The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
136. Peserta yang Melaju ke Babak 2 Besar


__ADS_3

Pertandingan berlangsung dengan meriah. Berbeda dengan babak-babak sebelumnya, pertandingan babak final dirancang dengan sistem 3 kali ronde pertandingan. Lalu, juga ketimbang hanya dua komentator pertandingan yang berasal dari kalangan panitia, kali ini juga diundang tiga komentator tamu sehingga suasana semakin meriah.


Pertandingan pertama, ada player Eros vs Kak Pei Yu. Kak Pei Yu tampak langsung serius sejak awal pertandingan untuk mengalahkan Eros sebelum lancer itu dapat mengaktifkan serangan tombak maut Gae Bolg-nya.


Tampak player Eros meladeni Kak Pei Yu dalam pertandingan jarak dekat. Sayangnya, walau tanpa Eros mengeluarkan jurus maut Gae Bolg-nya itu, dia dapat mengungguli Kak Pei Yu dalam pertandingan jarak dekat lantas mengalahkannya.


Di ronde kedua, Kak Pei Yu tampak lebih berhati-hati lagi setelah mengetahui keculasan tiap gerakan sang player Eros.


Dia pun berhasil menjebak Eros dalam selendangnya.


Sayangnya, tangkapan selendang itu sama sekali tidak berfungsi terhadap player Eros. Dengan mudah Eros mengoyak selendang dengan tombaknya lantas berlari dengan cekatan menikam Kak Pei Yu tepat di ulu hatinya. Sekali lagi Kak Pei Yu gameover di pertandingan.


Karena skor sudah 2 vs 0, maka ronde ketiga pun tidak dilaksanakan sebab mutlak Eros telah memenangkan pertandingan bagaimana pun hasil dari ronde ketiga.


Tiba di pertandingan kedua, ada Ethan vs Ecila. Sang swordsman berkulit merah itu tampak penuh semangat menerjang ke arah Ecila yang dilindungi oleh kedua naga kembarnya.


Ethan tampak mampu bertahan dengan baik menghadapi nafas api serta nafas es sang naga kembar. Mungkin karena fisiknya yang memang didesain kuat dari game bergenrekan gladiator itu yang hanya ada pertarungan fisik saja tanpa konsep sihir.


Sayangnya, fisik seekor naga tetaplah sangat kuat bagi seorang manusia berapa pun overpowernya fisik orang itu. Ethan berusaha menerobos masuk ke dalam pertahanan yang dilindungi oleh kedua naga, tetapi gagal, malah harus dibayar oleh kekalahannya setelah harus menerima cakaran maut dari sang naga api serta injakan mematikan dari sang naga es.


Di ronde kedua, Ethan tetap pada strategi yang sama dengan mengandalkan kekerasan fisiknya untuk menembus pertahanan yang dijaga ketat oleh sang naga kembar. Tetapi kali ini, daripada menerobos langsung, Ethan memilih jalan memutar. Tetapi itu tetap gagal. Pertahanan naga kembar itu sama sekali tak ada celah.


Dengan kekalahan Ethan yang kedua, skor pun menjadi 0 vs 2 sehingga kemenangan otomatis diraih oleh Ecila tanpa harus lagi melaksanakan ronde ketiga.


Selanjutnya pertandingan ketiga, Kak Silua vs seorang player bernama Raihan. Terjadi persaingan yang sengit antara mage vs shielder yang sama-sama basis gamenya berasal dari The Last Gardenia itu.


Di ronde pertama, Kak Silua berhasil memenangkan pertandingan setelah dia dengan cerdik memanfaatkan celah di antara perisai player Raihan untuk mengaktifkan skill es-nya yang dapat mengoyak kulit itu.


Namun di ronde kedua, player Raihan tampak lebih berhati-hati dengan mengaktifkan skill perlindungan sempurna perisainya di mana dirinya diliputi perisai-perisai yang terbuat dari aura yang mendukung perlindungan senjata perisai fisik-nya.


Kak Silua yang tak punya lagi celah untuk menyerang, harus menerima kekalahan pahitnya setelah player Raihan mengaktifkan skill thrust milik-nya.


