The Newbie Is Too Strong

The Newbie Is Too Strong
182. Dungeon Rahasia The Legacy of Sultan Lacoza


__ADS_3

Kami memenangkan pertandingan one player dan three players melawan pemain The King. Kini yang tersisa, hanyalah pertandingan five players saja.


Dengan keberadaan sang swordsman es aura, Kak Malik, mage pengendali api inti matahari, Kak Brian, sang ratu semut, Kak Kania, Kak Bento yang pantang menyerah, serta tentu saja aku, si assassin yang kecil-kecil, tetapi lincah dengan serangan yang sangat ganas, tidak diragukan lagi tim kami tentu saja menang melawan para mob yang sama sekali tidak memiliki keunggulan bakat itu kecuali kemampuan mereka dalam memprovokasi lawan.


Oh iya, sekadar tambahan terkait masalah penyebutanku pada diriku sendiri yang menyebut istilah ‘kecil’, sekali lagi aku tegaskan bahwa ukuran tubuhku memang kecil, tetapi aku bukanlah seorang cebol. Harap yang menyamaartikan arti kedua kata tersebut sebagai hal yang sama, segera buka kembali Kamus Besar Bahasa Indonesia-nya dan silakan belajar kembali.


Lanjut ke cerita, mereka benar-benar sampah bahkan mereka sempat mengejek kami perihal ketiadaan cleric di tim kami sehingga tiada yang akan memberikan buff pada tim dan juga menjadi support pemulihan MP dan HP ketika dibutuhkan.


Tentu saja semua itu omong kosong karena tanpa cleric pun, kami berlima berada di level yang sangat jauh berbeda dari mereka sehingga dengan mudah kami mengalahkan mereka bagai gajah yang menginjak semut.


Dan jika memang pemberi buff dan pemulih diperlukan, kami bahkan tidak usah repot-repot memasukkan cleric. Pet-ku, Aura, saja sudah cukup, bahkan lebih andal dari kebanyakan cleric. Dia bahkan bisa bertindak sebagai shielder.


Kalau dipikir-pikir, formasi tim kami malah semakin mirip dengan Klub Silver Hero yang sedang hangat-hangatnya isu mereka tentang itu dibicarakan perihal ketidakseimbangan formasi pemain. Ada swordsman, assassin, tamer, dan mage, kecuali untuk posisi battle cleric yang digantikan oleh seorang fighter murni.


Justru, jika dinilai secara keseluruhan, formasi tim kami bahkan lebih tak layak secara teoritas karena kami di samping tak punya shielder, juga tak punya cleric, dibandingkan dengan Klub Silver Hero yang setidaknya masih punya seorang battle cleric.


Itu tentu saja karena di sini mereka belum mempertimbangkan keberadaan Aura. Yah, itu salahku juga yang masih menyembunyikan keberadaannya sebagai kartu joker. Mungkin akan menjadi suatu kejutan yang sangat fantastik ketika aku menunjukkannya di saat kami terdesak ketika harus melawan lawan yang berperingkat lebih di atas.


Sayangnya, kejutan itu mungkin tak akan efektif lagi buat Klub Silver Hero, perihal Lia dan Kak Andra sebagai anggota klubnya telah lama mengetahui soal keberadaan Aura.


Yah, singkat cerita, hari itu kami memenangkan ketiga pertandingan dan itu tentu saja akan menyumbang tambahan skor yang berarti buat tim walaupun tidak akan terlalu besar karena Klub The King hanyalah klub rangking menengah saja.


Setelah itu, dari Kak Kania aku mengetahui bahwa pertandingan pekanan tim tidak hanya berakhir sampai di situ saja. Akan ada dua pertandingan tiap pekannya tanpa minggu jeda istirahat sekali pun, satunya kami akan berperan sebagai tuan rumah, sementara yang satunya kami akan seperti hari ini sebagai tim penantang.


Sungguh jadwal yang benar-benar padat. Di situlah aku menyadari bahwa pemain profesional itu memang tidak semudah kelihatannya. Performa kami akan terus dicatat tiap pekannya. Tergantung dari hasil pertandingan pula, pihak sponsor yang menjadi sumber gaji kami akan menyuntikkan kami lebih banyak dana.


Tentu sangat berbeda dengan aktivitas klub amatir Tim e-sport vrmmorpg SMA Pelita Harapan di mana kami hanya melakukannya untuk bersenang-senang dan sekadar mencari pengalaman saja.


Tentu saja ada juga orang-orang di antara tim amatir itu yang benar-benar serius menekuni bidang ini dalam rangka mengincar posisi sebagai pemain profesional, tidak hanya aku, tetapi juga Egi, Senior Areka, Kak Raia, dan juga Kak Nina


Yah, dalam kasusku, aku sendiri telah berdiri di jalan itu.


Dan juga setelah aku merenung, kami hanya ada berlima sehingga mau tidak mau kamilah yang harus akan selalu mengisi spot pertandingan. Jika ada satu saja dari kami yang tidak hadir, di hari itu pula-lah, kami harus menyerah pada pertandingan five players-nya dan jika lebih dari itu yang tidak hadir, maka tentu akan lebih buruk lagi.


Seketika aku menyadari bahwa betapa pentingnya keberadaan pemain cadangan itu. Ketika kami ingin istirahat, akan ada segera yang menggantikan posisi kami sehingga kami bisa merasa aman dalam beristirahat.

__ADS_1


Tidak hanya aku tentunya yang menyadarinya, semua anggota tim pada dasarnya telah memahami itu semua. Itulah sebabnya, Kak Kirana tidak henti-hentinya bekerja keras demi merekrut anggota baru, termasuk dalam hal merekrut pelatih yang mumpuni bagi kami.


