The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
168. Semuanya Berkumpul di Tempat Pertandingan


__ADS_3

Senin, 23 Agustus 2083 waktu bumi, akhirnya tiba juga kompetisi debut yang telah kunanti-nantikan.


Saat ini, kami berbaris di lapangan untuk mendengarkan arahan serta sambutan dari panitia penyelenggara kompetisi amatir e-sport vrmmorpg tingkat SMA ini. Ada banyak yang memberikan sambutan, mulai dari presiden, walikota, ketua yayasan, ketua panitia, sampai pada kepala sekolah SMA pemenang tahun lalu, SMA Puncak Bakti.


Kudengar, sejak kompetisi ini dimulai sekitar 20 tahun silam, hanya SMA Puncak Bakti dan SMA Angkasa Jaya saja yang terus-terusan bertukar tempat mengisi posisi juara satunya. Dan yang lebih membuat sekolah level menengah ke bawah semakin merasakan rasa inferioritas adalah bahwa pemenang tiga besar dalam kompetisi ini selalu tidak lepas dari 3 sekolah elit.


Aku berharap bahwa sekiranya SMA kami, SMA Pelita Harapan, akan dapat menembus batas itu dan akhirnya bersinar lewat kompetisi tahun ini, membuktikan bahwa kami bisa mengalahkan 3 sekolah elit yang katanya tak terkalahkan itu, meraih tempat yang elit di atas para elit.


Setelah itu, ada berbagai acara seremonial yang cukup membosankan sampai-sampai membuat aku menitihkan air mata, tentu saja bukan karena sedih, melainkan karena mengantuk.


Tak kusangka bahwa lapangan seluas lapangan sepakbola ini akan dipenuhi oleh peserta pertandingan. Yah, itu wajar saja. Mengingat bahwa di babak seleksi ada sebanyak 120 tim peserta dari SMA yang tersebar di seluruh pelosok jawa bagian barat.


Oh iya, berbicara soal tim peserta, ada tim peserta yang membuatku tak dapat mengalihkan pandanganku. Mereka adalah tim dari SMA Yayasan Eden. Aku kenal benar 3 orang dari mereka perihal mereka adalah anggota cadangan tak terpakai di Tim Silver Hero selama kompetisi mereka di e-sport vrmmorpg profesional bulan lalu. Seorang shielder, mage, serta archer.


Setelah aku bertanya kepada Senior Areka, apakah itu tidak melanggar aturan bahwa pemain yang telah melangkahkan kakinya di kompetisi e-sport vrmmorpg pro bahkan sampai ke tingkat internasional, malah mengikuti kompetisi amatir, Senior Areka pun menjawab bahwa itu akan aman-aman saja perihal yang dilarang adalah mereka yang telah terekam mengikuti secara resmi kompetisi sehingga untuk cadangan mati seperti mereka tidak akan melanggar aturan apapun.


Kompetisi babak seleksi sendiri akan dibagi menjadi 24 sesi yang masing-masing terdiri dari lima tim yang hanya akan merebutkan satu tempat untuk menuju ke babak selanjutnya. Kebetulan tim kami dimasukkan ke kelompok 3 yang yang akan bertanding di ruang virtual A di hari pertama sesi ketiga.


Setelah itu, dari 24 besar, akan diadakan kompetisi one on one untuk menyaringnya menjadi 12 besar, kemudian 6 besar.


Lalu di tahap 6 besar, tim akan diseleksi berdasarkan kemampuan individu untuk menentukan siapa 4 tim yang akan melaju ke putaran babak semifinal.


Lalu setelahnya, dari 4 tim peserta babak semifinal, hanya akan melaju dua tim peserta ke babak final. Dan terakhir setelahnya, penentuan juara satu pun dilakukan dari kedua kandidat tim grandfinalis itu.

__ADS_1


Aku begitu penasaran dengan kekuatan tim kami yang sekarang, sampai di mana kami akan melaju. Tentu saja bukan aku saja yang penasaran. Pastinya kesembilan rekan seperjuanganku yang lain, yakni Senior Areka, Kak Yudishar, Kak Robby, Kak Yurika, Egi, Kak Danang, Kak Rena, Kak Inggar, serta Kak Sabrina, sama penasarannya dengan aku.


Terus terang. Aku begitu tegang.


@@@


Tentu saja bukan hanya Luca yang tegang pada saat itu. Baik pelatih maupun semua orang yang mendukung tim mereka juga merasakan ketegangan yang sama. Mereka berharap bahwa SMA Pelita Harapan akhirnya dapat terlepas dari jeratan sekolah level menengah dengan mampu mengalahkan 3 sekolah elit itu, SMA Puncak Bakti, SMA Angkasa Jaya, dan SMA Mulia Karsa.


Di balik bangku penonton, dapat terlihat jelas raut wajah khawatir dari Pak Syarifuddin. Beliau benar-benar mengharapkan hasil yang terbaik dari para anak didikannya itu.


Tidak hanya itu, terima kasih berkat desakan sang guru BK sinting tertentu yang menyalahkan kemampuan melatih Pak Syarifuddin sehingga tahun lalu SMA Pelita Harapan turun peringkat dari peringkat 4 yang selalu dimilikinya ke posisi lima, Pak Syarifuddin pun menerima teguran keras dari pihak sekolah yang menyebabkan posisinya sebagai pelatih terancam.


