
Tidak berselang lama sang fighter dari Tim Joker Hitam dikalahkan, dua rekan sisanya turut dihabisi oleh sang swordsmen lawan. Tim Shadow Park pun keluar sebagai tim pemenang di ruang virtual A.
Rupanya, pertarungan di ruang virtual B telah selesai lebih dulu yang menyebabkan tim lawan punya kesempatan yang lebih lama untuk beristirahat memulihkan stamina, HP, serta MP mereka. Merekalah Tim Clock Tower, tim peraih juara 3 tahun lalu, yang kini menyisakan 4 pemain mereka.
Begitu sekat ruang diangkat, keempat pemain dari Tim Clock Tower itu segera berlari menerjang ke arah lawan. Sang alchemist dari Tim Shadow Park segera memberikan potion all in one-nya tersebut kepada dua rekan tersisanya sembari dia sendiri turut meminum ramuan potion yang sama.
Sang shielder Clock Tower yang berada di lapisan terdepan langsung berbenturan dengan sang swordsmen dari Tim Shadow Park tersebut. Sebelum ketiga rekan sang shielder turut menyerang, secara tiba-tiba sang swordsmen mengeluarkan skill barier-nya, mengurung mereka semua termasuk diri sang swordsmen sendiri di dalamnya.
Tim lawan keheranan perihal skill itu biasanya digunakan untuk perlindungan diri dari musuh, maka seharusnya mereka tidak ikut berada di dalam, terlindungi oleh barier sang swordsmen tersebut. Tetapi tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengerti apa tujuan sang swordsmen tersebut melakukannya ketika mereka menyaksikan sang fighter lawan melompat sambil membawa sang alchemist melayang di udara.
Skill sang alchemist yang belum pernah mereka lihat di tahun sebelumnya teraktifkan. Terbentuk ledakan yang awalnya bermula dari bentuk 4 butiran kelereng kecil lalu dengan cepat mengembang memenuhi seisi barier membentuk bentuk prisma segiempat menyesuaikan bentuk barier.
Tidak hanya keempat tim lawan, tetapi termasuk rekan swordsmen-nya sendiri terjebak dalam ruangan penuh racun. Baik stamina dan health mereka menurun secara drastis lantas mereka semua pun game over. Kemenangan mutlak bagi Tim Shadow Park dengan dua orang pemain tersisa.
Luca menyaksikan pertandingan itu secara seksama dari balik bangku penonton. Dapat terlihat dengan jelas wajah tidak senang Luca mengutuk dalam hati tindakan tidak terpuji sang alchemist dalam mengorbankan nyawa rekannya sendiri untuk meraih kemenangan.
Tim Shadow Park-pun bergabung bersama Tim Silver Hero dalam merayakan kemenangan mereka di hadapan para penonton. Acara kemudian dilanjutkan dengan bincang-bincang para komentator, memberi tanggapan objektif mereka terhadap pelaksanaan kedua pertandingan putaran semifinal itu.
Di putaran semifinal pertama, banyak dari mereka yang memuji ketangguhan sang swordsmen Asario dalam menghadapi duo swordsmen dan sang shielder Lucifer yang menyandang gelar sebagai pertahanan yang tak tertembuskan itu. Tidak diragukan lagi oleh mereka, Asario-lah yang paling berperan dalam menarik perhatian musuh sehingga tim lawan dapat goyah lantas terkalahkan.
Di putaran semifinal kedua, perhatian para komentator banyak tertuju kepada sang alchemist Krimson dari Tim Shadow Park. Mereka banyak memuji kebrilian-an sang alchemist. Tidak terbantahkan bahwa keluarnya Tim Shadow Park sebagai pemenang di putaran semifinal kedua adalah berkat kelihaian sang alchemist dalam memanfaatkan skill potion, poison, serta bom miliknya. Namun, Luca sendiri tidak senang dengan cara bertarung yang seperti itu.
Ada juga dari mereka yang memuji bagaimana Lia memberikan serangan terakhir kepada mage dan shielder Alpen Sky sehingga Tim Silver Hero pun memenangkan pertandingan. Namun Luca tahu benar dari sana bahwa Lia yang ada di hadapannya itu masih terlalu lemah.
Lia lemah, tetapi betapa dia terus mati-matian berjuang demi meraih kemenangan bersama timnya. Di samping itu, lemahnya Lia sama sekali tidak menghambat timnya, justru dia memanfaatkan kelebihannya menutupi kelemahan itu untuk mendukung timnya, berbaur dengan baik menjalankan peran dirinya sendiri di dalam tim.
