The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
69. Luca vs Basilisk Lv 49


__ADS_3

“Luca, kamu tidak apa-apa? Butuh bantuan?” Kak Krimson mencoba bertanya padaku, tetapi saat itu pikiranku telah kosong. Aku meratapi diriku yang saat ini penuh dengan lendir kotor berwarna hijau yang sangat berbau tidak sedap.


“Tidak perlu, Kak.” Aku hanya menjawab singkat. Lalu,


“Slash, slash, slash.” Aku pun melampiaskan kemarahanku kepada sosok yang bertanggung jawab membuat penampilanku seperti ini.


Anda telah mengalahkan monster pohon Yate berlevel 23


“Wow, tak kusangka kamu ternyata sangat hebat, Luca. Kamu mengalahkan monster berlevel 5 tingkat di atasmu hanya dalam sekali tebasan.”


“Tepatnya 3 kombo tebasan.” Aku sedikit mengoreksi pernyataan Kak Krimson tersebut.


Kami melanjutkan perjalanan kami menyusuri hutan. Sembari mencari keberadaan basilisk di hutan itu, aku membentuk party sementara bersama Kak Krimson yang juga sedang mencari herbal-herbal langka untuk keperluan bahan baku sintesa produk alchemist-nya yang mulai dari potion, poison, sampai pada bom.


Hutan di desa pemula, surga para alchemist ini memang benar-benar terlihat eksotik dan indah. Jika bukan karena lingkungannya yang berbahaya kecuali untuk kelas alchemist yang memiliki ketahanan racun yang tinggi, pasti akan banyak player yang menjelajahi tempat ini untuk berwisata. Sayangnya, tiap dua atau tiga langkah di tempat ini, kita akan segera bertemu dengan berbagai sosok monster yang beracun.


Namun, untuk hutan yang masuk area desa pemula sendiri, sebenarnya tidak terlalu parah karena monster beracun yang ditemui palingan hanya berlevel 1 – 5 saja, kecuali di beberapa tempat, kita dapat menemui wild boss yang berlevel sedikit lebih tinggi, tetapi itu pun tak melebihi level 10. Oleh karena itu, kemunculan monster pohon Yate berlevel 23 itu tadi adalah kebetulan yang sangat langka.


Kebanyakan monster seperti itu seharusnya baru bisa ditemui di area hutan yang lebih dalam yang bukan lagi bagian dari desa pemula, melainkan bagian dari daerah kekuasaan guild alchemist, lebih dalam lagi, sudah masuk daerah kekuasaan Kekaisaran Lalania.


Tetapi mari kita kesampingkan itu dulu karena tujuanku saat ini yakni mencari basilisk yang dirumorkan ada di area quest pemula di hutan ini. Untuk menemukannya, kami harus mencari ke lokasi kemungkinan tumbuhnya tanaman georapadtra. Tetapi tidak mudah untuk menemukan tanaman ini karena tanaman ini akan berpindah-pindah tempat begitu ditemukan lokasinya oleh player.


Tetapi ada satu klu yang bisa kujadikan landasan, tanaman ini menyukai daerah yang hampir tak tersentuh sinar matahari dan lembab.


“Luca, kayaknya keberuntunganmu bagus. Lihat ke depan.”


Seketika perkataan Kak Krimson memecahkan lamunanku. Kulihatlah di depan. Ada sekumpulan tanaman georapadtra yang bercirikan batang pohon yang lebar berwarna hijau yang entah mengapa bermotifkan corak tubuh basilisk. Kemudian disertai pula juntaian ranting yang menyerupai lidah beracun basilisk. Ditambah dua helai daun besar dibandingkan yang lain yang memiliki corak mata persis sama dengan basilisk.


Entah mengapa tanaman ini benar-benar menyerupai basilisk jika dipandang sekilas. Mungkin, ini pertahanan alami sang tanaman karena kemampuannya meracuni sebagai pertahanannya agak kurang sehingga akan mudah diserang oleh para beast sekitar yang kelaparan. Oleh karena itu, tanaman itu memanfaatkan visual untuk mengusir musuh-musuh yang ingin mengambil manfaat darinya.


Tetapi tunggu dulu, dari 7 tanaman georapadtra yang berjejer, ada satu yakni di baris ketiga yang menampakkan kelainan. Tidak, itu bukan tanaman georapadtra, melainkan basilisk asli yang menyamarkan dirinya sebagai tanaman georapadtra demi melindungi dirinya yang lemah saat ini sehabis berganti kulit.


“Kalau begitu, aku pergi dulu, Kak.” Ujarku kepada Kak Krimson sembari mempersiapkan ancang-ancangku menghadapi beast itu.


“Butuh bantuan?”


“Tidak usah, Kak. Untuk saat ini, tolong amati dari jauh saja.”


Aku pun menerjang ke arah beast. Sesuai dugaan untuk basilisk. Walaupun telah berganti kulit, dia tetap lincah meskipun tidak selincah di kala dalam kondisi vit-nya. Sang basilisk meliuk-liuk, melingkari pohon-pohon sembari menunggu waktu yang tepat untuk menyergapku.