Tentu saja Pak Syarifuddin, daripada posisinya sebagai pelatih, lebih mengkhawatirkan keadaan mental para anak didikannya itu jika sampai Beliau dilepastugaskan dari posisinya.


Terlihat bahwa di antara sorakan, Lia adalah yang paling menonjol di antaranya. Namun, itu justru berefek kebalikan dari tanggapan penonton-penonton lain. Lia sejatinya adalah selebriti e-sport vrmmorpg yang telah meraih posisi 16 besar dalam pertandingan e-sport vrmmorpg tingkat dunia. Tidak hanya itu, timnya pun memperoleh juara lima dalam kompetisi yang sama.


Itulah yang menyebabkan Lia menjadi idola khususnya para pria penggila e-sport vrmmorpg, terlebih dengan wajah Lia yang sangat cantik nan imut itu. Sorakan Lia yang mendukung tim Luca di arena pun menimbulkan kecemburuan yang tak terjelaskan di hati para penggemar yang mengagumi Lia baik dari segi wajah maupun dari segi talenta.


Secara bawah sadar, orang-orang ini pun menggumamkan hal yang sama di hati mereka kepada Luca, “Mati saja sana, dasar sampah!” atau sejenisnya. Tentu saja sang protagonis kita tidak pernah melakukan hal yang buruk sekalipun kepada mereka. Bahkan alih-alih sikap buruk, dia saja pasti tidak tahu tentang arti kecemburuan para penggemar itu.


Tidak hanya rombongan mereka yang datang menonton Luca. Ada juga Bu Sasmi yang datang berbarengan dengan Pak Susanto dengan mengenakan setelan kaca mata hitam dan kerudung yang menutupi setengah wajahnya.


Pastinya, Bu Sasmi berpikir bahwa penyamarannya itu akan membuatnya tidak dikenali oleh siapapun, terlebih kepada beberapa siswanya yang juga menghadiri acara tersebut secara live. Tetapi dia terlalu meremehkan pengamatan jeli para bocah SMA.

__ADS_1


Lagipula sejak awal, tidak mungkin tiada muridnya yang hadir di situ yang tidak akan menyadari postur tubuh nak peragawati dengan tampilan kaki jangkungnya serta gerak tubuhnya yang khas tersebut.


Keesokan harinya, pastinya akan segera tersiar gosip panas tentang hubungan dua wali kelas dari kelas yang bersebelahan yang sama-sama belum menikah di usia mereka yang sama-sama menjelang 40 tahun itu.


Melupakan Bu Sasmi, ada satu lagi yang lebih menarik perhatian bagi para pengunjung di sekitar, merekalah anggota-anggota tim e-sport vrmmorpg profesional yang lagi panas-panasnya dikabarkan oleh media akan segera bubar, Kirana, Malik, Brian, Bento, serta seorang tamer lagi yang bernama Kania.


Tentu saja, mereka datang hari ini ke tempat tersebut sesuai janji mereka kepada Luca.


Mari kita melangkah mundur beberapa saat ke waktu setelah usainya kompetisi e-sport vrmmorpg tingkat internasional di Amerika Serikat itu.


Luca dengan penuh tekad, menelepon Kirana untuk mengumumkan keyakinannya.


“Kak Kirana, aku telah memutuskan bahwa aku akan menerima tawaran dari Kakak tentang bergabung di Tim White Star. Tetapi dengan satu syarat.”


“Aku tidak ingin dipandang sebagai orang yang masuk ke tim seenaknya perihal kenalan. Oleh karena itu, aku berharap di kompetisi debutku di pertandingan amatir e-sport vrmmorpg tingkat SMA, Kak Malik dan kawan-kawan juga akan menonton pertandinganku. Barulah di situ kalian semua menentukan, kali ini tidak hanya pendapat dari Kak Kirana saja, tetapi pendapat dari semua anggota tim, tentang apakah aku layak bergabung di Tim White Star ataukah tidak.”


“Hanya jika setelahnya seluruh anggota tim menilai aku layak dan menyetujuinya, barulah aku akan menerima proposal dari Kak Kirana sebelumnya itu untuk bergabung ke dalam tim.”


Dan di sinilah mereka saat ini, hendak menyaksikan dengan seksama kemampuan bocah yang menarik perhatian Kirana itu. Tentunya, mereka semua punya harapan yang tinggi kepada Luca saat ini. Perihal, mungkin keberadaan Luca-lah saat ini satu-satunya yang dapat menyelamatkan klub mereka yang berada di ambang kehancuran.


Sayangnya, tidak hanya Klub White Star mereka saat itu yang telah menaruh perhatiannya kepada Luca. Telah hadir pula sang pelatih Klub Silver Hero, Riska Angela, yang perhatiannya belum terlepaskan juga dari Luca, termasuk beberapa pencari bakat dari klub profesional lain yang telah mendengar desas-desus Luca setelah berhasil mengalahkan Ecila sang juara kompetisi e-sport tingkat dunia di dalam suatu pertandingan tidak resmi tersebut.


Akankah Luca mampu bersinar cerah di kompetisi debutnya ini ataukah malah harus menelan kekecewaan para pendukung yang menaruh harapan padanya dengan kenyataan pahit kekalahannya? Semuanya sebentar lagi akan terjawab.

__ADS_1


__ADS_2