The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
36. Luca, sang Wanderer Sejati


__ADS_3

“Dik Luca! Kamu tidak apa-apa?!” Kirana segera berlari menghampiri Luca yang tampak terluka setelah terkena serangan Winged Gold Elemental berlevel 40, empat kali lipat lebih besar dari level Luca saat ini, lantas segera menyembuhkan lukanya. Syukurlah bahwa Kirana adalah seorang light mage yang walaupun tidak sebaik class cleric, dia mempunyai sihir penyembuhan.


“Tidak ada apa-apa, Kak Kirana, aku baik-baik saja. Simpan saja mana Kakak untuk melawan musuh yang ada di depan.”


Luca keheranan. Semua efek gelar dan atributnya tiba-tiba saja terbatalkan oleh sang monster. Luca baru mengalami hal itu. Jika bukan karena sabit bulannya yang entah mengapa secara otomatis meng-summon selendang jiwa ditambah dengan defensi luar biasa dari baju serba bisa yang dikenakannya terhadap serangan energi spriritual, dia sudah pasti terluka cukup parah.


Namun saat ini, Luca benar-benar baik-baik saja. Bahkan setelah terkena serangan monster berlevel empat kali lipat lebih besar dari levelnya itu, Luca hanya mengalami luka kecil.


Luca langsung memahami bahwa monster di hadapannya itu berbeda dengan para monster lainnya yang pernah dihadapinya selama ini. Monster di hadapannya itu memiliki energi spiritual yang membuatnya tidak terpengaruh pada efek kekuatan sistem pada game.


Luca meng-summon satu lagi selendang jiwanya, “Untuk sementara, kenakan ini dulu, Kak Kirana.” Ujar Luca sembari memberikan selendang jiwa itu kepada Kirana.


“Aaaaaaaaaang!” Namun auman monster secara tiba-tiba, langsung memekakkan telinga Kirana.


“Akh! Apa yang sebenarnya terjadi?! Mengapa bisa sampai ada monster sekuat itu di quest pemula!” Ujar Kirana sembari berupaya sekuat tenaga menutup kupingnya yang kesakitan akibat auman sang monster.


Melihat itu, Luca lantas memakaikan sendiri selendang itu kepada Kirana. Efek dari auman sang monster pun seketika tidak dirasakan lagi oleh wanita paruh baya itu.


“Apa ini? Aku masih bisa mendengar suara aumannya, tetapi kepalaku tidak sakit lagi.” Tanya Kirana kebingungan.


“Itu yang disebut serangan mental, Kak Kirana.” Jawab Luca menanggapi sembari memasang ancang-ancang untuk bersiap menghadapi sang monster.


***


Sementara itu di tempat lain, teman Blanche yang tadi pagi terlihat menemani Blanche mabuk-mabukan di tempat kerjanya pagi-pagi buta, mengadakan pertemuan dengan orang yang mencurigakan.


“Bagaimana? Apakah kamu sudah menyelidiki wanderer yang mencurigakan itu?” Tanya sosok yang mencurigakan itu kepada teman Blanche.


“Sudah, Bos. Tenang saja. Aku juga tadi pagi sudah mengorek keterangan terperinci dari mentornya yang nggak guna itu. Dan Bos tahu apa? Ketika kami menyebut nama Luca, kapten guild assassin itu tiba-tiba saja menunjukkan reaksi yang sangat marah. Ada kemungkinan bahwa wanderer yang Bos selidiki ini memang keponakannya yang hilang yang sedang menyamar.”


Sosok yang mencurigakan itu berpikir bahwa Heisel bisa saja marah karena rasa frustasinya kehilangan keponakannya itu sehingga begitu mendengarkan nama yang sama, dia jadi bereaksi berlebihan. Belum ada bukti konkrit yang menyatakan bahwa Luca sang wanderer adalah benar Luca keponakan Heisel yang hilang.


“Di mana wanderer itu saat ini?”


“Itu, aku belum tahu, Bos. Kata Blanche, dia sedang mengambil quest tanpa menerima saran mentornya. Aku akan segera mengabari Bos ketika aku menemukan kabar mengenai wanderer itu.”


“Kerja bagus. Ini upahmu. Lanjutkan pekerjaanmu menyelidikinya.”


“Siap, Bos.” Sang teman Blanche itu pun meninggalkan sang sosok mencurigakan dengan raut wajah senang setelah menerima setumpuk koin rupiah yang bernilai besar.


Tampak sang sosok mencurigakan itu menyipitkan matanya karena memikirkan sesuatu yang rumit.

__ADS_1


Wanderer bernama Weckingpeach terakhir melaporkan padaku bahwa seorang NPC bernama Luca ikut mengambil quest bersamanya lantas terhisap ke langit di saat menghadapi kawanan serigala perak.


Di saat yang sama, Luca, keponakan Heisel menghilang. Tetapi keanehan tidak saja berhenti terjadi sampai di situ. Dua belas hari kemudian, desa pemula diriuhkan oleh prestasi gemilang sang wanderer yang juga bernama Luca yang berdasarkan laporan, gerakannya begitu lincah tak tampak seperti newbie, layaknya seorang assassin terlatih.


Tidak hanya itu saja, sejak hari itu pula, wanderer Weckingpeach tak terlihat lagi di mana pun di seluruh daratan benua seolah tertelan oleh langit.


Dan yang teraneh dari yang teraneh itu, tiada satu jejak pun yang tercatat di guild kami tentang wanderer bernama Weckingpeach lagi, begitu pula dengan catatan misinya. Juga, tak kalah aneh tiada satu pun staf yang kutanyai mengenal atau mengingat nama itu. Keberadaannya benar-benar seperti tertelan oleh langit.


