The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
141. Hasil Pertarungan Para Newbie Melawan Senior


__ADS_3

Setelah itu, pertandingan terus berlanjut, tetapi hanya Kak Raia saja setelah Egi yang bisa mencetak skor untuk para newbie.


Mungkin, karena Kak Raia adalah mantan pemain shielder sehingga dia bisa mengetahui dengan pasti di mana saja titik lemah dari pertahanan seorang shielder. Dengan menggabungkan ilmu bertarung seorang fighter yang telah kuajarkan padanya, dia dapat menerapkannya dengan baik sehingga mampu mengalahkan pertahanan kokoh Kak Zeno.


Adapun untuk newbie yang lain, tiga pemain berhasil mendapatkan skor seri dengan sanggup untuk bertahan selama 5 menit melawan pemain veteran yang telah punya pengalaman 1 tahun lebih banyak dari mereka itu.


Mereka adalah seorang fighter wanita bernama Asti, serta dua orang mage pria, satunya berelemen api sama seperti Kak Yudishar bernama Evan Plitzerd, satunya lagi berelemen es bernama Zevan Plitzerd. Seperti yang kalian duga, mereka adalah saudara kembar.


Kemudian tiga newbie tersisa sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa dan berakhir dengan kekalahan. Yah, bagiku justru itulah seharusnya hal yang wajar ketika newbie kalah dengan senior veteran mereka.


Tetapi kenyataannya sekarang, skor newbie melawan senior cadangan adalah 2 vs 4. Ada tiga orang newbie yang berhasil seri dari senior mereka, malah dua lainnya berhasil mencuri poin.


Para senior pun bergidik begitu mereka melihat sang Pelatih memperhatikan hasil skor pertandingan mereka. Tetapi Pelatih hanya tersenyum saja pada mereka.


Namun… itu karena sedang ada newbie di dekat mereka.


Tepat ketika mereka mengungsi ke belakang, Pak Pelatih pun menghampiri mereka sembari berkata,


“Mari bersiap-siap untuk latihan extra agar kalian tidak mempermalukan diri kalian lagi.”


Tidak ada yang aneh dalam tiap ucapan sang Pelatih. Hanya saja, Pak Pelatih mengatakannya sembari menunjukkan ekspresi wajah yang mengalahkan seramnya wajah iblis.


Hal itu pun seketika membuat para senior merinding ketakutan.


Setelahnya, dua orang yang berhasil mencuri poin dari para senior cadangan, Egi dan Kak Raia, diberikan privilege sekali lagi untuk bertarung melawan para senior dari tim inti, termasuk aku.


Kak Raia seketika memilih Kak Inggar sebagai sesama fighter.


Lalu di luar dugaan, setelah kukira Egi akan memilihku untuk melakukan pertandingan pembalasan, dia rupanya lebih memilih Kak Robby sebagai lawannya.


Pertandingan pertama antara Kak Raia dan Kak Inggar pun dimulai.


\=\=\=


Nama: BEASTOP alias Raia (Lv 23)


Pekerjaan: fighter


\=\=\=


Vs


\=\=\=

__ADS_1


Nama: PSYTOLETH alias Inggar (Lv 43)


Pekerjaan: fighter


\=\=\=


Kak Raia menggunakan guntlet berduri yang aku buat untuknya untuk memperkuat fisiknya, sementara Kak Inggar tampak menggunakan item berupa sarung tangan untuk boost serangan.


Pertarungan adu tinju seketika terjadi ketika aba-aba pertandingan dimulai. Kak Raia terlihat lebih aktif menyerang, sementara nampak Kak Inggar mampu berdefensif dengan baik.


Di situlah aku baru menyadari bahwa Kak Raia mempunyai kebiasaan fatal yang sangat berbahaya bagi perkembangannya sebagai seorang petarung. Kak Raia terlalu menyerang dengan lurus tanpa sedikit pun mengandalkan trik.


Ini tentu masih bagus jika yang dihadapinya sama-sama pemain tak berpengalaman seperti dirinya, tetapi beda halnya jika itu pemain berpengalaman seperti Kak inggar.


Sejauh ini, Kak Raia mampu bertahan dengan baik dengan cukup lama di arena, terima kasih berkat ofensifnya yang tidak pernah kendor juga meski sudah memasuki menit kesembilan.


Tetapi ini tidak baik, Kak Inggar mulai menangkap kelemahan fatal Kak Raia itu. Tinjunya mudah diprediksi karena Kak Raia hanya akan cenderung bergerak meninju lurus tanpa sedikit pun berniat melakukan feint.


Akibatnya, sangat mudah memprediksi arah serangannya dan sebagai akibat lanjutnya, walau secepat dan sekuat apapun serangan tinju Kak Raia, selama itu bisa diprediksi, maka serangan itu akan mudah dihindari.


Lalu tibalah di menit ketiga belas, Kak Raia mulai kehabisan stamina lantas Kak Inggar menangkap dengan baik tinjuannya. Dia pun menahan tangan Kak Raia sembari melepaskan sepak lututnya ke arah ulu hati Kak Raia.


Kak Raia terpukul mundur sembari memuntahkan darah.


Sayangnya, serangan Kak Inggar tidak berakhir sampai di situ. Dia memanfaatkan dengan baik posisi Kak Raia yang belum stabil lantas melancarkan serangan hit kombo berkali-kali padanya yang gagal melakukan defensif sehingga Kak Raia pun kalah.