Tibalah di ronde ketiga. Kak Silua belum juga punya cara untuk menembus pertahanan mutlak sang shielder. Namun dia pun tidak lagi selengah sebelumnya dan tetap mempertahankan defensinya.


Sayangnya justru karena hal itu, mana dan stamina-nya pun dengan cepat terkuras. Akibatnya, ketika player Raihan menyerangnya, dia tak punya lagi mana dan stamina yang cukup untuk menahan atau pun menghindarinya. Alhasil, di ronde ketiga, Kak Silua kalah.


Kemenangan buat player Raihan dengan skor 1 vs 2.


Lalu tibalah di pertandingan keempat. Pertandingan antara Senior Asario melawan sang alchemist gila, Chung Li.


Dilihat dari reaksi komentator, sebenarnya banyak yang menanti-nantikan pertarungan pedang dari dua peserta pemain pedang yang menunjukkan talenta luar biasa selama babak penyisihan tim.


Semuanya jadi penasaran, antara pedang kegelapan Senior Asario yang mampu mengeluarkan sihir cahaya atau pedang cahaya Fotio yang mampu menyerap kegelapan, mana yang akan lebih unggul. Sayangnya, player Fotio telah dikalahkan sejak lama di pertandingan 32 besar oleh player Chung Li.


Namun di lain pihak, para komentator pun berpendapat bahwa tidak buruk juga melihat suatu hal yang di luar ekspektasi semua orang seperti halnya pertarungan antara Fotio dan Chung Li. Justru itulah yang membuat alur pertandingan semakin menarik dengan adanya kuda hitam di kompetisi.


Semuanya pun jadi penasaran, akankah sang alchemist gila itu sekali lagi menunjukkan keajaibannya dengan mengalahkan pemain bertalenta lainnya seperti Senior Asario hanya dengan berbekal ramuan ajaibnya itu.


Lantas semuanya pun segera terjawab di pertandingan.


Senior Asario sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya dan tetap fokus menghadapi lawan licik nan gila yang ada di hadapannya itu. Dia menghindari dengan baik tiap ramuan yang dilemparkan oleh pemain Chung Li kepadanya sembari memperhatikan dengan seksama tiap langkah player Chung Li demi menghindari akan adanya ramuan rahasia yang dipaparkan ke tubuhnya.


Senior Asario sama sekali tidak lengah. Dia tetap meningkatkan kewaspadaan baik indera penglihatan maupun indera penciumannya itu demi mendeteksi segala jenis racun mematikan yang bisa saja dipaparkan ke tubuhnya oleh player Chung Li sembari menangkis tiap serangan dagger yang datang ke arahnya dengan pedangnya.


Dia pun memastikan dengan baik untuk tidak tergores dagger itu perihal besar kemungkinan racun mematikan telah turut dicampurkannya di bilah tajam dagger itu.


Tetapi pada suatu titik,

__ADS_1


“Kalian semua… Kalian semua selalu saja meremehkanku! Kalian selalu mengatakan bahwa aku ini tidak memiliki bakat hanya karena tubuh asliku lemah! Tidak itu tim penilai dari Akademi Harapan Eden yang sok hebat itu, tidak itu si bocah sialan yang bernama Luca itu! Kalian selalu saja menertawakanku dan meremehkanku di belakang!”


Senior Asario tiba-tiba saja bicara ngawur di tengah-tengah pertandingan. Dia telah terpengaruh dalam ilusi batinnya. Tetapi apa itu? Mengapa aku ikut diseret-seret dalam ilusi kegelapan hatinya itu? Dan sejak kapan aku pernah memandang rendah dirinya?


Melupakan apa yang diucapkannya itu, tampaknya Senior Asario telah terpapar sejenis ramuan pengganggu kesadaran yang membuat seseorang berilusi yang tidak-tidak. Tetapi sejak kapan itu? Aku sama sekali tidak melihat tanda-tanda bahwa ada ramuan yang berhasil mengenai Senior Asario sedikit pun.


Di situlah salah satu komentator berkomentar bahwa Chung Li tampaknya menggunakan item yang baru-baru ini dikembangkan di game yang bernama Jian Xia, basis game resmi di China itu, yang dikembangkan oleh negara China yang berupa suatu ramuan tanpa bau, dan rasa dengan warna perak yang menyatu dengan baik dengan warna bilah dagger player Chung Li yang bisa membuat seseorang berhalusinasi kenangan terburuknya.


