The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
202. Pelita Harapan yang Tak Pernah Padam


__ADS_3

Aku senang dengan perkembangan ketiga anggota party-ku. Mereka telah berjuang melakukan yang terbaik dan akhirnya terpilih menjadi tim inti di klub e-sport vrmmorpg untuk kompetisi akhir tahun ini.


Terkecuali untuk Kak Nina, jangankan terpilih, dia justru harus tersingkir dari posisinya sebagai tim cadangan utama ke tim kasta terendah. Aku bisa dengan sangat jelas merasakan kesedihan di balik ekspresi wajahnya.


Namun aku bisa mengatakan dengan pasti bahwa kegagalan Kak Nina itu bukanlah karena ketidakmampuannya. Sebagai seorang player, Kak Nina telah berkembang secara signifikan. Hanya saja, anggota-anggota lain di dalam klub memiliki perkembangan yang jauh lebih signifikan.


Kukira aku telah memenangkan taruhanku dengan Senior Areka ketika Kak Nina berhasil masuk ke klub ini. Aku baru menyadari bahwa rupanya akulah yang telah kalah.


Klub e-sport vrmmorpg itu ternyata jauh lebih menyeramkan dari yang kukira. Isinya dipenuhi oleh sekumpulan monster sehingga akan sulit bagi Kak Nina yang kemampuannya biasa-biasa saja untuk bisa bersinar di tempat itu.


Sebagai orang yang memberikannya semangat untuk menggapai cita-citanya itu yang menyebabkannya berada pasa posisinya saat ini, betapa aku merasa bersalah. Akan tetapi, aku bisa melihat walau dengan keadaan demikian, Kak Nina tetap tidak putus asa dalam menggapai asanya.


Namun, apa yang harus kulakukan agar Kak Nina bisa berkembang melewati batasnya dan menyusul perkembangan para monster-monster jenius itu?


Lalu, hari itu pun tiba.


Pak Pelatih tiba-tiba mengumpulkan kami sehari setelah pengumuman susunan tim baru.


“Agenda kali ini adalah pemilihan dua anggota tim extra sebagai peserta turnamen akhir tahun. Berbeda dengan lima cadangan tim yang lain, kedua anggota extra ini tidak akan bisa terlibat di dalam pertandingan tim.”


Kurang lebih, demikianlah yang disampaikan oleh Senior Areka mewakili Pak Pelatih. Tetapi apa maksudnya itu? Mengapa dua orang mesti dipilih lagi, tetapi tidak dapat ikut serta dalam pertandingan tim? Namun dengan cepat, Senior Areka melanjutkan penjelasannya yang segera menjawab rasa penasaranku itu.


“Seperti yang kalian tahu, pada turnamen akhir tahun, tidak hanya akan ada pertandingan tim saja sebagai pertandingan utamanya. Akan ada sepuluh pertandingan lain yang berupa kompetisi individu yang melibatkan masing-masing sepuluh kelas dalam game vrmmorpg The Last Gardenia. Nah, dua anggota tambahan ini bisa mewakili kita untuk mengikuti kompetisi individu tersebut.”


Setelah itu, Senior Areka pun menjelaskan setiap mekanisme kompetisi individunya yang rupanya bukanlah suatu pertarungan, melainkan suatu adu bakat.


“Seperti yang kalian tahu, di tim inti kita saat ini sudah terdapat 9 kelas dan hanya ada satu kelas yang menghilang yakni tamer. Di klub kita, hanya ada dua orang tamer saja, yakni Rena dan Nina. Jadi, aku akan meminta pendapat kalian tentang siapa di antara mereka berdua yang akan mewakili klub untuk melaju ke pertandingan individu sebagai anggota tim tambahan ini.”


“Kalau begitu, aku pass. Lagian apa menariknya mempertontonkan pertunjukan bermain vrmmorpg mengalahkan monster? Sebaiknya, aku memanfaatkan waktu yang ada untuk latihan agar tahun depan aku bisa terpilih kembali sebagai tim inti.”


“Semangat yang bagus, Rena! Aku setuju. Mari kita berlatih bersama sampai tetes terakhir keringat kita!”


Kak Rena dan Kak Inggar tiba-tiba berisik di dalam klub lantas mengajukan pendapat sepihak mereka. Kalau begitu, jika Kak Rena menyerah akan posisi itu, itu berarti yang akan terpilih…

__ADS_1


“Kalau Rena tidak bersedia, tersisa kandidat Nina saja. Bagaimana, Nina? Apa kamu ingin mengisi satu tempat kosong ini?”


Lalu, dengan penuh tekad, Kak Nina pun mengambil kesempatan itu, “Aku bersedia, Senior.”


Satu hal yang membuatku kagum dengan Kak Nina adalah pendiriannya yang teguh bagai karang yang kokoh dalam berupaya menggapai apa yang diperjuangkannya.


“Kalau begitu, satu tempat yang tersisa… bisa aku mengemukakan pendapatku, Areka?”


Kak Yurika-lah yang mengatakan hal tersebut.


“Bagaimana kalau satu tempatnya lagi diisi oleh seorang cleric? Terus terang, aku tidak percaya diri bisa mengikuti kompetisi individu itu di saat aku harus menggunakan kekuatan suci-ku untuk pertandingan tim juga. Aku takut bahwa jeda waktu pertandingan tim dan pertandingan individu tidak akan cukup lama untuk memulihkan kekuatan suci-ku sebelum penilaian.”


“Hmm. Ya, itu alasan yang tepat. Jadi bagaimana? Apa kamu akan merekomendasikan Shea?”