\=\=\=


Nama: TOBBY111 alias Egi (Lv 39)


Pekerjaan: archer


\=\=\=


Vs


\=\=\=


Nama: ROBBME alias Robby (Lv 50)


Pekerjaan: swordsman


\=\=\=

__ADS_1


Begitu aba-aba pertandingan dimulai, Egi segera menjaga jaraknya dari Kak Robby. Dia lantas melayangkan serangan panahnya yang kuat bertubi-tubi sembari tetap bersembunyi memanfaatkan agilitasnya yang tinggi.


Tetapi Kak Robby adalah seorang swordsman yang berbeda dengan Kak Danang sebelumnya. Seorang swordsman memiliki defensif level B- yang walau tak sebagus defensif seorang shielder, dengan banyaknya jam terbangnya di dunia e-sport vrmmorpg serta perbedaan level yang jelas, Kak Robby mampu dengan baik menahan serangan panah Egi walaupun itu sedikit melukai tubuh avatarnya.


Tetapi itu telah cukup menekan ketenangan Egi ketika melihat serangan panah kuatnya berhasil ditangkis dengan sempurna.


Egi pun lengah dengan berusaha menyerang dengan skill panah yang lebih kuat lagi sehingga untuk sesaat, dia perlu berhenti untuk bergerak dalam waktu yang lebih lama.


Di saat itulah, Kak Robby memanfaatkan skill auranya untuk menghempaskan pepohonan di sekelilingnya dan seketika Egi yang berada di area serang aura-nya pun tergoyahkan pijakannya.


Serangan itu tentu saja belum cukup untuk mengalahkan Egi dan Egi segera kembali ke kesigapannya lantas memposisikan dirinya dalam posisi defensif.


Sayangnya, itu semua telah dalam perhitungan Kak Robby. Kak Robby dengan sigap memanfaatkan sepersekian detik kebingungan Egi ketika Kak Robby mengaktifkan skill aura-nya itu untuk mengeluarkan jurus serangan pedang jarak jauhnya dengan auranya tersebut.


Walaupun sangat jauh lebih lemah dibandingkan dengan serangan aura Senior Asario maupun Kak Malik, itu telah cukup untuk mengalahkan pemain newbie seperti Egi yang sedang blank dalam posisi defensifnya itu.


Egi dikalahkan dalam waktu 3 menit 42 detik.


Walau mereka berdua berhasil mengalahkan para senior cadangan, jelas ada perbedaan kekuatan yang sangat besar untuk para senior yang berhasil masuk di tim inti.


Namun demikian, Kak Inggar yang hanya berhasil mengalahkan Kak Raia dalam waktu 14 menit 30 detik, tetap mendapatkan tatapan panas dari Pak Pelatih.


Masih banyak pula yang perlu dibenahi dari para anggota tim inti.


Setelah itu, semua peserta yang telah kelelahan pun dikumpulkan kembali ke dalam satu tempat, termasuk para cleric dan Kak Areka yang sempat dipisahkan ujian kualifikasinya tadi. Lalu Pak Pelatih pun memberikan kata-kata pengarahannya sebelum menyuruh para peserta untuk pulang dan menunggu hasil pengumuman kelulusannya besok.


Para senior cadangan pun disuruh Pak Pelatih untuk turut pulang sehingga menyisakan di ruangan itu aku, Pak Pelatih, Kak Yudishar, Kak Yurika, Kak Robby, dan Kak Inggar.


Pembicaraan yang terjadi dengan pelatih tidak lain adalah review kami berlima terhadap performa keseluruhan peserta calon anggota klub e-sport sekolah.


Senior Areka yang telah tinggi jam terbangnya otomatis diluluskan oleh pelatih dan mengisi satu di antara kedua belas tempat yang kosong itu. Apapun komentar jahat yang selama ini diucapkan oleh Pak Pelatih kepada Senior Areka, rupanya Pak Pelatih tetaplah menyayanginya dengan tulus.


Kemudian satu tempat lagi mutlak harus diisi oleh seorang cleric. Setelah diskusi yang panjang antara Pak Pelatih dengan Kak Yurika, mereka pun memutuskan untuk memilih seorang pemain bernama Ellen, murid kelas 1F sebagai calon anggota klub.


Tetapi apa ini? Aku melihat foto pemain itu dan rasanya aku pernah melihatnya di suatu tempat.


Ah, di situlah aku baru mengingatnya. Rupanya dia adalah seorang cleric yang sempat terjebak bersamaku dan rombongan Lia ketika aku tanpa sengaja memancing kemunculan big boss monster pada quest undead di desa pemula sebelumnya.


Selanjutnya, Pak Pelatih menanyakan pendapatku, Kak Robby, dan Kak Inggar tentang siapa sepuluh peserta tersisa yang layak diloloskan dari pemain petarung.


Baik Kak Robby maupun Kak Inggar hanya menyebutkan nama-nama pemain dari pemenang pertarungan tim saja.


Tetapi aku berbeda,

__ADS_1


“Hmmm. Kalau menurutku sih, pemain yang berpotensi di antara ke-203 peserta itu adalah Miskiin dan Peterpan.”


Jawabku dengan pasti.


__ADS_2