
The Legacy of Lacoza.
Suatu dungeon yang tersembunyi di balik makam kaisar pertama Kekaisaran Lalania, Sultan Lacoza.
Hanya saja, untuk memasuki dungeon itu, dibutuhkan beberapa prasyarat dan yang terpenting adalah memiliki kuncinya. Dan Luca adalah sang pemilik kunci itu.
Hanya saja, ketika Luca hendak memasuki dungeon tersebut sebelumnya, rupanya dungeon hanya bisa dimasuki dengan membentuk party sebanyak 4 orang.
\=\=\=
Peringatan!
Anda akan memasuki Dungeon The Legacy of Lacoza.
Untuk memasuki Dungeon The Legacy of Lacoza dibutuhkan anggota party sang pemegang kunci sebanyak 4 orang, tidak kurang, tidak lebih.
Luka mental maupun fisik yang terjadi di dalam dungeon, terutama jika gameover di tengah-tengah misi, mungkin akan mempengaruhi tubuh asli di dunia nyata, jadi silakan pilihlah party yang menurut Anda benar-benar kuat dan layak mendampingi Anda.
Perihal reward dungeon yang mungkin akan mengundang keserakahan bagi para player, jangan lupa untuk memilih anggota party yang benar-benar Anda percayai.
Catatan: area ini adalah area yang terbatas untuk NPC, NPC dilarang keras memasuki dungeon, serta dibutuhkan minimal satu orang anggota party dari kelas shielder.
\=\=\=
Luca sama sekali belum menceritakan perihal kunci yang menghubungkan makam Sultan Lacoza itu dengan Dungeon The Legacy of Lacoza sehingga saat ini, sang putri pun hanya mengira bahwa Luca hendak mengunjungi dungeon biasa untuk berburu harta karun.
Oleh karena itu, terhadap ajakan Putri Silvia itu pun Luca terlihat menjadi ragu-ragu.
Namun, itu bukanlah karena Luca tidak bisa mempercayai sang putri, melainkan peringatan dungeon tentang luka di dalam dungeon yang bisa terwujud ke dalam tubuh asli yang membuat Luca takut membuat seseorang berada dalam bahaya perihal dirinya.
Di tengah-tengah ekspresi Luca yang suram itu, Putri Silvia pun menambahkan,
“Oh iya, bagaimana jika mengajak kita Agnes ikut bersama kita juga?”
“Itu…”
Luca terlihat ragu. Itu perihal tidak ada yang bisa menjamin tingkat kesulitan dungeon.
Dungeon terletak di area yang bahkan bisa dijangkau oleh player newbie. Akan tetapi keberadaan kunci untuk mengakses dungeon serta peringatan dungeon yang aneh membuat Luca tak dapat berhenti untuk memikirkannya.
Keberadaan celah dimensi yang ditemuinya yang menampakkan kuburan Nenek Noni bahkan setelah dia berhasil menyelamatkan nenek itu beserta cucunya dari para troll, Rahnee, kakak dari guild master swordsman, Visgore, yang terjebak di celah dimensi setelah diculik oleh para iblis, serta kemunculan naga hijau di celah dimensi pula ketika Luca melaksanakan misi ujian pendewasaannya, membuat perasaan Luca semakin tidak enak.
__ADS_1
Luca selalu saja mengalami hal-hal yang aneh di dalam game sehingga begitu sistem memberi peringatan akan luka yang bisa terwujud di tubuh asli, betapa Luca enggan untuk mengajak orang lain ke sana.
Itu bukan berarti The Legacy of Lacoza adalah dungeon yang harus dia kunjungi, jadi Luca pun saat ini hendak mengurungkan niatnya saja untuk memasuki dungeon.
Akan tetapi sedikit keegoisan di hatinya, membuatnya ingin menyingkap tabir rahasia di balik Legacy of Lacoza itu yang mungkin bisa menyingkap misteri terdamparnya dia ke dunia nyata atau sejak awal mengapa ibu dan ayahnya bisa terdampar di dunia virtual.
Sebagai saint pertama di dunia yang dalam sejarah dikatakan pernah bertarung melawan iblis dari dunia lain, ada kemungkinan Sultan Lacoza memiliki klu terhadap perpindahan dunia ini dan bisa saja semua petunjuknya masih tersimpan di dalam Legacy of Lacoza itu.
Dan jika ada player yang paling tepat di pikirannya, kuat dan dapat dipercaya, itu tidak lain memang adalah Putri Silvia dan Agnes.
Baik Putri Silvia maupun Senior Agnes yang dikenalnya adalah duo player wanita hebat yang bahkan telah melampaui level yang dizinkan untuk player normal yang hanya berkisar sampai level 99 saja. Namun demikian, Luca tetap saja mengkhawatirkan keselamatan mereka.
“Aku belum menemukan player shielder yang wajib ada di party, Kak. Jadi aku juga kurang tahu juga kapan akan bisa memulai penjelajahannya.”
“Eh? Dik Luca mendapatkan semacam quest spesial rupanya ya. Aku kira hanya sebatas mengunjungi dungeon biasa. Sayang sekali. Nanti kabari Kakak saja ya kalau kamu butuh bantuan.” Putri Silvia pun terjebak dalam kesalahpahamannya.
“Iya, Kak.” Luca menjawab singkat sembari memaksakan senyumnya.
Sampai akhir, Luca rupanya masih tetap merahasiakan soal The Legacy of Lacoza itu kepada Putri Silvia.
