dari para bangsawan lain jika Kak Kaisar mengangkat bangsawan baru seenaknya, terlebih dari seorang wanderer.”


“Mengapa bisa kamu mengatakan seenaknya? Bukankah prestasimu mencegah bencana zombie dari Tanah Kematian serta amukan monster iblis di ibukota sudah merupakan prestasi yang cukup? Terlebih, item milik Kaisar Pertama yang selama ini tidak ada yang bisa menggunakannya, juga telah mengakui dirimu sebegai tuannya. Apalagi yang kurang?”


“Sebenarnya dari dulu aku ingin melakukannya, tetapi karena khawatir soal peraturan para wanderer, aku jadi menahan diri. Tapi karena aturan itu sendiri sudah memberikan lampu hijau, apalagi yang ditunggu? Kalau kau mengkhawatirkan pendapat para bangsawan lain, maka tidak usah khawatir, tiada lagi kini yang berani menentang perintahku.”


Kaisar Cecilia sejenak menghentikan ucapannya seraya menyisir pandangannya ke bawah dari ujung kiri sampai ke ujung kanan dari puncak tahtanya ke arah para perwakilan bangsawan kekaisaran yang saat itu turut berada di istana kekaisaran.


Kaisar Cecilia lantas tersenyum sinis seraya berkata, “Ataukah ada di sini yang masih berani menentang keputusanku?”


“Tidak ada. Tidak ada yang berani, Tuanku!” Semua perwakilan bangsawan itu serentak menjawab sambil tertunduk ketakutan di hadapan sang kaisar baru yang telah mensolidkan kekuasaannya tanpa adanya lagi kekuatan oposisi berarti yang mampu mencegah sang kaisar dalam meraih setiap keinginannya.


“Itu… Itu bukannya hanya sekadar tirani saja… Tirani itu tidak baik…” Luca setengah bergumam mengucapkannya setelah speechless dengan sikap sang kaisar yang seakan tak mempertimbangkan pendapat orang lain itu.


Sang kaisar menghela nafasnya.


“Itu bukan berarti aku melakukan ini karena keinginan pribadiku, tetapi ini aku lakukan dengan mempertimbangkan posisiku sebagai seorang pimpinan kekaisaran, semuanya tidak lain demi kekaisaran.”

__ADS_1


“Oke.” Sang kaisar tiba-tiba menepuk tangannya seraya bangkit dari tahtanya.


“Karena semuanya sudah diputuskan, mulai hari ini, aku mengangkat sang wanderer Luca menjadi count kekaisaran Lalania dengan nama kebangswanan Count Luca Auralia.” Sang kaisar pun berujar dengan lantang mengumumkan pengangkatan itu.


Semuanya tiba-tiba diputuskan begitu saja tanpa Luca bisa lagi menolaknya.


...\=\=\= ...


...Selamat, Anda baru saja menyelesaikan ujian pembukaan kunci level Anda yang ketiga! Kini, Anda bisa berkembang sampai ke level 50 tanpa ada masalah...


...Selamat, Anda baru saja dipromosikan sebagai Count Kekaisaran Lalania!...


...Gelar: ‘sang Count Kekaisaran Lalania kepercayaan Kaisar Cecilia’ didapakan...


...Efek: punya hak akses tingkat dua wilayah kekaisaran (bisa memasuki daerah-daerah tertentu yang terbatas untuk bangsawan); bebas biaya pajak kekaisaran Lalania; bebas menghukum siapa saja, baik NPC maupun player yang berada di bawah gelar Anda, yang melakukan pelanggaran di wilayah kekuasaan Kekaisaran Lalania atas nama sang kaisar; perkembangan exp menjadi empat kali lipat lebih cepat pada saat melakukan misi di wilayah Kekaisaran Lalania; bonus point stat meningkat dua kali lipat sewaktu berada di wilayah Kekaisaran Lalania....


...Efek akan berakhir ketika Kaisar Cecilia tidak lagi mempercayai Anda atau Kaisar Cecilia turun dari tahta ...


...\=\=\= ...


Dan ujian pemantapan Luca selesai begitu saja. Ditambah, dia memperoleh gelar dengan efek yang sangat luar biasa menguntungkan.


***


Aku terbangun dari tidurku hari ini dengan perasaan yang mengganjal.


