The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
235. Duel Penentuan (2)


__ADS_3

Pertandingan putaran pertama berakhir dan rangking kembali teracak. Aku seketika menempati posisi puncak sejak walau Kak Malik menang dalam pertandingannya, lawannya bukanlah peringkat tinggi sehingga poinnya pun tidak naik sebanyak poinku.


Sebaliknya, Senior Asario yang kukalahkan jatuh tersungkur ke posisi sembilan. Bahkan Lia yang juga masuk 16 besar dalam pertandingan e-sport vrmmorpg tingkat internasional hanya bisa naik ke posisi enam sejak lawan yang dipilihnya juga bukanlah peringkat tinggi.


Justru, yang memperoleh peringkat paling tinggi di Klub Silver Hero saat ini, di luar dugaan itu adalah Kak Mark yang menempati posisi kelima.


Pertandingan putaran kedua pun dimulai dan sejak aku yang menduduki posisi puncak, akulah yang berhak memilih lawan untuk pertama kali. Aku memilih Kak Krimson sebagai lawanku yang selanjutnya. Aku melewatkan Kak Malik dan Kak Brian di posisi kedua dan ketiga sejak menurutku itu salah jika harus bertanding melawan anggota tim sendiri.


Kalau diingat-ingat, ini pertandingan pertamaku dengan Kak Krimson sejak aku mengalahkannya berdua dengan Lia di kompetisi e-sport vrmmorpg amatir akhir tahun itu di semester lalu.


Jika sebelumnya aku hampir saja kalah darinya jika bukan karena support buff penyembuhan racun Lia, kali ini aku akan menunjukkan hasil latihanku selama ini. Aku telah melatih kekebalan racunku selama ini sehingga telah berada di ranah B+.


Pertandingan pun dimulai dan sudah kuduga berdasarkan pola serangan Kak Krimson yang biasa, dia memulai pertandingan dengan menyebarkan racun di arena. Bersamaan dengan itu, Kak Krimson memasang pakaian pelindung anti racunnya.


Aku pun sama. Aku malah lebih simpel sejak aku mempunyai baju serbabisa yang dapat dimodifikasi menjadi model pakaian apa saja.


Dalam arena penuh gas beracun itu, aku beradu ketahanan toksisitas dengan Kak Krimson sembari bertarung. Tentu saja jika ini dibiarkan lebih lanjut, maka aku yang tentu akan kalah mengingat Kak Krimson adalah expert dalam hal dunia peracunan. Makanya, aku harus segera mengatur strategi untuk mengubah momentumnya. Suatu cara yang bahkan Kak Krimson sendiri tidak akan pernah duga-duga.


Itu adalah hadiah dari Diana, rekanku yang lain di tim e-sport vrmmorpg SMA Pelita Harapan selain Chika. Siapa yang menduga bahwa aku telah menghubungkan banyak jebakan dengan tali penjeratku di saat Kak Krimson merasa dirinya unggul dengan mulai menghalangi pandangan di arena dengan gas beracunnya yang tebal.


Sejak aku lebih menguasai arena dengan keberadaan jebakanku, lebih mudah bagiku untuk dapat segera mengungguli pertarungan.


Aku mengajak Kak Krimson untuk duel one on one denganku di saat dia sangat tidak diuntungkan di atas arena perihal jebakanku yang sudah tersebar di mana-mana. Bagaikan seekor tupai yang telah terperangkap di jibunan perangkap tikus, hanya butuh masalah waktu bagi Kak Krimson untuk terperangkap di salah satu jebakannya.


Diana pun sudah mulai berkembang saat ini di mana jebakannya akan sulit dideteksi, termasuk untuk para pemain pro sekalipun. Dan terjebaklah Kak Krimson ke dalam suatu jebakan paku yang seketika melukai area kaki kirinya dengan sangat parah. Pergerakannya pun melambat dan hanya sisa menghitung waktu bagi assassin sepertiku saja untuk menjemput nyawanya.


Tentu saja aku sudah menduga walau dengan kaki yang pincang, Kak Krimson pastinya tetap akan sangat sulit untuk dihadapi, sebagaimana dia dulu dengan penuh semangat hampir saja memberikan serangan fatal kepada Ecila sewaktu di pertandingan e-sport vrmmorpg tingkat internasional di Amerika silam walau dalam keadaan yang sangat tak menguntungkan.