Komentator itu pun menunjukkan secara seksama warna dari bilah tajam dagger Chung Li dan rupanya benar seperti apa yang dijelaskannya. Samar-samar ada warna perak yang lebih mengkilap terlihat di bilah tajam daggernya itu.


Dunia memang luas. Masih banyak hal yang perlu kupelajari.


Dalam kondisi mental yang telah rapuh itu, dengan mudah player Chung Li memancing amarah Senior Asario lantas mengalahkannya.


Tiba di ronde kedua. Bahkan di saat pertandingan baru dimulai dan belum ada tanda-tanda player Chung Li mengeluarkan ramuannya, pergerakan Senior Asario sudah menunjukkan keanehan. Badannya terlihat gemetaran.


Apakah itu masih dari efek ramuan sebelumnya? Tetapi bukankah baik health, mana, maupun stamina sudah direstart ketika memasuki ronde yang baru?


Karena kondisinya yang masih kurang stabil itu pada saat memasuki ronde kedua, permainan pedang Asario pun menjadi buruk tidak seperti biasanya. Bahkan seorang alchemist yang hanya menirukan gerakan seorang assassin itu bisa mengalahkan sang swordsmen tangguh tersebut hanya dalam lima kali gerakan saja.


Senior Asario sebagai pemain terakhir bertahan Tim Silver Hero dari Indonesia itu pun kalah di babak delapan besar oleh player Chung Li dengan skor 0 vs 2.


Bagiku yang menyaksikan pertandingannya selama ini mulai dari babak semifinal di Indonesia, Senior Asario walaupun kalah, telah menampilkan semangat yang luar biasa dengan selalu berjuang yang terbaik yang dia mampu.


Oleh karena itu, aku pun kesal pada para komentator yang berkomentar jahat padanya usai pertandingan yang mengatakan Senior Asario kurang memiliki semangat sebagai seorang player sehingga dia bisa jatuh dalam jebakan ramuan pengendali pikiran seperti itu.


Dalam hati betapa aku ingin berteriak, “Memangnya apa yang Anda tahu tentang perjuangan Senior Asario selama ini?!”


Yah, aku sebenarnya juga tidak suka pada senior galak itu, bahkan di imajinasi kelam terdalamnya itu, dia begitu menunjukkan ketidaksukaannya padaku.


Namun jika berbicara soal semangat pejuang, aku benar-benar mengakui senior yang satu itu.


\=\=\=



Eros – Goliath – Prussia Atlantic – Evernight (Favorit 4)


Ecila – Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia (Favorit 1)


Raihan – Aaron – Buginesia – The Last Gardenia (Favorit 8)


Chung Li – Ying Xiong – China – Jian Xia (non-favorit)


\=\=\=


Kini memasuki babak 4 besar. Pertandingan tiga ronde sekali lagi terjadi antara dua ace dari tim ternama, Eros dari Tim Goliath melawan Ecila dari Tim Lost Child.


Eros dengan susah payah mencoba menerobos pertahanan tak tertembus sang naga kembar yang bisa dengan mudah diterobos oleh Kak Krimson sebelumnya itu. Namun dia tetap gagal.


Eros pun segera mengaktifkan serangan maut Gae Bolg-nya.


Namun di luar dugaan, hanya dalam hembusan nafas ringan kedua naga, senjata itu kehilangan dayanya dan berhenti berputar di tengah-tengah udara.


Lalu sang naga api dengan kejam meremas tombak Gae Bolg milik Eros itu hingga hancur berkeping-keping. Lantas sang naga es segera mengeluarkan sihir es-nya yang seketika membekukan player Eros. Dalam keadaan beku, Eros gameover di arena.


Tibalah di ronde kedua.

__ADS_1


Akan tetapi, tombak Gae Bolg milik Eros tidak lagi tersummon ke arena setelah hancur di ronde pertama sebelumnya.