***
Malam hari pun tiba. Kini tiba saatnya bagi Luca untuk memulai training pertamanya kepada para mentee baru-nya itu, Chika dan Diana.
“Luca, kenapa kita kemari? Bukannya hari ini kita perlu meningkatkan level Diana yang baru berganti kelas?” Tanya Nina penasaran.
“Untuk membentuk guild extra.”
“Apa?” Nina seketika kaget mendengar perkataan Luca itu. Rupanya, ekspresi yang sama ditunjukkan oleh ketiga lainnya.
Tetapi tanpa terganggu dengan perubahan ekspresi mereka, Luca dengan santai menambahkan, “Dengan kita membentuk guild, pelatihan akan berjalan lebih efisien. Kita juga bisa mendapatkan dukungan akomodasi dari guild assassin.”
Seketika wajah keempat orang itu pun menjadi semakin terpelintir.
Nina-lah yang berinisitif membuka pembicaraan, “Dengar, Luca, kamu sekarang punya koin rupiah berapa?”
“Itu, mungkin sekitar delapan ribu?”
“Wow, itu cukup banyak juga.”
“Diam! Itu bukan yang terpenting sekarang, Raia. Jika keseluruhan koin kita saja dikumpulkan, maka tidak akan cukup sampai seratus ribu.”
__ADS_1
“Rasanya, bukan hanya itu saja masalah utamanya, Senior Nina. Guild assassin kan…” Chika pun tampak ragu-ragu melanjutkan ucapannya.
“Eh, apa yang sedang kalian bicarakan?” Melihat tingkah aneh mereka, Luca hanya bisa kebingungan.
Sebagai seorang newbie yang benar-benar newbie, di pikiran mereka, mungkin Luca sama sekali tidak tahu akan hal ini.
Akan tetapi, dibutuhkan uang pendaftaran minimal seratus ribu koin rupiah untuk mendaftarkan sebuah guild extra ke guild utama.
Ini bisa saja lebih mahal tergantung di guild mana mereka mendaftar, bahkan di guild alchemist, biaya ini menjadi 4 kali lipat, dan 3 kali lipat untuk di guild mage.
Dan seperti yang dikatakan oleh Chika, bukan hanya itu masalahnya. Hanya ada 7 guild utama yang saat ini menerima pendaftaran guild extra dan guild assassin tidak termasuk ke dalam salah satunya.
Jika alasan guild archer adalah karena berafiliasi dengan half-elf Kerajaan Melodia, sementara untuk guild cleric karena berafiliasi dengan Persatuan Suci yang tersebar di hampir seluluh penjuru benua kecuali di Kerajaan Doremi, maka untuk guild assassin sendiri hanya karena masalah keangkuhan mereka sebagai serigala penyendiri.
Di dalam game, settingan guild assassin begitu jelas sebagai guild yang paling sentimen kepada para player. Di samping skill yang ampas, guild yang juga tidak mendukung menjadi penyebab kemerosotan citra guild assassin yang menyebabkannya menjadi tidak populer di mata para player.
Keempat rekan Luca itu pun menjadi skeptis akan tingkah Luca, namun mereka sudah terlanjur speechless duluan untuk mampu berkata apa-apa.
Mereka pun memutuskan untuk membiarkan Luca mengalami sendiri saja pengalaman pahit itu dengan mengalami penolakan secara langsung lalu barulah nanti mereka menghiburnya. Itu akan lebih efektif perihal mereka bingung ingin memulai penjelasan darimana, terlebih Luca sudah terlanjur berbicara duluan kepada pegawai administrasinya.
Namun, ketika Luca merequest pendaftaran lantas menyerahkan berkasnya kepada bagian adminitrasi guild,
“Oke.”
Hal yang terjadi justru 180 derajat bertolak belakang dengan apa yang mereka bayangkan. Sang wakil guild master justru menjawab dengan nada santai memberikan persetujuannya dengan mudah disertai senyuman yang menyegarkan hati.
Dialah Derickson, seseorang yang sudah dianggap kakak sendiri oleh Luca itu.
“Yosh! Dengan begini, Kak Kaisar takkan pernah cerewet lagi menyuruhku untuk membentuk guild extra di bawah kekaisarannya.” Ujar Luca sembari menerima berkas persetujuan pendaftarannya itu.
“Ngomong-ngomong, Luca, apa nama guild yang kamu ajukan itu tidak terlalu simpel?” Tanya Derickson secara tiba-tiba kepada Luca.
Luca pun menggelengkan kepalanya sebagai penanda ketidaksetujuan.
“Hmm, bagiku ini nama guild extra yang paling tepat buat kami.”
Luca pun melihat kembali ke dalam berkas persetujuan. Nama guild extra yang tertera di situ,
‘Gubuk Bambu.’
Luca terlihat sangat puas dengan nama itu.
__ADS_1
Namun berbeda dengan ekspresi wajah puas Luca, keempat anggota party-nya yang lain, tidak, mereka secara resmi telah menjadi anggota guild extra di bawah naungan guild Gubuk Bambu Luca, sehingga lebih tepat menyebutnya sebagai anggota guild.
Melupakan itu, mereka hanya menganga dengan penuh ekspresi ketidakpercayaan tentang bagaimana bisa bocah itu dengan begitu mudah menerima persetujuan pendaftaran guild extra tanpa membayar sepeser pun dan terlebih itu di guild assassin yang sampai saat ini belum pernah menerima pendaftaran satu pun guild extra.