\=\=\=


Nama: LUCA / Count Luca Auralia (Lv 25)


Race: Manusia


Umur: 15 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Assassin


\=\=\=


Tak kuduga, Kak Kaisar bisa memberikanku gelar bangsawan semudah itu.


Yah, tetapi karena hasilnya aku lulus ujian pemantapan dan memperoleh gelar dengan efek yang keren, maka mari berpikir positif bahwa ini mengarah ke arah yang baik.


Kak Nina pun sudah membasmi sebanyak 62 ekor monster tikus gunung, yang berarti sisa 38 ekor sebelum misi ujiannya selesai.


Begitu pula Kak Raia. Dari 10 pertandingan yang diikutinya di kolosium kemarin, dia menang sebanyak 6 kali. Itu berarti sisa 4 kemenangan lagi baginya untuk menyelesaikan misi ujian pendewasaannya itu.

__ADS_1


Tetapi apa yang membuatku khawatir adalah pengumuman pertandingan sesi pertama di ruang virtual A di papan pertandingan kualifikasi babak kedua ini.


...\=\=\= ...


...Tim Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia...


...Vs...


...Tim Shadow Park – Indonesia – The Last Gardenia ...


...\=\=\= ...


Berdasarkan perkataan Kak Leo kemarin,


“Oh, Tim Lost Child ya? Ya, tim mereka adalah peraih juara 1 di negara kami. Mereka juga menggunakan basis game The Last Gardenia buatan Indonesia lho.”


“Eh, tapi karakter-karakter mereka terkesan lebih mewah…”


“Hahahahahaha. Negara kami adalah negara liberal yang tidak memberikan batasan kepada warga negaranya tentang jenis game apa yang menjadi patokan nasional. Itulah sebabnya berbagai genre game tampil di pertandingan babak kualifikasi negara kami. Dan yang terhebat dan bahkan sangat jauh menonjol di antara yang lain adalah tim mereka.”


“Tapi yang hebat kan hanyalah tamer dengan dua naga kembar itu saja kan, Kak Leo?”


“Tidak, Luca. Mungkin karena saking overpowernya keahlian sang tamer itu, kemampuan yang lain jadi terlihat tidak menonjol, tetapi sebenarnya keempat pemain inti lainnya juga memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.”


“Seorang assassin yang bisa menyatu dengan bayangan dengan teknik stealth, shadow step, dan warp yang di luar imajinasi, Goruth.”


“Seorang mage penguasa empat elemen dengan kemampuan output aktivasi sihir yang di luar batas normal, Silua.”


“Seorang alchemist yang berhasil menciptakan secara sintetik makhluk hidup menyerupai tumbuhan berduri sebagai pet-nya yang racunnya sangat mematikan, Aghena.”


“Seorang swordsmen yang dapat membelah dimensi, Kalora.”


“Dan terakhir sekaligus yang paling overpower di antara mereka, seorang tamer yang mampu memerintah dua naga kembar yang selama ini dipercaya hanya sebagai legenda saja, Ecila.”


Setidaknya, itulah yang dikatakan oleh Kak Leo. Dan akupun telah menyaksikan dengan kedua mata kepalaku sendiri tentang kekuatan overpower pemain yang bernama Ecila itu kemarin. Tidak diragukan lagi bahwa Kak Leo sama sekali tidak melebih-lebihkan kemampuan mereka.


Tapi tunggu, Ecila?


Bukankah kalau dibaca terbalik namanya jadinya Alice? Alice and The Twin Dragon? Apa dia sengaja mengambil nama itu sebagai acuan untuk nama karakternya ataukah dia adalah seorang NPC sama sepertiku yang keluar dari game yang memiliki hubungan erat dengan sang legenda Alice?


Tidak, tidak, bagaimana pun dipikirkan, opsi pertama adalah yang paling memungkinkan.


Tetapi jika saja, jika saja ada peluang opsi kedua benar-benar terjadi, memikirkannya saja bahwa ada NPC selain diriku yang terdampar ke dunia nyata, rasanya agak aneh.


Mari berpikir positif dan tidak usah berpikir macam-macam.


Yang penting sekarang adalah pertandingan Kak Krimson dan timnya. Kuharap mereka akan baik-baik saja di hadapan lawan yang overpower itu.

__ADS_1


__ADS_2