Aku tidak tahu untuk dua guild lain, tetapi catatan misi wanderer Chilivish dari guild mage yang bersama Weckingpeach hari itu juga turut menghilang. Tidak hanya misinya, tetapi orangnya juga tak pernah lagi ditemukan.


Mungkin saja, hilangnya Luca ditelan langit serta kemunculan para wanderer dapat menjadi petunjuk yang penting bagiku untuk menemukan kakakku yang hilang dan terlupakan oleh semua orang.


“Kak Rahnee, aku harap di mana pun kamu berada saat ini, kamu akan tetap baik-baik saja. Aku berjanji akan segera menemukanmu, Kak, dan mengungkap misteri mengapa semua orang di dunia ini melupakan keberadaanmu. Sampai saat itu tiba, tolong jaga diri Kakak agar tetap baik-baik saja.” Gumam sosok yang mencurigakan itu sambil menatap jauh ke langit.


Dialah Visgore, Kapten guild termuda dari guild swordsmen.


***


Kita kembali pada party Luca dan Kirana.


Setelah sang monster selesai memberikan serangan mentalnya kepada party Luca dan Kirana untuk meningkatkan status negatif fear mereka, Luca memanfaatkan masa cooldown sang monster selama 2 detik tidak bisa bergerak karena efek samping dari skillnya sendiri, untuk membabat habis sang monster.


“Clang, clang, clang!” Luca mengayunkan sabit bulannya kepada Winged Gold Elemental berlevel 40 tersebut.


Luca terus mengayunkan sabit bulannya kepada sang monster hingga tanpa terasa, levelnya pun sudah naik ke angka 17.


Efek dari gelar maupun atribut Luca sama sekali tidak berfungsi kepada sang monster, tetapi bukan berarti bahwa kekuatan fisik dari armor baju serbabisa-nya itu sekadar isapan jempol belaka. Itu sudah cukup untuk meredam serangan fisik dari sang monster.


Luca berharap bahwa dia bisa kembali menghabisi sang monster sebelum satu menit seperti sebelumnya, hingga sang monster tidak akan sempat mengeluarkan ultimate skillnya berupa serangan laser beam berelemen cahaya. Namun, sesuai dugaan untuk monster yang berlevel 40, di level Luca yang baru 10 itu sekarang, dia belum sanggup untuk mengalahkan sang monster di bawah satu menit.


Sang Winged Gold Elemental pun mengeluarkan ancang-ancang untuk menembakkan laser beam-nya. Luca pun segera menggendong Kirana lantas menerapkan skill langkah bayangan dan sembunyi-nya untuk menghindari ultimate skill sang monster itu.


Langkah bayangan Lv 7 --> Lv 8


Sembunyi Lv 7 --> Lv 8


Sesuai dugaan untuk serangan dari ultimate skill sang monster berlevel 40, mampu memporak-porandakan lantai 3 dungeon hanya dalam sekali serangan. Terlihat reruntuhan batu berjatuhan akibat serangan itu dan beberapa di antaranya mengenai kepala sang Winged Gold Elemental yang secara lucu ikut menurunkan HP sang monster sebanyak 5 poin.


Semakin besar serangan yang diberikan oleh monster, semakin besar pula dampaknya membuat tubuhnya mengalami masa transisi cooldown. Terlihat akibat skillnya sendiri, sang monster mengalami status negatif stun.


Luca mengambil peluang itu baik-baik, mengayunkan dengan indah sabit bulannya sebanyak tiga kali ayunan, lantas mengakhiri hidup sang monster.

__ADS_1


Quest tersembunyi, kalahkan seekor Winged Gold Elemental Level 40 berhasil diselesaikan


Mendistribusikan reward pada anggota party pemain sesuai jasa pemain dalam penyelesaian quest


Player MOMMYSUPERSTAR1 memperoleh reward koin 2000 rupiah, bola kristal cahaya 5 buah, tiket gatcha senjata 1 buah, gelar sang manipulator [klik di sini untuk melihat efek gelar], skill light rage [klik di sini untuk melihat detail skill]


Player LUCA memperoleh reward koin 3000 rupiah, bola kristal cahaya 2 buah, tiket gatcha senjata 1 buah, gelar sang wanderer sejati [klik di sini untuk melihat efek gelar], skill aku assassin tapi aku juga tamer [klik di sini untuk melihat detail skill], pet gold dragon, 10 poin spiritual


Peringatan. Terjadi pembajakan sistem. 10 poin spiritual dipaksa terdistribusi sendiri.


Nama: LUCA (Lv 10)


Race: Manusia


Umur: 15 tahun


Jenis kelamin: Laki-laki


Pekerjaan: Assassin [apprentice]


Pengembangan Spiritual:


Tahap 1/5 (Pembukaan Indera)


Ranah mata: 10/10 (max)


Ranah telinga: 4/10 --> 10/10 (max)


Ranah hidung: 2/10 --> 6/10


Ranah lidah: 2/10


Ranah kulit: 2/10


Poin spiritual: 0


Skill: tebasan kilat sabit [Lv 3/10]


Poin Skill: 10 --> 0


Item spiritual: sabit bulan, selendang jiwa [2x]

__ADS_1


Luca seketika meringis kesakitan. Di hadapannya, tiba-tiba terlihat beberapa sosok wanita yang diikat dan dirantai dengan kejam. Salah satu dari wanita itu lantas berlirih pelan,


“Visgore, adikku tersayang.”


__ADS_2