__ADS_1
Lia yang bersinar seperti itu membuat Luca semakin mengagumi dan jatuh cinta pada kekasihnya itu. Tentu saja defenisi Luca tentang arti pacar itu sekarang agak berbeda dengan pandangan orang normal perihal Lia yang menjebaknya dengan mengambigukan arti pacar itu sendiri kepada Luca. Tetapi mari kita abaikan itu saja untuk saat ini.
Lia yang bersinar berjuang bersama rekan setimnya meraih kemenangan pertarungan tanpa sadar memunculkan perasaan aneh di jantung Luca. Jantungnya berdebar-debar. Tentu saja debaran itu sama sekali bukanlah dalam artian yang romantis, melainkan semangat menggebu Luca ingin merasakan pengalaman sama seperti yang Lia rasakan.
Luca ingin berdiri di podium yang sama melawan lawan-lawan yang tangguh lantas meraih kemenangan terhadap tiap lawan itu. Eksitasi pertarungan yang tiada duanya. Itulah perasaan yang ingin dirasakan Luca. Perasaan yang tak pernah dirasakannya lagi setelah menginjakkan kaki ke dunia nyata.
Apa yang membuat Luca lebih terkesan lagi adalah bahwa dia dapat bertarung sepuasnya tanpa membunuh lawannya karena pertarungan dilakukan dengan yang hanya menggunakan tubuh virtual saja, di samping dirinya sendiri juga tidak perlu terluka karena hal itu pula. Luca merasa bahwa seolah permainan vrmmorpg ini memang diciptakan untuk tipe orang seperti dirinya.
Muncullah tekad di lubuk hati Luca. Mulai saat ini, Luca berkomitmen akan serius dalam menekuni bidang e-sport tersebut dan bukan lagi akibat konsekuensi memenangkan taruhannya dari Senior Areka.
Sebelum pulang, Lia menyempatkan diri menemui Luca secara langsung sebelum dirinya kembali ke klubnya untuk mengadakan meeting terkait review performa tim mereka. Asario tanpa sengaja menyaksikan pemandangan itu lantas memberikan tatapan tidak senangnya kepada Luca.
“Ck! Apa yang dilakukan Lia bersama anak yang lemah seperti itu? Orang yang lemah tidak pantas bergaul dengan kami para superior. Mengapa Lia tidak menyadari hal sesederhana itu!” Asario bergumam.
Usai menyaksikan pertandingan, Luca pun pulang ke rumah dengan perasaan yang masih penuh antusias dan eksitasi. Luca yang hatinya tak dapat melupakan sensasi pertandingan itu segera login kembali ke dalam vrmmorpg The Last Gardenia usai makan malam. Lagi-lagi, pandangan Luca luput dari mata kuning menyala yang mengawasinya dari balik lemari.
“Oh, aku belum memeriksa reward game-ku sebelumnya.” Seraya mengatakan itu, Luca pun membuka papan game-nya untuk melihat reward quest tersembunyi sebelumnya.
\=\=\=
Nama gelar: sang wanderer sejati
Rank: ultra rare
Efek: ketika pemain yang bersangkutan game over, maka otomatis akan tersummon kembali ke dalam game tanpa dikenakan penalti apapun
__ADS_1
\=\=\=
\=\=\=
Nama skill: aku assassin tapi aku juga tamer
Rank: ultra rare
Efek: bisa menggunakan keahlian tamer, tetapi terbatas untuk 1 ekor naga emas yang didapat bersamaan dengan skill ini saja
\=\=\=
\=\=\=
Nama pet: [belum ada nama] (Lv 1)
Ras: naga emas
Umur: 12 hari
Jenis kelamin: betina
Skill: nafas naga (Lv 1), pesona (Lv 5), penyembuhan (Lv 1), penguatan fisik (Lv 1), penguatan defensif (Lv 1), perisai (Lv 2), peniadaan (Lv 1), anugerah cahaya (Lv 1)
\=\=\=
__ADS_1
Luca tampak begitu antusias memperhatikan reward-reward yang baru saja didapatkannya itu. Tetapi tiba-tiba, suara langkah kaki berlari terdengar dari arah belakang. Begitu Luca menyaksikan wajah dari sosok yang berlari itu, air mata Luca pun tumpah dan dia turut berlari menuju ke sosok tersebut untuk memeluknya.