Sebenarnya, item apapun yang digunakan dalam pertandingan e-sport vrmmorpg di luar game aslinya, akan tersummon kembali dalam keadaan utuh setelah pertandingan e-sport vrmmorpg itu usai.


Hanya saja, pertandingan Eros vs Ecila itu masih dianggap sebagai satu pertandingan, hanya saja berbeda ronde. Makanya, hanya HP, MP, serta SP pemain saja yang dipulihkan dan tidak dengan itemnya yang hilang di ronde pertama.


Alhasil, Eros pun gemetaran di hadapan sang naga kembar tanpa ada senjata andalannya yang bisa menemaninya bertarung.


Inilah kelemahan seorang player yang terlalu tergantung pada satu jenis senjata saja.


Eros yang telah kehilangan niat untuk bertarung pun, mengumumkan sendiri bendera putihnya bahkan sebelum pertandingan ronde kedua itu dimulai sehingga poin untuk ronde kedua kembali jatuh ke tangan Ecila.


Kemenangan buat Ecila atas Eros dengan skor 2 vs 0.


Lalu pertandingan empat besar yang kedua pun terjadi di antara player Raihan melawan player Chung Li.


Lagi-lagi, Chung Li menunjukkan kejutan yang luar biasa. Dia menghempaskan ramuan yang terlihat seperti sebuah racun ke arah Raihan. Tetapi rupanya, itu adalah ramuan sejenis asam. Namun, bukan asam sembarang asam.


Walau dengan pertahanan mutlak seperti yang dia tunjukkan sewaktu mengalahkan Kak Silua, perisainya itu tidak ada apa-apanya di tangan player Chung Li. Dalam sekejap, perisainya itu meleleh oleh asam yang dilemparkan oleh player Chung Li.


Betapa Raihan shok melihat perisainya itu meleleh.


Raihan yang masih shok pun akhirnya dengan mudah dikalahkan oleh player Chung Li setelah berhasil bertahan beberapa saat berkat badannya yang atletis itu.


Tiba di ronde kedua, sama seperti Eros sebelumnya, Raihan harus menghadapi player Chung Li tanpa senjata perisai andalannya lagi, perihal telah hancur di ronde pertama.


Namun berbeda dengan Eros, di tampak masih mensummon perisai lain dari inventory-nya untuk bertahan dan menyerang.


Akan tetapi, ramuan asam player Chung Li yang masih melekat benar di ingatan Raihan, membuatnya lebih memilih menghindar dengan menggoyangkan badannya ke samping kanan daripada bertahan dengan perisainya ketika Chung Li kembali melemparkan suatu ramuan kepadanya.


Chung Li pun tertawa jahat. Tampaknya itu seperti apa yang diprediksinya.


Itu bukanlah ramuan asam, melainkan ramuan penghasil ledakan yang seharusnya diterimanya secara langsung dengan perisainya alih-alih dihindarinya.


Karena berada pada posisi yang tidak stabil perihal baru saja melakukan penghindaran, impak ledakan pun menyebabkan Raihan terpental beberapa inchi.


Tidak cukup jauh, tetapi itu telah cukup untuk mengganggu keseimbangannya sehingga player Chung Li pun bisa menyelinap masuk ke celah pertahanan Raihan lantas menikamnya hingga Raihan pun gameover di arena.


Kemenangan buat player Chung Li di babak 4 besar pertandingan kedua dengan skor 0 vs 2.


Dengan demikian, telah ditentukan siapa kedua pemain yang akan menjadi kandidat juara.


\=\=\=


Peserta 2 besar


Ecila – Lost Child – Amerika Serikat – The Last Gardenia (Favorit 1)


Chung Li – Ying Xiong – China – Jian Xia (non-favorit)


\=\=\=


Merekalah Ecila dan Chung Li. Siapa gerangan yang akan meraih juara 1 di kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional bergengsi ini?


Akankah itu sang tamer naga kembar, Ecila, yang sudah difavoritkan sedari awal oleh para dewan juri?


Atau akankah itu sang alchemist gila, Chung Li, pemain yang awalnya tidak dianggap, tetapi selalu menunjukkan kejutan di tiap pertandingannya?

__ADS_1


Aku begitu tidak sabar untuk menantikannya.



__ADS_2