The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
119. Tim Silver Hero vs Tim Jura


__ADS_3

Di ruangan itu, seorang pelatih beserta para anak didikannya sedang merudingkan suatu keputusan penting.


“Karena lawan kita kali ini ada yang memiliki kekuatan hypnosis, apa sebaiknya kita turunkan saja semua anggota yang memiliki pertahanan mental yang kuat?” Dalam suasana hening itu, Asario-lah yang mulai bersuara.


“Aku sepakat. Mark dan Andra juga sudah dua kali kali ikut pertandingan. Rasanya tidak masalah jika kita mengistirahatkan mereka sekarang.” Dan Medina sepakat.


“Tunggu, Senior! Kalau Mark sih terserah, tapi kita tetap butuh kekuatan Andra untuk mendeteksi serangan bawah tanah kadal menjijikkan itu.” Namun, Lia menunjukkan ketidakpuasan.


“Kurasa Lia ada benarnya juga. Kita tetap butuh kekuatan elemental tanah milik Andra. Bagaimana menurut Anda, Pelatih?” Asario yang sulit memutuskan pun meminta pendapat dari sang pelatih.


“Mari kita mainkan Andra untuk mengunci pergerakan pemain lizardman. Rasanya akan aman-aman saja selama ada Lia yang mampu menghapus efek negatif hypnosis. Kemudian kamu, Asario, sebagai penyerang utama, kemudian Toni yang bisa menangkal serangan hipnotis juga otomatis harus dimainkan. Kemudian untuk pemain yang terakhir… calonnya sisa Glen atau Medina… Siapa di antara kalian yang ingin dimainkan?”


Ujar sang pelatih sembari menatap ke arah Glen dan Medina secara bolak-balik.


“Hahahahahaha. Aku sih terserah keputusan pelatih dan tim saja.” Jawab Glen pesimis sembari tertawa kecil.


Namun di saat itulah, Medina kembali berujar, “Tidak boleh begitu dong, Glen! Kamu sudah diistirahatkan selama dua kali pertandingan. Mana bisa kamu diistirahatkan lagi! Biar aku saja, Pelatih, yang diistirahatkan kali ini.”


“Baiklah, kalau begitu, kamu, Glen, sebagai pemain yang terakhir.”


Lalu kelima anggota tim pun ditetapkan.


Putaran babak ketiga kualifikasi pertandingan e-sport vrmmorpg tingkat internasional, berbeda dengan babak kedua sebelumnya, di pertandingan ini, kedua tim disummon secara langsung 5 on 5 secara berhadap-hadapan di suatu arena melingkar berdiameter 40 meter dengan topografi acak yang menyerupai lingkungan alam liar.


Dan di arena itulah kali ini Tim Silver Hero menghadapi tim lawan ketiga mereka, Tim Jura dari negara Irlandia. Mereka adalah tim negeri fantasi yang mempunyai anggota tim manusia ular dukun dan lizardman itu.


...\=\=\=...


...Tim Silver Hero – Indonesia – The Last Gardenia...


...Vs...


...Tim Jura – Irlandia – Gege...


...\=\=\=...


Begitu masing-masing tim disummon ke arena, dengan sigap sang archer dari tim lawan menghilang ke pepohonan, sementara sang lizardmen menghilang ke tanah.


“Skill: underground detection.”


“Skill: kesombongan Sarwendah.”

__ADS_1


Andra dan Toni segera mengaktifkan skill mereka masing-masing.


Undergorund detection adalah skill untuk mendeteksi keberadaan musuh di bawah tanah, sementara kesombongan Sarwendah adalah skill yang salah satu efeknya adalah memberikan efek buff kepada rekan setim agar kebal terhadap skill yang berkaitan dengan cuci otak termasuk hipnotisasi.


Berbeda dengan Tim Jura, Tim Silver Hero lebih memilih untuk saling berkumpul bersama tim mereka.


“Senior, arah jam 5 di belakang Senior. Kuadran 2x, -y, -3z!” Andra berbicara lewat skill telepatinya kepada Asario.


Asario mengangguk dalam diam lantas mulai mengaktifkan skill-nya, “Skill: heat, long sword!”


Seketika pedang ditusukkannya ke belakang di sebelah kanannya dan secara tiba-tiba, pedang itu memanjang jauh ke dalam tanah.


“Akkkh!” Dan suara jeritan pun terdengar.


“Bruaaagh!” Sang lizardman dengan kondisi yang penuh darah segera kembali ke permukaan. Dialah sumber jeritan itu yang harus menerima rasa sakit tusukan pedang Asario.


“Kurang ajar!”


Melihat temannya mulai terluka, sang swordsman dan assassin yang melindungi manusia ular mulai bergerak maju, sementara sang manusia ular mulai membaca mantranya.