Kuharap, tim kami akan segera kembali ke masa-masa kejayaannya dulu.


Oh iya, dengar-dengar juga dari Kak Kania, bahwa Klub White Star adalah salah satu klub yang didirikan di tahun-tahun pertama ajang kompetisi e-sport vrmmorpg diadakan, bersama dengan Klub Lucifer dan satu lagi klub yang baru aku dengar namanya Klub Circle Tower.


Bahkan klub di mana Kak Krimson berada, Klub Shadow Park, baru didirikan di tahun keduanya.


Yah, aku berharap semoga perjuangan kami ini akan terbayarkan dengan hasil yang indah dan masa-masa jaya yang dibicarakan Kak Kania itu benar-benar akan tiba. Tetapi ngomong-ngomong, aku sampai lupa kalau Kak Kania menghindari satu pertanyaanku terkait mengapa Klub White Star bisa merosot seperti sekarang.


Ya sudahlah, biarlah itu juga waktu yang akan menjawabnya di kala anggota tim siap untuk menceritakannya.


.


.


.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Baru saja kemarin aku mengikuti kembali bersama tim-ku turnamen pekanan di mana kali ini kami bertindak sebagai tuan rumah. Lawan kami adalah Klub Belibis Putih yang berada di peringkat ke-33.


Kak Malik memanfaatkan kesempatan ini untuk beristirahat sedikit dengan hanya memainkan turnamen five players-nya saja.


Walau demikian, kami tetap bisa meraih juara pada ketiga jenis turnamen itu. Di luar dari beberapa kesalahan Kak Bento yang tanpa sengaja terpercik oleh api panas Kak Brian, keseluruhan anggota tim dapat menjalankan peran mereka dengan sangat baik.


Dan di sinilah aku saat ini berada, di dalam dunia virtual game The Last Gardenia.


“Halo, Luca, akhirnya kamu datang juga.”


Begitu aku tiba, Kak Silvia langsung menyambutku dengan senyuman hangatnya yang berbeda dengan tubuh aslinya yang memiliki bibir yang lebih tebal, Kak Silvia di dalam game memiliki bibir yang lebih tipis yang dipadukan dengan matanya yang sayu dan telinga panjangnya yang menonjol, sehingga dapat terlihat aura kesenduan di balik penampilannya itu.


“Halo, adik kecil kita yang manis. Kita ketemu lagi.”


“Ayolah Kak Agnes. Kan berkali-kali kubilang jangan panggil aku dengan sebutan adik kecil lagi. panggil aku Luca. Gini-gini, aku sudah berusia 15 tahun soalnya.”


Mendengar ucapanku itu, Kak Agnes terus saja tersenyum nakal tanpa ada terlihat niatnya sama sekali untuk berhenti mempermainkan aku. Yah, tapi itu masih mendingan jika mengingat kembali ada baru-baru ini seseorang yang menyebutku sebagai cebol.

__ADS_1


“Oh iya, katanya kamu mengajak seorang teman lagi. Di mana dia, Dik Luca? Bukankah sudah kubilang, kalau Dik Luca butuh seorang pemain shielder, Kak Agnes ini bisa menyiapkannya kapan pun. Kalau perlu, aku juga bisa memanggil Daniel ke sini.”


“Siapa itu lagi Daniel, Kak Agnes?”


“Eh, Dik Luca benar-benar tidak tahu?”


“…”


“…”


“Aku tidak tahu siapa itu Daniel, tapi kalau kita membicarakan rekan terakhir yang kita tunggu, sebentar lagi dia akan datang. Lagian, bukan dia yang telat, tapi kita yang kecepatan tiba. Lihat saja, sekarang waktunya masih menunjukkan pukul 19.50, entah bagaimana jam di zona waktu Kak Agnes sekarang, tetapi yang jelas masih ada waktu 10 menit sebelum waktu janjiannya tiba.”


“Craaaang!”


Belum lama kami membicarakannya, orang yang bersangkutan pun tiba. Dengan demikian, anggota party kami pun lengkap.


Dialah Senior Areka, sang shielder. Ya, tujuan quest kali ini adalah dungeon rahasia di Makam Sultan Lacoza yang tanpa sengaja aku peroleh kuncinya sewaktu mengalahkan boss tersembunyi di quest undead desa pemula bersama Lia.


Tujuan utama quest kali adalah selain rasa penasaranku tentang harta karun di dalam Legacy of Sultan Lacoza tersebut, tidak lain dan tidak bukan adalah supaya Senior Areka bisa level-up entah itu hadiah berupa senjata maupun skill yang akan didapatkannya melalui dungeon rahasia ini sehingga Senior Areka dengan begitu bisa terlepas dari rasa inferioritasnya akibat perasaan lemahnya.


Dengan rasa yang bercampur-aduk, aku pun kembali melihat ke dalam item kunci The Legacy of Sultan Lacoza itu.


\=\=\=


Nama item: mahkota the king of undead


Type: key


Rank: SSR


Fungsi: membuka dungeon the legacy of Sultan Lacoza yang terletak di suatu tempat di Kekaisaran Lalania [lokasi di suatu tempat spesifik di Makam Sultan Lacoza yang diketahui setelah poin ketenaran dan distribusi mencukupi], syarat tambahan berupa poin distribusi di Kekaisaran Lalania sebesar 2000 dan poin ketenaran sebesar 4000 telah dipenuhi oleh pemain.


Poin ketenaran saat ini: 15350, poin distribusi Kekaisaran Lalania saat ini: 10850.


\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2