“Itu sih bagus, Areka. Tapi…”


“Tidak apa-apa kok, Kak Yurika. Aku juga paham lebih dari siapapun bahwa yang terbesar kekuatan sucinya di antara kita bertiga saat ini adalah Ellen. Jadi akan lebih tepat untuk merekomendasikan Ellen. Bagimana, Ellen, kamu bersedia kan mewakili kami untuk maju ke pertandingan individu?”


“Kalau Kak Shea dan Kak Yurika tidak keberatan, aku juga tidak masalah.”


Tampak semuanya mengangguk dengan setuju-setuju saja. Demikianlah, akhirnya kedua anggota tim tambahan pun terpilih dan kulihatlah bahwa cahaya di wajah Kak Nina bersinar kembali seakan sekali lagi cahaya harapan menyinarinya.


.


.


.


Setelah itu, hari-hari pun berlalu dengan latihan yang lebih intens. Tidak hanya latihan individu saja kali ini, melainkan latihan kelompok, bagaimana menyesuaikan pergerakan dengan berbagai kombinasi anggota tim serta bagaimana menyatukan jurus satu sama lain sehingga memberikan impak serangan yang lebih dahsyat.


Tidak terasa, bulan desember pun tiba. Walaupun terdengar curang, sebagai tuan rumah pelaksanaan e-sport vrmmorpg ini, area jawa bagian barat memperoleh kuota peserta sebanyak 12, tiga kali lebih banyak dari kelima area lainnya, padahal bisa dikatakan bahwa kemampuannya adalah yang terlemah kedua tepat di atas sedikit kemampuan area jawa bagian tengah dan timur.


Enam tim peserta quarter final pada kompetisi awal tahun akademik sebelumnya telah otomatis terpilih sebagai peserta, sementara 6 lainnya akan terpilih di antara ke-18 tim lain yang berhasil menembus babak penyisihan kedua.

__ADS_1


Satu tim yang membuat kami tertarik di antara ke-18 tim yang ada, tentu saja SMA Mulya Kasih yang sempat menjadi lawan kami di putaran babak penyisihan ketiga sebelumnya. Itulah sebabnya, kami menonton pertandingan mereka saat ini.


Sesuai dugaan, tim yang ada anggotanya berasal dari klub profesional Joker Hitam yang merupakan klub e-sport vrmmorpg terbaik kedelapan saat ini memang beda. Tidak hanya itu saja, rupanya keempat anggota tim lain mereka adalah juga para trainee di klub Joker Hitam. Kemampuan mereka tentu saja akan prominen di antara peserta-peserta tim lainnya.


Dan sesuai dugaan, tim mereka-lah yang menjadi salah satu tim terpilih sebagai peserta tambahan di turnamen akhir tahun tersebut.


Aku menyaksikan sendiri pertarungan Viandra tentang bagaimana keefisienan gerakannya semakin halus serta bagaimana dia semakin mengerti tentang mencegah melakukan gerakan yang sia-sia selama pertarungan. Tidak hanya itu saja, jurus-jurusnya pun semakin terasah dan tajam dengan agilitas dan strength yang meningkat sangat drastis. Dia pastinya akan semakin menjadi lawan yang tangguh dan merepotkan di kompetisi akhir tahun nanti.


Tidak, tidak hanya Viandra saja, keempat rekannya juga telah mengalami perkembangan yang signifikan. Intinya, tim mereka telah berevolusi ke ranah yang lebih tinggi lagi.


Melihat itu, bagaimana mungkin kami akan diam saja. Kami pun semakin termotivasi untuk turut berevolusi menjadi tim yang lebih baik. Walaupun demikian, masihlah banyak kekurangan tim yang mesti kami perbaiki lagi.


Kami pun pulang dengan masing-masing anggota tim yang menonton hari itu menunjukkan raut wajah yang bervariasi. Tetapi satu yang pasti, kami sama sekali tidak punya niat untuk kalah dari siapapun. Kami akan berjuang meraih kemenangan.


Di saat itulah, tiba-tiba Kak Yudishar menghentikan langkahku dengan memegang tanganku.


“Kak Yudishar?”


“Luca, bisa berbicara sesuatu sebentar? Ah, Areka, kamu bisa membawa yang lain dulu pulang dengan mobilmu. Aku-lah yang nanti akan mengantar Luca langsung ke rumahnya.”


Demikianlah Senior Areka bersama dengan tiga rombongan yang lain, yakni Egi, Diana, dan Kak Yurika pulang duluan meninggalkan kami berdua di tempat ini.


“Apa yang Kak Yudishar ingin bicarakan?” Dengan penasaran, aku pun bertanya.


“Anu, Luca… Aku sempat melihat pertandinganmu sebagai anggota resmi Klub White Star di internet. Apakah…”


“Iya, itu benar, Kak. Aku sudah bergabung secara resmi sebagai anggota Klub White Star.”


“Bukan, bukan itu yang ingin aku tanyakan. Aku telah melihat bagaimana serangan kombinasimu bersama atlit Brian. Aku juga penyihir api. Apakah kiranya kita bisa melakukan gerakan kombinasi yang sama seperti itu?”


“Tidak ada sesuatu yang tidak mungkin. Jadi bagaimana? Mau latihan serangan kombinasi hari ini bersama, Kak Yudishar?”


Mendengar jawabanku itu, ekspresi wajah Kak Yudishar pun seketika menjadi cerah. Malam itu, aku dan Kak Yudishar pun menghabiskan malam bersama berduaan di rumahnya dengan penuh gairah dan adu keringat yang membara.

__ADS_1


Dalam waktu singkat, aku dan Kak Yudishar berhasil melatih kesinkronan jurus kami dengan sangat sempurna. Sekali lagi, klub e-sport vrmmorpg SMA Pelita Harapan mengalami level-up.


__ADS_2