Tetapi aku tidak menurunkan pertahananku.

__ADS_1


Skill berjalan vertikal


Skill tahan nafas diaktifkan


Skill tikaman penghakiman diaktifkan


Aku menyerang ke arah basilisk memanfaatkan titik lemahnya yakni kulitnya yang lemah sehabis berganti kulit sembari menghindari racunnya. Beberapa uap racun merembes ke arahku, namun ini memang yang sudah kutunggu sejak dari tadi.


Skill pasif ketahanan racun Anda berevolusi


Skill ketahanan racun level C berhasil didapatkan


Dagger taring serigala perak level tinggiku retak selama proses pengerusan kulit sang basilisk. Sungguh yang diharapkan dari kulit basilisk. Itu tetap keras walau baru terbentuk.


Aku mundur beberapa langkah lalu segera mengeluarkan kembali dagger taring serigala perak level menengahku. Ini bukan pilihan senjata yang terbaik, terlebih yang level tinggi saja rusak setelah beberapa goresan, tetapi saat ini, hanya inilah senjata yang kumiliki yang paling cocok untuk melawan basilisk.


Keberuntungan Anda diaktifkan


Dagger taring serigala perak Anda yang hancur menyumbangkan sisa tenaganya kepada dagger taring serigala perak baru Anda


Kesamaan jenis senjata meningkatkan efek sinkronisasi


Dua dari dagger taring serigala perak Anda yang tersisa merasa terharu oleh pengorbanan rekan mereka, meminta pula untuk sinkronisasi


Apakah Anda menyetujuinya?


Aku sebenarnya kurang mengerti tentang pemberitahuan sistem yang tiba-tiba saja muncul. Tetapi tampaknya ini adalah sesuatu yang baik. Jadi aku mengiyakan saja.


Ya


Jawaban dikonfirmasi


Sinkronisasi dua dagger taring serigala perak berlangsung


Sinkronisasi berhasil


Penambahan efek strength sebesar 15


Aku pun melihat ke layar.


\=\=\=

__ADS_1


Nama item: Dagger taring serigala perak level tinggi


Rank: Rare


Durabilitas: 2000


Strength: 70


\=\=\=


Dagger taring serigala perak-ku mengalami peningkatan strength dua kali lipat dan telah berevolusi menjadi level tinggi, dengan strength yang bahkan melampaui dagger taring serigala perak level tinggi-ku yang sebelumnya. Dengan ini, aku yakin bisa mengalahkan basilisk itu.


Sang basilisk menerjang dengan taringnya ke arahku. Aku segera melompat dari pohon ke pohon untuk menghindari serangannya. Aku bersalto untuk berada di bagian bawah tubuh sang basilisk mengincar bagian kulit perutnya yang lebih lunak.


Seketika sang basilisk kembali mengerang kesakitan. Dia menggoncang-goncangkan ekornya ke sana sini secara membabi buta yang menyebabkan tanah dan pohon-pohon di sekitarnya cukup bergetar.


Aku mamanfaatkan kesempatan itu untuk menghilangkan indera paling tajam dari sang basilisk, matanya. Dengan dagger-ku, kutebas dua bola matanya dalam sekali tebasan sehingga sang basilisk pun menjadi buta.


Dengan kemampuan penglihatannya yang menghilang, aku lebih mudah mengendalikan pertarungan. Aku kembali menyerang daerah perutnya yang sudah cukup terluka. Sang basilisk pun menggeliat. Kemudian, serangan terakhir pun kuberikan.


Ultimate skill tikaman penghancur tengkorak diaktifkan


Tulang tengkorak sang basilisk pun retak dan dia pun tewas.


Anda telah mengalahkan basilisk berlevel 49


Syarat experience memenuhi, kini Anda naik ke level 19


Syarat experience memenuhi, kini Anda naik ke level 20


Tahu-tahu, aku sudah berada di level 20. Tidak hanya itu saja. Aku mendapatkan barang jarahan yang lumayan bagus. Ada taring basilisk yang bisa dijadikan senjata spesialisasi racun, serta jantung basilisk, empedu basilisk, serta tulang basilisk yang bisa dijadikan bahan obat. Sayangnya, kualitas kulit basilisk kurang bagus karena baru saja berganti kulit plus mengalami kerusakan parah sehingga tidak dapat dimanfaatkan sebagai item.


Setelah beberapa saat mengelilingi hutan setelah itu, Kak Krimson pun berpamitan untuk berpisah menuju ke hutan bagian dalam di mana merupakan bagian kekuasaan guild-nya di mana Kak Krimson berencana melewati hutan untuk sampai ke guildnya, lalu kami pun berpisah.


Tetapi di luar dugaan setelah kami berpisah,


“Shak!”


Sebuah shuriken beracun diarahkan kepadaku.


Tampaknya aku disergap oleh seorang player killer.

__ADS_1


__ADS_2