Oleh karena itu, aku sama sekali tak menurunkan kewaspadaanku di tengah Kak Krimson yang terluka itu, memberikan kepadanya serangan yang lincah dan tereksekusi dengan baik, lalu akhirnya aku berhasil memenggal lehernya pada serangan kombinasi tali penjerat dan bilah pisau pada sarangan kombo tiga yang tak akan bisa diduga-duganya sejak aku mengeksekusinya dengan sangat apik melalui paduan gerakan assassin-ku yang lincah.


Aku berhasil mengalahkan Kak Krimson dan dengan segera, peringkat teracak kembali.


\=\=\=


Peringkat 4 besar sementara

__ADS_1



Luca (White Star) 382 poin


Malik (White Star) 375 poin


3/4. Ferdi (Shadow Park) 310 poin


3/4. Lia (Silver Hero) 310 poin


\=\=\=


Lalu, pengumuman mencengangkan itu pun tiba. Di pertandingan putaran ketiga, justru peserta dengan peringkat lebih rendahlah yang duluan memilih. Aku sempat harap-harap cemas bahwa sebagai peringkat teratas, mungkin tak ada yang akan memilihku sebagai lawan bertanding sebagaimana dulu yang aku alami di penentuan susunan anggota tim di klub amatirku.


Syukurlah, tetap ada rupanya yang memilihku, dan itu adalah Viandra, mantan rival dari Tim SMA Mulya Kasih yang juga merupakan anggota klub e-sport vrmmorpg profesional di Klub Joker Hitam.


Di luar dugaan, justru Lia yang sama sekali tidak memperoleh penantang. Mungkin aku dapat sedikit membayangkan gambaran besar yang terjadi. Bagi pemain kelas rendah, sosok Lia terlalu menakutkan walaupun dia seorang wanita dengan job class cleric. Akan tetapi di lain pihak, Lia bagi pemain kelas tinggi adalah tipe lawan yang sama sekali tidak menyenangkan jika dikalahkan. Bayangkan siapa pemain yang akan memperoleh dignity jika menang atas wanita.


Demikianlah, pertandingan putaran ketiga pun berlangsung.


Aku mengalahkannya dengan mudah melalui jurus simpel lemparan kunai lalu gerakan feint memutar yang kumanfaatkan untuk memotong urat nadi di kakinya. Viandra yang terbaring telentang yang telah terkunci pergerakannya sejak dia tak lagi mampu memfungsikan kedua kakinya lantas kuhabisi dalam satu kali ultimate skill tikaman ke arah dada.


Pertandingan putaran ketiga justru berakhir lebih mudah dari kedua pertandingan sebelumnya, lalu rangking pun teracak kembali.


Ketika aku berpikir bahwa pertandingan putaran keempat akan segera dilaksanakan, sekali lagi sebuah pengumuman mengejutkan diumumkan oleh panitia pertandingan.


“Berikut kami umumkan ke-15 peserta yang dapat melaju ke putaran selanjutnya.”


Tanpa pemberitahuan apa-apa sebelumnya, ke-16 peserta dengan peringkat paling bawah baru saja dieliminasi di sepertiga kompetisi. Tentu saja hal itu menuai banyak protes dari peserta. Tetapi apa jawaban yang disediakan oleh panitia, memang masuk akal.


“Player profesional harus siap kapan dan di mana saja harus bertanding, termasuk di medan dan strategi musuh apa saja yang siap menanti mereka. Kalian sudah tidak layak lagi menjadi player perwakilan Indonesia jikalau baru situasi seperti ini saja, kalian sudah lengah lantas mengeluh.”


Sebagai player profesional, kami hanya harus menerima itu.


\=\=\=

__ADS_1


Peserta bertahan 15 besar


Malik (White Star) 427 poin


Luca (White Star) 407 poin


Ferdi (Shadow Park) 355 poin


Lia (Silver Hero) 310 poin


Krimson (Shadow Park) 298 poin


Mark (Silver Hero) 253 poin


Andra (Silver Hero) 248 poin


Areka (White Star) 243 poin


Asario (Silver Hero) 239 poin


Glen (Silver Hero) 226 poin


Brian (White Star) 207 poin


Medina (Silver Hero) 151 poin


Hermanto (Clock Tower) 141 poin


Eren (Silver Hero) 138 poin


Didi (Lucifer) 131 poin


\=\=\=


__ADS_1


__ADS_2