“Andra!”


Andra bergerak mundur menghadapi sang lizardman yang telah terluka parah sendirian, sementara Asario dengan dukungan Lia maju ke depan menghadapi sang swordsman dan assassin itu.


Namun serangan selanjutnya ternyata bukan datang dari keempat lawan yang saat ini ada di daratan.


“Fwuuush!” Serangan muncul dari sang archer dari atas pepohonan jauh di belakang.


Namun Tim Silver Hero telah memprediksi semua itu.


“Skill: kerakusan Sarwendah.” Toni-lah di antara timnya yang bertugas menghalau serangan dari atas.


Dengan penuh kerakusan, kerumunan ular Toni melahap sang panah.


Belum sempat sang archer memulihkan ketenangannya setelah melihat serangannya dengan mudah mampu diprediksi oleh lawan, Glen maju dengan serangan sihirnya.


“Skill: fallen star.”


Sang archer terlambat menghindar karena jeda yang cepat antara skill pertahanan Toni dengan skill serangan sang mage Glen. Alhasil, sang archer terkena mentah-mentah serangan itu dan menjadi individu yang pertama kali gameover di arena.


“Trang trang.”

__ADS_1


“Buakh buakh.”


Adu pedang terjadi di antara kedua swordsman, sementara sang cleric Lia berjuang sekuat tenaga menghalau pergerakan assassin yang lincah dengan tinjunya.


Jauh di belakang sana, sang manusia ular dukun itu pun tersenyum puas. Ultimate skill yang membutuhkan aktivasi lama itu akhirnya bisa teraktifkan.


“Skill: pet…”


“Plash.”


Namun, belum selesai skill itu dibacakan, kepala sang manusia ular dukun meledak duluan.


Skill petrifikasi sang manusia ular dukun yang mampu membuat semua lawan seketika membatu, tetapi dengan pengorbanan jeda pengaktifan yang sangat lama, yang selama pertarungan babak pertama dan kedua berusaha mati-matian tim mereka sembunyikan karena menunggu momen ini, harus berakhir sia-sia tanpa ada satupun penonton yang dapat menyaksikannya.


Sang swordsman dan assassin lawan pun keheranan darimana serangan itu berasal. Sebab kelima pemain Tim Silver Hero saat ini sedang ada di hadapannya, termasuk Andra yang sedang bertarung jauh di belakang sana dengan rekan lizardman-nya.


Mereka semua luput dari informasi soal skill Glen, fallen star. Itu adalah skill tembakan api yang prinsip kerjanya mirip seperti boomerang. Setelah ditembakkan, bola api itu akan balik lagi melalui lintasan berbentuk elips tertentu yang dapat sesuka hati diatur oleh sang pemain berdasarkan sudut lemparannya.


Semakin terampil pemain, maka semakin mudah pemain tersebut memprediksikan arah orbit elips skill bola api mereka. Dan Glen sebagai pemain veteran tingkat tinggi, tidak diragukan lagi telah sangat terampil dalam hal itu.


“Sialan!” Sang swordsman lawan pun sekali lagi berteriak marah.


Tetapi apa yang menunggunya, rupanya kali ini giliran rekannya yang lain untuk gameover.


Kini giliran sang lizardsman yang sudah berjuang dengan sangat gigih sejauh ini menghadapi sang scout Andra dalam kondisinya yang sudah sangat terluka parah itu, gameover dari dalam pertandingan.


“Slash, slash, slash.”


“Buaakh, buaakh, buaakh.”


Sang swordsman dan assassin lawan yang telah patah semangatnya itu setelah kehilangan semua anggota unggulan mereka, lantas menyerang secara membabi-buta.


Karena telah kehilangan ketenangannya, dengan mudah kombinasi skill Asario dan Lia menghabisi kedua anggota tim lawan yang tersisa itu.


Kemenangan sekali lagi jatuh buat Tim Silver Hero.


Begitu keluar dari arena, sang pelatih bersama Medina, Mark, dan ketiga pemain cadangan lainnya langsung menyambut kelima anggota tim yang telah sekali lagi menunjukkan performa terbaik mereka di pertandingan.


Sebagai MVP kali ini yang dengan sangat cermat membidik archer lawan dengan sangat akurat, serta memberikan serangan tak terduga-duga kepada pemain terhebat lawan mereka melalui perhitungan fisika yang sangat cemerlang, memperhitungkan sudut serta kekuatan lemparan yang akurat sehingga mampu mengenai sang manusia ular dukun itu di waktu yang tepat, Glen mendapat sambutan yang paling meriah.


“Hahahahahahaha. Aku hanya menjalankan peranku di tim kok. Sama sekali tidak ada yang istimewa.” Jawab sang manusia pasif, Glen.

__ADS_1


__ADS_2